Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Orang Misterius


__ADS_3

Keanu kini sedang duduk di tepian tempat tidur, dia sedang memandangi wajah Kiara yang terlelap di dalam tidurnya. Keanu bahkan tanpa ragu mengelus lembut puncak kepala istrinya.


Sungguh dia tidak menyangka jika tadi malam Kiara akan meminta dirinya untuk memuaskan hasrat wanita itu sampai tiga kali, mereka melakukan percintaan panas sampai adzan subuh berkumandang.


Kiara yang sudah merasa lemas langsung meminta Keanu untuk menggendongnya menuju kamar mandi, wanita itu merendam tubuhnya di dalam bathtub dengan air hangat.


Di saat Kiara sedang merendam tubuhnya dengan air hangat, Keanu menyempatkan diri untuk mengganti seprei. Karena pada sprei itu terdapat bercak darah yang mulai mengering, pastinya darah keperawanan istrinya.


Bangga?


Tentu saja Keanu merasa begitu bangga, karena itu artinya Kiara mampu menjaga kehormatannya. Tentunya hal itu membuat dirinya merasakan keperawanan Kiara, dia yang pertama melakukannya pada Kiara.


Keanu pada awalnya sempat berpikir jika Kiara tidak akan lemas walaupun semalam suntuk bercinta dengan dirinya, tetapi nyatanya Kiara seperti kehabisan baterai setelah mencapai tiga kali puncaknya.


Selepas shalat subuh, Kiara langsung meminta izin kepada Keanu untuk tidur. Dia merasa jika matanya sangatlah pedas dan terus saja berair, Kiara butuh tidur.


"Mau tidur sampai kapan, hem?" tanya Keanu lirih.


Bukan tanpa alasan Keanu bertanya seperti itu, karena nyatanya wanita itu sudah tidur sampai empat jam lamanya.


Kinara bahkan sudah bolak-balik masuk ke dalam kamar utama untuk melihat keadaan dari Kiara, Kinara merasa khawatir karena Ibu sambungnya itu tidak kunjung bangun.


Kinara bahkan sempat mengira Kiara sedang sakit, tetapi saat dia mengecek suhu tubuh ibunya. Nyatanya Kiara baik-baik saja.

__ADS_1


"Dasar kebo!" ujar Keanu.


Keanu yang merasa kasihan akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya saja, dia akan membiarkan istrinya tertidur sesuka hatinya.


Pada saat Keanu melewati ruang keluarga, dia melihat Kiara yang sedang asik menggambar ditemani oleh bibi. Keanu menghampiri putrinya dan duduk di samping putrinya tersebut.


"Sedang menggambar apa?" tanya Keanu.


"Coba Dad lihat," jawab Kinara Serang yang mengangkat buku gambar.


Keanu tersenyum ketika Kinara menggambar dua orang dewasa yang sedang berpelukan, lalu di antara keduanya ada anak perempuan yang sedang tertawa bahagia.


Walaupun dia sangat tahu apa yang digambar oleh Kinara, tetapi tetap saja Keanu sengaja ingin bertanya dengan apa yang digambar oleh Kinara.


"Ini gambar siapa, Sayang?" tanya Keanu dengan dahinya yang dia kerutkan.


"Pandai, siapa yang ngajarin kamu gambar, hem?" tanya Keanu.


"Bunda, Dad! Dia sangat pandai dalam urusan gambar, Kia suka," jawab Kinara.


Dari kecil Kiara memang sangat suka melukis, dia bahkan sempat bercita-cita ingin menjadi seorang pelukis. Namun, dulu dia berpikir jika menjadi seorang pelukis tidak akan mendapatkan uang yang banyak.


Maka dari itu dia merubah haluan, dia bercita-cita ingin bekerja di sebuah perusahaan besar agar mendapatkan gaji yang besar. Selain dia bisa membiayai hidupnya, dia juga bisa membuat kedua orang tuanya bangga.

__ADS_1


"Dia memang sangat luar biasa, apa kamu senang punya ibu seperti bunda Kiara?" tanya Keanu.


Untuk Keanu tentunya tidak perlu ditanyakan lagi, karena nyatanya dia benar-benar merasa bahagia memiliki istri seperti Kiara. Wanita cantik seperti bidadari, bahkan wanita itu memiliki banyak kelebihan.


"Sangat, Dad. Kia sangat bahagia bisa memiliki bunda seperti bunda Kiara," jawab Kinara.


"Hem! Teruskan menggambarnya, Dad mau ke ruang kerja dulu." Keanu mengecup kening putrinya, lalu dia pergi ke ruang kerjanya.


"Oke, Dad!" jawab Kiara setengah berteriak.


Saat Keanu tiba di dalam ruang kerjanya, dia merasa bingung harus melakukan apa. Karena nyatanya semua pekerjaan sudah dihandle oleh Kala, pada akhirnya pria itu memutuskan untuk berdiri di depan jendela.


Dia buka jendela ruang kerjanya, aroma bunga dari taman belakang langsung menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.


Keanu tersenyum ketika melihat bunga-bunga kesayangan milik almarhumah istri tercintanya, Khalis memang begitu menyukai bunga. Banyak waktu yang dia habiskan untuk menanam bunga di taman belakang.


Bayangan-bayangan Khalis terlintas di mata Keanu, tidak lama kemudian bayangin itu berganti menjadi bayangan wajah Kiara.


"Ya ampun! Bahkan di saat aku sedang membayangkan almarhumah istriku, kamu seakan tidak mau kalah," ujar Keanu seraya terkekeh.


Kembali Keanu memperhatikan bunga-bunga yang indah di taman belakang, tetapi tidak lama kemudian tatapan matanya tertuju kepada seseorang yang sedang berdiri di dekat gerbang belakang.


Orang itu nampak memakai hoodie warna hitam, wajahnya tidak terlihat karena dia memakai topi. Namun, jika dilihat dari gestur tubuhnya, Keanu yakin jika orang itu adalah seorang perempuan.

__ADS_1


Akan tetapi, kenapa ada orang yang seolah sedang mengintai pergerakan anggota keluarga yang ada di rumah tersebut, pikirnya.


"Siapa dia? Apakah di taman belakang tidak ada pengawal? Kenapa bisa ada orang yang diam dan mengintai di sekitar rumah?" tanya Keanu dengan cemas.


__ADS_2