Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Rayuan


__ADS_3

Selepas kepergian Kayesa, Kiara terlihat tersenyum dengan begitu lebar. Karena akhirnya wanita itu dikeluarkan dari agensi model yang sudah menaunginya selama ini, pukulan pertama untuk Kayesa sudah diberikan oleh Kiara.


Karena nyatanya Kiara masih mempunyai pukulan kedua untuk Kayesa, Kiara sangat paham jika orang seperti Kayesa pasti akan kembali untuk berusaha menghancurkan dirinya.


Seorang pembenci seperti Kayesa pasti akan terus mencari kesalahan orang lain dan kekurangan orang lain, setelah itu dia akan tampil menjadi orang yang terlihat begitu sempurna.


Namun, tentu saja Kiara sudah mempersiapkan semuanya. Jika hal itu terjadi maka Kiara akan mengeluarkan jurus pamungkasnya, yang pastinya apa yang akan dia tunjukkan kepada publik nantinya akan membuat Kayesa hancur sehancur-hancurnya.


Kiara menolehkan wajahnya ke arah tuan Kylen, pria yang selama ini menjadi atasan sekaligus selingkuhan dari Kayesa.


Tidak ada rasa sedih sama sekali yang tertampil pada wajah tua pria itu, tuan Kylen malah terlihat tersenyum dengan begitu lebar lalu menghampiri Kiara.


Pria itu bahkan terlihat mengulurkan tangannya untuk mengusap dagu Kiara, tetapi dengan cepat Kiara memundurkan langkahnya dan tersenyum dengan begitu manis.


"Mana baju yang harus aku coba untuk acara pemotretan besok, Tuan?" tanya Kiara.


Tuan Kylen nampak mendengkus kasar, karena rasanya begitu susah untuk mendekati Kiara. Bahkan, hanya untuk menyentuh wanita itu saja terasa sulit.


"Sudah disiapkan oleh Kinan, nanti kamu bisa tanyakan sama dia. Sekarang, bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu?" tanya Tuan Kylen.


Terus menerus melihat lekuk tubuh Kiara yang begitu menggoda, tentu saja membuat hasrat tuan Kylen bangkit dalam seketika. Rasanya berpeluh dengan Kiara adalah hal yang sangat ia inginkan saat ini.


Kiara harus bisa melindungi diri dari predator yang ada di hadapannya, karena walaupun tuan Kylen sudah sangat tua, tetapi minatnya terhadap wanita cantik sangatlah besar.


"Jangan sekarang, Tuan. Besok siang aku harus melakukan pemotretan, sedangkan nanti malam aku harus menjadi ambasador untuk peluncuran produk baru. Aku bisa lemas kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu," jawab Kiara.


Kiara berbicara dengan begitu lembut sekali, tentunya hal itu dia lakukan agar tuan Kylen bisa memercayai dirinya.


"Hem! Kamu benar, kamu harus tampil fresh." Tuan Kylen terlihat sedih karena belum bisa mencicipi tubuh Kiara.


Namun, untuk besok malam dia sudah mempunyai segudang rencana agar bisa menikmati tubuh molek Kiara.


"Tenang saja, Tuan. Aku masih perawan loh, anda tidak akan rugi kalau menungguku," ujar Kiara seraya mengerlingkan matanya dengan nakal.


Tuan Kylen tersenyum dengan begitu lebar mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, dia semakin terlihat tidak sabar untuk menunggu hari esok.

__ADS_1


"Benarkah itu?" tanya Tuan Kylen dengan tidak percaya karena wanita secantik Kiara mampu menjaga kesuciannya.


"Tentu saja, Tuan. Kalau begitu tunjukkan di mana ruangan Kinan, aku ingin menanyakan baju untuk besok. Setelah mencobanya aku ingin pulang, aku ingin menyiapkan stamina untuk besok." Kiara berlenggak-lenggok di hadapan tuan Kylen.


Mata pria tua itu terlihat membulat dengan sempurna, sungguh wanita muda yang ada di hadapannya terlihat begitu seksi dan sangat menggoda.


"Berapa usia kamu, Cantik?" tanya Tuan Kylen.


Tatapan mata pria tua itu tidak beralih dari dada Kiara yang nampak padat, tetapi begitu sulit untuk disentuh apalagi untuk dinikmati.


"Dia puluh dua tahun, Tuan."


Cantik, muda dan juga body yang begitu aduhai dimiliki semua oleh Kiara. Tidak salah jika dia mendepak Kayesa dan memilih Kiara untuk menjadi modelnya, tentunya untuk menjadi teman ranjangnya juga, pikirnya.


"Hem! Sangat sempurna, pergilah temuin Kinan di ruangannya. Letaknya dekat dengan pantri," ujar Tuan Kylen.


Dia takut khilaf jika terus menerus berdekatan dengan Kiara, lebih baik pria tua itu membiarkan Kiara untuk segera pergi dari hadapannya. Yang terpenting, besok dia bisa memiliki Kiara seutuhnya, pikirnya.


"Siap, Tuan. Habis liat gaun dan mencobanya aku mau pulang, sampai jumpa besok siang." Kiara memberikan sun jauh lalu pergi.


