
Selepas shalat maghrib Kiara pergi bersama dengan Keanu menuju perusahaan minuman terbesar di tanah air, tentunya untuk menghadiri acara peluncuran produk baru dari perusahaan tersebut.
Selain itu, Kiara juga akan menjadi model iklan untuk produk tersebut. Kiara akan melakukan beberapa kali sesi pemotretan saat peluncuran produk baru tersebut.
Malam ini Kiara terlihat begitu cantik dan juga seksi, tentunya dia pergi dengan menggunakan gaun yang sudah disiapkan oleh agensi dari tuan Kylen.
Gaun berwarna putih panjang dengan belahannya yang panjang sampai sebatas paha, bagian atasnya hanya menutupi dada besarnya saja.
Gaun putih yang terlihat begitu indah dan juga mahal itu benar-benar membuat tubuh Kiara terekspos, pundak polosnya terlihat dengan begitu jelas.
Belahan punggungnya terlihat begitu rendah, sehingga punggung wanita itu bisa terlihat dengan begitu jelas. Rambutnya disanggul ke atas, tentu saja hal itu membuat keindahan leher jenjang Kiara terlihat dengan begitu nyata.
Jika Keanu menuruti hasrat yang menggebu di dalam hatinya, Ingin rasanya Keanu memeluk Kiara dari belakang lalu mengecupi leher jenjang sampai punggung Kiara.
Kalau perlu, Keanu ingin menyeret Kiara untuk masuk ke dalam kamarnya dan menghempaskan wanita itu ke atas ranjangnya.
Sebenarnya Keanu merasa tidak setuju saat melihat tubuh seksi Kiara yang terumbar kemana-mana, tetapi dia tidak bisa melayangkan protesnya, karena Kiara berkata jika ini adalah hal yang tidak akan terjadi lagi setelah dia menikah dengan Keanu.
"Jangan cemberut terus dong, aku janji ini adalah yang terakhir. Setelah menikah dengan kamu, aku tidak akan melakukan hal ini lagi." Kiara terlihat berjanji seraya mengusap lengan Keanu.
Keanu hanya terdiam seraya menganggukan kepalanya, dia tetap fokus dalam mengemudi. Dia seakan begitu enggan untuk berbicara, karena masih merasakan dongkol di dalam hatinya.
Kiara mencoba untuk mencairkan suasana hati dari calon suaminya tersebut, dia memeluk lengan Keanu lalu menyandarkan kepalanya pada pundak pria itu.
Dengan seperti itu Kiara berharap jika Keanu tidak akan marah lagi terhadap dirinya, tetapi dia salah. Justru Keanu merasa tidak nyaman dengan Kiara yang berkelakuan seperti itu, karena dada wanita itu begitu menempel pada lengannya.
Hal itu membuat jantung Keanu berdebar dengan begitu kencang, bahkan dia langsung menolehkan wajahnya ke arah Kiara. Lalu, dia menunduk dan memperhatikan belahan dada Kiara yang begitu menggoda imannya.
__ADS_1
Keanu menetralkan perasaannya dengan berdehem beberapa kali, setelah berdekatan dengan Kiara dia selalu saja merasa jika imannya sangatlah lemah.
"Sayang, tolong duduk dengan benar. Aku takut nanti riasan rambut kamu akan rusak," ujar Keanu sengaja beralasan karena dia tidak mau khilaf dan malah membawa Kiara menuju hotel.
"Oh, iya. Kamu benar," ujar Kiara seraya duduk dengan benar lalu tersenyum dengan hangat ke arah Keanu.
Keanu membalas senyuman dari calon istrinya tersebut, kemudian dia kembali fokus dalam mengemudi. Pria itu sempat mengelus dadanya, tenang rasanya karena Kiara sudah menjauh dari dirinya.
Tidak lama kemudian, keduanya sudah sampai di perusahaan besar tersebut. Kiara disambut dengan begitu hangat oleh pemilik perusahaan, terlebih lagi ketika melihat Kiara yang datang bersama dengan Keanu.
