
Malam Harinya Naomi segera istirahat dan disusul oleh Danesh ketika mereka sudah terlelap tidur tiba-tiba Naomi terbangun ia ingin memakan Nasi Goreng buatan Danesh.
"Mas Danesh" Panggil Naomi
"Iya sayang ada apa" Tanya Danesh
"Naomi Laper pengen makan nasi goreng" Kata Naomi
"nasi goreng semalem ini" Tanya Danesh
"iya gimana lagi orang Laper" Kata Naomi
Danesh pun bingung ia harus membeli Nasi Goreng dimana? semalam ini.
"mas kok bengong sih" Kata Naomi
"iya mas bingung beli nasi goreng dimana" Tanya Danesh
"Naomi mau buatan mas" Kata Naomi
"Aku cek dulu ya ada enggak bahan-bahannya" Kata Danesh
Naomi pun tersenyum melihat suaminya seseorang yang dewasa, yang selalu mengalah pada dirinya.
Ketika Danesh ke dapur untungnya ia melihat bahan-bahannya masih ada.
"Syukurlah masih ada aku bisa memasaknya" Kata Danesh
dan Danesh Pun segera memasak Nasi Goreng ala Danesh ya ia membuat dua porsi nasi goreng untuk dirinya dan untuk dia ia tau apabila Naomi tidak ditemani makan ia tidak akan makan maka dari itu ia membuat dua porsi.
Selesai Memasak Danesh segera membawa Nasi Goreng tersebut menuju kamarnya ya ia makan memakannya di balkon kamar mereka.
"sayang sudah yuk kita ke balkon" Ajak Danesh
tak lupa nasi goreng lalu ia membuatkan susu hamil untuk Naomi.
"Harum banget mas makasih ya" Kata Naomi
"sama-sama sayang" Kata Danesh
Mereka berdua pun menikmati nasi goreng berdua di balkon kamarnya ya menurut Naomi ini adalah nasi goreng terenak setelah buatan mama dan Abangnya.
"kenyang banget" Kata Naomi
"habis ya Laper Banget ya" Kata Danesh
Danesh pun Mengelus Perut Naomi dan berkata "Anak Daddy lapar sayang sampai malam-malam mommy minta makan"
__ADS_1
Naomi tersenyum ia pun Mengelus rambut Danesh ya Danesh membuatnya candu semenjak ia hamil.
"Mas Aku gak pernah menyangka kalau kita bakalan punya keluarga kecil seperti sekarang" Kata Naomi menyenderkan kepalanya di Bahu Danesh.
"kenapa begitu sayang" Kata Danesh
"iya dulu mas aja menolak aku bukan " Kata Naomi
"karena kamu saat itu masih kelas 1 sayang kalau sekarang kan mas udah candu sama kamu" Kata Danesh
"kenapa sih dulu Naomi Ajak pacaran mas gak mau, tapi malah sekarang Naomi jadi istri mas dan sekarang juga ada Danesh junior" Kata Naomi
"Berati kita berjodoh sayang" Kata Danesh
"iya gak pernah Naomi bayangkan sebelumnya" Kata Naomi
"Tapi Kamulah perempuan terbaik di kehidupan mas setelah ibu dan Adikku, perempuan terhebat setelah ibu, dan aku bersyukur memiliki 5 perempuan dihidupku perempuan-perempuan yang aku sangat sayangi dan kamulah hidupku " Kata Danesh
"Mas Danesh dulu waktu kuliah beda banget sama sekarang, mas Danesh dulu lebih sombong dan cuek sama Naomi tapi mas Danesh sekarang lebih sangat dewasa, dan sangat manja pada Naomi dih Padahal dulunya aja gak mau" Kata Naomi.
Danesh pun Memeluk Naomi dengan erat karena ia sangat merindukan momen berdua dengan Naomi.
Pagi Harinya pun mereka mendapatkan pesan dari mama Danesh menyuruh mereka untuk kerumah karena nenek akan kerumah membawa calon Estiana.
"Mas ana mau nikah" Tanya Naomi
"kata Mama nenek mau bawa calon Estiana" Kata Naomi
Danesh pun terdiam ya nenek lagi dan nenek lagi mau apa dia sebenarnya.
"Mas Kalau kamu gak Keberatan sama saran Naomi mas mau dengerin gak" Kata Naomi
"apa dek saran kamu" Tanya Danesh
"Mending Mas mempunyai kandidat juga sebagai calon suami ana ataupun Ara tapi yang menurut mas itu baik untuk ana ataupun ara" Kata Naomi
"mas setuju ada Temen mas dia sepertinya cocok dengan ana ataupun Ara" Kata Danesh
Danesh Dan Naomi Beserta anak-anak pun langsung menuju rumah keluarga Danesh sesampainya Disana Danesh lihat sudah banyak orang yang disana.
"ayo sayang" Ajak Danesh
Danesh Dan Naomi pun masuk rumah dengan bersamaan ya mereka lihat sudah banyak orang yang berkumpul mungkin itu adalah calon suami ana dan keluarganya.
"Kenalin Semua Ini Anak Saya dan Istrinya" Kata Mama Danesh
"Bisa saya berbicara dengan Calon Adik ipar saya" Kata Danesh
__ADS_1
"mas jangan ngelakuin hal yang bikin kacau" Kata Naomi
"tenang sayang" Kata Danesh
"saya bang" Kata Rian
"oh anda oke saya mau tanya dengan anda" kata Danesh
Danesh Pun dengan tatapan Tajamnya mengarah pada Rian ya rian seseorang pilihan neneknya.
"Apakah Anda serius Adik saya, apakah anda cuma disuruh nenek saya ataupun dibayar" Tanya Danesh
"saya sangat serius bang, tidak ada bayaran apapun" Kata Rian
"Apakah anda berkata jujur, sebaiknya Jangan menutupi apapun dengan saya kalau anda tidak mau saya cari sendiri" Kata Danesh
"saya serius bang" Kata Rian
"oke anda buktikan" Kata Danesh
Danesh pun segera mencari keberadaan Nenek ya ia masih tidak yakin dengan Rian.
"Mas mau kemana" Tanya Naomi
"sebentar saja disini dulu sama mama" Kata Danesh
Setelah bertemu dengan nenek Danesh pun segera mengintrogasi Nenek.
"Apakah Dia laki-laki Baik nek" Tanya Danesh
"menurutmu apakah nenek tega mencarikan jodoh yang tidak baik untuk cucu nenek " Kata nenek
"hahaha Nenek sangat lucu, apa nenek tidak sadar hah, dulu nenek menyuruhku Menikah Dengan Rina dan ternyata Rina bukan sebaik yang kami kira apa nenek lupa itu semua" Tanya Danesh
Nenek pun merasa ketakutan ketika Danesh mengintrogasi dirinya.
"Benar dugaan Danesh nek oke" Kata Danesh lalu pergi meninggalkan Nenek.
"Mas apa yang kamu lakukan" Tanya Naomi
"Sudah kuduga sayang ternyata nenek Masih melakukan hal yang sama" Kata Danesh
"Hah Bagaimana Bisa" Tanya Naomi
"bisa buktinya dia memilihkan jodoh yang tidak baik untuk cucu nya" Kata Danesh
"astaga mengapa nenekmu tidak berubah sama sekali mas" Kata Naomi
__ADS_1