Kembalinya Cinta Pertamaku

Kembalinya Cinta Pertamaku
Pernikahan Estiara


__ADS_3

Naomi Dan Danesh Tengah Disibukkan Oleh Pernikahan Estiara Dan Arnawama.


Siapa Sangka Adiknya Akan Menikah Di usia yang 18 Tahun Bahkan Arnawama berusia 28 tahun.


"Gugup sekali Aku" Kata Estiara


Naomi Dan Estiana pun mendekati Estiara ya Ara sangat Cantik Mengenakan Kebaya Berwarna Putih.


"jangan gugup dek, bentar lagi jadi istri aja" Kata Estiana


"kak ana duh Ara gugup ya" Kata Estiara


" Ara Santai aja" kata Naomi


"udah santai mbak tapi tetep aja degdegan" Kata Estiara


"Bentar Lagi Anak Aku ada temennya kalau kamu udah nikah dan gak Nunda kayak aku" Kata Estiana Mengelus perut Ratanya Yang Estiana Sedang Hamil 3 Minggu.


"Ana Hamil" Tanya Naomi


"iya mbak aku hamil" Kata Estiana


"akhirnya si kembar ada temen Main" Kata Naomi


"tinggal aku aja belum punya anak nih" Kata Estiara


"tenang nanti setelah Acara Akad Langsung aja gaskan" Kata Estiana


"tapi Ara belum siap, tau sendiri Mas Feril Itu dewasa pastinya Langsung gas Aja" Kata Estiara


"tapi gpp loh kalian nikah sama seseorang yang umurnya jauh di umur kalian kan lebih mengerti kalian" Kata Naomi


"iya bener mbak mas Arya itu pengertian banget" Kata Estiana


"belum dimulai ya mbak akadnya" Kata Estiara


"ciee gak sabar " Kata Naomi


Acara Akad Pun Dimulai Sangat Lancar Awalnya Feril sangat Gugup Ketika akan Menjabat Tangan Calon Mertuanya Namun Gugupnya Terobati Karena ia pun telah memperistri Estiara.


"Sah Para saksi" Kata Pak Penghulu


"sah" Ucap semuanya serentak


"Alhamdulillah" Kata Feril


Dikamar Estiara ia Memandangi Sebuah Tv Yang Tersambung Oleh Kelangsungan Acara Akad Tak terasa Air Matanya menetes, Tangis Haru, ia diperistri Seorang Arnawama Feril di umurnya yang sangat muda.


"Selamat Adikku" Kata Estiana


"selamat sayang" Kata Naomi


pernikahan Estiana dan Estiara hanya Selang 3 Bulan Dan Setelah itu Estiara Menyusul.


"Aku gak nyangka Bahwa aku dinikahi di umur yang sangat muda" Kata Estiara


Naomi Pun Mengajak Estiara Turun untuk bertemu suaminya.


Digandeng Oleh Naomi Dan Estiana Membuat 3 orang wanita ini bak seorang Adik kakak.


Namun Faktanya Naomi lah sebagai Kakak Ipar dan mantu pertama di keluarga ini.


Naomi pun membawa Estiara untuk duduk di samping Arnawama.


Arnawama Yang melihatnya pun tersenyum ia kagum melihat kecantikan istrinya.


Acara selanjutnya pun memasangkan Cincin, Arnawama Segera memasangkan Cincin Ke jari manis Milik Istrinya dan di susul oleh Estiara.


Estiara pun Mencium Tangan suaminya dan dibalas ciuman di keningnya.


"Selamat Putri papa Akhirnya Kamu menikah juga" Kata Papa


"Sayang Jadi istri yang nurut sama suami ya, jangan membantah Perkataan suami" Kata Mama


"Mama papa Ara minta maaf selama Ara menjadi anak belum bisa jadi yang baik" Kata Estiara.


"dan kamu saya titipkan putri bungsu saya kepada kamu, saya mohon jaga dia, jangan kamu sakiti dia, jangan sekali-kali kamu bertindak kasar kepadanya, jangan sekali-kali membentaknya karena dia akan sangat kecewa jikalau itu kamu lakukan, Papa Harap kamu bisa mengerti sifat Estiara, dia masih sangat muda pastinya kekanakan papa mohon kamu ngertiin dia" Kata Papa


"Feril janji pa akan menjaga Ara, terimakasih papa sudah merawat hingga membesarkan gadis secantik Ara yang sekarang sudah menjadi istri Feril" Kata Feril


"Gue titip adik gue pada Lo awas Lo sakiti, Jikalau Lo menyakiti dia gue sendiri yang bawa dia" Kata Danesh


"siap Abang " Kata Feril.


