
bab 8
Angin sepoi-sepoi menyejukan udara saat ini,,Reyna duduk di bawah pohon dekat ruang kelasnya,sambil membawa buku pelajaran matematika dia sedang menghafalkan rumus matematika karena akan dilaksanakan ujian kenaikan kelas ,Leny datang menghampirinya
"lagi ngapain Rey??,sendiri aja nihhh,aku temenin yahh.." "bolehh,,aku lagi menghafal rumus matematika ujian kali ini aku harus lulus dan mendapat nilai besar,"
"harus lahh...kamu kan cerdas pasti bisa,ngomong-ngomong koq aku jarang ketemu si Revan ??,biasanya kan dia jemput kamu." "aku lagi ada masalah Leny..hubungan ku lagi kurang baik,ternyata keluarga Revan tidak menginginkanku,malahan dia mau di jodohkan dengan teman kakaknya,"
"ya ampunnn.....sabar yah Rey,kamu masih ada aku di sini yg selalu menemani kamu,sekarang kamu fokus dulu aja sekolahnya,gapai cita-cita kamu ,untuk masa depan," "iya..makasih yah udah support aku."
Reyna hanya bisa bersabar dan termenung di bawah pohon,sambil merenung dia fikir lelaki itu memang tidak penting berada di hidupnya.mungkin belum saatnya dia mempunyai seorang kekasih,akan tetapi Revan terus menghubungi Reyna dan ingin mengajaknya bertemu,dengan perlahan Reyna pun harus menjauhi dan merelakannya,
dia sangat mencintai keluarganya walau terkadang orang tuanya seperti tidak peduli akan tetapi jasa orang tua lah yang paling besar.membesarkan Reyna dari kecil sampai pendidikan tinggi di biayai oleh mereka,Reyna harus sadar suatu saat nanti harus menjadi orang yang berguna dan dapat menghasilkan uang sendiri,suasana hati Reyna campur aduk walau bagaimana pun dia terus kefikiran Revan,hingga suatu saat.....
tiiiiid......tiiiiidddd.....suara klakson Revan berbunyi dari kejauhan .ternyata dia sudah berada di luar gerbang sekolah,Reyna kaget dan pura-pura tidak mendengar,dia langsung berjalan menuju kantin sebelum pulang sekolah,akan tetapi Revan terus memanggilnya,hingga akhirnya Revan bertemu Leny di luar,dan menyuruh membujuk Reyna untuk menghampirinya,setelah itu Leny kembali ke dalam dan menghampiri Reyna,"reyy...reyy....kenapa sihh kamu,,,temuin dulu lahh si Revan sebentar aja..kasian kan dia," "tapi ...aku masih takut dan gak enak sama dia.
"pleaseeeeeee.....sekali ini aja ,tolong,," "baiklah...aku akan temuin dia sebentar,".bel sekolah pun berbunyi seluruh siswa dan siswi sudah keluar dari kelas.akhirnya Reyna datang menghampiri Revan,dengan wajah lesu Reyna tidak bisa membendung rasa cinta nya kepada revan.dan tidak bisa membohongi perasaannya."sayang...
akhirnya kamu mau ketemu aku juga,ayooo naik...aku mau ngomong sama kamu." "mau kemana??jangan lama yahh.soalnya aku lagi ujian .nanti malem aku harus belajar lagi," "tentu saja sweetyku...senyumm dunkk.." Revan akhiya mengajak Reyna ke taman dekat rumahnya di sana ada taman bermain anak dan kursi santai untuk melepas penat seharian.
sebelum mereka sampai Revan membeli jajanan cilok dan keripik kesukaan Reyna,"nihhh makan dulu,aku tau koq kamu hoby makan..hehehe..." "kamu tau aja aku lagi laper...." Revan memang bisa membuat Reyna bahagia di saat seperti ini,"sayang...aku tuhh gak mau kehilangan kamu,tiap hari aku kefikiran kamu terus,aku ngerti ortu kamu,tapi aku juga lagi berusaha nyari kerja.
kebetulan sekarang susah banget lowongan kerja.jangan kan lulusan sarjana ,lulusan SD pun sulit" "sebenarnya aku sihh gak masalah,tapi untuk sekarang aku pengen fokus dulu sekolah,lagian keluarga kamu juga kayak gitu,aku jadi stress mikirinnya."
