
Selepas kepergian Kayesa, Kiara nampak menghampiri pria itu. Lalu, dia menepuk pundak pria itu dengan cukup kencang dan berkata.
"Apa yang wanita itu berikan kepada kamu?"
Sontak saja mendengar teguran dari Kiara pria itu terlihat begitu kaget sekali, dia bahkan terlihat hendak berlari karena ketakutan. Bukan takut saat melihat wajah Kiara, karena wajah wanita itu nampak seperti bidadari.
Namun, pria itu takut jika apa ya sudah dia bicarakan dengan Kayesa terdengar oleh orang lain. Walaupun itu terasa tidak mungkin, karena mereka berbicara secara berbisik-bisik.
Akan tetapi, Kiara dengan cepat mencekal pergelangan pria itu. Tentu saja hal itu membuat pria tersebut tidak bisa berlari ke mana-mana.
Pria itu merasa aneh karena hanya dengan dicekal pergelangan tangannya saja, dia malah tidak bisa bergerak sama sekali. Lalu, dia menatap lengannya yang dicekal oleh Kiara itu. Nampak tidak kuat, tetapi susah untuk dilepaskan.
"Tolong lepaskan saya, Nona. Saya tidak bersalah," pinta pria itu.
"Saya hanya bertanya loh, apa yang diberikan oleh wanita itu? Kenapa ada malah ingin berlari?" tanya Kiara dengan tegas.
"Anu, Nona. Anu, itu. Anu--"
Pria itu seolah kesusahan untuk menjelaskan, bahkan dia berbicara dengan begitu gugup sekali. Kiara benar-benar kesal dibuatnya, karena yang Kiara butuhkan saat ini adalah kejujuran dari bibir pria itu.
"Mau bicara dengan jujur atau mau aku patahkan tanganmu ini!" ancam Kiara dengan sorot mata yang tajam.
Pria itu nampak menggelengkan kepalanya dengan cepat, karena tentu saja dia masih mau hidup dengan aman. Tentunya dengan anggota tubuh yang bisa bergerak dengan sempurna.
"Jangan, Nona. Saya tidak tahu apa-apa, perempuan itu hanya meminta saya untuk memutarkan flashdisk ini. Ketika acaranya dimulai, saya diminta untuk memutar video pemotretan anda tadi siang," jawab pria itu pada akhirnya.
"Memangnya kamu tahu pasti flashdisk itu berisikan tentang apa?" tanya Kiara.
"Tidak tahu, Nona. Saya hanya disuruh, yang penting saya melakukan tugas dan mendapatkan upah," jawab pria itu.
Untuk sesaat Kiara terdiam, dia memindai penampilan pria tersebut. Tentunya tanpa melepaskan cekalahan tangannya, tidak lama kemudian Kiara nampak berkata.
"Berikan flashdisk itu kepadaku, maka aku akan membayar kamu dua kali lipat dari uang yang perempuan itu berikan kepada kamu!" tawar Kiara.
Tentunya Kiara berani berkata seperti itu karena firasatnya mengatakan jika Kayesa sepertinya akan melakukan hal yang tidak baik terhadap dirinya, dia harus waspada.
__ADS_1
"Tapi, Nona. Saya--"
"Berikan flashdisk itu kepadaku, atau aku akan mematahkan kakimu!" ancam Kiara kembali.
Tentunya Kiara mengencangkan cekalan tangannya, hal itu membuat pria tersebut ketakutan, kesakitan dan bahkan tubuhnya terlihat begitu gemetaran.
"Baiklah, Nona. Baik, saya akan memberikan flashdisk tersebut. Tapi beneran ya, anda akan memberikan bayaran dua kali lipat?" ujar pria itu dengan tidak tahu malunya seraya menahan rasa sakitnya.
"Pasti aku akan membayarmu, karena aku bukan seorang penipu. Mana flashdisk-nya?" tanya Kiara lagi.
Akhirnya pria itu memberikan flashdisk yang diberikan oleh Kayesa kepada Kiara, Kiara tersenyum lalu dia mengambil ponselnya untuk mentransfer uang ke rekening pria itu.
"Berapa nomor rekening kamu?" tanya Kiara.
"Anu, Nona. Biar sama-sama enak bagaimana kalau Nona mengecek flashdisk itu terlebih dahulu? Baru saya akan memberikan nomor rekening saya," ujar pria itu yang tidak mau ada kesalahan lagi.
"Kamu benar," jawab Kiara.
