
Danesh Dan Naomi pun masih Gigih Ingin Menjodohkan Reygan Dan Ellena, Tapi Mereka berpikir Bagaimana Caranya Agar Reygan Mau.
"Mas Kenapa Reygan acara gak mau sih" Kata Naomi
"Reygan Mungkin belum siap dek" Kata Danesh
"Tapi Mas Bukannya 7 Tahun itu waktu yang lama" Kata Naomi
"Memang Lama Dek, Tapi Jika Reygan Masih Belum lupa dan masih belum bisa bagaimana" Kata Danesh
"Aku Takut Jikalau Dion Tau Apabila Ellena sudah melahirkan Dan Dion Akan Mengambil Anaknya" Kata Naomi
"Reygan Pasti Akan Melindunginya, Ellena tinggal bersama Reygan sudah 6 Minggu kan, Pasti Reygan bertanggungjawab" Kata Danesh
"Kelihatannya Memang Reygan Bertanggungjawab Mas, Tapi Apabila Mereka Tinggal Satu Rumah Terus-terusan dan Tanpa Status, apalagi status mereka berdua sama-sama sudah sendiri bagaimana nantinya" Kata Naomi
"Percaya Sama Mas Pasti Reygan Sama Ellena Nantinya nikah Tapi bukan sekarang" Kata Danesh
"Kita bisa kerumah Reygan kan mas" Kata Naomi
"Bisa Mas pasti ajak kamu kesana" Kata Danesh.
Naomi Ia masih Memikirkan Ellena Dan Putra Ellena Bagaimana Nantinya Kedepannya mereka.
Jikalau Dion Tau apakah Ellena akan disuruh kembali pada dirinya sedangkan Dion sendiri masih bersama Dengan Fania.
Dirumah Dion
"Ell Kamu Kemana, 6 Minggu Kamu menghilang, Pasti kamu sudah melahirkan anak kita kan Ell, aku ingin melihatnya ell" Kata Dion
Ya Dion Frustasi Mencari Ellena Tidak Ditemukan Dimanapun Membuat dirinya selalu disalahkan oleh kedua orangtuanya dan Adiknya.
"Sayang Kamu Melamun Terus mikirin siapa sih" Kata Fania Memeluk Dion
Namun Tidak Ada Balasan Dari Dion ia tetap diam.
"Kenapa sih kamu mendiamkan aku mas, apa salah aku, Kalau aku salah aku minta maaf mas" Kata Fania
"Mau Tau Salah Kamu apa" Kata Dion Menatap Tajam ke arah Fania.
__ADS_1
"Kenapa Mas" Tanya Fania
"Karena Kamu Aku Kehilangan Ellena Dan Anakku" Bentak Dion
Fania pun terdiam sungguh sakit ketika Dion membentaknya apalagi semenjak kejadian itu Dion mendiamkannya.
Fania pun Menangis Rasanya tidak kuat seperti ini Terus-terusan tapi jikalau dia pergi dia harus pergi kemana.
"Jadi Kamu nyalahin aku mas" Kata Fania
"Iya Semua salah kamu, aku salah seharusnya gak ngajak kamu nikah" Kata Dion
"Kalau Emang itu jadi penyesalan kamu, Aku Minta maaf mas, Aku akan pergi dari rumah ini, dan satu lagi mas bisa menceraikan aku" Kata Fania
Fania pun segera menuju Kamarnya untuk berberes Dan Memasukkan Bajunya ke dalam Koper setelah selesai ia pun membawa koper dan sebuah Tas berisi dompet dan Handphonenya.
Ketika ia berada di depan Dion Fania Berhenti dan Menatap Dion.
