
bab 17
"selamat membaca"
Pembagian raport kelas 3 sudah selesai,Reyna mendapatkan peringkat sepuluh besar,tidak sia-sia ia belajar siang malam bersama temannya.
"Yeaaahh....akhirnya naik kelas...walaupun si Revan selingkuh aku sihh bodo amat."
Adanya orang ketiga dalam hubungan Reyna tidak membuat prestasinya menurun nilainya semakin baik dan Naik kelas ke kelas 3,dia harus benar-benar fokus dan serius dengan pelajarannya.
Dia mencoba melupakan Revan sejenak untuk kehidupan masa depannya juga .cwe di foto Revan membuatnya cemburu membabi buta,walaupun Revan sudah menejelaskan tapi tetap di belakang dia Revan pasti macem-macem,apalagi sudah terlihat jelas kayak gitu ,semakin benci Reyna sama Revan.
Keesokan harinya Reyna berjalan kaki menuju Gg rumahnya ,dia melewati sebuah tangga,dari atas menuju bawah terlihat pria berjaket hitam mengenakan topi sedang berjalan ke arahnya ,ternyata itu Panji cwo yang waktu itu bermain gitar bersamanya.
Rumah Panji berada di dekat tangga tersebut.dekat dengan Gg rumah neneknya reyna.dia pun tersenyum sepertinya dia lupa atau memang gak fokus.
"Itu kan si Panji,keren juga yah...kayak artis mukanya...hahahha...mirip pemeran AADC "Nicholas Saputra..hihihiiii....."
Reyna pun berbicara sambil tersenyum sendiri sambil menunggu angkot lewat.wah. lumayan juga tuh cwo ganteng.tapi dia bakal suka gak yah sama aku?
Angkot pun tiba ,penuh dengan penumpang,Reyna pun menaikinya walau sesak daripada dia harus terlambat,setibanya di sekolah dia pun langsung masuk ke kelas,hari ini dia mampir di tukang bubur untuk sarapan,biasanya Shandy ada nongkrong bersamanya .
Tapi....sekarang Shandy sudah lulus dan tidak bisa bertemu lagi,walau hanya cinta sesaat Reyna pun senang jadi pacarnya,karena Shandy sangat kocak dan lucu menurutnya.
Lalu....dia pun melanjutkan aktifitasnya sebagai siswi SMA yang disiplin dan teladan,Reyna selalu mengerjakan tugas yang di berikan guru,prestasinya juga bagus.dia selalu di pilih menjadi ketua dalam suatu organisasi.
Dia tidak terpengaruh dengan kisah percintaannya,dia tetap fokus sekolah,sampai akhirnya dia sampai ke tingkat kelas 3 akhir dari sekolahnya selama 3 tahun.
"laaa....laaa...laaaa....hey Fira sini...kita kan sekarang gak sekelas lagi yah..."
"iya Rey...tapi kita masih bisa temenan kan?"
"Tentunya ...Fira...aku dapet gebetan baru nihhh ....lumayan ganteng ..heheee.."
"Ahh...dasar kamu...siapa lagi tuhh??".
"Dia rumahnya dekat rumah nenek aku,"
"Yaudah sihhh jadian aja ,ngapain mikirin si Revan yang belum tentu jelas sama kamu."
"Iya juga sihhh....aku kira hubungan aku sama dia bakalan awet...ehhh ...dia lebih memilih duit milyaran yang belum jelas keberadaannya,di tambah mimpi aku yang mengerikan tentang dia."
"Bener tuh friend..kita nyari cwo lagi aja ,aku juga lagi jomlo nihhh..tapi aku suka sama seseorang di kelas kamu tuhh.manis banget.."
"Haaahaa....dia tuh susah di deketin nya."
Jam pelajaran pun di mulai ,Reyna masuk ke kelasnya ,kelas Fira juga berdekatan dengan kelasnya,Reyna duduk di belakang,biasanya dulu dia duduk paling depan.
Pelajaran kelas 3 lebih susah lagi,dia harus bersungguh sungguh,setelah jam pelajaran berakhir dia pun langsung pulang ke rumah.di perjalanan menuju Gg rumah nenek nya Panji sedang duduk di teras lantai 2 rumahnya .
