
Sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, sore harinya Kiara, Keanu dan juga Kinara pergi ke Paris. Keanu juga membawa dua orang pelayan untuk menemani Kinara saat di Paris nanti.
Bukannya Keanu tidak mau diganggu saat dirinya berduaan dengan Kiara, tetapi dia merasa jika memang Kiara dan Keanu membutuhkan waktu untuk berduaan saja. Berduaan di dalam kamar.
Pukul lima sore mereka berangkat ke Paris, lalu pukul sepuluh pagi waktu tanah air mereka tiba. Sedangkan waktu Paris pukul tiga dini hari, karena memang ada perbedaan waktu antara tanah air dan juga Paris, waktu Paris tujuh jam lebih lambat dari tanah air.
"Ini kamar Kia, tolong tidurkan dia dengan nyaman," ujar Keanu seraya membuka kamar yang akan dihuni oleh Kinara selama satu bulan.
Keanu sengaja menyewa satu unit apartemen yang lumayan besar, hal itu dia lakukan agar dia bebas bergerak dan bebas melakukan apa pun di dalam apartemen tersebut.
Terlebih lagi dia membawa dua orang pelayan, tentunya dia harus memikirkan kamar untuk kedua pelayan tersebut.
"Iya, Tuan," jawab Keduanya.
"Kalau untuk kamar kalian, tepat di samping kanan dan kiri dari kamar Kia," ujar Keanu.
Jika ada apa-apa, Kinara tinggal mengetuk pintu kamar dari kedua pelayan tersebut. Hal itu dia lakukan agar putrinya semakin mudah dalam meminta bantuan apa pun.
"Ya, Tuan," jawab keduanya.
Setelah berbicara dengan kedua pelayan tersebut, Keanu berpamitan untuk masuk ke dalam kamar utama. Kamar yang akan dia huni selama satu bulan bersama dengan Kiara.
Saat tiba di dalam kamar, Keanu menuntun Kiara untuk mendekat ke arah jendela kamar. Lalu, Keanu nampak membuka jendela kamar itu dan berkata.
"Lihatlah, Sayang. Pemandangan kota Paris begitu indah," ujar Keanu yang langsung menarik lembut Kiara ke dalam pelukannya.
"Ya, sangat indah. Aku sangat suka," jawab Kiara.
Setelah mengatakan hal itu, Kiara nampak menjauhkan wajahnya dari wajah Keanu. Lalu, dia tersenyum hangat dan memberikan ciuman yang begitu mesra pada bibir suaminya.
Tentu saja dengan senang hati Keanu langsung membalas ciuman dari istrinya terus, bahkan Keanu membalas pagutan dari bibir istrinya dengan penuh cinta.
"Kamu tuh baru dateng udah mancing-mancing aja, udah nggak sabar buat nyobain tempat barunya?" tanya Keanu.
__ADS_1
Kiara langsung tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Keanu, karena pada kenyataannya dia selalu saja menginginkan suaminya itu.
Dia merasa tidak peduli walaupun suaminya akan mengatakan kalau dirinya itu merupakan wanita yang memiliki gairah seksualitas yang tinggi, karena pada kenyataannya memang seperti itu.
Bahkan, jika Keanu mengizinkan, Ingin rasanya Kiara meminta haknya sehari dua atau tiga kali. Karena bercinta dengan suaminya itu sangatlah nikmat, ada kepuasan yang dicapai yang begitu sulit untuk dijabarkan dengan kata-kata.
"Pengennya sih gitu, tapi takutnya kamu capek." Kiara mengusap-usap dada Keanu setelah mengatakan hal itu.
Keanu sampai menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, wanita yang sudah menjadi istrinya itu tidak pernah merasa kelelahan sama sekali.
"Ngga dong, Yang. Aku ngga kecapean, tapi kalau boleh. Aku mau kita bercinta di sini," ujar Keanu seraya membuka pintu menuju balkon.
Keanu berpikir pasti rasanya akan sangat nikmat jika mereka bercinta di alam terbuka, diterangi cahaya rembulan dan diterpa hembusan angin yang dingin.
"Aih! Aku malu, masa di luar. Bagaimana kalau ada yang lihat?" tanya Kiara dengan wajah yang sudah memerah.