"Titip adik aku ya, Dia suka bandel, kamu bersabar ya menghadapai dirinya" Kata Estiana


"siap mbak ana terimakasih" Kata Feril


Banyaknya Tamu undangan membuat Feril Dan Estiara Merasa Kelelahan Belum Jikalau Resepsi Besok kemungkinan akan dua Kali lipat dari ini.

__ADS_1


"sayang capek" Kata Feril.


"enggak mas" Kata Estiara


Dion Dan Fania Pun menghampiri Pengantin Baru tersebut.


"Selamat Bang Feril, Dan Mbak ara semoga segera Diberi momongan ya agar Davin Dan Loli Ada Segera temen Mainnya" Kata Dion


"Selamat Mas Dan Mbak semoga langgeng ya" kata Fania


"Terimakasih Dion Dan Fania" Kata Feril


"Terimakasih" Kata Estiara


Arnawama Pun Memeluk Pinggang Estiara Membuat Ia pun lebih dekat Dengannya Suaminya.


"Banyak Orang lepasin mas" Kata Estiara


"sudah sah sayang" kata Feril


Acara selanjutnya Sesi Foto-foto.


Foto Pengantin lah yang diperbanyak lalu foto pengantin bersama Keluarga besar.


"Akhirnya Ara Nikah Juga Hmm Nikah Duluan" Kata Vira


"kalian cepet nyusul dong" Kata Estiana


"Ana Dan Ara udah Nikah duluan kita kapan" Tanya Elok


"Maumu Kapan El gue Lamar deh" Kata Aldo


Elok pun memandang Aldo tak suka bagaimana bisa dari SMA Kelas 2 hingga sekarang dia masih mengejarnya.


"Lok udah mau aja Lagian Aldo ganteng loh" Kata Estiana


"ana mana Aldo ganteng sih enggak ga" Kata Elok


"Lo lihat Aldo itu ganteng gagah lagi pemberani Lo gak kira kurang apapun sama dia" Kata Estiana


"ana ih Lo Ja yang nikah sama Aldo suami Lo buat gue" Kata Elok


"enak aja gue kan lagi isi mana mungkin gue nikah sama Aldo" Kata Estiana


"aa gue bentar lagi jadi aunty, eh tapi gue pengen juga tapi gak ada Calonnya" Kata Elok


"Aldo tuh pujaan hati Lo" Kata Vira


"secepatnya gue Lamar Lo Lok, gue seriusan gue mau bangun rumah tangga sama Lo, gue mohon Lo buka hati ya Untuk gue" kata Aldo Memegang Tangan Elok.


Elok pun masih tak percaya bahwa Aldo Mengatakan Hal itu.


"Do Lo salah jodoh Lo bukan gue" kata Elok


"gue gak mau tau Lok, harus Lo jodoh gue apapun gue lakuin demi mendapatkan Lo dan Lo agar jadi istri gue" Kata Aldo


"eits do jangan bilang Lo mau" Kata Estiara


"kalau itupun Membuat elok nikah sama aku gpp aku bakalan lakuin" Kata Aldo


"Lo gila " Kata Elok.


"gila karena kamu" Kata Aldo


"sinting lo" Kata Elok


Elok POV.


Aldo tersenyum Meninggalkan Elok Dan teman-temannya Ya Aldo Akan Segera Membuat Rencana ia akan mencampuri Minuman Elok Dengan Obat itu agar elok memintanya langsung dan kita pun melakukannya.


Namun Bukan Aldo Yang Mencampuri Minuman Elok Namun Cika Yang Mencampuri Bahkan Aldo juga meminumnya


"Nona minum dulu" Kata Pelayan ya pelayan itu sudah disuruh oleh Cika.


Elok pun meminumnya tanpa rasa curiga tapi selang beberapa lama kepalanya sangat pusing.


"Lok Lo kenapa" Kata Gio


"gue pusing banget" Kata Elok


"Kita pulang ya gue antar lo" ajak Gio


Bukan Pulang Namun Menuju Hotel.


Setelah Mendapatkan Kamar Gio Pun membawa Tubuh Elok Ke kamar tersebut dan menidurkannya.