"sekarang gini aja,walau hubungan kita gak di restui,aku akan selalu jadi kekasih kamu apapun yang terjadi .aku akan terus di samping kamu, support kamu,dan gak akan ngelepasin kamu." "iya sayang aku juga tau,,,tapii...aku masih sakit hati sama kakak kamu,aku lebih baik menghindar daripada nanti kamu kenapa-kenapa."
Revan langsung mendekap Reyna sambil mencium keningnya ,air mata Reyna jatuh perlahan ,Revan pun mengusap air matanya." "jangan nangis doank say...aku kan ada di sini ,aku janji akan bahagiain kamu apapun caranya,aku tau kamu cengeng dan gampang nangis,,pleasee....jangan nangis lagi yahh sayaaanggg."
Reyna pun akhirnya bisa menahan emosinya dan berhenti menangis,Reyna yakin Revan sangat mencintainya untuk selamanya.
"Sekarang kamu harus fokus belajar yah sayang..kakak ku emang guru,dan mereka menginginkan ku mendapat jodoh seorang guru juga,tapi...
aku menerima kamu kaya gini ,aku ngerti kamu masih sekolah dan belum dewasa.sedangkan aku udah waktunya berumah tangga ,umur kita pun jauh perbedaannya.akan tetapi cinta yang menyatukan kita." "tapi kamu janji akan nunggu aku sampe sukses dan jadi guru...aku akan berusaha bekerja dan cari uang sendiri." "tentu saja sayang.....aku doain kamu koq."
setelah itu telepon Revan berdering.ada yang menelpon Revan,padahal Reyna masih ingin mengobrol,"Hallo....iya ..ini siapa yah??" "ini temannya kakak kamu,ini Revan kan.aku mau ke rumah boleh gak,ada sesuatu yang harus di sampaikan," "ohh ....besok aja yah ....hari ini saya ada perlu." " okk..ok...nanti aku hubungi lagi." Revan menutup telepon dan melanjutkan mengobrol dengan Reyna."siapa say??
kayaknya penting ." " itu teman kakak yang suka main ke rumah.biasa masalah kerjaan,mudah-mudahan aja aku bisa kerja sama dia." "ohh...begitu ..syukurlah kalo kamu sudah dapet kerja." Revan pun senang karena dia akan bekerja dengan teman kakaknya .akan tetapi Revan belum menjelaskan tentang pekerjaannya.
Wajah Revan pun kembali berubah sedih.karena dia masih takut untuk memberi tahu Reyna bahwa pekerjaannya di luar kota dan harus meninggalkan dia.untuk sementara Revan pun berusaha mencari kerja di sekitar rumahnya,ternyata dia bekerja di sebuah pabrik sepatu .walaupun dia berpendidikan tinggi tapi dia tidak malu bekerja buruh.untuk menghasilkan uang sendiri.
hanya untuk mengajak Reyna berkencan dan memberikan beberapa hadiah hasil jerih payahnya.
"Sayang...walau hubungan kita gak direstui.kamu harus tetap hubungi aku yahh.." "iya say ..tapi kayaknya kita jarang ketemu dehh sampe aku lulus sekolah."gak masalah koq yang penting kamu masih jadi pacar aku." " iya...anterin aku pulang sekarang say.
aku banyak tugas sekolah." "Yaahhhhh.....masih kangen nihhh...yaudah lahh ..ayoo..."akhirnya Revan mengantar pulang ke rumah reyna.biasanya dia antar sampe depan rumah.akan tetapi setelah kejadian kemarin dia hanya mengantar sampe Gg rumahnya."be careful honey...i love you..."
__ADS_1
"bye honey...".Reyna pun langsung pulang ke rumah.dia langsung masuk ke kamar dan belajar.untuk beberapa saat ini dia memang sibuk.karena Reyna orang yang aktif di sekolahnya,rajin dan tekun.