Pria itu langsung mengambil laptop miliknya, Kiara dengan cepat menerima laptop tersebut dan memasukkan flashdisk yang diberikan oleh pria itu.
Bahkan, di sana ada video dirinya yang sedang bercinta dengan seorang pria. Tentunya Kiara tahu dengan pasti jika itu bukanlah video yang sesungguhnya.
Kiara benar-benar tidak menyangka jika Kayesa akan melakukan hal selicik itu, wanita itu rela mengedit video dan foto yang pastinya tidak pernah dia lakukan.
"Sialan kamu, Kayesa! Kamu sudah benar-benar keterlaluan, awalnya aku tidak ingin mempublikasikan video asusila milik kamu. Tapi, saat ini aku sudah merasa yakin untuk melakukannya!" ucap Kiara dengan tatapan penuh kebencian.
Setelah mengatakan hal itu, Kiara langsung meremukan flashdisk itu. Lalu, Kiara memberikan flashdisk yang sudah dia siapkan kepada pria itu dan berkata.
"Ketika aku memberikan kode kepadamu, maka tayangkan video yang ada di dalam flashdisk ini," ucap Kiara kepada pria yang di sejak tadi ada di hadapannya.
"Ya, Nona," jawab pria itu dengan patuh.
"Bagus! Sekarang sebutkan nomor rekening kamu," ucap Kiara.
Pria itu dengan cepat memberikan nomor rekeningnya, kaban lagi coba dia akan mendapatkan rezeki nomplok seperti ini.
__ADS_1
Sudah mendapatkan uang dari Kayesa dan kini dia akan mendapatkan uang kembali dari Kiara, sepertinya dia besok akan menjadi orang kaya.
"Terima kasih, Nona. Terima kasih banyak," ucap pria itu.
Pria itu bahkan langsung meluruhkan tubuhnya ke atas lantai dan menyembah kaki Kiara, karena dia merasa senang sudah diberikan uang dengan nominal yang begitu besar oleh wanita itu.
Dia sungguh tidak menyangka jika Kiara akan memberikan uang sebesar itu, bahkan uang tersebut berjumlah tiga kali lipat dari uang yang Kayesa berikan.
"Sama-sama dan bangunlah, jangan pernah menyembah manusia. Karena aku juga makhluk ciptaan Tuhan," jawab Kiara.
"Ya, Nona. Sekarang anda pergilah, anda tenang saja, saya pasti akan melakukan hal yang semestinya," ujar pria itu.
"Ya, kamu harus melakukan hal yang seharusnya. Kalau tidak--"
Kiara menghentikan ucapannya, lalu dia mengambil minuman kaleng yang ada di atas meja. Kiara meremat kaleng minuman tersebut sampai menjadi benda yang begitu kecil layaknya bulatan kaleng dengan ukuran yang begitu kecil.
Pria itu benar-benar begitu kaget dibuatnya, Karena wanita yang ada di hadapannya ternyata begitu kuat.
"Aku adalah atlet wanita yang bisa meremukkan tubuh kamu dalam seketika!" ancam Kiara.
"Tenang saja, Nona. Saya tidak akan macam-macam," ujar pria itu dengan begitu gugup.
"Bagus kalau begitu, karena kalau kamu berani macam-macam, bukan hanya kamu saja yang akan hancur. Tetapi seluruh keluarga kamu juga akan ikut hancur!" ancam Kiara dengan tatapannya yang begitu tajam.
Pria itu langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali, dia sudah tidak bisa berani berkata apa pun lagi. Karena wanita yang ada di hadapannya terlihat begitu cantik tapi mengerikan.
"Bagus! Bekerjalah dengan baik, aku akan ke depan terlebih dahulu. Karena acara akan segera dimulai," pamit Kiara.
"Iya, Nona," jawab pria itu tanpa berani menatap wajah Kiara.
Tenang rasanya setelah Kiara menghancurkan flashdisk yang diberikan oleh Kayesa kepada pria itu, jika tidak maka posisi dirinya akan terancam oleh ulah Kayesa.
Kiara benar-benar merasa bersyukur karena Tuhan begitu baik terhadap dirinya, Tuhan menunjukkan jalan agar dia bisa melihat apa yang Kayesa lakukan untuk menghancurkan dirinya.
"Tunggulah kehancuran kamu, Kayesa. Karena sebentar lagi kamu akan hancur sehancur-hancurnya," ucap Kiara seraya duduk di atas kursi yang memang sudah disiapkan untuk dirinya.
__ADS_1