Kembalinya Cinta Pertamaku

Kembalinya Cinta Pertamaku
Elok


__ADS_3

Elok Masih Berdiam Diri Dikamar Ia Menatap Langit Ia Melihat Matahari Terbenam.


"El Mau Jalan-jalan" Tanya Aldo


"Al Lo ngapain" Tanya Elok


"gue tanya Lo mau jalan-jalan" Kata Aldo


"ada acara keluarga masak kita mau keluar" Kata Elok


Aldo Pun Duduk Disamping Elok Ia tau Elok Memikirkan Keluarganya Ya Karena Keluarganya Lebih Menyayangi Kakaknya.


"Ell Lo mikirin Keluarga Lo ya" Kata Aldo


"gak kok do gue gpp" Kata Elok


"gue akan tetap ada disamping Lo Ell" Kata Aldo


"terimakasih ya Lo orang satu-satunya yang selalu percaya sama gue" Kata Elok


"sebagai suami Lo gue akan Menjadi Garda Terdepan untuk Lo" Kata Aldo


Kini Hanyalah Aldo yang selalu ada dan satu-satunya orang yang bisa elok andalkan, satu-satunya orang yang mau membantu elok ketika ia sedang membutuhkan apapun.


Elok pun turun ke Bawah Bersama Aldo ia melihat Bunda Bersama Perempuan entah siapa.


"dih gini ya menantu, tidur mertuanya suruh di dapur" Kata Lola


"Lol Udah Jangan begitu, Mbak yang Nyuruh Elok buat istirahat soalnya dari tadi dia bantuin mbak sebelum kamu datang" Kata Bunda


"mbak ngapain sih belain dia, jelas-jelas Dia cewek gak baik" Kata Lola


Elok Hanya Diam Ia Tak berani Menjawabnya Ia Takut Seluruh Keluarga Aldo Akan Memusuhinya.


"Cukup Tante apa-apaan Tante mengatakan Istriku perempuan yang tidak baik hah" Kata Aldo


"kalau perempuan baik gak mungkin dia menjebak kamu di kamar" Kata Lola.


"Ingat Tante, Bukan Istriku yang menjebaknya namun kami berdua dijebak, tapi apa boleh kata, ini takdir, mending Tante Pergi deh daripada cari ribut" Kata Aldo


"jadi kamu berani melawan Tante cuma demi perempuan ini" Kata Lola


"Aldo gak salah dengar, Cuma perempuan ini? Tante Cuma perempuan Ini itu istri saya dia wanita penting di Hidup saya setelah Bunda lalu Talitha" Kata Aldo


"udah Do gpp gue emang salah Disini" Kata Elok Ia memegang Tangan Aldo dan berusaha Agar Aldo Tidak Benar-benar Marah.


"sayang maafin perkataan Adik bunda ya" Kata Bunda


"gpp kok bund, Elok ya salah disini gak seharusnya emang elok ada disini" Kata Elok


"caper banget jadi cewek" Kata Lola pun mendorong Tubuh Elok Namun Dengan Sigap Aldo Berada di belakang tubuh elok.


"Tante kelewat batas" Kata Aldo


"apa-apaan ini" Kata Wahyu


"Ini mantu mas cari gara-gara" Kata Lola


"Tante bohong pa, bahkan Tante yang dari tadi cari masalah dengan elok, dia mendorong Tubuh Elok untung dia gak jatoh" Kata Aldo

__ADS_1


"Keterlaluan apa-apaan Kamu tolong Hargai Elok ingat Dia Bukan Cuma Menantu tapi Anak perempuan saya ingat kamu hargai dia kalau kamu gak mau menghargai dia pergi dari sini" Kata Wahyu


"sudah lol jangan cari gara-gara" Kata Bunda


Elok pun segera kembali Ke kamarnya dan Disusul Oleh Aldo.


"El Kamu gpp" Tanya Aldo.


"Do gue Emang cewek gak baik, Bener kata Tante Lo, Bahkan Banyak yang gak percaya sama gue" Kata elok


"El jangan ngomong gitu, Kamu cewek baik terbaik dihidupku, El Jangan pernah dengerin apa kata Tante Lola lagi " Kata Aldo.


"Semua gak ada yang percaya sama gue Al, Mama papa mereka tak pernah percaya sama gue, Gue selalu ngalah Al, gue selalu di nomer duakan, semua selalu kak Nindya bukan gue" Kata Elok


Aldo pun memeluk Elok ya elok tak memberontak terhadap pelukan Aldo.


