Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
09


__ADS_3

"" kita mau kasih tau hal penting untuk ayah" sahut Aldo yang mengalihkan pembicaraan Alan tak tidak ber buntut


"hal penting apa""


""kita udah.....


"udah apa Al"


"udah temuin AMelia Marlina Malik putri tersayang ayah yang kemana" harus ada bunda dan Amel " jawab Alan yang Tampa dosa


""apaan sih LAN itu bagian gue Lo diem aja Napa ganggu tau" protes


"Lo terlalu drama "


'''Lalu Diman princess Malik,kenapa kalian gak sama dia..??"


"masih di panti kasih ayah "


"kalian belum jemput dia


"udah yah tapi ibu panti nya bilang kesana harus dengan ayah agar Beliau percaya kalau kita keluar Amel yah" penjelasan Aldo


"oh jadi itu yang buat kalian hubungi ayah..??


""iya yah " sahut Aldo


" yaudah kita berangkat sekarang aja.??


"". kalau kita kesana sekarang gak bakal ketemu sama Amel kan lagi sekolah"


" sok tahu lu orang Amel izin gak sekolah" timpal Alan


"dari mana lu tau.?


" dari Maikel lah diakan guru di sekolahnya bontot


"dia izin kenapa.??


" katanya Abangnya yang di TNI AU pulang


"gue gak rela dia sebut Abang selain keluarganya sendiri" protes Aldo


" rela gak rela orang dia yang nemuin Amel di hutan dan dia juga yang jagain Amel"


"ayah kenal gak sama Abang kw Amel.? tanya Aldo


" mungkin Al soalnya tadi ada yang izin pulang sih "


"pangkatnya tinggi gak"


"komandan regu "


"aduhh Abang Aldo kalah saing"" sahut Alan yang mengompori


"gak usah jadi kompor deh Al "


"kita berangkat sekarang aja ayah udah gak sabar ketemu princess


mereka bertiga melajukan mobil menuju arah jalan panti yang jauh dari rumah warga sesampainya mereka langsung bergegas turun dan mengetok pintu panti


Tok Tok Tok Tok


assalamualikum


SERRRRR


waalaikumsalam


semua terdiam melihat orang yang mereka cari" tumbuh menjadi perempuan yang sangat cantik

__ADS_1


"maaf om sama Abang semua mau cari siapa?"


suara Amel membubarkan lamunan ketiga laki " yang taklain adalah keluarganya sendiri


"kami mencari ibu panti nak"


"oh ibu ada di dalam, Masuk dulu, Amel panggilkan ibu" berjalan menuju dapur


mereka semua duduk di bangku rotan


"ibu ada yang cariin"


" oh kamu lanjutin masaknya, ibu mau temuin tamu dulu"


"Oky "


"oh nak Aldo dan nak Alan toh"


"iya Bu, kami kesini bersama ayah " sahut Aldo


"perkenalkan saya Malik ayah dari mereka berdua" sambil mengulurkan tangan


"saya indah sekaligus pemilik panti"


"sesuai kesepakatan yang ibu mau kita sudah kembali kesini dengan membawa ayah kami" sahut Alan Tampa basa basi


""apa ada bukti agar saya bisa yakin kalau kalian semua keluarga Amel..??""


"ada ,ini anda bisa lihat sendiri semua foto masa kecil Amel dan mendiang istri saya,dan yang ini foto sebelum princess Malik menghilang"


" tunggu sebentar saya panggilkan Amel dulu"


"Mel kesini nak"


"iya Bu " langsung bergegas menuju ruang tamu


"Duduk sini Mel "


" nak kamu masih ingat kan asal susul kamu bisa ada di panti ini..??""


