Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Pertimbangan


__ADS_3

Kaesang yang merasa penasaran dengan kondisi kesehatan tubuhnya akhirnya pergi ke rumah sakit, dia ingin memastikan apakah dirinya sehat atau tidak.


Terlebih lagi setelah mengetahui jika Kayesa adalah wanita bayaran, wanita yang selalu tidur dengan banyak pria. Tentu saja hal itu membuat dirinya harus memeriksakan kondisi kesehatannya.


Dia takut terkena penyakit menular, karena walau bagaimanapun juga hubungan seksualitas secara bebas beresiko tinggi akan mengalami penyakit kelaminn.


Selepas shalat dzuhur dia langsung memeriksakan kesehatannya, satu helaan napas lega langsung terdengar dari bibirnya setelah selesai dia diperiksa. Karena ternyata kondisi kesehatannya sangatlah baik.


Kaesang langsung melakukan sujud syukur untuk hal itu, karena dia merasa jika Tuhan begitu baik kepada dirinya. Dia masih diberikan kesempatan untuk melakukan hidup yang baik dengan tubuhnya.


"Terima kasih, Tuhan. Karena ternyata kondisi kesehatanku sangat baik," ujar Kaesang setelah melakukan sujud syukur di dalam ruangan dokter tersebut.


Dokter yang ada di sana sampai tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, lalu dia mengucapkan selamat kepada Kaesang karena pria itu sangat sehat.


Setelah melakukan pemeriksaan Kaesang melajukan mobilnya menuju kediaman Wijaya, rasanya dia ingin meminta maaf kepada Kiara secara pribadi. Karena dulu dia pernah berusaha untuk membunuh wanita itu.


Bahkan, belum lama ini dia juga berusaha untuk menghancurkan karir Kiara bersama dengan Kayesa. Padahal, nyatanya dirinya dan juga Kayesa yang sudah bersalah selama ini.

__ADS_1


Akan tetapi, mereka malah merasa marah dan ingin menghancurkan kehidupan Kiara. Jika mengingat akan hal itu, rasanya Kaesang benar-benar menjadi pribadi yang begitu bejat.


"Semoga saja Kiara mau memaafkan aku," doa Kaesang.


Namun, saat dia tiba di kediaman Wijaya, pria itu tidak berani turun dari mobilnya. Kaesang memberhentikan mobilnya tidak jauh dari kediaman Wijaya, dia hanya berani menatap rumah megah itu dari kejauhan.


"Ya Tuhan, apakah aku masih sanggup untuk bertemu dengan Kiara setelah apa yang aku lakukan kepada dirinya?" tanya Kaesang dengan rasa malu dan juga penyesalan yang luar biasa.


Ia seakan benar-benar tidak punya muka untuk bertemu dengan Kiara, dia hanya bisa memperhatikan apa yang sedang terjadi di kediaman Wijaya.


Rumah tersebut terlihat begitu ramai seperti akan diadakan sebuah acara, di sana juga terlihat banyak pengawal yang berjaga. Kaesang jadi berpikir jika di kediaman Keanu akan terjadi hal yang sangat penting.


Kaesang tersenyum kecut, jika memang benar Kiara akan menikah dengan Keanu, dia merasa bahagia sekaligus merasa hatinya tiba-tiba saja sakit entah karena apa dia tidak tahu.


"Seharusnya aku tahu diri, jika aku berharap untuk bisa bersama dengan Kiara itu tidak boleh. Karena aku terlalu jahat," ujar Kaesang seraya tersenyum getir.


"Jik memang benar kamu mau menikah dengan Keanu, aku harap kamu akan bahagia. Aku harap Keanu benar-benar pria yang ditakdirkan Tuhan untuk kamu," imbuh Kaesang.

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Kaesang nampak hendak pergi dari kediaman Wijaya. Akan tetapi, niatnya dia urungkan ketika melihat mobil Keanu yang masuk ke dalam kediaman Wijaya.


Tidak lama kemudian, Keanu turut dengan tergesa dan membukakan pintu mobilnya untuk Kiara. Wanita itu keluar dari dalam mobil tersebut dengan senyum yang mengembang di bibirnya, terlihat sekali jika wanita itu begitu bahagia.


Terlebih lagi saat Kinara turun dari mobil tersebut dan langsung memeluk Kiara, Kaesang merasa jika Kiara sudah terlihat begitu bahagia dan begitu serasi ketika bersanding dengan Keanu.


"Semoga kamu bahagia Kiara," ujar Kaesang sebelum dia pergi dari kediaman Wijaya.


Sesampainya di kediaman Atmaja, Kaesang nampang masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia nampak berpikir dengan begitu keras dengan apa yang harus dia lakukan saat ini.


Percuma bukan dia memiliki perusahaan tetapi tidak bisa beroperasi, percuma dia memiliki gedung megah dan mewah tetapi tidak bisa digunakan untuk melakukan usaha. Karena memang modalnya sudah tidak ada.


Tidak lama kemudian Kaesang tersenyum, tetapi di balik senyum itu ada sebuah kegetiran yang luar biasa. Dia merasa gagal sebagai turunan Atmaja, dia tidak bisa melanjutkan usaha dan membesarkan perusahaan Atmaja.


"Sepertinya aku harus menjual perusahaan Atmaja, setelah itu aku akan merintis usaha dari awal."


Setelah sekian lama berpikir dengan begitu keras, akhirnya keputusan itulah yang terlintas di otak Kaesang. Daripada mencari donatur untuk perusahaannya, rasanya lebih baik dia menjual perusahaannya saja.

__ADS_1


Setelah itu, dia akan merintis usahanya dari awal. Tak apa jika dirinya harus mengulang jauh, toh itu adalah upah bagi dirinya yang dulu pernah melakukan kesalahan yang begitu besar.


"Semoga saja ini adalah keputusan yang terbaik, semoga saja almarhum ayah tidak bangkit memukul kepalaku dengan batu." Kaesang terkekeh setelah mengatakan hal itu.


__ADS_2