
Elok Dia Masih Terdiam mengelus perutnya yang masih rata, Tante Lola yang terus menyerangnya membuat elok semakin tertekan, Bukan dia yang menjebak Aldo, mereka dijebak bersama.
Mengapa Harus ada kesalahpahaman antara Tante Aldo dengannya, sungguh elok tidak ingin lagi rasanya bertemu dengan Tante Lola, ia takut jikalau terus-terusan dikatakan sebagai penjebak Aldo.
Elok sudah dibuang keluarganya, sekarang dimusuhi Tante Aldo, sudah bertambah bebannya apalagi ia sedang hamil muda ia takut janinnya kenapa-kenapa.
Aldo Melihat istrinya yang tengah menatap ke arah jendela, Sepertinya sedang melamun, Aldo menghampirinya, merangkulnya dari belakang, membuat elok terkejut dengan pelukan tiba-tiba dari suaminya.
Elok membalikkan badannya menatap Aldo, ia memeluk Aldo dengan erat, satu-satunya orang yang selalu ada untuk elok hanyalah Aldo, sekarang tinggal Aldo lah yang percaya dengan dirinya, elok menangis sesenggukan diperlukan Aldo, dan membuat Aldo heran mengapa tiba-tiba istrinya menangis.
"El kenapa sayang" Tanya Aldo
Elok Masih tidak menjawabnya ia makin mengeratkan pelukannya.
"El cerita sama aku" Kata Aldo
"Aku takut do,aku takut, semua gak ada yang percaya sama aku, keluarga aku bahkan membuang aku, Tante kamu selalu menyalahkan aku, aku takut do semua menjauh dari aku, sekarang aku gak punya siapa-siapa do aku sendiri" Kata Elok
Aldo Mengusap Rambut Elok ia berusaha menenangkannya.
"El ada aku, aku suami kamu El, kamu gak sendirian, Kita bareng-bareng ya, kita bentar lagi bertiga El, jangan takut El aku selalu ada untuk kamu" Kata Aldo
"do aku ya selalu dianggap salah dalam keluarga aku, selalu tidak anggap, selalu aku do kenapa, kenapa orang tuaku lebih sayang kepada kak Nindya, aku cemburu do, kenapa mereka tidak bisa adil, aku menginginkan kasih sayang orang tuaku juga do, tapi mereka tidak menyayangi aku, sekedar menyayangi selebihnya kak Nindya, memang do kehidupan ku cukup bahkan lebih, tapi tidak untuk kasih sayang, kamu gatau kan gimana rasanya selalu diabaikan, Ketika orang tuaku mengajak kami berbelanja aku hanya diperbolehkan Dengan yang biasa dan sedikit, sedangkan kak Nindya dia bisa ambil banyak dan tentunya orang tuaku selalu mengiyakannya, sekarang semua senang tanpa adanya aku" Kata Elok
Aldo yang mendengarnya ikut prihatin ia sedih mendengarnya, Elok yang terkenal Ceria dan murah senyum ternyata menyimpan sesuatu hal yang menjadi beban hidupnya.
"ada aku yang selalu akan ada untuk kamu, udah jangan dipikirkan ya El, kasihan baby nanti kalau mamanya Setres dan banyak pikiran" Kata Aldo
"terimakasih do" kata Elok
Aldo tersenyum memandang wajah elok ia mengusap air mata elok yang jatuh di pipinya.
"Jangan Nangis ya, aku gak suka kamu nangis, senyum ya" Kata Aldo
__ADS_1
"mau jalan-jalan" Kata Elok
"boleh siap-siap gih kita jalan" Kata Aldo
"terimakasih aldo" Kata Elok
Elok pun bersiap-siap untuk jalan jalan-jalan bersama Aldo, agar tidak Setres lah ya, setelah siap ia menunggu Aldo yang tengah bersiap-siap Juga.
Pasangan Muda yang menikah muda dadakan, yang awalnya aku meragukannya, sekarang aku menerimanya sebagai suamiku, awalnya aku emang menolaknya selama dia mendekatiku.
"Aldo Aku sangat Takut" Kata Elok
Aldo berusaha menenangkannya, Gak ada angin gak ada hujan, apa yang elok takutkan, masalah keluarganya, Elok pernah cerita tentang keluarganya, Namun apakah karena itu elok Ketakutan.
