Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Kejutan Dari Kayesa


__ADS_3

Dua hari sudah Kiara hanya diam di dalam kamar saja, dia merasa lemas jika harus keluar walau dari dalam kamar saja. Keanu sampai harus menyewa seorang perawat untuk menjaga istrinya tersebut.


Bahkan, kegiatan panas yang selalu mereka lakukan pun terpaksa terhenti, bukan karena tidak ingin, tetapi Keanu merasa tidak tega ketika melihat wajah istrinya yang begitu lemas.


Padahal, Kiara selalu merengek dan meminta untuk dimasuki. Namun, Keanu tidak menuruti istrinya tersebut. Keanu beralasan tidak tega, padahal, tanpa Keanu ketahui, jika Kiara sering bercinta dengan pria itu, maka kekuatannya akan semakin cepat untuk pulih.


"Aku berangkat kerja dulu, kamu tiduran aja. Jangan ngapa-ngapain, apalagi besok akan ada gerhana matahari. Pasti hari ini kamu akan begitu lemas," ujar Keanu berpesan sebelum dia berangkat bekerja.


"Tapi, Yang. Bosen, boleh duduk di halaman depan, ngga? Nanti aku minta tolong perawat untuk memapah aku," izin Kiara.


Keanu terdiam untuk sesaat, dia berpikir kasihan juga karena Kiara sudah dua hari berdiam diri terus di dalam kamar. Keanu tersenyum lalu mengelus lembut puncak kepala istrinya tersebut.


"Boleh, Sayang. Tapi hanya sebentar saja," ujar Keanu.


Keanu menggendong tubuh istrinya, lalu dia keluar dari dalam kamar utama dan langsung melangkahkan kakinya menuju halaman depan.


Di sana ada taman kecil dan juga kolam ikan, tempat itu dulunya adalah tempat favorit dari Khalis. Jika wanita itu sedang merasa bosan, dia akan terdiam di taman itu sambil memberi makan ikan.


Tiba di taman, Keanu langsung mendudukkan istrinya di salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Perawat yang biasa menjaga Kiara langsung menghampiri wanita itu, takut-takut Kiara akan membutuhkan bantuannya.


"Aku pergi dulu, jangan lama-lama di luar takutnya--"

__ADS_1


"Aku paham," ujar Kiara memungkas ucapan dari suaminya. Dia takut jika Keanu akan mengatakan hal yang tidak seharusnya dikatakan, karena di sana ada perawat yang mendengarkan.


Selepas berpamitan kepada Kiara, Keanu langsung pergi untuk bekerja. Tentunya sebelum pergi untuk bekerja, Keanu mengantarkan Kinara terlebih dahulu menuju sekolahnya.


Selepas kepergian Keanu, Kiara nampak anteng duduk seraya memperhatikan ikan-ikan yang ada di dalam kolam. Wajah Kiara nampak lebih ceria, tidak begitu lemas lagi.


Tanpa Kiara tahu, selama beberapa hari ini Kayesa selalu saja memperhatikan kegiatan Kiara dari kejauhan. Wanita itu selalu merasa kecewa, karena dia tidak pernah menemui Kiara.


Namun, kali ini wanita itu tersenyum dengan begitu lebar. Karena pada akhirnya dia bisa melihat Kiara secara langsung, wanita itu nampak mengambil benda dari sakunya lalu berjalan mendekat ke arah rumah Keanu.


Tentunya sebelum itu dia, mengambil ponselnya dan mengetikkan pesan kepada anak buahnya. Dia ingin membalaskan dendamnya kepada Kiara, karena dia menganggap Kiara adalah wanita yang sudah menghancurkan masa depannya.


Dia bahkan mengacak-ngacak rambutnya, lalu dia meneteskan tetes mata tepat di kelopak matanya. Entah rencana apa yang sedang wanita itu mainkan, tetapi tidak lama kemudian dia berteriak memanggil nama Kiara tepat di depan gerbang rumah Keanu.


"Kiara! Tolong izinkan aku untuk masuk, aku ingin bertemu dengan kamu. Aku ingin berbicara dengan kamu, tolong berikan aku waktu untuk bisa berbicara secara langsung dengan kamu!" teriak Kayesa.


Kiara yang mendengar akan teriakan wanita itu langsung menolehkan wajahnya, dia menatap wajah Kayesa yang sangat menyedihkan.


Untuk sesaat Kiara nampak terdiam, dia seolah sedang berpikir dengan begitu keras. Apakah dia harus mengizinkan Kayesa untuk masuk ke dalam atau tidak, tetapi tidak lama kemudian Kiara nampak menggelengkan kepalanya.


Wanita itu adalah wanita yang begitu licik, dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh wanita itu. Namun, dia sangat tahu jika Kayesa merupakan wanita yang sangat nekat.

__ADS_1


"Jika ingin berbicara, bicaralah dari sana. Aku akan mendengarkan," ujar Kiara yang tidak mau mengambil resiko.


Bisa saja wanita itu ingin membunuh dirinya, bukan karena Kiara tidak berani menghadapi wanita itu, tetapi keadaannya berbeda. Saat ini Kiara sedang merasa begitu lemas, dia takut tidak akan bisa melawan wanita itu.


"Ya Tuhan, Kiara! Kamu kejam sekali, aku hanya ingin meminta maaf secara langsung kepada kamu. Tolong buka gerbangnya," pinta Kayesa dengan suara yang mulai melembut.


Namun, Kiara langsung menggelengkan kepalanya. Sungguh dia takut jika Kayesa akan melakukan hal yang tidak-tidak.


"Bicaralah! Aku akan mendengarkan, lagi pula aku sudah memaafkan kamu. Pergilah! Cari kebahagiaan kamu, jangan pernah melakukan hal yang tidak-tidak lagi." Kiara nampak memberikan nasehat, Kayesa mencebik tidak suka.


"Oke! Aku akan bicara, tolong dengarkan." Kayesa nampak tersenyum dengan begitu mengerikan, lalu dia memakai masker untuk menutupi bibir dan juga hidungnya.


Setelah itu, Kayesa tiba-tiba saja melemparkan dua buah botol yang tentunya penutupnya sudah dibuka terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, banyak asap yang mengepul. Tubuh Kiara bahkan sampai tidak terlihat.


Kiara nampak berteriak karena mulai merasakan dadanya begitu sesak, begitupun dengan perawat yang ada di sana dan juga security yang sedang berjaga di dekat pintu gerbang. Mereka nampak berteriak ketakutan.


"Rasakan kamu Kiara, aku tinggal menghitung mundur waktu yang diperlukan untuk melemahkan kamu."


Kayesa nampak menghitung mundur dengan jari tangannya, setelah selesai menghitung mundur sampai sepuluh, asap yang mengepul nampak berkurang. Lalu, Kayesa tertawa dengan begitu kencang karena melihat Kiara yang sudah tidak sadarkan diri.


"Akhirnya!" ujar Kayesa seraya tertawa puas.

__ADS_1


__ADS_2