Satu bulan kemudian......Reyna memasuki ujian kenaikan kelas,tidak sia-sia dia belajar seharian.dia pun siap untuk mengikuti ujiannya .Revan pun hanya bisa mengirimkan pesan teks dan support dia dari kejauhan.
"Duhhhh .......deg-degan nihhh...bentar lagi mulai,tapi aku seneng dia SMS aku terus,satu....dua....tiga....let's do it." akhirnya Reyna pun mengerjakan soal ujian sekolahnya.dia duduk sendiri-sendiri tidak bolah saling menyontek dan kerjasama.para siswa harus mengerjakan dengan murni tanpa kecurangan apapun.
"Ya ampunnn.....susah banget sihhhh......,padahal sedikit lagi beress,"lalu Reyna pun dapat menyelesaikan tepat pada waktunya."asiiikkkkkk....rebesss...brayyy....,sekarang aku mau ke kantin dulu ahhh.....sambil telponan ma sayangku." "haloo say...lagi apa??aku udah selesai nihh." "Aku masih kerja say ..tapi nyantai sihh..lumayan lah buat jajan kamu.heehee....
syukurlah kalo kamu udah beres ujiannya ." "iya sayang..berkat doa dan support kamu.yaudah kamu lanjutin dulu aja kerjanya nanti aku telpon lagi." "okk sweetyku...mmmuahh...."
Setelah ujian selesai Reyna pun pulang ,biasanya Revan menjemput.
tapi sekarang dia sudah mulai bekerja,dan sibuk dengan kerjaannya,di perjalanan dia bertemu Irma."Hay Reyna ...mana pacar kamu yang ganteng..haha..koq gak jemput lagi??" "ohh....dia sibuk..hehe....yaudah aku pulang duluan yahh." "iya Rey..hati-hati di jalan."setelah itu Reyna pun pulang ke rumah.
hari-harinya mulai terasa jenuh dan kesepian.dia berbaring di kamar sambil berfikir tentang masa depannya.tapi hatinya tiba-tiba merasa hancur,dan fikiranya kacau.sempat terlintas untuk berselingkuh dan mencari pria lain.tapi dia kasian sama Revan dan takut melukai perasaannya .karena dia tahu Revan sangat setia selama ini.
Hari-hari pun berlalu tidak terasa Reyna sudah naik ke kelas 3 .ini saat yang paling menegangkan karena menentukan masa depannya.sekarang Reyna sudah mulai berfikir karena perjalanan hidupnya masih panjang.sesekali dia pun berkencan dengan Revan .suatu hari Revan datang menjemput Reyna ke sekolah.dia mengajak Reyna malem mingguan bersama.dia tahu biasanya orang tuanya tidak ada di rumah,dia berniat mengajak Reyna main."Hallo say...
kamu baru pulang yahh..,kamu pulang dulu aja ganti baju.aku anterin sampe Gg.nanti aku jemput Lagi." "iya sayang..apa sihh yang engga buat kamu,"setelah itu Reyna pun pulang dan mengganti pakaian nya.revan menunggu di Gg rumahnya,setelah itu mereka pun pergi kencan ke pegunungan yang sejuk.setelah beberapa hari tidak bertemu karena sibuk dengan ujiannya."aku baru gajian nihh say lumayan buat beli bensin dan buat kita makan."
"Makasih yah say.aku seneng kamu dapet uang sendiri bukan dari ortu atau kakak kamu." "iya ...malah sekarang aku yang suka traktir kakak aku..heheee....." Revan dan Reyna pun menuju tempat wisata kebun teh.mereka merasa bahagia bersama lagi.mereka berjalan-jalan di hamparan kebun teh yang mulai tumbuh,cuacanya sangat dingin.reyna mulai kedinginan,Revan memegang erat tangannya dan menghangatkan tubuhnya."Revan sini....
ada mata air dekat kebun teh,sepertinya airnya asli dari pegunungan jernih banget nihh." "iya say..kita duduk di sini aja."mereka duduk di pinggir aliran mata air sambil mencuci kaki dan tangan.suasana kebun teh tidak begitu ramai,Revan menyelimuti tubuh Reyna dengan jaketnya .dan terus memandangi wajah cantik reyna.
