
Tuan Kylen terus saja memundurkan langkahnya, dia terlihat begitu ketakutan saat bersitatap mata dengan Kiara. Wanita itu memang nampak begitu cantik bak bidadari, tetapi tatapan matanya begitu mengerikan.
Bahkan, tuan Kylen melihat senyuman di bibir Kiara yang nampak mematikan. Tubuh pria tua itu kini menjadi bergetar hebat, padahal sebelumnya dia begitu memuja Kiara.
Terlebih lagi kala melihat body tubuhnya yang begitu indah, dia benar-benar merasa tidak tahan untuk meniduri wanita itu.
Fantasinya bahkan begitu liar, walaupun dia sudah tua tetapi pria itu sempat membayangkan untuk menghujam inti tubuh Kiara dari segala sisi.
Pria itu sudah membayangkan nikmatnya bercinta dengan wanita muda dan cantik seperti Kiara, pasti wanita itu juga tidak akan tinggal diam dan akan meminta untuk menjadi pengendali, pikirnya.
Namun, dia kini merasa jika Kiara bukanlah wanita biasa. Tuan Kylen bahkan sempat berpikir jika Kiara adalah siluman yang merubah wujudnya menjadi sesosok wanita cantik.
Akan tetapi, jika dipikirkan kembali dengan akal sehat, rasanya hal itu tidak mungkin terjadi. Tidak akan mungkin siluman bisa masuk ke dalam alam nyata di saat siang hari seperti ini.
"Sebenarnya siapa kamu? Apa mau kamu?" tanya Tuan Kylen.
"Saya Kiara, Tuan. Saya tentunya manusia biasa, saya ingin mengundurkan diri dan saya berharap anda tidak mengganggu kehidupan saya lagi. Jika anda berani mengganggu saya di masa depan, jangan salahkan saya jika video asusila anda akan tersebar luas dan--"
Kiara tidak meneruskan ucapannya, dia malah berpura-pura mencekik lehernya dengan mata yang melotot dan lidah yang terjulur.
Tentu saja hal itu membuat tuan Kylen semakin ketakutan, pria itu bahkan sampai mengompol di celana. Kiara sampai tertawa dibuatnya, tentunya karena dia merasa lucu melihat pemandangan di hadapannya.
"Saya pulang dulu, Tuan. Kalau anda sempat, besok datanglah ke acara pernikahan saya. Ingat jangan sampai saya--"
__ADS_1
Kiara terdiam lalu mengambil ponselnya, dia memutarkan video percintaan panas yang sedang dilakukan oleh tuan Kylen bersama dengan Kayesa.
"Tidak akan, aku tidak akan mengganggu kehidupan kamu. Aku juga tidak mau datang ke pernikahan kamu, pergilah!" ujar Tuan Kylen dengan tubuhnya yang dia luruhkan ke atas lantai.
Tubuhnya bergetar dengan begitu hebat, lututnya seakan kopong dan tidak mampu menopang bobot tubuhnya. Pria tua itu nampak duduk di atas lantai dengan tidak berdaya.
"Maaf sudah mengganggu anda siang-siang seperti ini, terima kasih karena kemarin anda sudah memberikan saya pekerjaan. Terima kasih untuk bayaran yang begitu besar ini," ujar Kiara seraya keluar dari dalam ruangan pria tua itu.
Kiara menutup mulutnya karena takut tertawa dengan lepas, dia takut dosa karena menertawakan pria tua yang tidak berdaya.
"Salah siapa ingin tidur denganku, mana mau aku tidur dengan pria tua seperti itu. Lebih baik aku menyerahkan keperawananku kepada suamiku," ujar Kiara seraya membayangkan tubuh kekar Keanu.
Pria itu memiliki bentuk tubuh yang begitu sempurna, otot-otot tubuh pria itu terlihat begitu menonjol bahkan ketika memakai baju otot-otot Keanu masih terlihat dengan jelas. Kiara menjadi membayangkan hal yang tidak-tidak.
Ini adalah hal yang terlihat aneh bagi Keanu, wajah Kiara terlihat memerah. Dia seperti sedang membayangkan sesuatu hal yang aneh, pikir Keanu.
"Tidak apa-apa, aku hanya senang saja. Karena akhirnya aku sudah berhenti bekerja, walaupun bekerjanya hanya satu hari saja." Kiara tersenyum dengan begitu manis ke arah Keanu.
Keanu sebenarnya ingin bertanya dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu selama berada di dalam ruangan tuan Kylen, karena wanita itu hampir setengah jam berada di ruangan pria itu.
Namun, Keanu takut jika Kiara marah. Keanu takut jika wanita itu akan tersinggung, karena dia sangat tahu dengan pasti jika Kiara bisa menjaga dirinya.
Karena nyatanya ketika dia berciuman dengan wanita itu saja, Kiara mampu menahan hasratnya. Bahkan, Kiara mampu meyakinkan Keanu untuk tidak menyentuhnya sebelum mereka sah.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu kita pulang saja. Atau mungkin kamu mau pergi ke suatu tempat dulu sebelum kita pulang?" tanya Keanu yang menghargai calon istrinya tersebut.
"Pulang aja, sebentar lagi waktu makan siang tiba. Aku mau masak, kamu mau dimasakin apa?" tanya Kiara.
"Ya ampun, tadi pagi kamu masak begitu banyak. Ngga usah masak lagi," jawab Keanu.
Walaupun pria itu terlahir dengan kekayaan yang sangat banyak, tetapi bukan berarti dia harus menghambur-hamburkan uang yang dia punya. Apalagi harus membuang-buang makanan, itu adalah hal yang tidak boleh dilakukan.
"Oke! Aku mau masakin buat Kia aja, mau dimasakin apa Kia?" tanya Kiara seraya menolehkan wajahnya ke arah Kinara.
"Apa saja, yang penting Bunda yang bikinin. Apa pun yang Bunda masak, pasti Kia makan." Kianra berbicara dengan raut wajah yang begitu menggemaskan.
Ah! Hati Kiara seakan meleleh dibuatnya, tentunya karena ucapan yang keluar dari bibir Kinara begitu manis. Kiara juga merasa begitu senang karena memiliki calon suami yang pandai dalam menghadapi dirinya.
Kiara juga merasa senang karena memiliki putri sambung yang begitu manis dalam berucap, dia juga senang karena putri sambungnya itu terlihat begitu tulus menyayangi dirinya.
"So sweet! Boleh Bunda peluk?" tanya Kiara.
"Boleh, Bun." Kinara langsung menghampiri Kiara dan duduk di atas pangkuan wanita itu.
Kinara memeluk Kiara dengan penuh kasih, bahkan tanpa ragu dia mengecup pipi kanan Kiara. Keanu yang melihat akan hal itu langsung mengikuti apa yang dilakukan oleh Kinara, dia mengecup pipi kiri Kiara.
"Yang!" protes Kiara dengan raut wajah kaget.
__ADS_1