Kedua pengusaha besar di ibu kota itu nampak mengobrol dengan asik, berbeda dengan Kiara yang terlihat mengedarkan pandangannya. Dia sempat merasa heran karena ternyata di sana ada Kaesang dan juga Kayesa.
Instingnya berkata akan ada sesuatu hal yang berbahaya yang sedang mengintai dirinya, Kiara harus berhati-hati. Terlebih lagi saat tatapan matanya beradu dengan kedua manusia tersebut, ada tatapan aneh yang dia tangkap.
"Semoga saja aku bisa mengatasi mereka berdua," ujar Kiara dengan penuh harap di dalam hatinya.
Berbeda dengan bandot tua itu, dia nampak cemberut. Apalagi ketika tatapan matanya beradu dengan Kiara, pria itu memberikan tatapan mata yang begitu menyedihkan kepada Kiara.
Di dalam hatinya dia bersorak melihat kesedihan dan kekalutan di wajah pria tua itu, tetapi Kiara tetap berpura-pura untuk berusaha menyemangati pria tua itu lewat senyumannya yang begitu manis sekali.
Kiara bahkan memberikan kecupan jauh kepada pria tua itu, ada sedikit senyuman yang tersirat di bibir tuan Kylen. Dia bahkan mengangkat tangan kanannya dan menempelkannya di telinganya.
Dia seolah berpesan kepada Kiara agar menelpon dirinya, karena rencananya malam ini untuk menghabiskan malam bersama tidak boleh gagal.
Kiara langsung menganggukkan kepalanya untuk menyenangkan hati tuan Kylen, padahal tentunya Kiara tidak akan melakukan hal tersebut.
Di saat Kiara sedang asyik menyemangati pria tua itu, ada seorang pria muda yang menghampiri Kiara dan langsung menyapa wanita itu.
__ADS_1
"Nona Kiara, anda kami persilakan untuk duduk dulu di sebelah sana. Karena lima belas menit lagi acara akan segera dimulai," ujar salah satu pembawa acara yang ada di sana.
"Iya, terima kasih. Nanti saya akan segera ke sana," jawab Kiara dengan senyum hangat di bibirnya.
Setelah mengatakan hal itu, Kiara nampak menghampiri Keanu lalu dia berpamitan kepada pria itu untuk duduk di tempat yang semestinya.
"Pergilah! Aku akan menunggumu di sini," ujar Keanu seraya mengelus lembut lengan calon istrinya tersebut.
Kiara tersenyum lalu terlihat hendak berjalan ke arah tempat yang seharusnya kini dia tempati, tetapi langkah Kiara terhenti kala dia melihat Kayesa yang melangkahkan kakinya menuju arah belakang panggung.
Kiara yang merasa curiga akhirnya mengikuti wanita itu, tentunya dengan menjaga jarak aman. Entah kenapa Kiara merasa jika dirinya akan sangat berbahaya jika tidak mengikuti wanita itu.
"Aku harus mengikutinya dan harus tahu apa yang dia rencanakan," ujar Kiara.
Saat berada di belakang panggung, ternyata Kayesa menemui seseorang yang bertugas untuk memutar video pemotretan yang sudah dilaksanakan Kiara tadi siang.
Kayesa memberikan sebuah flashdisk kepada pria itu, dia terlihat berbisik-bisik tetapi entah apa, karena Kiara tidak bisa mendengarnya.
Pria itu nampak menganggukan kepalanya, tidak lama kemudian pria itu tersenyum nakal seraya mengusap paha Kayesa. Kembali Kayesa berbisik kepada pria itu.
Tidak lama kemudian, Kiara nampak melihat Kayesa memberikan uang dalam jumlah yang banyak pada orang itu.
"Aku menunggu kabar baik dari kamu," ujar Kayesa seraya mengerlingkan sebelah matanya.
Setelah mengatakan hal itu, Kayesa nampak pergi dari sana dengan tergesa. Tentu saja karena dia takut akan ada orang yang melihat dirinya di sana.
Selepas kepergian Kayesa, Kiara nampak menghampiri pria itu. Lalu, dia menepuk pundak pria itu dengan cukup kencang dan berkata.
__ADS_1
"Apa yang wanita itu berikan kepada kamu?"