Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Pembalasan Gadis Cupu


__ADS_3

Kayesa sedang memejamkan matanya seraya menyandarkan kepalanya pada bathtub, wanita itu nampak sedang merendam tubuhnya dengan air hangat. Sesekali tangannya nampak mengusap dadanya dengan spon mandi yang sudah diberikan sabun cair.


Wanita itu sedang membayangkan Kiara yang mungkin saat ini sedang diperkosa oleh anak buahnya, karena jujur saja dia tidak memungkiri dengan keindahan tubuh dari Kiara.


Kayesa berpikir jika para pengawalnya pasti tergoda akan kemolekan tubuh Kiara, mereka pasti akan membunuh Kiara dengan kenikmatan dunia.


Melayani lima belas orang sekaligus pasti akan membuat Kiara mati karena terlalu menikmati keperkasaan semua anak buahnya, dia nampak tersenyum licik.


"Sebentar lagi kamu pasti akan mati, Kiara." Kayesa tersenyum, lalu dia membuka matanya dan turun dari bathtub.


Dia menyalakan shower dan hendak membilas tubuhnya yang penuh dengan busa, tetapi niatnya dia urungkan karena tiba-tiba saja dia merasakan ada guncangan yang begitu hebat.


Tubuh Kayesa bahkan langsung jatuh tepat di samping bathtub, kepalanya terasa berputar dan badannya terasa begitu sakit. Dengan cepat dia berpegang pada ujung bathub.


"Ada apa ini? Apakah ada gempa?" tanya Kayesa yang mendengar bunyi reruntuhan yang begitu kuat.


Bahkan, tidak lama kemudian dia mendengar suara jeritan para pelayan yang ada di dalam bangunan tersebut. Lalu, suara-suara jeritan itu semakin menjauh dan tidak terdengar lagi.


Untuk sesaat Kayesa terdiam, dia memejamkan matanya dengan kuat. Kayesa berharap jika gempa yang terjadi tidak akan berlangsung lama, dia juga berharap agar tubuhnya bisa cepat bergerak kembali.


Karena kini dia merasa jika kakinya saja sangat sakit dan sulit untuk digerakkan, bahkan di saat Kayesa mencoba untuk bangun, dia merasa tubuhnya malah lemas dan bergetar dengan hebat.


"Astaga! Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?'' tanya Kayesa.


Kayesa yang merasakan kakinya begitu sakit mencoba untuk mengguyur kalinya tersebut dengan air hangat, dia juga berusaha untuk menenangkan hati dan juga pikirannya.


Setelah kakinya dirasa lebih baik dan juga merasa lebih tenang, Kayesa berusaha untuk bangun. Lalu, dia membilas tubuhnya dan segera keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


"Sial! Kenapa kakiku masih terasa sakit?" tanya Kiara ketika dia keluar dari dalam kamar mandi.


Kayesa nampak melangkahkan kakinya menuju walk in closet, dia terlihat hendak memilih baju yang akan dia kenakan. Namun, gerakan tangannya terhenti ketika dia mendengar ada yang menegurnya.


"Coba sini aku periksa, siapa tahu bisa aku sembuhkan."

__ADS_1


Kayesa langsung menolehkan wajahnya ke arah orang yang menegur dirinya, matanya langsung membulat dengan sempurna ketika dia melihat Kiara ada di dekatnya.


"Kiara! Kamu, kamu selamat?" tanya Kayesa dengan terbata-bata.


"Tentu saja aku selamat, memangnya apa yang kamu harapkan? Kamu berharap aku akan mati? Atau kamu berharap aku sedang bergoyang dengan para pengawalmu itu?" tanya Kiara.


Kayesa malah terdiam seraya memperhatikan wajah dan juga tubuh Kiara yang nampak baik-baik saja, bahkan tidak ada sedikit pun luka di tubuh wanita itu.


"Bu--bukannya seperti itu, tapi... bagaimana mungkin kamu bisa selamat? Apakah para pengawal bertindak bodoh dan membebaskan kamu?" tanya Kayesa.


"Tidak juga, oiya, Kayesa. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat," ujar Kiara seraya mendekat ke arah Kayesa.


Kayesa nampak ketakutan, dia langsung berusaha untuk berlari untuk keluar dari dalam kamar utama. Namun, dengan cepat Kiara menyusul dan berdiri tepat di hadapan Kayesa.


