
Gibran mengarahkan pandangannya ke seluruh kafe mencari keberadaan sahabatnya, setelah menemukan gibran langsung bergegas menyusul.
"pesen apa gib" tanya Rizki memberikan daftar menu
"es latte"
"pelayanan!!!" panggil Rizki dengan melambaikan tangannya'' es latte dua,juce alpukat dua satunya gak pakai gula, lemot they,sama kentang gorengnya dua'' Rizki menyebutkan makanan yang mereka pesan untuk di catatan pelayanan wanita itu.
Tampa menunggu lama pesanan mereka sampai tertata rapi sesuai pemiliknya.
" gimana..kita terima atau nggak tawaran Genk motor ggt?.'' tanya Qabil menyeruput lemon they nya
"terima aja, udah lama nggak turun kita"
"alah...Lo Riz cuma bisa bilang terima,kalok di suruh tanding cepet banget nolaknya, hhhh" ejek Iqbal membuat semua orang tertawa terbahak melihat wajah datar sahabatnya"gib menurut Lo gimana?,,yes or no''
" terima, tapi Lo yang turun''
"oky,besok kita kumpul tempat biasa, nggak sabar gue pegang gas''
Gibran yang fokus dengan benda pipinya Marasa terganggu dengan suara seorang wanita yang bisa mengobrak Abrik jantungnya,langsung melihat pintu masuk kafe, Denggggg.. antara takdir atau kebetulan ia bisa berjumpa wanita yang saat ini selalu hadir dalam mimpinya.
__ADS_1
"pakkkkk'' Qabil menepuk pundaknya'' liat apa?" katanya setelah membuat gibran sadar dari lamunannya
"ng---ngak-----
"wih.... tuh Amel sama sapa?'' pekikan Rizki memotong perkataan gibran, membuat sahabatnya melihat arah pandangan bertumpu pada meja yang diduduki wanita cantik dengan hijab rapi hanya menggunakan liplos, memancarkan kecantikan yang hakiki.
"kayaknya Deket banget sama amel'' sahut Qabil yang ikut terpana dengan kecantikan Amel
Gibran melihat sahabatnya memandang wanitanya penuh minat, langsung mengusap kasar wajah jelalatan ke tiga sahabatnya
"Liatnya biasa aja''
di meja Amel terisi tiga orang, pertama dirinya,Abang Alan dan sahabatnya kak Maikel yang baru pulang dari urusan pekerjaannya di Amrik bersama Gilang.
"Cebolllll.. temenin Abang pergi yuk" ajakan Alan yang berbaring anteng di atas kasurnya
Amel memang sering kali berpergian bersama abangnya,kadang dia juga dijadikan tameng untuk mengusir perempuan yang mengejarnya atau sekedar untuk alasan putus dengan kekasihnya
" Abang pergi sendiri.. Amel kapok ketemu mantan pacar Abang yang nauzubilallah mulutnya kayak petasan''
"nggak akan cil, Abang mau ke kafe langganan Abang sama temen-temen, mantan Abang nggak ada yang tahu tempat itu,jadi kamu aman"
__ADS_1
"nggak Amel capek, pingin bobok cantik" tolaknya
"makanannya enak-enak di sana cil, abang cuma ingin kamu coba aja, kalau kamu nggak mau yaa nggak papa, asal kamu tahu di sana ada martabak manis dengan parutan keju yang lumer,enak banget" jelas Alan sambil berjalan keluar
"tunggu!!!!'' teriakan Amel saat Abangnya ingin menutup pintunya'' Amel ikuttt" langsung bergegas menuju kamar mandi untuk siap siap
"hahhahhahha, kalau soal makanan cepet banget " tawa kemenangan Alan yang bisa memanipulasi otak bocil dengan martabak manis
di depan kafe ia ketemu dengan sahabatnya yang baru saja pulang dari tugas kantor
"Maikel!!!" teriakn bang Alana melambaikan tangan,langsung menghampirinya "Gilang nggak itu?'' mendapat gelengan kepala dari mikel
"cewek Lo???'' tanya mikel berbisik di telinga Alan.
ucapan mikel yang berbisik di telinganya langsung membuat ia mengangkat satu alisnya tak mengerti"siapa"
"di samping Lo " jelas mikel langsung meninggalkan mereka mereka berdua di depan kafe
...Online...
"beneran LAN!!! ''
__ADS_1
pekikan Mike yang tak percaya dengan yang di lontarkan sahabatnya itu,masa cewek cantik mungil, anggun di depannya Amel, perempuan yang dia sukai.
"Abang bahas apa sih, Amel nggak ngerti Lo'' timpalnya tak mengerti percakapan kedua Abangnya Dengan melontarkan, siapa?,bener?. siapa yang bisa mengerti teka teki ucapan mereka