Kembalinya Cinta Pertamaku

Kembalinya Cinta Pertamaku
episode 15 ke harus pergi lagi


__ADS_3

bab 15


Setelah lama menonton Televisi akhirnya Revan tertidur di kursi ruang keluarga,disana suasana sangat sepi,semua penghuni rumah sudah tertidur lelap,hanya suara televisi yang masih menyala dan terdengar,Revan pun ketiduran sampai pagi kemudian datang kakak perempuannya.


"Kalo ngeliat kaya gini aku kasihan juga sama si Revan ,tapi berpisah dengan Reyna untuk masa depan dia juga."


Kakak nya mematikan televisi yang sedang menyala,ternyata Revan lupa menyetel waktu mati untuk televisinya.satu persatu anggota keluarganya terbangun.lalu ibu nya menghampiri Revan yang sedang terbaring pulas di sofa .


"Bangun nak...sudah pagi...kamu pindah sana ke kamar,kamu ketiduran yahh.".


"Hemmmzzz....Iya Bu,aku lelah dan cape banget.yaudah aku cuci muka dulu dehh."


Dia pun membasuh wajahnya dan kembali ke kamar,kepalanya mulai terasa agak pusing,dia pun mencoba menghubungi Reyna di pagi harinya menanyakan kabar.


"Hallo say...udah berangkat sekolah belum??"


"Baru mau berangkat say...kamu kenapa??sakit bukan ??,koq suaranya gitu."


"Aku semalem gak bisa bobo say,yaudah kamu cepetan berangkat nanti telat ...aku bobo lagi bentar kepala aku masih pusing."


"Iya sayang... istirahat dulu aja yah...."


Terbaring di kasur empuk sambil memeluk sebuah guling,Revan pun membayangkan Reyna berada di sampingnya sambil memeluk erat,dia harus tetap kembali kerja di luar kota untuk masa depannya.setelah itu Reyna pun berangka ke sekolah.


"Duhhh .....mana yah gelang aku,koq gak ada lagi....ohhh ini dia ada di jaket kemarin ,akhirnya ketemu juga.lanjuuutttttt....."


Cuaca di luar masih mendung Reyna membawa sebuah payung untuk berjaga-jaga,dia berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki ,walaupun fikirannya masih belum tenang dia harus tetap fokus sekolah dan mengejar masa depan.setibanya di sekolah dia mampir dulu ke warung tongkol,ternyata ada Shandy sedang duduk santai sambil ngemil gorengan.


"Haiii...bebz...baru datang yahh...sini makan bareng mumpung gak ada orang."


"Hai juga...iya bentar aku simpen tas aku dulu di meja,aku juga mau pesen mie goreng buat sarapan ,kamu udah makan?."


""ini lagi makan ,mau aku suapin,,kamu tambah cantik aja sihh..."


"Gomballl.....pesenam aku dah Dateng nihh...aku makan dulu yahh.."


.


Satu porsi mie goreng dengan kerupuk mengganjal perut Reyna,dia pun melahapnya dengan sendok , Shandy pun terus memandanginya,walaupun dia tau Reyna sudah punya kekasih,kemarin Shandy pun sempat melihat Reyna di jemput revan.tapi dia tetap menyukainya.setelah makan Reyna langsung masuk ke dalam kelas


Handphone nya di biarkan mati,karena pelajaran akan segera di mulai,guru kelasnya sudah datang,dan memulai pelajaran .


Revan pun tertidur pulas dan bangun pukul 13"00 siang,hari ini dia tidak akan kemana-mana karena badannya kurang fit.teman yang bekerja di luar kota rencana nya akan datang siang ini,untuk mempersiapkan keberangkatannya .


"Revan ....lagi apa kamu??hp kamu gak nyala yahh....tuhhh temen kamu yang kerja bareng telepon.katanya mau kesini."


Kakak perempuannya datang dan memberikan handphone nya.ternyata Revan sudah mendapat panggilan kerja lagi dan harus segera berangkat ke luar kota.


"Hallo bosss.....pa kabar ..maaf hp aku lagi di cas niihh...ada kabar apa yah???"


"Jadi begini,,karyawan kita kan berkurang ,sekarang disana sedang butuh orang buat mengisi posisi tertentu,kamu siap kan pergi lagi,lumayan lahh bonusnya juga gede."


