
"Bungkkk " suara tubuh Amel yang terpental mengenai tembok
"ini peringatan untuk kalian semu yang berani melawan " ucap Iqbal
sedangkan Amel sudah tergeletak tak sadarkan diri
Zaid yang datang terlambat langsung melihat Amel tergeletak dengan darah di keningnya
"anjinggg Lo semua " triakan Zaid yang langsung berlari "Bungkkkk BuNGkk bungkk bungkkk " Zaid yang memukul Gibran membabi buta.Iqbal dan Qabil berusaha menahan Zaid yang trs memukul Gibran, naas mereka berdua ikut terkena pukulan "ahskkkkk pipi gue kena " timpal iqbal dan Qabil yang masih memegang Zaid
" lepasin gue mau bunuh bajingan ini " Zaid yang berusaha lepas
sedangkan Zidan yang sedang latihan basket di beri tahu kejadian yang menimpa Zaid dan Amel,langsung memukul bola basket dengan keras, meninggalkan lapangan.
"Gibran bajingan" triakan Zidan yang menggema dari luar kelas
" kenapa Lo semua disini kenap Lo semua nggak nolongin adek gue, Dasar nggak guna kalian " ucap Zidan yang emosi sambil menyorong siapa pun di depannya
"anjing,Bungkkk,Bangsat Bungkkk,Lo Gibran " yang memukul.Gibran yang sudah tidak tahan untuk memukul langsung membalas pukulan Zaid dan Zidan
" BuNGkk bukkkkg bunkgggg, asal Lo tau gue nyentuh si cupu itu karna singgung tentang adek gue ajingg " sambil tetep baku hantam"Lo Taukan gimana rasanya kehilangan adek" sambung gibran yang mendorong Zidan
"asal Lo tau Gibran Rakabumi orang yang Lo bikin pingsan tu adek gue brengsek.
angga yang melihat bangku hantam di sekolah, hanya melihat saja namun matanya berfokus kepada orang yang membuat dirinya mengajukan diri untuk pertukaran pelajaran"Amel " teriakan Angga yang langsung membopong Amel yang terkapar lemas sedangkan dua Z langsung menyusul Amel ke UKS
__ADS_1
"Abang Indra" ucap Amel yang lemah dengan air mata mengalir
"Mel Lo tenang aja gue pasti nolongin Lo"timpal Angga
"Amel takut bang" bicara dengan suara yang bergetar
"biar gue aja yang gendong" ucap Zaid
"gak usah biar gue aja" sahut Angga
"gue yang lebih berhak,karna gue Abang nya bocil" yang langsung mengambil alih
"Amel takut " suara Amel yang menggigil
"Amel nggak usah takut ada Abang Zaid di sini" sahut Zaid yang memenangkan"Dok tolong adek saya" sambung Zidan yang membantu Zaid menidurkan Amel ke banker
Alan yang sedang menunggu kolega untuk melakukan meeting tiba tiba di gantikan oleh putrinya
"maaf pak Alan ya?" tanya anak koleganya"kenalin saya Ayudia anak dari kolega Anda bapak Malvin'' sambung ayu
"oh ,silahkan duduk " Alan yang mempersilahkan
"trimakasih" sahut ayu dengan senyum menggoda
"kita mulai saja buk ayu meeting nya" Tampa basa basi
__ADS_1
"nggak usah panggil ibu segala saya masih singel" dengan suara *******
"oh maaf" ucap Alan cuek "untung aja gue butuh uang Lo kalau nggak gue musnahin Lo dasar pak**" sambung dalam hati Alan
meeting
''ni kerjaan kapan selesainya sih'' ucap mikel yang sedang berada di negeri orang bersama Gilang
"Lo ngebet banget pulang ada apa?" sahut Gilang
"gue kangen sama muka gemesin Amel" sahut mikel yang senyum
"udah lupain aja Paing juga udah di embat tuh anak "
"sembarangan Lo Amel tuh bukan cewek yang mudah di deketin" timpal mikel tak suka
"alah itu mah buat tarik ukur Lo aja supaya semangkin bucin"
"untung aja nggak ada Aldo sama Alan di sini, kalo ada dengar Lo jelekin Amel , wah pasti tuh muka Lo pada lebam semua"
"apa hubungannya sih?"
"hubungannya tuh di itu princess Malik hahaha"
"sialan Lo, mau gue mati waktu muda apa" protes Gilang
__ADS_1
"Lo hidup juga nggak guna bro hahaha "
" sialan Lo" sahut Gilang yang melanjutkan pekerjaan yang terhenti