Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Terkejut


__ADS_3

Kiara dan juga tuan Kylen kini nampak duduk saling berdampingan, Kiara terlihat begitu waspada karena tuan Kylen nampak menatap dirinya dari ujung kepala sampai ujung kaki.


Tatapan mata pria itu terlihat begitu tajam, persis seperti singa lapar yang sedang mengintai mangsa. Mata pria itu bergerak-gerak dengan begitu lincah, bahkan bibirnya terlihat terbuka seperti hendak meneteskan air liur.


Mata pria itu bahkan tidak lama kemudian terlihat melotot dengan sempurna, saat Kiara perhatikan ternyata tuan Kylen sedang menatap dada besarnya. Pria itu seperti sedang membayangkan jika bibirnya itu menyesap ujung dadanya dengan rakus.


Tidak lama kemudian, pria itu mengulurkan tangannya. Dia hendak mengusap paha Kiara, tetapi dengan cepat Kiara menuntun tangan pria itu agar mengusap sofa yang sedang dia duduki.


"Sofanya empuk banget ya, Tuan. Pasti harganya sangat mahal," ujar Kiara seraya tersenyum manis.


Ah! Kesal sekali rasanya karena pria itu tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau, hanya sekedar untuk mengusap paha Kiara saja rasanya begitu sulit.


"Hem! Sofa ini aku beli dengan harga yang begitu mahal, sepertinya jika dipakai untuk tidur bersama dengan kamu akan terasa begitu nyaman." Tuan Kylen hendak mengusap pipi Kiara, tetapi wanita itu menurunkan tangan tuan Kylen dan mengusap punggung tangan pria itu.


Tuan Kylen benar-benar merasa dipermainkan oleh wanita itu, tetapi herannya dia tidak bisa marah sama sekali.


"Aku mau minta upah aku, kasih upah aku dulu. Baru setelah itu kita berbicara dengan serius," ujar Kiara.


Tuan Kylen nampak tertawa dengan apa yang dikatakan oleh Kiara, karena nyatanya semua wanita itu memang mata duitan, pikirnya. Yang ada di otak wanita itu hanyalah uang dan juga uang.


"Baiklah, Sayang. Aku akan memberikan kamu uangnya," ujar Tuan Kylen.


Pria tua itu terlihat meminta nomor rekening dari Kiara, tetapi Kiara tidak memberikan nomor rekeningnya karena tidak ingin meninggalkan jejak digital dengan pria tua itu.


"Aku maunya dikasih uang cash," ujar Kiara.

__ADS_1


"Hem! Baiklah," jawab Tuan Kylen.


Pria tua itu langsung bangun dari duduknya, lalu dia melangkahkan kakinya menuju brankas miliknya. Dia mengambil beberapa gepok uang dan memberikannya kepada Kiara, Kiara tersenyum lalu memasukkan uang tersebut ke dalam kantong plastik hitam yang sejak tadi dia simpan di dalam tasnya.


Tuan Kylen nampak tertawa dengan tingkah dari Kiara, lalu dia menutup brangkas miliknya dan kembali mengajak Kiara untuk duduk di atas sofa.


"Ya ampun! Kamu sudah seperti mau buang sampah saja," ujar Tuan Kylen.


Kiara tidak menimpali apa yang dikatakan oleh tuan Kylen, tetapi dia malah tersenyum lalu mengambil ponsel miliknya di dalam tasnya.


"Ada apa, Sayang? Apakah kamu mau memesan hotel untuk kita bercinta?" tanya Tuan Kylen dengan begitu percaya diri.


Kiara langsung memutarkan bola matanya dengan malas ketika mendengar apa yang dikatakan oleh pria tua itu, karena nyatanya Kiara bukan melakukan hal seperti itu.


"Aku ingin berbicara dengan serius, tolong diam dan dengarkan. Setelah itu baru Tuan boleh berkomentar," ujar Kiara.


"Bicaralah, Sayang. Aku akan mendengarkan," jawab Tuan Kylen.


"Jadi begini, Tuan. Pertama, aku ingin berhenti sebagai model dari agensi anda. Karena besok aku akan menikah, yang kedua aku harap anda tidak macam-macam dengan aku." Kiara menatap pria tua itu dengan tatapan tajamnya.


Saat ini Kiara berkata dengan tegas, Karena dia sudah mulai jengah melihat pria tua itu yang berusaha untuk menyentuh dirinya. Bahkan, dia merasa muak dan juga jijik ketika pria itu berusaha untuk mengajak dirinya bercinta.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, tuan Kylen nampak begitu kaget. Bahkan, tidak lama kemudian pria itu terlihat begitu marah.


Wajahnya nampak memerah menahan amarah, rahangnya terlihat mengeras dengan gigi yang terdengar berbunyi gemeretak.

__ADS_1


Kedua tangan pria itu terlihat terkepal dengan begitu kuat, emosinya sudah begitu memuncak tetapi dia berusaha untuk menahannya.


Jika saja yang ada di hadapannya bukan seorang wanita, sudah dapat dipastikan jika tuan Kylen akan memukul wajah Kiara. Hanya saja dia tidak bisa melakukan hal itu.


"Apa maksud kamu, hah?" tanya Tuan Kylen yang tersulut emosi.


"Setelah pekerjaan ini selesai, aku memutuskan untuk tidak jadi model lagi. Karena aku akan menikah dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang baik," jawab Kiara.


"Lalu, bagaimana dengan janji kamu yang akan bersedia untuk tidur denganku?" tanya Tuan Kylen.


"Maaf, Tuan. Aku tidak bisa, karena yang pastinya aku akan memberikan keperawananku kepada suamiku," jawab Kiara lagi.


Tuan Kylen benar-benar tersulut emosi mendengar apa yang dikatakan oleh Kiara, pria itu bahkan refleks mencekik leher Kiara. Namun, kekuatan pria itu hanya terasa menggelitik lehernya saja.


Kiara sampai tertawa seraya menggeliatkan tubuhnya, tuan Kylen nampak begitu marah melihat reaksi dari Kiara. Karena wanita itu tidak terlihat kesakitan sama sekali.


"Dasar wanita sialan!"


Tuan Kylen mengencangkan cengkraman tangannya pada leher Kiara, dia berharap wanita itu akan kesakitan dan susah untuk bernapas.


Namun, nyatanya Kiara malah tertawa dengan apa yang dilakukan oleh pria tua itu. Wanita itu tidak merasakan sakit sama sekali.


"Ya ampun! Anda ternyata benar-benar sudah tua dan tidak memiliki tenaga, bagaimana bisa anda mau memerawani saya?" tanya Kiara.


"Sialan! Sebenarnya siapa kamu, hah? Apa mau kamu?" tanya Tuan Kylen yang mulai merasa ketakutan.

__ADS_1


Pria itu bahkan langsung melepaskan cengkraman tangannya, lalu dia bangun dan menjauhi Kiara.


__ADS_2