
Seminggu sudah Azzura menjadi asisten Brandon,dan Azzura mendapati sifat Brandon yang sulit di tebak, dan Kini Arjuna telah menikahi Devi secara sah dalam agama maupun Negara.
"Kenapa tidak memimpin perusahaan Mama papamu, kenapa memilih menjadi sekretaris saya" Kata Brandon
"Karena saya ingin mandiri pak, untuk perusahaan Mama saya tidak berhak, yang berhak adalah adik-adik saya" Kata Azzura
Azzura hanya diam, berati kurang 3 Minggu untuk mencari calon suami, Dimana ia mendapatkannya.
" Kamu cantik, manis, Apa tidak ada yang menyukainya " Tanya Brandon
"Bukan Semudah itu pak, saya menginginkan hubungan yang serius" kata Azzura
"Lalu kenapa tidak mencarinya " Tanya Brandon
"Itu yang saya cari, kini tinggal 3 Minggu, jikalau dalam waktu ini saya tidak mempunyai calon suami, maka saya dijodohkan dengan Daddy " Kata Azzura
Brandon Tersenyum licik, Ia mendapatkan Cara, ya ia akan melamar Sekretarisnya itu, Ia akan membawa kedua orang tuanya, Sangat mudah mengetahui ukuran cincin Azzura, Besok adalah Hari Minggu Brandon akan melamarnya.
Keesokan harinya, Brandon telah menyiapkan semuanya, Ntah diterima atau tidak urusan nanti, bahkan mama papa Brandon heran, mengapa putra sulungnya ingin tiba-tiba menikah.
Malam Harinya mereka sampai dirumah Danesh, Brandon dan orang tuanya segera turun, Naomi pun kaget melihat kedatangan mereka, bahkan tidak ada yang tau.
Naomi mempersilahkan masuk, Danesh menatap Mereka, Papa Brandon langsung mengutarakan niatnya.
"Maaf pak, pasti bapak kaget bukan, Perkenalkan Saya Levi Yudistira, Dan ini istri saya Winda Vitaloka, Kedatangan kami kemari untuk melamar putri bapak" Kata Papa Levi
"Maksud bapak, putri yang mana, Azzura atau Kanaya" Tanya Danesh
Kini giliran Brandon yang menjawabnya.
"Azzura om, kedatangan saya dan mama papa ingin melamarnya, melamar putri om untuk menjadi istri saya" kata Brandon
Danesh dan Naomi menatap Pria blasteran itu, Tampan dan Manis, Ia tidak percaya bahwa Azzura yang pendiam diam-diam dilamar oleh pria, Naomi segera memanggilnya.
"Cepatlah dandan dan ganti baju" Kata Naomi
"Apa maksudnya mommy" Tanya Azzura
Naomi me make up Azzura dan kini Azzura telah mengenakan dress hitam, yang membuat auranya semakin menawan.
Azzura dan Naomi menuruni anak tangga, Azzura menghentikan langkahnya ketika menatap pak Brandon, kenapa dia bisa disini..
"Bapak ada apa disini" Tanya Azzura
"Nak Brandon dan keluarganya melamar kamu nak, apakah kamu menerimanya" Tanya Danesh
Brandon Berdiri menatap Azzura yang di depannya,ia berlutut dihadapan Azzura,dan mengeluarkan satu kotak cincin, Azzura seperti mimpi, Karena Brandon yang dingin dan cuek tiba-tiba melamarnya.
"Apakah kamu mau menjadi istriku Azzura" Tanya Brandon
Azzura tersenyum,ia menganggukkan kepalanya, daripada ia dijodohkan mending ia menerima lamaran Bosnya saja.
Brandon segera berdiri dan memasangkan cincin lamaran ke jari manis Azzura, begitupun dengan Azzura ia memasangkan cincin ke jari Brandon,ini lamaran sekaligus tunangan dan menentukan tanggal pernikahan.