"ingat Bu Amel di temukan di hutan sama Abang saat Abang umur 7 tahun "


"dan di depan kamu ini adalah keluarga aslimu "


" gak , keluarga Amel itu ibu dan sampai kapan pun itu ibu " bantahan Amel deng tegas


"Mel ibu hanya mempunyai kewajiban untuk merawat mu sampai di sini" sahut ibu panti yang berusaha tenang


"ibu tega kembalikan Amel, sama orang yang udah tega membuang Amel di hutan"


" Amel ayah mohon kembalilah pada ayah, ayah memang salah telah lalai menjaga kalian, ayah mohon nak maafkan ayah. ayah MALIk yang menangis dan berlutut di depan amel


sekitar 7 jam perjalan Indra sampa di depan panti,


Indra yang mendengar ke gaduhan di dalam langsung bergegas masuk.


'''assalamualikum'''


"""abangg" teriakan Amel yang langsung memeluk Indra


"abang Amel gak mau sama mereka khis khis khis " aduan Amel


"kita ke kamar dulu Abang mau bicara sama Amel"


"gendong " sahut Amel yang masih menangis


Indra mengendong amel seperti ibu mengendong anaknya, dan dilihat oleh semua orang


"Abang Amel gak mau sama mereka udah tega buang Amel"

__ADS_1


"Amel tau gak ceritanya kayak apa..?"


"katanya cuma kelalaian aja" sahut Amel


"gini ya Abang ceritain dulu, orang yang berlutut sama Amel tadi Komandan Abang dan beliau yang menyuruh Abang sibuk setiap hari hanya untuk mencari putri semata wayang nya, kamu tau gak kamu hilang karna apa..??"


"kan udah Amel jawab barusan "


"itu salah. kamu hilang karna sahabat ayah kamu yang diam diam menyukai bunda mu, karna bunda mu tak bisa dia dapatkan, dia tak inggin komandan bahagia jadi dia menculik amel dan bunda, namun sayangnya komandan mendapat dua pilihan karna kalian berdua di sekap di tempat yang berbeda,


''pasti ayah pilih bunda" timpal Amel yang memotong pembicaraan


"kamu salah komandan memilih kamu tapi sayang itu jebakan untuk komandan di tempat kamu di sekap sudah di pasangkan peledak''


""trs gimana kok ayah masih hidup..?"


"""komandan kan tentara yang hebat, sebelum Bom yang di pasang meledak komandan langsung menyadarinya dan lompat dari jendela yang tinggi "


"jadi Amel salah dong''' sahut Amel yang masih terisak


"jadi kamu mau kan balik sama keluarga yang udah berkorban buat kamu'''


"tapi ibu sama anak panti gimana"


"kalau soal ibu sama adek-adek panti biar Abang yang urus" Indra yang menenangkan Amel


"IYA Amel mau"


"yaudah kita keluar ya ""


Amel hanya membalas dengan anggukan dan menggenggam tangan Abang untuk terakhir kalinya


semua melihat Amel yang keluar di belakang Indra merasa lega


ayah MALIk manju dan meminta izin


"Bolehkan ayah peluk Amel" yang meneteskan air mata


Amel hanya mengangguk


"trimakasih " ayah MALIk yang memeluk Amel dengan erat


"Abang boleh gak meluk bontot juga..??"


"boleh" sahut Amel


"ayah minggir dulu Alan mau meluk adek bontot "


"ayah belum kelar Lan"


Alan langsung menggeser sang ayah agar melepas pelukannya ke Amel


"bontot Abang kangen kangen banget sama kamu cebol"


"is Abang mah ngatain Amel, Abang yang satunya gak pingin meluk Amel..??" sahut Amel yang masih dipeluk Alan


"gak usah biar Abang aja yang wakilin" timpat Alan


"" apaan sih Lo LAN gue juga kangen loh sama princess minggir Lo ""


"apaan sih Al ganggu aja tau momen kangen kangen gue"


"Lo mau mati protes gue""


"is Abang laknat "


Aldo gak merespon Alan langsung memeluk mencium kening Amel


"princess mau kan pulang sama kami..??

__ADS_1


"Amel mau "


"soal panti ini semuanya Abang yang tanggung mulai dari sekolah sampai sarjana dan semua kebutuhannya" sahut Alan


__ADS_2