Hari ini elok akan bertemu Dengan Naomi dan Danesh, Karena mereka menganggap Elok dan Aldo seperti adiknya sendiri.
"Bukanya Elok akan kemari mas" Tanya Naomi
Danesh memandang istrinya sambil Mengendong Naya, dan Naka ada di gendongan istrinya.
"Duo N mau ketemu Tante Elok dan Om Aldo ya" Kata Naomi
Semenjak kelahiran Duo N mereka sangat romantis dan bahagia, Siapa Sangka Naomi akan kembali kepada Danesh, ralat Danesh akan kembali kepada Naomi.
Jujur Saja Awalnya Naomi ragu-ragu menerima Danesh karena apa, karena dulunya Danesh saja ragu-ragu menerimanya, Bukan balas dendam tapi memang sangat meragukan.
"Naka mirip kamu ya" Kata Danesh
"Iya lah, kan anaknya mommy ya sayang" Kata Naomi
"Daddy juga dong" Kata Danesh
Perjalanan menuju rumah Danesh dan Naomi membutuhkan Waktu 20 menit baru sampai, setelah sampai mereka langsung memasuki rumah pagar putih itu.
__ADS_1
Rumah yang cukup luas, karena memang sengaja Danesh memilih rumah yang sangat luas apabila ada keluarga besarnya tidak ada bingung.
" Hai masuk" Kata Naomi
"Iya kak" Kata Elok
Elok memasuki rumah Naomi dan Danesh, Sungguh sangat bagus dan mewah, Memang rumah ini Danesh beli untuk istrinya, Definisi cinta pertama bukan? Cinta pertama Naomi adalah Danesh ya cinta pertama setelah Ayahnya.
"Ganteng dan cantik banget sih mbak" Kata Elok
"Semoga nanti anak kita seperti Naka atau Naya ya" Kata Aldo mengelus perut Elok.
"Kalian kalau mau main kesini main aja" Kata Naomi
"Iya kesini aja, lagian kalian itu kek siapa aja malu-malu, sekali-kali nginep ya " Kata Danesh
"emang gpp bang kalau kami menginap disini" Kata Aldo
"ya gpp lah, kita malah seneng" Kata Danesh
Naomi tersenyum menatap Suaminya, pria dewasa yang sekarang menjadi ayah dari anak-anakku, yang dulunya tak pernah ia sangka akan kembali kepada dirinya.
"Kalian itu cocok loh" Kata Naomi
"Cocoknya gimana mbak" tanya Aldo
"Iya cocok deh pokok" Kata Naomi
Naomi mempersiapkan untuk makan siang, Naka dan Naya sedang bersama Aldo dan Papanya, Tiba-tiba elok menyusul Naomi dan ingin membantunya, Jujur salah Naomi kasihan kepada Elok, Ia kelihatannya menyimpan beban yang terdalam, Elok sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri, walaupun memang awalnya mereka tidak saling mengenal, namun tidak masalah bukan.
"Udah duduk aja" Kata Naomi
"Gak kak El bantu ya" Kata Elok
__ADS_1
"El jangan terlalu banyak gerak, Kasihan nanti kamu capek ya" Kata Naomi
Tapi tetap elok kekeh untuk membantunya, Mereka berdua memasuki makan siang untuk mereka makan bersama, Sebenarnya Elok menolak ketika Naomi ajak Makan bersama,namun Elok akhirnya mengiyakannya, Ia menyuruh elok menginap sini, elok dan Aldo mau untuk menginap sini, Elok tersenyum ia sekarang mempunyai kakak perempuan yang baik hati, bahkan ia menemukan keluarga, Keluarga yang awalnya bukan siapa-siapa, bahkan keluarganya sendiri saja membuangnya, namun orang lain malah baik hati dengannya, Untuk elok mungkin ini seperti menemukan harta Karun, karena apa? karena orang lain saja bagaikan keluarga, Namun Keluarganya sendiri, Entah kemana, Elok sedih mengingatnya, Namun bagaimanapun ia tidak boleh Terus-terusan seperti itu.