Suara aliran air mengalir dengan tiupan angin sepoi-sepoi,Revan memandangi Reyna sambil tersenyum,"say....bibir kamu imut banget..aku jadi pengen....????" "Apa sihhh....kamu juga ganteng .boleh gak aku peluk kamu?" "iya sayang..." Reyna pun berbaring di atas rerumputan ,Revan mulai menyentuh wajahnya.lalu mengecup bibir mungilnya.reyna sambil memeluk erat tubuh Revan karena kedinginan,
wajah Revan memerah karena tadi mencium Reyna dengan penuh hawa *****.setelah mereka selesai makan mereka pun kembali pulang karena Revan tahu kondisi Reyna yang lemah,"Udah selesai say makannya??aku anterin yahh..terus kamu bobo istirahat." "iya sayang...aku juga mulai cape nihh..makasih yah untuk hari ini." "iya sayang...sebenernya ada yang pengen aku omongin sama kamu.tapi belum saatnya nanti aku tunggu waktu yang tepat." "apa itu sayy...??aku jadi penasaran??"
"nanti aja kamu pasti tahu." "ohhh....yaudah kalo gitu." Revan pun mengantar Reyna pulang,karena khawatir Reyna sakit dan masuk angin lagi.di tambah sekarang kan dia sudah kelas 3 SMA .jadi dia harus fokus belajar ,Revan pun senang bisa mengajak Reyna makan dan jalan dari uang hasil kerja kerasnya .
Revan pun mengantar Reyna pulang.dan kembali ke rumahnya.
"Yesssss....aku senang bisa ngajakin dia makan dan kencan lagi,aku cuci dulu motor ahh...terus mandi dehhh...." lalu datanglah fatan dengan membawa makanan dan cemilan."Hallo broow.... senyum-senyum aja .nihh aku baru pulang jalan-jalan ada makanan buat kamu." "makasih broww...simpen di meja aja." "aku denger kamu mau kerja di luar kota yah di tempat pertambangan." "iya brow...kemarin teman kakak aku yang ngajakin.
aku sihh masih mikir-mikir,gak tau dehhh jadi apa engga...soalnya aku berat ninggalin si reyna.soalnya aku udah falling in love sama dia dari awal." "ahhh elu...biasanya juga playboy cap teri..haaahaaa....tuhh cewe yang tempo hari kesini siapa??cantik-cantik itu juga." "gw gak minat bozzz ..hati gw tetep sama si Reyna." "ahhh....lebay luhh..."
Fatan terus mengejek Revan sambil bercanda.hati Revan tetap untuk Reyna seorang.dia belum memberitahu Reyna rencana keberangkatan nya ke luar kota,kakak perempuannya sudah menyiapkan semua keperluan dia."Revannn.....
sini bentar kakak mau ngomong."bentar kak aku mandi dulu...ini baru beres nyuci motor." "iya...cepetan..".
Byuuur....byuuurrr......"ahhhh...segarrrr....ada apa sihhh kakak rese ,bawel banget."setelah itu Revan menghampiri kakak perempuannya di ruang tamu depan."kenapa kak??..kayaknya penting banget yahh." "Gini Van,Kaka udah fikir-fikir dari pada kamu Luntang Lantung gak jelas gitu,
kamu mending kerja sama teman kakak di Kalimantan sana perusahaan batu bara.kamu jadi bagian keuangannya dan mengelola administrasi nya." "wahhhhh....jauhh banget kak,gak salah tuh.." "iya lahh...lumayan kan .tapi.... ngomong-ngomong kemana cwe tinggi semox sexy yang tempo hari kamu bawa??
koq jarang keliatan,tapi bagus lah...kayaknya dia bukan cwe bener,gak cocok sama kamu." "ohhh...itu kak,aku udah jarang ketemu koq,dia juga masih sekolah,sibuk mau ujian kelulusan." "yaiyalah cwe ingusan gitu kamu pacarin.cari cwe kaya,mapan doank,kamu mau hidup susah sama cwe gak jelas gitu.
