
Kini Arjuna Masih Di Kampung halaman Devi, Devi masih ingin disini ia tidak tega meninggalkannya sendirian, Bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Devi.
"Kalau kamu mau pulang, silahkan ada Nessa yang menunggu kamu" kata Devi
"Aku akan bercerai dengan dirinya, kamu satu-satunya" kata Arjuna
"Kenapa Mas Jun" Tanya Devi
"Dia tidur bersama pria lain, bahkan sebelum menikah denganku,dan kini dia tengah hamil 2 bulan, dulu ketika aku berhubungan dengannya perutnya belum terlihat buncit" kata Arjuna
"Astaga sabar Mas" Kata Devi
"Kamu tidak akan seperti itu kan, aku percaya kepadamu " Kata Arjuna
"Percayalah padaku Mas Jun, aku tidak akan menyakitimu " kata Devi
Sedangkan Ditempat Lain Nessa sedang Khawatir,karena Mertuanya tau, Bagaimana ini.
"Bagaimana harus apa, masa depan anak Kita hancur rend, aku kira setelah aku menikah dengan kak Juna dia akan bahagia karena kak Juna memiliki segalanya " Kata Nessa
"Setelah kamu bercerai dengan pak Juna, aku akan Menikahi kamu" kata Rendy
"Aku tidak mau, apa bisa kamu ke menghidupi Kami " Tanya Nessa
Seminggu kemudian, Arjuna dan Devi kembali,mereka langsung pulang kerumah, Baru beberapa jam mereka sampai Daddy dan mommy kesini.
"Mas aku takut" Kata Devi
"Jangan takut, kita hadapi " Kata Arjuna
Naomi dan Danesh terkejut melihat keberadaan Devi dirumah putra sulungnya, kenapa ada dia disini, Devi bersembunyi dibalik badan Arjuna.
"Mengapa Dia bisa disini" Tanya Naomi
"Maaf mom, Kini Devi istriku " Kata Arjuna
"Apa maksud kamu nak" Tanya Danesh
"Devi lebih baik daripada Nessa" Kata Arjuna
Akhirnya Naomi dan Danesh luluh,mereka menerima menantunya itu, mereka lihat menantunya sangatlah ketakutan.
"Sini nak, kenapa kamu bersembunyi" Kata Naomi
"Maaf Mom, Devi sepertinya ketakutan" Kata Arjuna
"Nak Devi gpp sini kita kumpul" Kata Danesh
Devi akhirnya memberanikan diri berdiri disampingnya, Naomi tersenyum dan ingin memeluknya, Devi menatap Arjuna dan Arjuna memberikan kode untuk mengiyakannya, Devi memeluk Naomi, Baru kali ini ia merasakan hangatnya pelukan seorang ibu, Devi menangis dalam pelukan Naomi, Naomi menatap Arjuna dengan penuh tanda tanya, ada apa dengannya.
"Bolehkah aku memanggil Tante sama seperti Mas Juna" Tanya Devi dengan suara serak
__ADS_1
Naomi tersenyum mengiyakannya, Kali ini Devi mempunyai ibu mertua yang sangat tulus dengannya.
"Mommy" Kata Devi
"Anggap mommy seperti ibumu sendiri ya nak" Kata Naomi
"Kalau ada apa-apa cerita sama mommy dan Daddy ya nak Devi" Kata Danesh
Devi melepaskan pelukannya,ia menatap Naomi, dan Naomi tersenyum kepadanya, Devi sangat bahagia memiliki Keluarga yang Menyayangi dirinya.
"Kenapa kamu terlihat ketakutan melihat kami, kami kan orang tuamu sekarang " Tanya Naomi
"Maaf mom, karena ibuku sendiri tidak mengharapkan kehadiran aku, jadi aku takut Daddy dan mommy tidak menerima kehadiran aku sebagai istri mas Juna" kata Devi
"Justru kami bahagia nak" Kata Danesh.
"Jangan takut kamu bertiga ada buat kamu" Kata Arjuna
Datanglah Azzura, Ia bahagia Melihat Devi, ia segera memeluknya, Devi tersenyum menatap adik iparnya.