Mimpi apa semalam, mengapa Brandon tiba-tiba melamarnya, Bisa heboh ini satu kantor, karena seminggu mengenalnya dan sekarang dirinya melamar Azzura,mengapa Brandon Tersenyum terus menatapnya, apakah dirinya salah minum obat.
Mama Brandon menyuruh Azzura untuk duduk disampingnya, Brandon memberikan kode Agar Azzura segera kesana.
"Cantik sekali,gak salah Brandon pilih kamu nak" Kata Winda
"Selamat datang di keluarga kamu ya nak Azzura" Kata Levi
Setelah selesai berfoto, ya Brandon telah menyiapkan FG untuk memfoto dirinya dan Azzura, Benar-benar dadakan, jam 9 Malam Brandon dan Orang tuanya pamit, Azzura mengantarkan sampai halaman depan.
Ketika ia membuka sosmed banyak ucapan selamat, Selamat untuk apa, tenyata Story Ig Brandon bersamanya, astaga apa ini, bagaimana kalau besok heboh.
Arjuna yang melihat adiknya dilamar pun ikut bahagia, ia memeluk Azzura.
"Selamat ya, Wah kamu benar-benar" Kata Arjuna
"Aku tidak menyangka saja kak" Kata Azzura
__ADS_1
Keesokan paginya, Azzura dijemput oleh Brandon, Azzura menatap heran kearahnya, Brandon hanya tersenyum ia turun dan membukakan pintu untuk calon istrinya itu.
Di dalam mobil Azzura menanyakannya.
"Apa maksud bapak Melamar saya" tanya Azzura
"Menyelamatkan kamu dari perjodohan itu, toh kamu gak rugi mendapatkan suami yang tampan, gagah manis cerdas dan kaya seperti ku" Kata Brandon
"Bapak gila, bagaimana kalau kita beneran menikah dan tidak ada cinta antara kita" Tanya Azzura
"Ya buatlah dirimu jatuh cinta kepada saya, pernikahan kita kan satu bulan lagi" Kata Brandon
Sesampainya di Kantor, Banyak karyawan yang menatap mereka, Brandon menghentikan langkahnya, Menatap karyawan yang membicarakan tentang mereka.
"Apa kalian saya gaji, untuk membicarakan saya dan calon istri saya" Tanya Brandon
Brandon dan Azzura memasuki lift CEO, Kali ini beda, dirinya adalah calon istri sekaligus calon istri, Brandon di kantor sangatlah berbeda,di kantor ia irit berbicara dan sangat cuek dan dingin, kenapa lagi harus berubah, Azzura duduk di ruangannya,tapi Brandon tidak mengizinkannya, Brandon menyuruh Azzura berada di ruangannya, ada apa sih dia.
Sedangkan ditempat Lain, Vanessa mencari keberadaan Arjuna, tapi tidak ada sepagi ini kemana dirinya, Ya Arjuna menemui Devi, Arjuna ingin mereka tinggal bersama agar tidak ada sembunyi seperti ini.
Arjuna sudah mempunyai rumah, ya rumah yang kini Arjuna dan Devi tinggali, Arjuna akan membawa Vanessa kesini, Ia pamit untuk pulang, sesampainya Dirumah ia mencari Vanessa.
"Kemasi barang-barang mu" kata Arjuna
Barang-barang Arjuna sudah dirumah barunya mereka pamit kepada Daddy dan Mommy, Daddy mengizinkannya, 30 menit perjalanan mereka sampai dirumah Arjuna.
Vanessa melihat Tiga mobil Berwarna kuning dan merah dan putih, Banyak sekali mobil Arjuna.
Arjuna mengajak untuk masuk, betapa kagetnya Vanessa melihat seorang perempuan.
"Dia juga istriku" Kata Arjuna
Bak disambar petir disiang bolong, Apa maksudnya ini, Arjuna mengkhianati dirinya, Namun Vanessa harus sabar, ia tau ia yang salah telah masuk di kehidupan Arjuna.