__ADS_1
masih sekolah pula." "jangan ngomong gitu doank kak aku kan cinta sama dia." "jangan bilang cinta-cinta dehh ..keluarga kita tuh gak ada yang suka sama dia.kamu tuhh ngeyel kalo di bilangin.ini juga buat masa depan kamu." "tapi kak...aku kan masih pengen sama dia." "sama si Shelly aja .udah jelas berjilbab baik ,Solehah,kaya,umurnya juga udah pas." "pleaze doank Jang jodohin aku kayak gitu,aku mau aja kerja untuk nikah sama Reyna,bukan sama Shelly."
"terserah kamu aja dehhh tapi awas aja yahh kalo kamu sampe nikah sama si cwe sexy gazebo itu."
Revan pun kesal dan langsung masuk ke kamarnya.hatinya gundah gulana,dia tetap akan mempertahankan hubungannya dengan Reyna apapun yang terjadi.rencana nya bekerja di luar kota untuk menikahi Reyna .
dan hidup bahagia dengan Reyna Sampai mati."dasar si bawell...aku kan gak mau Sama si Shelly udah peot ,tua,gak bergairah banget dekat cwe kayak gitu.eyyyyy....,mending aku telpon sweetyku..dia udah bobo belum yahh." "tuuutttt....tutt....Hallo sayang lagi ngapain??" "Hallo say...aku lagi ngerjain PR.bentar lagi aku mau bobo.." " yaudah kamu lanjutin aja yah...selamet bobo..muahh..."
Beberapa hari kemudian...Revan keluar dari kamarnya ,ternyata kakak laki-lakinya datang menginap di rumahnya..dia di telpon kakak perempuan nya untuk mengantar Revan ke bandara hari Minggu sekarang.kebetulan mobil kakaknya nganggur dan dia sedang libur kerja ."kamu udah bangun Van?? semalem kakak sampe jam 12.kakak mau bangunin kamu takut keganggu,
bagaimana kabar kamu??" "alhamdulilah baik kak,sama siapa kesini??" "itu Sama anak laki-laki kakak," "yaudah kak istirahat dulu aja .kalo mau tidur di kamar ku saja ,kebetulan aku mau keluar sebentar. " "iya van.kakak capek nih nyetir seharian." setelah itu Revan langsung mendatangi kakak perempuannya .dia sedang mencuci rambut di salon pinggir rumahnya.dan baru selesai."
kak,,,emang jadi aku di kirim ke luar kota??kapan??aku kan belum siap-siap." "tenang aja adiku sayang...semuanya udah kakak urus.paspor dan barang kamu juga udah kakak siapin.tuhhh si mas yang anterin kamu ke bandara, rencananya sih Minggu sekarang,kamu jangan kemana-kemana." "whaatttttt.....
"Aku harus pamitan dulu sama Reyna ...masih ada beberapa hari." "ngapain sihh mesti pamitan segala.lebayy...,fikirin duittt..masa depan kamu tau.mau di kasih makan apa nanti istri sama anak kamu kalo nikah sama si Reyna cwe Badung itu."
"tapi kak aku yakin banget dia orang baik,Solehah,aku akan terus kejar dia sampai kapan pun.revan langsung siap-siap menuju sekolah Reyna .hatinya mulai kacau,gak karuan,ini sangat mendadak sekali.revan bingung harus berkata apa
."sayang.....angkat donkkk teleponnya..duhhh...lagi apa sihhh ."setelah itu Revan menunggu di gerbang sekolah Reyna .ternyata Reyna lagi jajan.revan langsung menghampirinya."aku aja say yang bayar..nihhh mas uangnya..kamu makan aja say.." "kenapa kamu datang sekarang say??aku kan belum pulang masih istirahat."gak apa-apa koq.aku kangen aja sama kamu.