Tampaknya dia sedang memperhatikan Reyna dari jauh...dan memang mengaguminya.dia pun tersenyum sambil memandanginya.
"Wiihhhh.......tuh. cwo kece dah nongkrong depan jendela,senyum ke arah aku kayaknya ..ahhh ...mungkin perasaan aku aja kali .jangan GR..hahahah ..."
Reyna pun berjalan menyusuri anak tangga dan sampai rumah neneknya,suasana di rumah nenek Reyna sangat ramai karena anak-anak kecil dan pemuda sering berkumpul di rumah pamannya.
Panji pun sering nimbrung di sana gitar-gitaran sambil menyanyikan lagu.setelah itu,setelah memasuki rumah neneknya dia pun melanjutkan makan siang bersama neneknya sambil ngobrol.
"Habiskan makananya Rey...nenek masak masakan kesukaan kamu ."
"Iya nek...enak makanannya ..."
__ADS_1
Semua makanan di piringnya habis,dia pun kehausan dan mengambil beberapa es batu,dan membuat juice .
"Ahhhhh.....suegerrr........keluar dulu ahh bentar siapa tau si Panji ada..hehe..!
Dari balik jendela kamarnya dia mengintip keluar jendela ,ternyata Panji sudah nongkrong dengan panmannya,dia ngobrol sambil ngopi bareng,
"Aku lihat dulu ahh...ngintip dikit boleh kann..heheee......wahhh ...ada .."
Sebenarnya Reyna malu keluar dan bergabung bersama ,ternyata setelah dia bertanya kepada ibunya,Panji adalah anak teman ibunya,dulu ibunya Panji sangat akrab dengan ibunya Reyna.
"Gimana nihh aku malu keluarnya...aku pura-pura maen gitar aja dehh.."
Pintu depan rumah mulai di buka pelan-pelan sambil membawa gitar Reyna pun memberanikan diri duduk di luar,ternyata Panji orang yang asik,dia menghampiri Reyna sambil mengobrol.
"Hay ...baru pulang sekolah yahh...sini aku ajarin maen gitarnya."
"Iy thanks,kamu gak kerja atau kuliah?"
"Aku lagi ngelamar di restorant di sebrang rumah nenek ,lagi nunggu panggilan."
"Ohh ..begitu yah...semoga aja cepat di terima yahh...lumayan kan dekat kerjaannya."
"iya..aku juga udah mulai jenuh nihh di rumah"
"Tenang aja ...nanti juga ada panggilan."
Mereka pun asyik mengobrol dan bercanda di sana juga ada tetangga Reyna yang sedang main gitar dan bernyanyi.hari-harinya pun berubah bahagia setelah di tinggal Revan.
Di sisi lain Revan terlihat lebih buruh keadaannya .omongan Reyna selama ini benar,bapak Revan dan ibunya mulai sakit-sakitan ,kakak perempuannya juga mulai banyak masalah.
Selain itu pekerjaannya juga kacau balau ,banyak proyek yang gagal dan hampir bangkrut,dalam keadaan kritis Revan mencoba mengubungi Reyna,tapi keadaan yang tidak memungkinkan .
"Hallo sayang apa kabar??kamu lagi ngapain dan dimana?."
""Aku pindah ke rumah nenek say,aku lagi maen gitar dan nyanyi-nyanyi aja,sekarang gimana keadaan kamu?"
"Aku baik-baik aja say..maafin masalah foto kemarin yahh,kamu tau kan aku sayang banget sama kamu."
"Yaudah gak usah ngebahas itu dehh..semoga kamu sehat ya disana ,sesekali kalo bisa tolong sempatin hubungi aku."
"Iya sayang...i Miss you ...emmmuah..."
"i Miss you too..."
Kebohongan dari mulut Revan membuat Reyna makin kesal,dia enggan menceritakan yang sebenarnya kepada reyna.padahal Leny selalu bercerita tentang keluarganya kepada reyna.tapi Reyna pura-pura tidak tahu,dan enggan berkomentar,keep silence aja.
"Ohhhhh...dasar tukang tipu.ngaku aja lahhh kamu tuhh dan menderita.ngapain sihhh di tutupin segala,apa kata aku dulu bener kan."
