
Keanu berangkat bekerja dengan perasaan senang, selain karena sudah full charge, tentunya karena dia sudah mendapatkan perhatian dan pengertian dari istri tercintanya.
Walaupun hanya dibawakan bakal roti isi oleh istrinya, tetapi menurut Keanu itu adalah perhatian yang sangat besar dan luar biasa. Keanu sangat bangga memiliki istri seperti Kiara.
Wanita itu masih sempat mengurusi dirinya dan juga putrinya, padahal tadi malam saja mereka bercinta sampai lewat tengah malam. Keanu berpikir jika Kiara pasti akan kecapean, tapi nyatanya tidak.
Kiara nampak bersemangat ketika tadi pagi bangun dari tidurnya, bahkan kalau Keanu tidak menahan hasratnya, Kiara pasti mau melayani dirinya dengan senang hati.
Selepas bangun tidur, Keanu begitu tergoda dengan tubuh polos Istrinya. Kiara turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dengan tubuhnya yang masih polos.
Rasanya Keanu ingin ikut masuk ke dalam kamar mandi dan mengajak Kiara untuk bercinta, ah... pasti di pagi yang dingin itu akan berubah menjadi pagi yang begitu panas.
Namun, Keanu sangat sadar jika Kiara harus melakukan banyak hal selain bercinta dengan dirinya. Maka dari itu sebisa mungkin dia menahan hasratnya.
"Siapa yang ingin bertemu denganku pagi-pagi seperti ini?" tanya Keanu ketika tiba di dalam ruangannya.
Kala memang sengaja menunggu atasannya tersebut di dalam ruangannya, karena seorang pria muda tadi malam meminta tolong dirinya untuk mempertemukan Keanu dengan pria tersebut.
"Anu, Tuan. Tuan Kaesang ingin bertemu dengan anda, dia sedang menunggu anda di ruang tunggu." Kala membungkuk menghormat ke arah pria itu.
Keanu nampak mengernyitkan dahinya mendengar apa yang dikatakan oleh Kala, dia merasa heran kenapa Kaesang ingin bertemu dengan dirinya.
Padahal, dia merasa tidak ada urusan dengan pria itu. Keanu jadi bertanya-tanya di dalam hatinya, mungkinkah Kaesang ingin bertemu dengan dirinya karena Keanu telah menikahi Kiara.
"Mau apa dia bertemu denganku?" tanya Keanu.
__ADS_1
"Entah," jawab Kala seraya menggedikkan kedua bahunya.
Keanu langsung memutarkan bola matanya dengan malas, Kala meminta dirinya untuk segera datang untuk segera bertemu dengan Kaesang, tetapi pria itu malah tidak tahu apa tujuan Kaesang yang bertemu dengan dirinya.
"Ck! Suruh dia masuk," ujar Keanu.
''Baik, Tuan." Kala membungkuk hormat lalu segera keluar dari dalam ruangan atasannya tersebut.
Setelah kepergian Kala, Keanu nampak mengetuk-ngetukkan jari tangannya di atas meja. Dahinya berkerut dalam seolah sedang berpikir dengan begitu keras.
"Mau apa dia menemuiku? Apa dia mau marah-marah karena Kiara sudah aku nikahi?" tanya Keanu pada dirinya sendiri.
Di saat Keanu sedang asyik melamun, Kaesang dan juga Kala nampak masuk ke dalam ruangan Keanu. Keanu langsung menolehkan wajahnya ke arah keduanya dan mempersilakan Kaesang untuk duduk.
"Terima kasih," ucap Kaesang seraya duduk di hadapan Keanu.
Keanu sempat memperhatikan penampilan dari Kaesang, pria itu terlihat sangat rapi. Kaesang juga membawa berkas di tangannya, entah apa yang dibawa oleh Kaesang, dia tidak tahu.
"Ada apa pagi-pagi sudah menemuiku? Mau marah?" tanya Keanu.
Kaesang langsung mengernyitkan dahinya mendengar pertanyaan dari Keanu, karena pertanyaan dari pria itu dirasa sangat aneh.
Mana mungkin dia tiba-tiba saja datang untuk marah-marah kepada pria itu, rasanya itu adalah hal yang sangat tidak masuk akal.
"Marah untuk apa? Justru aku ke sini ingin minta tolong, tapi pertama-tama aku ucapkan selamat dulu. Selamat atas pernikahan anda dengan Kiara, semoga bahagia." Kaesang mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Keanu terkekeh karena ternyata dugaannya salah, pria itu langsung menerima uluran tangan dari Kaesang.
"Aamiin, lalu bantuan apa yang anda butuhkan, Tuan Kaesang?" tanya Keanu.
Untuk sesaat Kaesang terdiam, dia seolah ragu untuk mengatakan keinginannya. Namun, tidak lama kemudian dia tersenyum dan berkata.
"Aku ingin menjual perusahaanku, lebih tepatnya gedung bertingkat yang dulu dijadikan tempat usaha. Apa bisa kamu membelinya, Tuan Keanu?" tanya Kaesang.
Kaesang sudah berpikir dengan begitu keras selama beberapa hari ini, menurutnya akan lebih baik jika aset berharga miliknya itu dia jual kepada Keanu.
"Kenapa anda menjualnya kepada saya?" tanya Keanu.
Keanu merasa bingung dengan keputusan dari Kaesang, karena bisa-bisanya pria itu menjual aset berharga miliknya kepada dirinya. Padahal, perusahaan Atmaja dan juga Wijaya dulunya memang perusahaan yang saling bersaing karena memasarkan barang yang sama.
"Entahlah! Hati saya mengatakan seperti itu," jawab Kaesang.
"Baiklah, berapa harga yang akan anda tawarkan?"
Kaesang tersenyum lalu menyebutkan nominal harga yang menurutnya pantas untuk aset miliknya yang akan dia jual, Keanu nampak mendengarkan.
Kaesang juga memperlihatkan sertifikat gedung tersebut, Keanu nampak melihat luas tanah dan juga bangunannya. Dia seolah sedang menimbang-nimbang apakah harga yang diminta oleh Kaesang pantas atau tidak.
"Bagaimana? Apakah harganya cocok? Harganya sudah saya kasih kortingan loh, karena harga aslinya setelah saya menanyakan kepada BPN ngga segitu," ujar Kaesang.
Sebenarnya dia merasa malu karena harus menjual aset berharga milik keluarga Atmaja, tetapi mau tidak mau itu harus dia lakukan karena dia harus memulai hidupnya dari awal.
__ADS_1