"Gue Percaya sama Lo El gue percaya" Kata Aldo


Elok menenggelamkan Wajahnya di Dada Bidang Suaminya.


"Gue pengen punya bayi, Biar Kita punya keluarga kecil" Kata Aldo.


"Kita mau jadi papa mama muda Al" Tanya Elok.


"kalau kamu mau" Kata Aldo


Mereka Pun Melakukan Hubungan Suami-istri Ya Beberapa Kali mereka melakukannya Dengan Berharap Elok Segera Hamil.


"Morning Sayang" Kata Aldo Mengelus Pipi Elok.


"Al Sudah bangun" Kata Elok


5 Bulan Pernikahan Aldo Dan Elok Mereka pun bahagia sekali karena Elok Sedang Hamil 12 Minggu Bahagia Yang Mereka Rasa Karena sebentar Lagi menjadi Orang tua .


Disebuah Kabeh Terdapat Para sahabat yang tengah Berbincang-bincang Siapa Sangka Mereka Tengah Hamil.


Estiana Yang Usia Kandungannya Memasuki 27 Minggu Dan Estiara yang Memasuki 18 Minggu Dan Vira Memasuki 10 Minggu.


"Gak Nyangka Ya Kita Hamil barengan" Kata Estiana


"iya kak "Kata Estiara


"Kita Jodohin aja gimana" Tanya Elok


"Boleh" Kata Vira


"Gimana Kalau Gue Sama Ana Dan Vira sama Ara Gimana" Kata Elok


"Boleh Juga" Kata Kata Estiana


"Hai Sayang" Sapa Arya


"Hai mas" Kata Estiana


"Baby Rewel hai anak papa rewel gak" Kata Arya Mengelus Perut Estiana


"enggak mas" Kata Estiana


Dan Estiara Juga tentunya Bersama Feriil.

__ADS_1


"Hai Honey" Kata Arnawama


"Mas Darimana kangen" Kata Estiara Memeluk Arnawama.


Persahabatan Yang Dimulai Dari Awal Mereka bertemu Hingga sekarang Mereka akan menjadi Orang tua tentunya Menjadi kenangan terindah sepanjang masa.


Kembali Ke Vira dia ini menikah Dengan Brondong Yang Berusia Beberapa tahun Dibawahnya Ya Vira sendiri Berumur 21 Dan suaminya 18 tahun sebenernya Vira adalah kakak kelas mereka namun sudah sama-sama terus akhirnya menjadi sahabat.


"Gimana Nih Vir Enak gak sama brondong" Kata Estiara


"pasti enak orang sampai jadi kan hayoo" Kata Elok.


"ih apaan sih kalian" Kata Vira


"Hai Beby" Sapa Rio


"hei mas sini" Ajak Vira


Elok Ia pun duduk bersama Aldo ya mereka membawa Pasangan Sendiri-sendiri.


"Hey brother Calon Papa Muda" Kata Rio


"Lo juga calon papa muda" Kata Aldo.


"Keknya kita papa tua ya bang"Kata Arnawama


"sepertinya" Kata Arya


"Bercanda wkwkkwk" Kata Arnawama


"Rencana mau punya anak berapa nih" Tanya Aldo


"7 Cukup" Kata Arnawama


"10 Cukup" Kata Arya


"8 Cukup" Kata Rio


membuat Estiana, Estiara, Dan Vira melotot Mendengarnya.


"Seriusan sayang 10 ya" Kata Arya Memeluk Estiana


"ih apaan sih" Kata Estiana


"ini lahir langsung gas yaa sayangku" Kata Arya


"Ih mas apaan deh mas aja yang hamil" Kata Estiana


Arya pun tersenyum melihat tingkah laku istrinya memang ia merencanakan mempunyai anak banyak dari ana ya semoga saja itu terjadi.


Arya semenjak Ana hamil dia sangat perhatian bahkan ana dilarang melakukan apapun.


cuma Berdiam Diri Dikamar saja lalu makan hanya itu aja. pekerjaan rumah tidak boleh ana lakukan semenjak ia hamil.


sungguh bosan Hanya berdiam diri saja namun bagaimanapun ia harus menuruti apa kata suaminya.


Suami idaman Arya ini.


Suami siaga.

__ADS_1


Segalanya lah.


__ADS_2