Keluarga Posesif

Keluarga Posesif
12


__ADS_3

masion yang sunyi sekarang di penuhi tawa semua orang yang menertawai Zidan yang menunjukan wajah masam nya yang langsung mengekor Alan yang membawa Amel


Alan yang melihat Zidan yang masih mengekor langsung membanting pintu


" BuNGkk "


" assss Abang gila" triakan Zidan yang memegang hidung yang berciuman dengan pintu


di dalam kamar Alan menidurkan Amel dengan hati hati agar si bontot tidak terganggu dan tidur di samping Amel


Aldo yang menunggu Alan dan Zidan turun tak kunjung kelihatan ujung giginya langsung menyusul mereka


"bang mau kemana..?"


"mau ke atas nyusul Alan sama Zidan yah "


"mereka belum turun "


"iya yah, Abang ke atas dulu " langsung meneruskan jalanya


" Astaghfirullah Zidan lo kenapa di luar" yang melihat Zidan jongkok di depan kamar amel


"Gak di kasih masuk"


"Tok tok LAN buka pintunya " teriakan Aldo


"LAN buka "


"Percuma bang Aldo, gak akan di denger paling juga udah molor " sahut Zaid yang muncul tiba tiba


"Astangfirullah Zaid lu ngagetin" Aldo dan Zidan yang sama-sama berpelukan


"Alah lu berdua aja yang lebay "timpal Zaid yang langsung membuka kamar Amel


" Anj*** dari tadi kek, gue gak capek nunggu "


"Salah sendiri gak mikir " sahut Zaid langsung masuk kamar


"Sialan si Alan kita lelah nunggu dia malah tidur, cepet Lo berdua Popong pindahin kesopa "

__ADS_1


" Ya kok kita sih bang" sahut Zidan


"Lu aja bang kita gak sanggup angkat badan bang Alan banyak yang gembung gembung " timpal Zaid


" Lu kira Alan ikan buntel lu bilang gembung, jangan banyak bac** , cepet angkat "


Duo Z dengan Wajah masam nya mengangkat badan kekar Alan ke sopa


"Duh ni Abang berat banget"


"Iya kayak ngangkat beras seTon Ton" timpal Zaid


" Berisik Lo berdua" Aldo yang tidur di samping Amel


Selesai dengan tugasnya duo Z ikut tidur di samping Amel dan memeluknya, ayah Malik yang melihat kelakuan anaknya trsenyum


"Alhamdulilah ya Allah engkau telah mengembalikan keluarga hamba "


" Hmzzzz "


suara Amel yang merasa kedua tangannya di timpa beban berat, langsung melihat kedua tangannya, langsung melongo melihat ketiga abangnya tidur dengan memeluknya


"Tidur lagi princes Abang udah mager bangun " sahut aldo


"Abang bangun dong "


"Abang Amel lapar ni mau makan, lepasin Langan Amel bang " sahut Amel yang menggoyangkan tangannya


" Bang bangun dong, lapar banget ni "


Amel yang melihat Abang Alan bergerak langsung memanggilnya setengah teriak


"Bang Alan tolongin"


Alan yang samar-samar mendengar suara bontot langsung membalik badannya


Bungkkk "auuuu sakit,,,,, sialan sakit banget bokong gue, awas Lo bertiga gue bales berkali kali pedih "


Yang langsung menghampiri Amel

__ADS_1


"Bang tolong, Amel laper, gak bisa gerak " yang menunjukan wajah kasihan


"Iiiiii kasihan banget Adek bontot Abang "


" Abang jangan ngejek deh, perut Amel udah disko ni"


"Iya iya sabar, Abang lagi cari cara ni"


"Cepetan bang"


"Isss cerewet "


Alan yang pelan pelan melepaskan pelukan Aldo,Zidan,Zaid dari lengan Amel


"Hemzzzz" Zidan yang geliat melepas pelukan dan membalik


"Abang Alan sialan Lo" Zaid yang mengigau


"Anak tuyul dalam impi masih bisa umpat gue"


Sedangkan Aldo hanya bergeliat


"Udah bangun " Alan yang menyuruh Amel


"Bangunin" sahut Amel yang mengangkat kedua tangannya


"Isss bocil manja amat" yang membatu Amel bangun


"Biarin manja tapi Abang sayang kan sama Amel?"


"Terpaksa Mel "


"ISS Abang mah nyebelin, kalau terpaksa Napa cariin Amel?"


"Karna Amel bagian keluarga Malik"


"Oh" yang kehabisan kata-kata


"Udah yok turun,kamu laparkan "

__ADS_1


"Banget tapi gendong "


__ADS_2