"Hai Kenalin aku Devi" Kata Devi
"Vanessa" Kata Vanessa
Arjuna memberitahu dimana kabar Vanessa dan dirinya nanti, Vanessa tidak boleh lemah,ia harus bisa merebut Arjuna dari Devi , Devi pun juga tidak mau kalah ia akan merebut Arjuna, hingga Arjuna memilih diantara keduanya.
"Mau jalan dimana, kan ada Nessa" Kata Arjuna
"Dia diajak aja" Kata Devi
"Nessa ikut yuk jalan" Kata Arjuna
"Nessa dirumah aja kak" Kata Vanessa
"Kalau pengen apa-apa Chat aja" Kata Arjuna
Sepeninggal Mereka, Vanessa Memilih untuk duduk dan menonton tv, jujur saja ia cemburu, kelihatan bahwa Arjuna sangat mencintainya dan Devi juga mencintai Arjuna.
Devi bahagia ia bisa berduaan dengan Arjuna,
"Azzura mau menikah, kamu datang ya, pasti dia seneng kalau kamu datang" Kata Arjuna
"Tentu aku akan datang" Kata Devi
Devi dan Azzura mereka sangat akrab, seperti kakak dan adik, walaupun Devi adalah pacar abangnya sendiri.
Setelah puas jalan-jalan bersama Arjuna, mereka pulang, Ini adalah jadwalnya Arjuna bersama Vanessa, Devi mengiyakannya ia tidak boleh terlihat serakah.
Arjuna memasuki kamar Vanessa, Vanessa terlelap dalam tidurnya, ia pun langsung saja tidur disampingnya, Dengan memeluk Vanessa, Vanessa terbangun merasakan ada yang berat menindih tubuhnya, ternyata suaminya Vanessa menatap wajah tampannya itu.
Pagi Harinya, Devi Bangun terlebih dahulu, ia menyiapkan sarapan untuk mereka, Devi sudah terbiasa memasakkan makanan, Vanessa yang melihatnya hanya diam ia memang tidak bisa memasak dibandingkan mbak Devi yang bisa segalanya.
"Hai sini" Kata Devi
Devi tidak ada niatan untuk bersaing ia menganggap Bahwa nessa adalah Adiknya.
"Kak Juna betah ya sama mbak Devi" Kata Vanessa
__ADS_1
"Tapi kan Juna Memilih kamu" Kata Devi
Arjuna yang melihat keduanya di dapur langsung menghampirinya, Arjuna mencium kening Devi, Vanessa hanya menatapnya,setiap pagi dirinya tidak pernah begitu.
Mereka sarapan bersama, Devi yang mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya, Arjuna tersenyum menatap Devi, Lalu Vanessa hanya diam saja, serasa obat nyamuk.
Arjuna berpamitan untuk berangkat kerja, dan Devi juga bersiap-siap untuk bekerja, Devi yang berada di kantor mendapatkan kabar tentang orang tuanya di kampung, Ia harus bagaimana mereka saja tidak menganggapnya, Devi menjadi tidak fokus untuk bekerja, Devi pulang terlebih dahulu, rumah sepi dimana Vanessa, ya nessa sedang kencan dengan pacarnya Rendy, Devi segera memasuki kamarnya ia menatap pemandangan, tatapan sendu ketika mengingat keluarganya, Arjuna yang masuk ke kamar namun Devi tidak menyadari kehadirannya,ia memeluk Devi, Arjuna menatap Devi kenapa dirinya menangis, mungkinkah ada salah dirinya.
"Sayang kenapa" Tanya Arjuna
"Aku mendapatkan kabar dari keluarga, Aku ingin sekali pulang ke kampung,tapi aku takut mereka tidak menginginkan kepulangan ku aku takut terjadi apa-apa dengan ayah dan ibu" Kata Devi ia menangis dan suaranya bergetar.
Arjuna memeluknya, Devi sangat sedih,ia menumpahkan segala kerisauan hatinya, Arjuna tidak bisa melihat Devi menangis.