"Kamu kenapa Rey,koq marah-marah sendiri?"
tanya Panji dengan pelan.
"ehhh....gpp koq,biasa orang aneh.."
"Pacar kamu yahh...???ngaku aja hayoo"
"Iya bener...aku punya cwo tapi ngehianatin aku gitu,dia juga ninggalin aku dan memilih keluarga dan orang tuanya."
"Sabar yahh...kan ada aku di sini..hehehe.."
"Emang kamu gak punya pacar..."
__ADS_1
"Ada sihhh kemarin baru putus sebulan lalu,biasa lah masalah sepele."
"Move on aja lah...mari kita nyanyi happy-hapyy....aku suka lagu barat nihh."
"Sama aku juga..sini aku yang maen gitar ,kamu yang nyanyi yah.."
"Okk.....lalalallaaaaa.....hahaaaa..."
Suasana menjadi tenang dan berwarna saat Panji hadir di sekitarnya,seakan akan beban hidupnya berkurang dan dapat melupakan si Revan untuk beberapa waktu.
Kebalikannya dari Reyna,kehidupan Revan makin sulit keuangannya terganggu,untuk makan aja sulit,semua omongannya hoaaxxx,dia menyiksa diri sendiri.
"Duhhh....kayaknya uang banyak tapi masih aja kurang yahh...kerja di sini juga tidak seperti yang di bayangkan."
"Kenapa broww...selowww...aku aja punya anak dan istri..beban aku lebih banyak."
"Iya juga yahhh...aku takut Reyna selingkuh dan pergi dari aku."
"Ikhlaskan aja dia sama yang lain brow."
"Pasrah aja dehh..semoga dia yang sukses punya segalanya."
Terdiam dan merenung di sebuah proyek batu bara di daerah Kalimantan Selatan,mau apa lagi terima nasib yang di jalaninya.dia pun tidak tahu entah sampai kapan di sana.
Sudah lebih dari 6 bulan Revan tidak menunjukan perubahan yang signifikan,dia masih berada di Kalimantan dan belum ada intruksi dari bos nya untuk boleh pulang ke kota Bogor,kota kelahirannya.
"Ya Tuhan....cobaan apa lagi ini ,kedua orang tua aku sakit,kakak aku juga sakit parah.aku pengen pulang tapi gak bisa."
Di saat Revan menderita Reyna lebih bahagia.walau dia masih siswi SMA dia bisa menghasilkan uang dengan berjualan dengan sodaranya,rezekinya juga tidak putus-putus.
Ada sodaranya yang kaya raya sering mengajak dia maen ,makan dan memberinya uang,hidupnya tidak kekurangan atau susah.
Senja pun tiba.panji pun pulang kerumahnya,Reyna masuk ke dalam rumah untuk beristirahat,karena besok harus menjalani aktivitas kembali bersekolah
"Dingiinnn....rumah nenenk aku airnya dingin banget yah...gak kaya rumahku di sana dulu,mandi udah kaya air es."
"Rey...sarapan dulu nihhh...nenek masak nasi goreng buat kamu."
"Iya nekk....aku makan yahh..."
Setelah sarapan dia pun berjalan ke depan GG rumahnya ,setelah itu Panji berdiri menyapanya dan menunggu Reyna lewat ke depan rumahnya.
"Hay ...Rey...hati-hati di jalan yahh..."
"Iya.....sampe jumpa."
"Nanti sore main gitar lagi yah."
"Okk...ke rumah aja sorean."
""Pasti donkk...."
Tangga dekat rumah Panji licin.reyna berhati-hati menaikinya.dia pun bergegas pergi ke sekolah,setibanya di sekolah dia pun masuk ke dalam kelas,dia duduk bersama Isma ,teman sekelas barunya.
Ternyata Isma kenal sama revan.dulu guru SMP Isma adalah kakak perempuannya revan.reyna pun bercerita kisah cinta nya.dan Reyna pun memberitahu Isma bahwa dia menemukan cwo baru bernama Panji.
"Isma ....aku sekarang dekat sama Panji .gimana menurut kamu??."
"Hebaatt...cwo yang suka sama kamu ganteng-ganteng amat.ngiler aku nihhh..."
"Secara aku juga cantik kali..hahaha..."
__ADS_1