aku tunggu in sampe kamu pulang yahh..!" "Revan terus memandangi wajah Reyna sambil terlihat sedih, seolah-olah ini hari perpisahan nya.karena kerja di luar kota tidak bisa pulang setiap hari atau setiap bulan.dia sadar gak akan bisa bertemu lagi dalam waktu yang sangat lama.satu tahun sekali atau satu tahu dia kali.
hari-hari terakhir keberangkatannya terasa begitu singkat
."say...sebenarnya ada yang harus aku omongin ,pulang sekolah kita ke kafe yahhh." "yaudah kamu sekarang tunggu di luar aja .soalnya gak boleh bawa orang ke dalem." "okk sayang aku tunggu disini sampe kamu pulang." Reyna pun kaget karena tiba-tiba Revan datang pada jam istirahat nya.tanpa menghubungi dia sebelumnya,dia semakin penasaran .
hal apa yang akan dibicarakan nya.setelah pelajaran selesai Reyna berlari menuju gerbang ternyata Revan sudah menunggu,"sayaaaaaang...disini,ayooo pulang...kamu pake jaket kan??" "pake donk say...sekarang kan musim hujan.
setelah itu Reyna pergi ke wisata kolam berenang,walaupun mereka tidak berenang tapi hanya sekedar minum minuman ringan dan makan cemilan."duduk sini say deketan....aku mau ngomong sama kamu." "santai aja say...kenapa emangnya??"
"aaakkkuuu....mau kerja keluar kota sebagai tenaga administrasi di kantor teman kakak aku." "appppaaaaaa.....???"Mata Reyna mulai merah menahan air mata,seketika dia terdiam,"jangan tinggalin aku say,aku bisa hancur tanpa kamu...Revan langsung memeluk Reyna sambil mengusap rambutnya
,"ini juga buat masa depan kita,uangnya aku kumpulin untuk kita nikah,kamu tahu kan disini kerjaan susah banget padahal aku lulusan sarjana. "Tapi sayang...nanti aku gimana??" "aku bakal hubungi terus koq.
sesekali aku juga pasti pulang,aku janji Bakal nikahin kamu,sekarang kamu fokus aja dulu sama ujiannnya,kamu kan mau lulus sekolah,terus nanti kamu kuliah juga," "iya sayang aku bakal kejar terus cita-cita ku,kapan kamu mau berangkat??"
"Hari Minggu ini say,makannya seminggu ini aku pengen terus ngeliat kamu,boleh kan??"
"Mau bagaimana lagi say,ini udah takdir kita harus kaya gini,pertama hubungan kita memang gak di restui,kedua kamu pergi ninggalin aku.hati aku makin hancur say...." "kamu sabar aja yah..aku juga pasti kembali koq.aku gak bakal kecewain kamu." Revan mengecup dahi Reyna ,
rambutnya yang panjang tergerai di belai oleh Revan,aku gak bakal ngelepasin cwe secantik kamu Reyna ,bagi aku kamu segalanya."setelah itu mereka berkeliling area kolam berenang sambil bergandengan tangan..
saat terakhir yang tidak bisa di lupakan.4 hari terakhir bersama Reyna terasa sangat singkat,setelah itu mereka pun kembali ke area kantin kolam renang ,dan memesan burger Mozarella dengan beef steak."kamu makan dulu say..aku suapin,"iya sayang....habisin makannan nya yah..gak kerasa udah sore ,
aku harus pulang." iya ...aku anterin pulang,besok kita jalan lagi yahh..aku udah gak kerja di pabrik sepatu lagi.aku udah siapin baju buat nanti berangkat.setelah itu Revan pun berjalan menuju area parkiran motor.dia mendekap Reyna dari belakang.
__ADS_1
"sayang.....diam dulu sebentar.aku masih pengen sama kamu." Reyna pun membalikan badannya." ayo pulang say...malu banyak orang ahh .." mereka pun meninggalkan area kolam berenang ,Revan mengantar Reyna dan kembali ke rumah.
Ternyata keluarga besarnya sudah berkumpul di ruang keluarga,mereka membicarakan keberangkatan Revan,sepertinya wajah Revan tidak terlihat bahagia.