"Apa kabar kak" Kata Azzura
"Kabar aku baik-baik saja, kalau kamu" Tanya Devi
"Aku juga baik-baik saja, ngomong-ngomong kalian sudah menikah" Tanya Azzura
"Seperti yang kamu lihat" Kata Devi
"Ada apa kembali lagi, tidak puaskah kamu membohongi Daddy dan mommy" Tanya Azzura
"Maaf aku kesini ingin mengambil bajuku" kata Nessa
"Oh silahkan " Kata Azzura
Nessa menatap Arjuna, berharap Arjuna masih mau bicara dengannya,namun hening, Arjuna hanya diam saja.
Setelah selesai, Nessa membawa Kopernya, Tidak ada yang menahannya, Devi juga tidak berani melakukan apa-apa.
Nessa akan pulang ke rumah orang tuanya, Orang tuanya pasti akan sangat marah dengannya.
"Kenapa kamu jadi seperti ini Nessa" Kata Andriano
"Maaf pa" Kata Nessa
"Papa malu dengan keluarga pak Danesh, jikalau papa tau kamu sedang hamil mana mungkin papa menikahkan kamu dengan putra sulungnya" Kata Andriano
Andriano mengusirnya, Kini ia harus dimana, Mama tidak berani berkutik karena dirinya tengah hamil besar,ya hamil anak ketiga, Andi Adik Nessa yang berusia 17 tahun mengejar kakaknya.
"Kakak jangan pergi " Kata Andi
"Papa sudah mengusirku " Kata Nessa
__ADS_1
"Aku akan menitipkan kakak ke kak Tio" Kata Andi
Andi mengobrol dengan Tio, menceritakan bagaimana keadaan kakaknya,Tio memang ingin membantunya dengan menikahinya, walaupun Tio hanya orang yang biasa saja, namun dirinya siap bertanggungjawab.
"Menikahlah denganku,demi anak yang kamu kandung" Kata Tio
Nessa menatap wajah Tio, Ada keseriusan di matanya, Nessa pun menganggukkan kepalanya, setelah perpisahan dengan Arjuna ia akan menikah dengan Tio.
Seminggu kemudian Arjuna dan Nessa resmi berpisah,kini Nessa akan menikah dengan Tio, Andi bahagia melihat Kakaknya bersama orang yang tepat .
Pernikahan dilaksanakan Secara sederhana saja, kini Nessa tinggal dirumah Tio, yang sangat sederhana, bagaimanapun sekarang dirinya bersama suaminya.
"Kamu makan ya, kasihan anak kamu" Kata Tio
"Buat apa kak Tio baik sama aku" tanya Nessa
"Ness ingat kita sudah menikah, Mana mungkin aku membiarkan kamu sakit" Kata Tio
Nessa akhirnya menerima suapan makanan, Tio benar-benar mengurusnya, dimanakah ayah anak ini, Rendy menghilang begitu saja.
Nessa mendapatkan kabar, bahwa mamanya sudah melahirkan, Ya dia melahirkan Bayi perempuan, Yang sangat cantik mirip dengan papa, Nessa meneteskan air mata, kini adiknya dan anaknya umurnya akan beda tipis .
Dirumah sakit.
"Cantik ya mirip kamu mas" Kata Mama
Arista Felly Gaharu, Ya nama bayi perempuan itu bernama Arista.
Andriano menatap putri ketiganya, Semoga saja tidak seperti putri sulungnya.
Dirumah Tio, Nessa tetap diam saja, enggan berbicara, Kenapa ia masih saja memikirkan dimana Rendy berada, dan kini orang tuanya tidak ingin menerimanya lagi, ia hanya menyusahkan Tio saja.
"Kenapa terus melamun" Tanya Tio
"Maaf aku sudah Merepotkan kamu mas" Kata Nessa
"Sudah jangan dipikirkan,kita mikir kedepannya aja" kata Tio
"Tapi mas, kenapa mas mau menerima aku" Kata Nessa
"Lalu saya harus membiarkan Kamu dan calon anak kamu terlantar begitu " Tanya Tio
"Padahal banyak yang lebih baik dari aku mas" Kata Nessa
"Semua bisa berubah Nessa " Kata Tio
Tio menatap Nessa, ia kasihan dengan gadis di depannya ini, Entah mengapa apakah ada cinta diantara dirinya.
"Boleh aku memelukmu mas" Tanya Nessa
"Boleh peluklah " Kata Tio
__ADS_1
Nessa pun memeluk Tio, Ia memeluk erat pria di depannya ini, ia menumpahkan segala keluh kesahnya, Tio siap menjadi sandaran untuk Nessa.