"Kita pulang ke kampung kamu ya" Kata Arjuna
Devi menganggukkan kepalanya,saat ini hanyalah Arjuna yang menjadi penguatnya, yang menjadi semangatnya.
Keesokan harinya, Arjuna pamit kepada Vanessa, Vanessa senang mendengarnya, Ia bebas bersama Rendy, nessa mengaku akan menginap dirumah temannya dan menyuruh Arjuna membawa kunci rumah.
Perjalanan ke kampung Devi, 5 Jam dan Arjuna mengendarai mobilnya, walaupun capek demi orang yang ia sayangi.
Setelah sampai dirumah Devi, ya rumah yang sederhana, Tidak semegah dan semewah rumahnya, Devi ragu-ragu menatap rumahnya ingin sekali turun tapi bagaimana kalau orang tuanya mengusirnya.
Arjuna memengang tangan Devi, menguatkan dan meyakinkan Devi, Mereka turun bersama, Devi sudah merindukan keluarganya, sudah beberapa tahun Devi tidak pulang.
Ibunya menatap Devi, Devi ingin memeluknya tapi ditahan.
"Untuk apa pulang" Tanya Ibu
"Ibu Devi rindu" Kata Devi
"ibu tidak mempunyai putri seperti kamu" Kata Ibu
"Apa maksud ibu" Kata Devi
"Kamu adalah anak yang tidak diharapkan, Ibu mencoba ingin mengugurkan kandungan,tapi kamu selalu bertahan dan kuat , hingga 9 bulan ibu melahirkan kamu, seharusnya kamu tidak harus lahir , " Kata Ibu
Arjuna hanya mencerna kata-kata Ibu Devi, Yang tidak diharapkan, Artinya saat mereka menikah tak ingin mempunyai anak terlebih dahulu,namun jadilah Devi hingga si ibu mengatakan anak yang tidak diharapkan, Devi sudah meneteskan air matanya, Arjuna mencoba menguatkan dirinya.
Ayah Devi Memeluk putrinya itu, Devi yang mendapatkan Pelukannya langsung membalasnya, Devi menangis di pelukan ayahnya, Ayahnya melepas pelukannya dan menatap ibunya.
"Apa maksud kamu, dia tetap Puteri kita" Tanya Ayah
"Dia benar bukan putriku, putriku hanya dela bukan Devi" Kata Ibu
Dela adalah adik kandung Devi yang mungkin Berusia 17 tahunan, Dan dirinya hanya menatap sedih ibunya.
"Kamu baik-baik saja" Tanya Arjuna
"Aku baik" kata Devi
"Dia siapa nak" Tanya Ayah
"Maaf pak perkenalkan saya Arjuna suami Devi " Kata Arjuna
"Maaf jikalau Devi menikah tanpa memberitahu ayah, Devi takut seperti ini" Kata Devi
"Tidak apa-apa nak, ayah bersyukur ada yang menjaga kamu sekarang " kata Ayah
Ayah menyuruh mereka masuk, dan menyuruhnya untuk istirahat, Arjuna Memasuki kamar mungkin kamar Devi, Devi juga berada di dalam.
"Sayang sabar ya, ada aku yang selalu ada buat kamu" Kata Arjuna
"Terimakasih ya Jun, Kamu selalu ada untuk aku" kata Devi
Arjuna memeluknya, Devi membalas pelukannya, Sungguh nyaman berada di pelukan Arjuna, Devi jadi tidak enak Arjuna harus mengetahuinya.
"Maaf ya rumahku sederhana,kalau gak nyaman kita nginep di hotel saja" Kata Devi
"Aku nyaman disini" kata Arjuna
__ADS_1
Tiba-tiba Handphone Naomi ada pesan masuk, apa dirinya terkejut, Foto Nessa sedang tidur dengan kekasihnya, membuat kemarahan Danesh dan Naomi.
Arjuna hanya menatapnya ini bisa menjadi alasan untuk menceraikan, Arjuna sudah mengurus perceraiannya.