"Astaga! Kenapa kamu bisa berlari secepat itu?" tanya Kayesa keheranan.


Kiara tersenyum, lalu dia menarik tangan Kayesa dan melangkahkan kakinya menuju lautan. Kayesa sampai dibuat ketakutan oleh Kiara, dia bahkan sampai menjerit-jerit ketakutan.


"Apa yang akan kamu lakukan Kiara?" tanya Kayesa seraya menjauh dari bibir lautan.


Pada awalnya mungkin Kayesa ingin membunuh Kiara dan melemparkan mayat wanita itu ke lautan lepas, tapi sekarang malah terasa berbeda. Bukannya ingin melakukan hal itu, tetapi dia ingin berlari sejauh mungkin agar tidak bertemu lagi dengan Kiara.


"Jangan mendekat!" ujar Kayesa ketika Kiara mendekat ke arahnya.


"Ck! Ayolah, Kayesa. Bunuh aku, jangan ragu!"


Kiara menarik lengan Kayesa dengan kuat, wanita itu sampai hampir jatuh tersungkur. Mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kiara, Kayesa semakin ketakutan.


"Jangan macam-macam!" ujar Kayesa dengan suara yang bergetar.


"Hanya satu macam saja, tapi sebelum itu aku ingin memberikan pilihan kepadamu. Mau aku lempar ke lautan lepas, atau mau aku tendang?" tanya Kiara.


"Tidak mau, aku tidak mau keduanya.'' Kayesa berlari dan berusaha menjauh dari Kiara, dia belum mau mati.

__ADS_1


Kayesa bahkan berlari menuju kapal, dia berharap bisa segera pergi dari pulau pribadinya itu. Dia tidak mau berdekatan dengan Kiara, dia merasa ada bahaya besar yang akan terjadi.


Namun, di saat Kayesa hendak naik ke atas kapal, tiba-tiba saja Kiara menarik kaki wanita itu dan melemparkannya seperti sekarung beras ke atas kapal.


Brugh!


"Argh!" teriak Kayesa yang merasakan tubuhnya remuk dalam seketika.


Kiara langsung ikut naik ke atas kapal, lalu dia menghampiri Kayesa yang sedang mengerang kesakitan. Wanita itu sampai beringsut, dia berusaha untuk menjauh dari Kiara.


"Jangan mendekat!" ujar Kayesa seraya mengusap bibirnya yang berdarah.


"Ck! Kamu tuh banyak bicara, satu kali mencoba untuk membunuhku dan gagal. Kini, kamu datang kembali dan berusaha untuk membunuhku untuk yang kedua kalinya. Aku tidak bisa memaafkan kamu lagi, Kayesa!"


"Apa yang akan kamu lakukan, Kiara?" tanya Kayesa ketika dia merasakan tubuhnya melayang ke udara.


Kiara mengangkat tubuh wanita itu dengan menggunakan satu tangannya saja, Kayesa semakin ketakutan dibuatnya.


"Aku ingin melemparkan kamu ke dasar lautan, tapi... sebelum aku melakukannya, apakah ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku?" tanya Kiara.


Kayesa terlihat begitu kaget dengan apa yang dikatakan oleh Kiara, dia tidak menyangka jika Kiara akan mengatakan hal itu. Dia juga tidak menyangka jika Kiara memiliki kekuatan yang begitu besar.


Karena tubuhnya bisa terangkat dengan sempurna hanya dengan menggunakan satu tangan saja, ini benar-benar di luar dugaan.


"Aku minta maaf, tolong lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan mengganggu kamu lagi," pinta Kayesa dengan tubuh yang semakin lemas.


"Aku maafkan, tapi aku tidak bisa mengampuni kamu."


Kiara nampak terdiam untuk sesaat, lalu dia melemparkan tubuh Kayesa layaknya membuang sampai. Wanita itu nampak menjerit ketakutan sebelum dia masuk ke dalam lautan lepas.


"Aarggh!"


Byur!

__ADS_1


Kiara terdiam seraya memperhatikan Kayesa, wanita itu tidak muncul kembali. Artinya Kayesa sudah berada di dasar lautan yang dalam, Kiara tersenyum dengan air mata yang menetes di kedua pipinya.


"Maaf, Aku tidak akan melakukan hal sekeji ini jika kamu tidak mengusikku." Kiara mengusap air matanya yang mengalir di kedua pipinya.


__ADS_2