
Danesh masih setia menatap wajah Naomi ya ia merindukan Naomi namun mengapa Naomi Masuk bersama Laki-laki itu .
Tiba-tiba Lamunannya Terhenti ketika Mendengar suara Yang Selama 5 tahun ini ia rindukan.
"Baik Terimakasih Atas Kehadirannya di perusahaan kami, Tentu apabila ada yang ditanyakan silahkan ditanyakan" Kata Naomi
"ngomong ngomong Bu Naomi datang bersama Pak Andriano ada hubungan Apa nih" Tanya Pak Toso
"Pak Andriano Adalah Calon suami saya kami akan segera menikah doakan ya pak agar lancar" Kata Naomi
Bagaikan Di sambar petir di siang bolong Danesh pun hanya terdiam ketika mendengarnya bagaimana bisa Mereka akan menikah sedangkan aku mencintai Naomi.
"Cocok sekali Serasi" Kata Pak Indra
30 Menit Rapat Dilaksanakan Danesh pun tidak fokus ia tetap fokus kepada Naomi yang berada di depannya gadis itu sudah banyak berubah.
"sayang kita makan siang dulu" Ajak Andriano
"oke Mas" Kata Naomi Mengandeng Tangan Andriano
"permisi bapak Danesh kita makan siang dulu" Kata Andriano
Danesh tetap terdiam Memandangi Naomi yang telah keluar bersama dengan Andriano , Jeano Sekretaris Danesh pun hanya tampak heran melihat bosnya yang begitu menatap kepergian Naomi.
"pak Bisa kita keluar" Ajak Jean
"saya lupa ayo keluar" Kata Danesh.
Danesh Pria itu Sekarang ada di hadapanku, mengapa aku harus bertemu dengan dirinya mengapa.
**Dia laki-laki yang aku percaya tidak akan menyakiti ku tapi dialah menjadi seseorang yang menorehkan luka pertama dalam hatiku.
__ADS_1
Selesai makan siang pun Naomi kembali ke kantor ya Andriano harus pergi karena ada masalah di kantornya.
"Naomi" Panggil Danesh
Naomi pun menghentikan Langkahnya ketika Danesh memanggilnya ia pun berbalik arah menghadap Danesh ya sepasang mata itu sepasang mata yang tidak pernah ku tatap selama 5 tahun ini.
"Ada apa pak Danesh, Oh ya selamat atas pernikahannya" Kata Naomi
"aku ingin bicara dengan kamu bisa" Tanya Danesh
"Maaf Saya Sibuk pak" Kata Naomi ia pun lalu meninggalkan Namun ketika ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba Tangannya Ditarik oleh Danesh dan menyebabkan Naomi berada Di pelukannya.
"Apa-apaan ini lepasin pak ini di Ballroom kau gila bagaimana kalau ada yang melihatnya" Kata Naomi melepaskan pelukannya Namun Danesh Malah Memeluk Naomi semakin erat.
"aku merindukanmu Naomi tolong jangan pergi lagi dariku" Kata Danesh
Tiba-tiba Sekretaris Danesh pun datang ya membuat Danesh sangat murka dan marah bagaimana bisa ia mengganggu waktunya dengan Naomi.
Naomi pun yang sadar akan hadirnya sekretaris Danesh pun segera melepaskan pelukan Danesh.
"Terimakasih telah menyelamatkan ku dari pria gila ini pak Jean" Kata Naomi sambil tersenyum manis ke arah Jeano.
Jeano Yang Mendapatkan Senyuman Manis Dari Naomi seorang Pengusaha muda ya hatinya sangat gembira namun tatapan mata Danesh yang masih mengarah padanya pun membuat ia takut.
"Ikut Aku Naomi" Ajak Danesh pada Naomi
"kemana " Tanya Naomi.
"aku ingin membicarakan sesuatu" Kata Danesh
"bicaralah disini pak Danesh" Kata Naomi
__ADS_1
"Ikut aku atau aku Nikahi Kamu sekarang" Tanya Danesh
Naomi pun semakin kesal ketika danesh seperti itu bagaimana bisa akan menikahinya sekarang.
"Oke saya ikut" Kata Naomi
Danesh pun tersenyum manis ke arah Naomi lalu ia menatap Jeano dan memberikan isyarat agar ia yang menyetir mobilnya.
"Baik pak" Kata Jeano
Jeano pun fokus ketika menyetir ya ketika ia mencurigai pandangan ke arah Naomi Tatapan Danesh pun kembali tajam padanya ia bertanya-tanya ada hubungan apa Antara Danesh Dan Naomi.
Ketika sudah sampai di cafe langganan bosnya mereka pun segera turun tentu ia seperti obat nyamuk.
"Mau pesan apa biar aku pesenin" Tanya Danesh
Jeano pun heran bagaimana Bisa Danesh sangat perhatian Dengan Naomi padahal dulu saat masih menjadi suami Rina bahkan dia tak perhatian dan kelihatan sangat cuek dan dingin.
"Samain aja " Kata Naomi
"pak Bu saya permisi dulu karena saya harus pulang " Kata Jeano
"loh pak jean sekalian aja" Kata Naomi
"tidak Bu permisi " Kata Jean
Danesh pun memulainya dengan Ia menceritakan Bahwa kenapa bisa menikahi Rina.
"Aku di paksa Sama Nenek aku untuk menikahi Rina ya kami mempunyai dua anak tentu mungkin dengan kehadiran seorang anak bisa membuatku jatuh cinta padanya namun aku belum bisa mencintainya dan cintaku hanya untukmu saja, dan setahun ini kami memutuskan untuk berpisah lebih tepatnya aku yang ingin berpisah darinya karena dia juga selingkuh di belakangku, Dan bukan aku yang menyuruhmu menjauhiku namun itu adalah ulah Rina bukan aku sejak saat itu aku membencinya karena ia telah menjauhkan aku dengan seseorang yang sangat aku cintai, di depan anak-anaknya kami hanya formalitas saja ya selebihnya Itu aku sangat membencinya aku hanya mencintaimu Naomi selama 5 tahun ini rasa sayang dan cintaku masih sama ke kamu" Kata Danesh
"Terlambat Pak bagaimanapun aku akan segera menikah dengan mas Andriano kami akan melangsungkan pernikahan secepatnya ya di bulan ini" Kata Naomi**
__ADS_1