Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Lemes


__ADS_3

Kiara merasa begitu bahagia setelah menjadi istri dari Keanu, dia juga merasa begitu bahagia setelah menjadi Ibu sambung bagi Kinara.


Kini kegiatannya begitu padat di dalam setiap harinya, tetapi dia tidak merasa capek sama sekali. Justru, dia merasa begitu senang dalam menjalani kehidupannya saat ini.


Terlebih lagi Keanu terlihat begitu mencintai dirinya, begitupun dengan Kinara. Gadis kecil itu terlihat begitu menyayangi dirinya, Kinara selalu saja menempel kepada dirinya. Gadis kecil itu selalu saja membuat dia bahagia dengan tingkahnya.


Hari-hari yang dilalui oleh Kiara selalu membuat dirinya ceria, tetapi berbeda dengan hari ini, Kiara merasa tubuhnya begitu lemas sedari dia bangun tidur.


Bahkan, dia tidak pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Kiara hanya merebahkan tubuhnya saja di atas tempat tidur, Keanu yang melihat akan hal itu merasa kasihan dan juga tidak tega.


"Yang, kamu itu sebenarnya kenapa sih?" tanya Keanu seraya mengelus lembut puncak kepala istrinya.


Keanu seolah lupa dengan apa yang akan terjadi kepada istrinya sebelum gerhana matahari total tiba, Keanu nampak panik.


"Lemes, Yang. Kayaknya sih efek dari mau gerhana matahari total deh," jawab Kiara.


Ya, wanita itu masih mengingat dengan jelas ketika Kiki mengatakan jika dia akan merasa lemas ketika menjelang gerhana matahari total tiba.


"Ah! Kamu benar, lalu... aku harus apa biar kamu nggak lemas?" tanya Keanu.


Sungguh dia merasa tidak tega melihat wajah pucat istrinya, terlebih lagi saat melihat Kiara yang hanya merebahkan tubuhnya saja di atas tempat tidur.


Padahal, biasanya wanita itu selalu terlihat ceria dan juga kuat. Jika saja bisa, rasanya Keanu ingin mencarikan obat penawar untuk istrinya tersebut. Atau, kalau bisa dia ingin menggantikan istrinya yang lemas seperti itu.


"Kata Kiki ini adalah hal yang wajar, kamu tidak usah khawatir." Kiara tersenyum hangat untuk menyemangati suaminya.


Dia sangat paham jika suaminya itu begitu mengkhawatirkan dirinya, tetapi dia juga tidak bisa melakukan apa-apa. Walaupun dia pergi ke dokter, itu adalah hal yang percuma.


Karena dia akan terus merasa lemas sampai gerhana matahari total berakhir, maka dari itu Kiki berkata jika dirinya tidak boleh keluar dari rumah ketika gerhana matahari total sedang berlangsung.

__ADS_1


"Hem! Kalau begitu kamu di rumah aja, jangan keluar rumah sampai gerhana matahari total berakhir. Untuk Kia, aku akan meminta bibi untuk menjaganya," ujar Keanu.


"Ya, Sayang," jawab Kiara.


Sebenarnya dia merasa tidak tega harus menyerahkan Kinara kepada bibi, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan yang lemah seperti itu.


"Kalau mau apa-apa, jangan lupa minta sama bibi," ujar Keanu.


Pria itu menunduk lalu mengecup bibir istrinya, walaupun dia merasa khawatir kepada istrinya, tetapi dia harus tetap berangkat bekerja. Terlebih lagi dia akan pergi ke Paris, makanya dia harus segera mengerjakan pekerjaannya agar tidak keteteran.


"Iya, Sayang. Kamu tidak usah khawatir, kalau mau bekerja, pergilah! Aku baik-baik saja," ujar Kiara.


"Hem!" jawab Keanu lesu.


Setelah memberikan ciuman yang begitu mesra, akhirnya Keanu keluar dari dalam kamar utama. Tentunya dia ingin bekerja, tetapi sebelum itu dia menemui Kinara terlebih dahulu. Dia ingin mengantarkan putrinya untuk berangkat ke sekolah.


"Bunda sakit apa, Dad?" tanya Kinara yang merasa khawatir dengan kondisi Ibu sambungnya tersebut.


"Gitu ya, Dad? Apakah aku boleh menemui bunda sebelum berangkat sekolah?" tanya Kinara dengan raut wajah khawatir.


"Boleh," jawab Keanu.


Keanu kembali menurunkan putrinya dari gendongannya, dengan cepat Kinara berlari menuju kamar utama untuk menemui Ibu sambungnya tersebut. Sedangkan Keanu nampak keluar dari rumah besar tersebut.


"Bunda!" pekik Kinara.


Kinara langsung naik ke atas tempat tidur dan memeluk Kiara, bahkan gadis kecil itu langsung mengecupi setiap inci wajah Ibu sambungnya dengan penuh kasih.


"Bunda sakit apa?" tanya Kinara seraya meletakkan punggung tangannya pada kening ibunya.

__ADS_1


"Hanya kelelahan," jawab Kinara.


"Tapi Bunda ngga panas, apa mungkin Bunda hamil? Soalnya kalau di film, ibu hamil itu suka lemas." Kinara berbicara dengan begitu menggemaskan, Kiara sampai tertawa dibuatnya.


Kiara baru satu minggu menikah dengan Keanu, mana mungkin bisa secepat itu dia mengalami kehamilan.


"Belum, Sayang. Bunda belum hamil, hanya kecapean saja," jawab Kiara.


"Oh, kalau Bunda capek, Bunda tidak usah antar Kia ke sekolah. Nanti Kia berangkat sama daddy, Bunda juga tidak usah memasak. Ada bibi yang akan mengerjakan, pokoknya Bunda nggak usah ngapa-ngapain. Biar ngga sakit," ujar Kinara dengan begitu perhatian.


Oh! Rasanya Kiara tidak salah menikah dengan Keanu, karena selain mendapatkan suami yang begitu baik, dia juga mendapatkan seorang putri sambung yang begitu pengertian dan perhatian kepada dirinya.


Bahkan, kasih sayang Kinara terhadap dirinya sama seperti kasih sayang seorang anak kandung terhadap ibunya.


"Terima kasih atas perhatiannya, Sayang. Bunda hanya butuh istirahat selama beberapa hari saja, nanti kalau sudah sembuh Bunda akan berkegiatan seperti biasanya. Sekarang Kia berangkat sekolah gih, takut telat."


Kiara nampak mengusap puncak kepala putri sambungnya tersebut, Kinara tersenyum lalu mengecup kening Kiara.


"Sama-sama, Bunda. Kia berangkat sekolah dulu, assalamualaikum," pamit Kinara.


"Waalaikumsalam," jawab Kiara.


Setelah menemui Kiara, Kinara langsung keluar dari dalam kamar utama dan menghampiri Keanu yang sudah menunggunya di dalam mobil. Gadis kecil itu masuk dengan wajah yang cemberut.


"Kenapa?" tanya Keanu.


"Tidak apa-apa, Dad! Kia hanya kecewa," jawab Kiara.


"Kecewa kenapa?" tanya Keanu dengan dahi yang berkerut dalam.

__ADS_1


"Aku kira bunda hamil, tapi ternyata ngga. Daddy gimana sih? Emang adonan dedek bayinya belum jadi juga? Aku mau punya adik secepatnya loh," protes Kinara.


Keanu yang mendengarkan kalimat protes dari putrinya hanya bisa terbengong seraya menggaruk kepalanya yang tiba-tiba saja terasa gatal, dia bingung harus menjawab apa.


__ADS_2