"Uuuh! Kiara benar-benar sangat sempurna," ujar Tuan Kylen dengan air liur yang seakan hendak menetes karena begitu menginginkan Kiara.


Tuan Kylen langsung kembali ke dalam ruangannya, sedangkan Kiara kini sudah melajukan mobilnya menuju panti asuhan.


Tentu saja dia ingin mendekati istri dari tuan Kylen, dia ingin tahu seperti apa hubungan dari wanita itu bersama dengan suaminya. Sebodoh-bodohnya wanita, biasanya akan mengetahui gelagat yang aneh dari suaminya.


Terlebih lagi jika suaminya selingkuh, jika selingkuh dengan wanita ataupun selingkuh dengan uang biasanya istrinya akan tahu.


Hanya saja ada wanita yang tidak peduli, ada wanita yang memang tidak mampu berbicara dengan suaminya tersebut karena takut.


Ada juga wanita yang merasa jika selingkuh ataupun tidak pasangan hidupnya, yang terpenting kehidupannya tetap berjalan dengan lancar dan uang yang diberikan oleh suami pun tetap mengalir dengan deras.


Tentu saja sebelum pergi ke panti Kiara menyempatkan waktu untuk membeli banyak makanan, dia juga membelikan banyak mainan untuk anak-anak panti.


Untuk menyenangkan anak-anak panti memang harus membawa barang bawaan, tidak perlu mewah dan juga mahal. Karena anak-anak panti akan begitu senang walaupun hanya diberikan satu buah roti saja.

__ADS_1


Bagi anak panti, sedikit makanan sangat berharga bagi mereka. Ada yang berkasih sayang saja benar-benar membuat mereka bahagia, karena mereka memanglah kekurangan kasih sayang kedua orang tua.


Benar saja, saat tiba di panti dia bertemu dengan nonya Kayela. Wanita itu masih terlihat begitu cantik di usianya yang sudah menginjak enam puluh tahun, dia sedang berinteraksi dengan anak-anak panti yang ada di sana.


"Selamat siang, Nyonya. Anda sangat cantik, apakah anda pemilik panti ini?" tanya Kiara dengan begitu sopan.


"Bukan, Nona. Saya hanya sedang berkunjung," jawab Kayela.


Kayela sempat memperhatikan penampilan dari Kiara, wanita itu terlihat begitu cantik sekali. Lebih terlihat cantik dan memiliki nilai plus karena datang ke panti untuk berbagi dengan anak-anak di sana.


"Oh, saya kira anda pemilik panti ini. Saya sengaja datang untuk berbagi sebagai bentuk rasa syukur saya, karena hari ini saya mendapatkan pekerjaan sebagai seorang model."


Sengaja Kiara membuka pembicaraan agar bisa menarik simpati dari wanita yang bernama Kayela itu, lebih tepatnya Kiara sedang memasang umpan di sana.


"Oh! Di terima di agensi mana?" tanya Kayela karena teringat akan suaminya yang memiliki sebuah agensi model yang sangat besar di tanah air.


"Di agensi tuan Kylen, Nyonya. Tapi, sepertinya aku harus waspada terhadap pria itu. Karena pria itu terlihat begitu genit, tadi saja aku melihat pria itu menggoda wanita cantik."


Sengaja Kiara mengatakan hal itu di depan istri dari tuan Kylen, dia berpura-pura tidak tahu jika wanita yang ada di hadapannya bukanlah istri dari pria itu.


"Benarkah? Apakah dia sangat genit?" tanya Kayela.


Nyatanya Kayela sudah tahu juga suaminya itu memang pria yang begitu genit, bahkan banyak orang yang berkata jika suaminya itu memang selalu bermain perempuan.


Namun, sampai saat ini dia belum pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika suaminya bermain dengan wanita lain.


"Iya, Nyonya. Apa nyonya tahu? Selepas peluncuran produk baru besok, dia mengajakku untuk tidur di hotel. Aku sangat takut, jika saja aku tidak membutuhkan pekerjaan ini, aku tidak mau kerja sama dengan pria itu,'' ujar Kiara dengan wajah yang dibuat sama menyedihkan mungkin.


Kiara sedang mencari perlindungan, walaupun dia tahu jika dirinya adalah wanita kuat yang tidak perlu dilindungi oleh wanita tua seperti Kayela.


Namun, dengan Kiara berkata seperti itu, Kiara sangat berharap jika Kayela akan ikut hadir di dalam acara peluncuran produk baru besok. Dengan seperti itu, tuan Kylen tidak akan bisa mengajak dia untuk pergi ke hotel.


Bahkan, untuk berdekatan dengan Kiara saja tuan Kylen pasti tidak akan bisa karena ada istrinya di sana. Sungguh rencana yang luar biasa bagi Kiara.


Kiara berharap jika rencananya akan berhasil, karena saat melihat wajah dari Kayela, sepertinya wanita itu terlihat bersimpati kepada Kiara.

__ADS_1


"Kasihan sekali kamu, semoga saja kamu dilindungi sama Tuhan." Kayela tersenyum setelah mengatakan hal itu, tetapi wanita itu terlihat berpikir keras di balik senyumannya.


__ADS_2