"Emmmm.....gimana yahh...hari ini aku lagi gak enak badan ,beri waktu 3 hari lagi yahh...aku harus siapin dulu keperluan buat berangkat kesana."


"Okkk....di tunggu yahh...Mav saya gak bisa kesitu ,tadinya sihh mau mampir,saya ada acara keluarga di sini."

__ADS_1


"Iya gpp koq.nanti kita barengan lagi kan kesananya.jangan lupa jemput kesini yah."


"boleh-boleh aja...nanti saya hubungi lagi yah"


"Sipp.....makasih yah ."


Kakak perempuannya senang mendengar Revan akan pergi lagi.dia menginginkan adik nya sukses tanpa di Bebani Reyna.


"Tuhhh ..kan apa kakak bilang,rezeki kamu jangan di tolak,ngapain pusing-pusing mikirin cwe kaya gitu,cari lagi lahh.."


"Whateveerrr......udah dehhh kakak sana pergi aku mau istirahat dulu nihh."


"Yee..ini anak di bilangin ya susah amat."


Fikiran dan hati Revan masih tertuju pada Reyna,dia bingung mau bilang apa.sebelum kepergiannya dia ingin bertemu tuk yang terakhir kali,dia juga enggan memberitahu Reyna karena takut menyakiti hatinya.


Semua baju dan keperluannya sudah di siapkan mulai dari sekarang karena sepertinya dia akan pergi lebih lama dari sekarang.makannya dia kemarin sangat ingin terus bersama reyna.tidak lama kemudian Revan keluar dari kamarnya,duduk di kursi depan teras rumahnya.


"Kemana si fatan...biasanya dia udah berisik teriak-teriak lewat depan rumah,sibuk kali yahh.maen ahh ke rumah dia."


Semua orang di rumah Revan sibuk mempersiapkan keberangkatan revan.karena mereka sangat menyayangi nya.tanpa berfikir panjang niat Revan pun sudah bulat untuk pergi ke luar kota lagi.


"Yahh....si fatan gak ada di rumah lagi .aku kan harus pamitan juga sama dia,Aku beresin dulu keperluan lainnya ahh.."


Hari demi hari Reyna merasa janggal dengan Revan,sikapnya agak aneh dan berubah sejak dia pergi ke luar kota.dia lebih sombong memamerkan uang dan barang hasil pembeliannya,sikapnya juga tidak seperti dulu,mungkin dia sudah terpengaruh semua keluarganya dan mungkin memilih keluarganya dibanding Reyna.


Semakin putus asa dan tidak bergairah hidup Reyna ,mulai detik ini mungkin dia akan fokus dengan sekolahnya dan tidak terlalu memikirkan revan.masih ada temannya yang baik dan memeperhatikan hidupnya.


"Buku udah di beresin ...tinggal nunggu bel pulang nihhh....tumben suara handphone aku sepi,biasanya Revan udah SMS atau telepon."


"Iya Leny.....tapi kayaknya dia mau berangkat lagi tuhh...by banget kann!!"


"Sabar aja friend masih ada aku,Fira dan yang lainnya ,enjoy aja ."


"Bener Leny,,kita kan bisa kumpul bersama lagi seru-seruan."


"Yaiyalah kita kan masih muda puas-puasin masa muda kita,oh. iya kemarin aku diajakin si Evy masak-masak di rumahnya..mau ikut gak?si Irma dan si Vira juga ada."


"Mau bangettt......kita happy-happy aja di rumah evy.kayaknya si Revan bener-bener udah ngelupain aku selamanya."


"Tenang aja ...besok pulang sekolah kita bareng yah...kita kumpul dekat gerbang sekolah jam 14:00."


"Sippp lahh....nanti kabarin aku lagi yahh."


Saat Reyna akan pulang ke rumahnya tiba-tiba Revan datang ,tadi dia sempat ke sekolahnya tapi Leny bilang Reyna udah pulang.jadi dia mencoba mencari Reyna di sepanjang jalan.


"Sayang.......tunggu bentar......."


