Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Kembali Lagi


__ADS_3

Awalnya Kayesa nampak tertawa dengan terbahak-bahak melihat penderitaan dari Kiara, dia merasa senang karena wanita yang ada di hadapannya terlihat tidak berdaya.


Wajah Kiara nampak bengkak karena tamparan dari dirinya. Bahkan, dengkul Kiara nampak terluka dan berdarah setelah wanita itu jatuh tersungkur.


Kayesa lebih merasa bahagia lagi ketika melihat punggung Kiara yang berdarah, bahkan baju yang dipakai oleh wanita itu nampak robek karena bergesekan dengan kayu yang dia pukulkan.


"Bersiaplah untuk mati, Kiara. Karena sebentar lagi aku akan membunuhmu, lalu mayatmu akan kubuang ke lautan." Kayesa tertawa dengan terbahak-bahak, wanita itu terlihat begitu tidak sabar untuk menghabisi Kiara.


Wajahnya terlihat begitu ceria sekali, wanita itu nampak tidak berhati nurani. Namun, tidak lama kemudian senyum di bibirnya nampak menghilang.


Kayesa begitu kaget ketika melihat Kiara yang berusaha untuk bangun, lalu Kiara terlihat berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan yang dipasang oleh anak buah Kayesa.


"Argh!" teriak Kiara dengan begitu kencang.


Bangku yang menempel pada tubuh Kiara langsung hancur dalam seketika, tali yang mengikat kedua kaki dan juga tangan Kiara langsung putus begitu saja.


Kekuatan wanita itu nampak kembali lagi, karena gerhana matahari total sudah selesai. Kiara yang beberapa hari ini merasa lemas, kini nampak kuat kembali.


Kayesa benar-benar tidak memercayai akan hal itu, menurutnya ini benar-benar di luar nalar. Rasanya begitu sulit percaya ketika melihat Kiara yang nampak lemas kini dengan mudahnya kembali kuat.


Bahkan, kekuatan wanita itu dirasa sungguh luar biasa. Tidak seperti manusia pada umumnya, sangat kuat seperti Ultraman yang baru diisi batre.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa melakukan hal itu?" tanya Kayesa dengan tubuh yang mulai gemetaran.


Kiara tidak menjawab pertanyaan dari Kayesa, dia malah menggerakkan lehernya ke kiri dan ke kanan. Lalu, dia memutarkan lengan kanannya dan juga lengan kirinya secara bergantian.


Tidak lama kemudian, Kiara kenapa aku meregangkan otot-ototnya yang sejak tadi dirasa begitu kaku.


Lalu, Kiara melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kayesa. Wanita itu tersenyum dengan begitu manis, tetapi di balik senyuman itu terasa begitu mengerikan.


Bahkan, Kayesa langsung membulatkan matanya dengan sempurna ketika dia melihat semua darah yang ada di tubuh Kiara tiba-tiba saja menghilang.


Bukan hanya itu saja, luka memar yang ada di seluruh tubuh wanita itu nampak menghilang. Kiara kembali berwajah cantik, bodi aduhai dan wanita itu nampak terlihat sempurna.


"Kenapa kamu bisa seperti ini? Kenapa kamu bi--"


Apalagi saat Kayesa melihat tatapan mata Kiara yang begitu gelap, Kayesa benar-benar merasa ketakutan yang luar biasa.


"Jangan tertawa! Kamu terlihat mengerikan!" teriak Kayesa.


Bukannya menurut, Kiara malah mengencangkan tawanya. Suara tawa Kiara sampai terdengar menggema di dalam ruangan yang begitu kotor itu.


"Wah! Sepertinya mata kamu sudah mulai buram, apa kamu tidak melihat kalau aku sudah cantik seperti ini?" tanya Kiara seraya mengusap dada sampai bokongnya.

__ADS_1


Melihat Kiara yang bertingkah seperti itu, justru membuat Kayesa merasa semakin ketakutan. Kayesa bahkan sempat menyangka jika Kiara mungkin sudah kesurupan.


Pulau pribadi milik keluarganya itu sudah lama sekali tidak dihuni, hanya ada beberapa pelayan yang ditugaskan untuk menjaga tempat itu.


"Jangan mendekat! Kamu sangat mengerikan, kamu pasti bukan Kiara!" pekik Kayesa ketika Kiara mendekat ke arah Kayesa.


"Aih! Kamu itu sangat plin plan, bukankah kamu begitu ingin membunuhku? Jika seperti itu, cepat sentuh aku. Kalau kamu tidak mau berdekatan dengan aku, bagaimana mungkin kamu bisa membunuhku?" tanya Kiara seraya mengulurkan tangannya untuk menyentuh Kayesa.


Kayesa yang benar-benar merasa ketakutan langsung memundurkan langkahnya, lalu dia berteriak memanggil anak buahnya.


Daripada dia yang berhadapan langsung dengan Kiara, lebih baik anak buahnya saja. Walaupun awalnya dia ingin membunuh Kiara dengan tangannya sendiri, tetapi kini dia berubah pikiran.


Kayesa takut akan mati konyol, dia lebih baik mencari aman saja. Menghindar dari Kiara dirasa adalah hal yang paling baik.


"Ada apa, Nona? Apa yang harus kami lakukan?" tanya Bodyguard A yang datang dengan beberapa anak buah Kayesa yang lainnya.


"Urus dia, aku ingin kalian segera membunuh wanita itu!" ujar Kayesa seraya menunjuk Kiara.


"Siap, Nona!" jawab para bodyguard tersebut dengan begitu kompak.


Kayesa tersenyum ke arah Kiara, karena dia sangat yakin jika para bodyguard itu mampu membunuh Kiara. Lalu, wanita itu nampak keluar dari gudang itu, dia ingin masuk ke dalam kamar pribadinya.

__ADS_1


Namun, sebelum Kayesa pergi dari gudang tersebut, wanita itu sempat menolehkan wajahnya ke arah Kiara dan berkata.


"Selamat bersenang-senang, setelah dia mati, jangan lupa untuk memberitahukan aku. Karena aku ingin membuang mayatnya secara langsung," ujar Kayesa.


__ADS_2