"Ini Kartu Kamu mas Aku kembalikan terimakasih Untuk Semua mas yang berikan kepada aku, Terimakasih atas cinta mas walaupun aku tau mas gak cinta sama aku, dan mas cuma jadiin aku pelampiasan terimakasih, Untuk anak ini aku akan merawatnya sendiri tanpa kamu, Aku gak minta Banyak dari kamu aku cuma minta anak ini tetap bersamaku, dan untuk kamu mas jaga kesehatan kamu, jangan lupa makan, Dan Jangan sering bergadang ya mas, Terimakasih Mas aku pamit, Semoga Kamu Bahagia Tanpa adanya aku" kata Fania Menaruh 3 Kartu Yang Dion Berikan Padanya dulu.
Kepergian Fania Tidak dicegah oleh Dion ya mungkin ini balasan karena dulu ia telah menyakiti hati Ellena.
3 Hari Kemudian Dion Merasa Kesepian Tidak ada Tawa dan tidak ada canda lagi.
"Fan Kenapa kamu ninggalin aku, Aku sudah Kehilangan Ellena beserta anakku aku gak mau kehilangan Kamu dan Anakku juga Fan, Maafin Aku Fania" Kata Dion.
Dion Pun berusaha Menghubungi Fania Namun Tidak ada Jawaban Sama Sekali, Bagaimana bisa ia kehilangan untuk yang kedua kalinya, bagaimana hidupnya jika ia sendiri seperti ini.
Ditempat Lain Fania Sedang Menikmati Aktivitas barunya ketika ia melihat layar handphonenya ia melihat panggilan Dari Dion ada apakah dia Menelfon dirinya.
"Mas Kenapa kamu menelfon aku" Kata Fania
Fania pun menghubungi Balik Dion dan ternyata Diterima oleh Dion.
mereka melakukan Video Call.
"Fan Sayang kamu dimana" Kata Dion
"Aku tidak akan memberitahu kamu mas," Kata Fania
__ADS_1
"Kenapa Fan, Aku Masih suami kamu" Kata Dion
"Aku capek mas, Mas Dion, selalu mendiamkan aku dan mas cuma marah-marah sama aku selalu nyalahin aku" Kata Fania
"Katakan Dimana kamu Fania" kata Dion
"Mas aku sedang di luar negeri jadi jangan cari aku" Kata Dion
Namun Dion Tidak kurang akal dia menyuruh temannya untuk melacak dimana keberadaan Fania.
Dan Berhasil Fania Berada Di Negara x Dion Segera Bergegas Menuju ke Negara tersebut.
Ketika ia sampai Di Apartemen Milik Fania ia pun mengetuk Pintu dan Terlihatlah Seorang Fania.
Fania pun terkejut melihat Dion bagaimana bisa ia ada disini.
"Mas Dion" Kata Fania
Fania Pun memundurkan langkahnya dan disusul oleh Dion hingga Menabrak Tembok.
Dion pun langsung memeluknya ia rindu Fania ia tak ingin Fania pergi cukup Ellena yang pergi dari hidupnya.
"Maafin Mas Fan maaf" Kata Dion yang Masih Memeluk Fania.
"Mas salah Fan, mas janji gak bakalan marah-marah ke kamu, mas gak bakalan mendiamkan kamu, mas gak bakalan salahin kamu, kita mulai dari awal ya fan demi anak kita, aku sayang banget sama kamu fan, bukan untuk menjadikan kamu pelampiasan namun aku tulus cinta dan sayang sama kamu fan" Kata Dion Mengeratkan Pelukannya pada tubuh Fania Dan Menenggelamkan Wajahnya di Pada Leher Fania tentunya Wajah Dion mengenai Lehernya dan hembusan Nafasnya Sangat terasa.
Namun Bukan Dion apabila tidak membuat tanda di leher milik istrinya.
"Mas Lepasin Aku gak bisa nafas" Kata Fania
Dion Pun melepaskan pelukannya lalu mengelus perut Fania.
"Maafin papa sayang" Kata Dion lalu menciumnya.
"Papa jahat ya nak tega banget lihat mama susah nafas" Kata Fania mengelus perutnya.
"Fan jangan pergi lagi ya" Kata Dion
Fania tetap diam ia tidak menjawabnya ia mempunyai rencana akan mendiamkan Dion balik.
__ADS_1