Motor Revan berjalan kearah Reyna yang sedang menunggu angkutan umum.revan menarik tangan Reyna dan menyuruhnya menaiki motornya


"iiihhh....apaan sih kamu...malu tau di jalan tarik-tarik tangan aku."


"Ayo cepetan naik jangan dulu pulang aku mau ngomong sama kamu."


"Mau kemana ???jangan lama-lama yahh.."

__ADS_1


"Ayo ...ikut aja ...."


Begitu Revan datang menghampirinya Reyna langsung menatap wajah Revan,dia tidak bisa marah atau benci karena rasa cintanya yang tulus kepada revan.dia menaiki motor Revan dan pergi ke suatu tempat yang sepi.


"Duduk sini sayang...aku mau ngomong sama kamu sebentar."


"Ngomong apa???.udah gak usah di jelasin lagi dehh aku udah tau kamu memang akan pergi kan,terus orang tua dan keluarga kamu juga masih belum merestui hubungan kita "


"itu yang membuat aku pusing dan steress..sekarang aku gak punya pilihan lagi,aku harep kamu ngertiin aku,tolong tunggu aku sampai aku sukses ."


"Percuma lah...kamu sukses juga tetep aja kakak kamu gak akan bisa Nerima aku,sekarang gini aja dehh aku gak bakal mutusin kamu,tapi kamu harus milih siapa yang terbaik buat kamu aku apa orang tua kamu."


"Maafin aku sayang aku harus milih keluarga aku,aku tetep akan pergi mungkin waktu yang sangat lama."


"Kamu tega banget sama aku kenapa kamu sakitin aku kaya gini."


"Please jangan nangis lagi aku sayang sama kamu ,,,,aku janji akan kembali lagi...."


"Daripada aku makin tersakiti yaudah kamu pulang saja sana ,silahakan pergi jauh aku gak punya hak buat larang kamu lagi."


"Kamu gak marah kan??"


"Aku gak marah,tapi kecewa kamu bukan Revan yang aku kenal lagi."


"Koq gitu sihh....apa perlu aku berlutut"


"gak usah ...anterin aja aku pulang,urus aja kehidupan kamu sendiri.cepetan anterin sekarang."


"Iya sayang...jangan di fikirin yahh."


"Tapi kamu juga jangan nyesel yahh kalau terjadi sesuatu atau kebalikan nya dari sukses.yang ada nanti hidup kamu makin menderita.percaya omongan aku pleasee..."


"Aku gak percaya takhayul atau mimpi say.aku yakin aku bisa kaya raya dan dapet uang miliyaran."


"Silahkan aja asal jangan salahkan aku kalau terjadi sesuatu Sama keluarga kamu."


"Kamu ngancem aku say???aku sama sekali gak takut apa-apa.terserah kamu mau berfikiran apa.aku percaya sama kakak aku."


"Yaudah kalo gitu...tingali aja aku selamanya."


"Gak mungkin lah sayang....aku tetep ingin nikahin kamu sampai kapan pun."


"Yaudah lah ...aku benci omong kosong kamu,aku pulang sendiri aja."


"Jangan sayang aku anterin sekarang."


Sebelum pergi Revan mendekap tubuh Reyna dan mencium bibir Reyna dengan perlahan.dia tak kuat menahan ***** dan memang cinta Revan tulus kepada reyna.sedangkan Reyna tidak bisa menolah ciuman dari Revan,dia pun memeluk erat Revan dengan kencang.


Tidak lama kemudian mereka pun pulang ,Revan mengantar Reyna pulang ke rumahnya.hari itu hari terakhir mereka bertemu,dan entah kapan mereka akan bertemu kembali.


"Huaaaaammmzzz.......ngantuk nihhh....nyebelin si Revan susah di bilangin.udah tau aku mimpi buruk,masih aja ngeyel,yaudah lah mau gimana lagi."


Lampu kamar Reyna menyala dan dia pun berbaring di kamarnya sambil merenung takut terjadi sesuatu sama Revan dan mimpinya menjadi kenyataan .


"Sebenarnya aku sih ikhlas di tinggalin,tapi aku takut Revan malah sengsara dan gak dapet uang milyaran.malah untuk makan aja susah,yang lebih parah orang tua dan kakak nya juga jadi taruhannya."

__ADS_1


Ya sudah lah...


__ADS_2