
Kenapa sih selalu gue? Gue yang selalu salah di mata kedua orang tua gue, Sampai gue pergi dari rumah mereka bahkan tidak sedih.
"kenapa harus gue kenapa kak Nindya yang disayang kenapa" Kata Elok Dalam Hati
Elok Melirik Suaminya yang tertidur pulas disampingnya.
"cuma satu-satunya orang yang percaya sama gue do, cuma Lo disini yang selalu ada, cuma Lo mana mungkin gue mau menyia-nyiakan orang sebaik Lo, tapi maaf do gue belum bisa menerima Lo" Kata Elok dalam hati
"gue gak pantes bersanding dengan orang sebaik Edo gak pantes" Kata Elok Dalam Hati
ia pun merebahkan tubuhnya menghadap Edo yang sedang tertidur pulas.
"semoga Lo selalu mendukung gue ya do" Kata Elok memeluk tubuh Aldo.
sampai akhirnya pagi pun datang membuat pasangan suami-istri itu terbangun, Bukan keduanya namun Aldo ia merasakan ada yang memeluknya ternyata Istrinya.
"Lo cantik Kalau Lo lagi tidur " Kata Aldo
Aldo tetap Memandangi Wajah cantik Istrinya ia tidak ingin melepaskan pelukannya.
"do Lo udah bangun kenapa gak bangunin gue" Kata Elok
"Lo kalau tidur nyenyak banget sih gue gak tega bangunin elo" Kata Aldo
"tapi kita telat ke kampus" Kata Elok
"kita kan cuti seminggu" Kata Aldo
"syukurlah, tapi gue seharusnya bantuin nyokap Lo masak do, ah mantu apaan gue malah bangun siang" Kata Elok
"Mama pasti ngerti kok" Kata Aldo
elok buru-buru Mencuci mukanya dan setelah itu ia turun kebawah.
ia menghampiri ibu mertuanya yang sibuk di dapur.
"elok bantuin masak ma" Kata Elok
"tidak sayang makanan kan sudah selesai" Kata Mama
"oh udah selesai ya ma, maafin elok ya ma seharusnya elok sebagai menantu bantuin mama di dapur, elok malah bangun kesiangan" Kata Elok
"gpp sayang udah jangan dipikirin, kamu anak mama kok sini bantuin mama bikin kue" Kata Mama
elok pun membantu mama mertua buat kue ya hingga kuenya jadi mama mertua menyuruhku mencicipinya, sungguh enak sekali kue buatan mama mertua ini.
"Mama ini kue terenak yang pernah elok makan" Kata Elok
"seriusan kamu" Kata Mama
"elok seriusan ma" Kata Elok
"bisa aja kamu" Kata Mama
"Mama elok mandi dulu ya gerah belum mandi" Kata Elok
"silahkan sayang ajak Aldo sekalian nanti kalau turun" Kata Mama
Elok segera menuju kamar Aldo ia akan mandi karena gerah.
__ADS_1
"do Lo gak bangun" Kata Elok
"masih ngantuk El" Kata Aldo
"bangun udah pagi" Kata Elok
"iya-iya gue bangun" Kata Aldo
Elok pun segera memasuki kamar mandi 30 menit mandinya pun selesai tanpa disadari ia lupa membawa handuk.
"gue harus Gimana" Kata Elok
"Do minta tolong dong" Kata Elok.
"apa El" Tanya Aldo.
"tolong ambilkan handuk gue ketinggalan" Kata Elok
Aldo tersenyum ia segera mengambil handuk milik istrinya dan memberikannya.
"terimakasih do" kata Elok
Elok Keluar Hanya Dengan lilitan Handuk Di tubuhnya dan Aldo yang berada disitu sungguh terpana.
"sengaja menggodaku" Tanya Aldo
"apaan sih" Kata Elok
Aldo pun segera menghampiri Elok ia segera melakukan pemanasan.
"do lepasin " Kata Elok
Aldo menidurkan elok di Ranjangnya.
elok Meringis ketika ada yang memasuki bagian bawahnya dan terasa sangat sesak.