Aldo Pun dengan sama ia salah Memasuki kamar ia malah memasuki kamar yang disana ada elok ia pun mengunci pintunya lalu tidur di kasur bersama


Namun beberapa menit elok Terbangun Lalu Ia merasa kepanasan.

__ADS_1


"panas sekali apa ac mati" Kata Elok


"Lok udah bangun" Sapa Aldo


"Aldo Lo" Kata Elok


Elok sudah tidak tahan lagi ia mencium Aldo dengan Ganas Aldo pun mengimbangi permainan Elok


"gue gak tahan" Kata Elok


"Maksud Lo" Kata Aldo


"Bantuin gue do" Kata Elok


Aldo juga merasakan hal yang sama dengan elok siapa yang tega menjebaknya.


Dan pada akhirnya mereka melakukannya hingga seprei Hotel yang berwana putih terdapat bercak darah menandakan Mereka telah melakukannya dan Elok menjadi Milik Aldo selamanya.


Tanpa pengaman Aldo Menanamkan Benihnya .


Pagi Harinya Pun Elok terbangun ia merasakan Sakit di bagian bawah dan merasa pegal-pegal seluruh badannya.


ia melirik ke sampingnya terdapat Aldo yang tertidur hanya tertutup selimut dan dirinya juga .


"Apa Aku Melakukannya" Kata Elok


Elok masih terdiam di tempatnya Ia tak tahu apa yang harus ia lakukan apabila ia benar-benar melakukannya.


"sudah bangun tidur lagi sayang" ajak Aldo


Aldo pun membawa elok kedalam pelukannya.


elok hanya diam saja hingga ia pun kembali tertidur.


Saat sudah siang terdengar suara gedoran pintu yang sangat keras.


sebuah pintu terbuka Menampakkan Orang tua Aldo dan Orang Tuanya.


"Mama papa" Kata Elok


"Mama gak habis pikir sama kamu Lok" Kata Mama


"papa juga" Kata Papa


"ma ini gak seperti kalian bayangkan" kata Elok


"apa Lok kamu membuat malu keluarga" Kata Papa


"pa bukan gitu" kata Elok


"mulai sekarang gak usah anggap Papa sama sebagai orang tua kamu lagi papa kecewa" Kata Papa lalu meninggalkan elok yang masih berada di tempat.


Mama pun mengikuti papanya.


ia pun menangis sungguh sedih sudah kehilangan Harta berharganya ditambah orang tuanya Tidak mengakuinya.


"Sudah jangan Nangis ya" Kata Mama Aldo


"Tante Elok gak suci tapi bener bener ini bukan kemauan elok" Kata Elok


"mas tunggu diluar" Kata Mama Aldo


Mama Aldo pun menutup pintunya dan Memeluk Elok.


"sudah masih ada Tante disini" Kata Mama Aldo


"Tante percaya sama Elok" Tanya Elok


"Tante percaya kok" Kata Mama Aldo


Aldo pun terbangun ia kaget ketika melihat mamanya memeluk Elok yang menangis.


"Mama" Kata Aldo.


"anak kurang aja kamu tega-teganya kamu menjebaknya hah" Kata Mama


"ma bukan Aldo yang menjebaknya, Aldo Dibawah ke hotel sini dengan Cika Aldo disuruh masuk ke kamar namun Aldo gak tau kamar mana Aldo memasuki kamar ini ternyata ada elok dan Aldo gatau" Kata Aldo


"Mama percaya kepada kamu, tapi kamu harus menikahi elok, biar ketika Ada Nyawa yang tumbuh di rahim elok dia sudah mempunyai ayah" Kata Mama Aldo


"apakah elok bersedia menikah dengan Aldo ma" Kata Aldo


"nak apakah kamu bersedia menikah dengan putra Tante" Kata Mama Aldo.


Elok pun memberanikan Diri menatap Aldo ia tak tau lagi harus bagaimana jikalau ia menolak bagaimana nantinya jika ada nyawa di rahimnya.


"Elok mau menikah dengan Aldo" Kata Elok


Aldo pun tersenyum walaupun ini bukan rencananya namun setidaknya elok mau menikah dengannya tanpa ada paksaan Apapun pernikahan di selenggarakan 3 hari lagi dengan dekorasi yang super sangat mewah.

__ADS_1


__ADS_2