Bercinta memang sangat nikmat, terlebih lagi jika mengingat Keanu yang mampu memuaskan dirinya dengan keperkasaannya, Kiara merasa secepatnya ingin digauli oleh suaminya.
Namun, jika di alam terbuka seperti itu rasanya Kiara tidak mau. Sangat memalukan, jika memang tidak dilihat oleh manusia, bisa saja ada burung yang terbang dan melihat apa yang sedang mereka lakukan.
Jika menolak dia takut mengecewakan suaminya, jika mengiyakan dia benar-benar malu harus melepaskan semua pakaiannya di luar seperti itu.
"Kalau itunya di luar, aku pake baju aja. Malu ih," tawar Kiara.
"Yang!" protes Keanu.
Cukup lama keduanya bernegosiasi, hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk bercinta di dekat jendela kamar saja. Karena Kiara tidak mau jika harus bercinta di area terbuka seperti itu dengan tubuh yang polos tanpa busana.
"Kamu selalu seksi," ujar Keanu seraya menampar bokong bulat istrinya.
Kiara nampak berdiri di depan jendela seraya membelakangi suaminya, Keanu nampak mengelus-elus punggung Kiara dan sekali menampar bokong bulat itu.
Keduanya kini sudah berada dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun, entah siapa yang memulainya, tetapi Keanu kini sudah mulai meremat kedua dada istrinya seraya mengecupi pundak polos Kiara.
__ADS_1
"Aih! Geli," ujar Kiara seraya menggoyangkan bokongnya, karena Keanu mulai menggesek-gesekkan miliknya pada inti tubuh istrinya.
"Biar basah, Yang." Keanu melakukan hal itu cukup lama, hingga tidak lama kemudian pria itu memasukkan miliknya ke dalam inti tubuh Istrinya.
Kiara sampai menekan tangannya pada jendela kamar itu, tidak lama kemudian terdengar serangan penuh kenikmatan dari bibirnya, karena Keanu mulai menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan cepat.
Keanu sangat tahu jika istrinya itu begitu menyukai dirinya ketika bergoyang seperti itu, apalagi dengan tangan dan juga bibirnya yang tidak tinggal diam, tentunya hal itu membuat Kiara semakin merasakan kepuasan.
Cukup lama mereka bergulat dengan begitu panas, tentunya keduanya mencoba berbagai gaya untuk mendapatkan kepuasan. Hingga tidak lama kemudian Kiara nampak mengerang dengan tubuh yang mengejang.
"Ouch! Yang, aku sampai."
Keanu tersenyum lalu dia menekan pinggang istrinya dan mempercepat goyangan pinggulnya, Kiara sampai mencengkram tangan Keanu dengan kuat.
"Pelan-pelan," ujar Kiara yang masih merasakan sisa-sisa kenikmatannya.
"Nanggung, Yang. Dikit lagi aku---"
"Daddy! Bunda! Kenapa Kia ditinggalin!" teriak Kinara di balik pintu.
Keanu terlihat kaget sekali, pria itu bahkan langsung menghentikan aktivitasnya. Dia mencabut miliknya dari liang kelembutan milik istrinya dan berlari menuju kamar mandi.
"Ya ampun! Pintunya dikunci loh, kenapa dia berlari seperti itu?" tanya Kiara.
Kiara dengan cepat memakai bathrobe yang ada di atas nakas, setelah itu dia mengambil baju yang berserakan di atas lantai dan menyimpannya di atas keranjang kotor.
Setelah itu, Kiara langsung melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu kamar. Saat pintu kamar terbuka, Kinara nampak menghambur ke dalam pelukan ibunya.
"Kenapa Kia ditinggalin?" tanya Kinara penuh protes.
"Maaf, Sayang. Tadi kamu bobo, jadi Bunda tinggal," jawab Kiara.
"Terus, daddy mana?" tanya Kinara seraya mengedarkan pandangannya.
__ADS_1
"Katanya daddy mules, jadinya dia ke kamar mandi," jawab Kiara asal.
"Oh! Pasti efek naik pesawat, dasar norak!" ujar Kinara tanpa dosa.