Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Melahirkan


__ADS_3

Keanu merasa sangat senang sekali karena pada akhirnya dia akan mendapatkan keturunan dari Kiara, wanita yang saat ini benar-benar sudah meratui hatinya.


Terlebih lagi saat dokter mengatakan jika dia akan memiliki empat calon buah hati sekaligus, sungguh Keanu merasa begitu bahagia. Karena saat membayangkan anak anaknya lahir nanti, itu artinya kediaman Wijaya akan sangat ramai.


Keanu yang hanya anak tunggal dan selalu merasa kesepian, kini dia malah merasakan kehangatan dari keluarganya. Bahkan, sebentar lagi dia akan merasakan kehangatan dari anak-anaknya.


Sungguh dia merasa sangat bahagia dan merasa bersyukur kepada Tuhan, karena sudah mengirimkan Kiara untuk menjadi istrinya. Untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.


Keanu sempat bertanya kepada Kiara, apakah wanita itu merasa takut karena mengandung empat calon buah hati sekaligus. Akan tetapi, wanita itu berkata dia tidak takut.


Justru Kiara sama seperti Keanu, dia merasa senang karena pada akhirnya dia akan memiliki banyak anak. Itu artinya dia tidak akan kesepian lagi, itu benar-benar sangat membahagiakan.


Setelah kedua orang tua Kiara tiada, dia benar-benar kesepian. Karena dulu Kiara yang culun tidak disenangi oleh banyak orang, tidak ada orang yang mau dekat dengan dirinya.


Hanya banyak orang yang menghina dan mencemooh dirinya, karena penampilannya yang dianggap tidak cantik dan juga keadaannya yang miskin kala itu.


Dulu di saat dia menemukan kenyamanan dari Kaesang, justru pria itu hanya memanfaatkan dirinya. Pria itu menerima Kiara sebagai kekasih hanya untuk menjadikan dia seperti layaknya pembantu.


"Yang, mereka sedang apa?" tanya Keanu seraya mengusap perut istrinya yang sudah terlihat sangat besar.


Karena memang kini usia kandungan Kiara sudah menginjak tiga puluh delapan minggu, dokter berkata jika kemungkinan besar Kiara akan melahirkan minggu depan.


Jika ingin melakukan operasi caesar, dokter menyarankan agar minggu ini mencari tanggal yang bagus. Konsultasi segera dengan dokter kandungan.


Namun, Kiara berkata jika dirinya ingin melahirkan secara normal. Dia tidak mau perutnya dibelek seperti ikan kembung, Keanu sampai tertawa dibuatnya.


Bukan hanya itu saja, Kiara berkata tidak mau jika calon buah hatinya nanti sudah meminum obat sebelum dia lahir, karena dia sempat mendengar jika ibu yang akan melahirkan secara Caesar, maka wanita itu akan disuntik bius.

__ADS_1


Kiara takut jika anak-anaknya nanti akan lahir dalam keadaan lemas, karena sudah meminum obat bius. Sungguh konyol pemikiran dari Kiara itu, Keanu sampai sakit perut menertawakan apa yang dikatakan oleh istrinya tersebut.


"Sedang main bola, Yang." Kiara terkekeh setelah mengatakan hal itu.


Keanu ikut terkekeh, lalu dia mengecup bibir istrinya dengan penuh cinta. Semakin hari dia semakin mencintai istrinya, walaupun badan Kiara kini membengkak, Keanu tetap cinta. Ralat, semakin cinta.


Karena Kiara rela badannya sampai lebar seperti itu, bukan karena dia banyak makan. Namun, karena wanita itu mengandung calon buah hatinya.


"Kamu tuh ada-ada aja, oh iya, Sayang. Kata dokter kalau kamu mau lahiran normal, kita harus sering itu. Biar lancar nanti pas lahirannya," ujar Keanu yang mulai mengusap-usap dada istrinya.


"Ya ampun!" keluh Kiara karena suaminya itu selalu saja mengatakan hal yang tidak jauh dari dunia perkawinan. Maksudnya bercinta.


"Boleh ya, Sayang. Biar cepet keluar dedek bayinya," ajak Keanu.


"Terserah, tapi akunya lagi ngga pengen. Kamu buka tutup sendiri aja," ujar Kiara.


Walaupun dia merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, tetapi dia merasa tidak masalah. Yang penting kini dia bisa kembali bercinta dengan istrinya.


Selama Kiara hamil, justru Keanu hampir setiap hari melakukan percintaan panasnya dengan Kiara. Karena wanita itu semakin menggoda saja setelah dinyatakan hamil oleh dokter.


Beruntung kehamilan Kiara tidak pernah bermasalah, begitupun dengan Kiara. Wanita itu selalu terlihat sehat, bahkan wanita itu nampak aktif bergerak walaupun perutnya sangat besar.


"Enak, Yang. Ininya tambah montok," ujar Keanu seraya memaju mundurkan pinggulnya.


Kiara hanya terdiam seraya memperhatikan wajah suaminya, pria itu terlihat menikmati apa yang sedang dia lakukan. Padahal, Kiara hanya diam saja, bahkan dia tidak mengeluarkan suara dessahan sama sekali.


"Aduh, Yang. Kamunya awas dulu," ujar Kiara yang tiba-tiba saja merasakan mulas pada perutnya.

__ADS_1


Wanita itu bahkan langsung mendorong tubuh Keanu, wajah Keanu sampai cemberut karena dia sedang merasakan kenikmatan. Namun, tiba-tiba saja dia harus menghentikan aktivitas yang membuat dirinya melayang itu.


"Kenapa sih, Yang?" tanya Keanu.


"Perut aku mules, Yang. Awas sih, aku mau--"


Kiara tidak meneruskan ucapannya, dia benar-benar merasa kaget karena tiba-tiba saja inti tubuhnya mengeluarkan darah.


"Yang! Panggil dokter, karena sepertinya aku akan melahirkan."


Keanu kelabakan mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, pria itu malah panik dan terlihat mondar-mandir tidak jelas.


"Ayang, Ih! Pake baju terus panggil dokter," ujar Kiara seraya mengambil bantal dan melemparkannya ke arah suaminya tersebut.


Kiara yang sedang kesal tentunya membuat lemparannya terasa begitu kencang, Keanu sampai mengaduh kesakitan .


"Astagfirullah! Sakit, Yang," ujar Keanu yang dengan cepat langsung memakai pakaiannya.


Lalu, dia membantu Kiara untuk memakai baju dan segera menelpon Kala. Pria itu meminta Kala untuk mengantarkan dokter kandungan ke kediaman Wijaya, karena Kiara berkata jika dia sudah tidak sanggup lagi untuk pergi ke rumah sakit.


Setelah selesai menelpon Kala, Keanu nampak menghela napas lega karena Kala berkata akan segera datang untuk membawa dokter ke kediaman Wijaya.


"Astagfirullah! Yang!" teriak Keanu ketika menolehkan wajahnya ke arah Kiara.


Dia melihat Kiara yang sudah melahirkan empat buah hatinya, keempat bayi yang masih berlumuran dengan darah itu bahkan nampak tersenyum seraya menatap ayahnya.


"Yang! Kamu, kamu, kamu lahiran? Bagaimana caranya?" tanya Keanu dengan bingung.

__ADS_1


__ADS_2