"do sakit" Rintih elok
Aldo bermain dengan lembut hingga 2 jam tidak terasa ia menyemburkan Benihnya ke dalam rahim istrinya ia berharap agar segera ada baby di perut istrinya.
mereka tertidur hingga tidak sarapan dengan Aldo memeluk tubuh istrinya.
sore hari mereka terbangun.
"Aldo bangun udah siang" Kata Elok
"apa El" Kata Aldo
Aldo pun segera beranjak dan segera menggendong tubuh istrinya ia membawanya ke kamar mandi.
setelah selesai mandi bersama mereka pun berpakaian dan segera turun.
"Cantik banget sih Lo" Kata Aldo Memeluk istrinya dari belakang ya istrinya yang sedang Berkaca di depan tempat make up.
"lepasin ih" Kata Elok
"El Lo cantik apa adanya" Kata Aldo
"gue harus nutupin ini di leher gue lihat akibat ulah Lo jadi merah-merah gini" Kata Elok
__ADS_1
Aldo tersenyum mendengarnya ia memang sengaja membuat banyak tanda di leher istrinya bahwa semua tau kalau elok sudah menjadi istrinya.
Mereka turun bersama menuju Meja makan karena dari tadi pagi mereka belum makan.
"mau pakek apa do" Tanya Elok
"pakai ayam aja sama sopnya" Kata Aldo
mereka makan bersama di meja makan karena orang-orang mungkin sudah menuju hotel tempat resepsi pernikahan diadakannya.
"do semua udah pergi tinggal kita" Kata Elok
"bentar lagi kita kesana" kata Aldo
Selesai makan Elok membereskannya. dan Langsung menuju kamar mengambil tas dan handphone miliknya.
15 menit kemudian perjalanan menuju Hotel yang akan dibuat resepsi Pernikahan mereka.
mereka memasuki kamar yang sudah ada periasnya disana.
"nona lama sekali ih sini cepat aku mau lihat" Kata perias itu
acaranya malam namun semua keluarga tengah berkumpul disini.
malam hari pun tiba Elok dirias bak seorang putri yang sangat cantik.
Dengan Gaun Pengantin Yang sangat Elegan Membuat kecantikannya terpancar.
"nona sangat cantik" Kata perias 2
"terimakasih mbak" Kata Elok
"nona umur berapa" Tanya Perias
"saya 18 tahun mbak suami saya juga 18 tahun kami memang menikah muda" kata Elok
"tapi suaminya kelihatan dewasa sekali mbak tidak menunjukkan bahwa dia masih 18 tahun" Kata Perias.
Aldo yang sudah mengenakan jasnya dan sudah siap ia menemui istrinya.
"sudah siap princess" Tanya Aldo
"sudah selesai tuan istrinya cantik sekali" Kata Perias 1
Elok mengandeng Lengan Suaminya memasuki Ballroom Hotel yang sudah di dekorasi pernikahan yang sangat mewah ketika mereka memasukinya banyak tepuk tangan dari para tamu undangan.
"Selamat Malam semuanya pengantin sudah memasuki Ballroom Hotel ini, acara resepsi akan segera dimulai" Kata MC
"saya ucapkan selamat menempuh hidup baru untuk pengantin ya" Kata MC.
Tidak lupa sesi foto-foto Dimulai Awalnya Untuk foto berdua pengantin dulu.
"mbaknya mepet sama masnya dong tangannya ditaruh di pinggang suaminya dan masnya juga tangannya di pinggang istrinya" Kata Fotografer
foto-foto berdua pengantin pun selesai dilanjutkan foto bersama keluarga besar yang hadir.
Bak seorang putri banyaknya orang yang kagum kepada Elok Dia menampilkan Senyuman yang sangat manis ketika banyaknya keluarga Aldo menyapanya.
walaupun belum terlalu mengenal mereka semua namun ia berusaha untuk akrab.
__ADS_1
Teman-temannya dan teman-teman Aldo menghadiri resepsi pernikahan yang sangat mewah ini mereka banyak mengucapkan selamat atas pernikahannya.
Tentunya Elok pemenang hati Aldo hingga ia menjadi istrinya.