
Keanu benar-benar merasa begitu kaget ketika Kiara menggedor pintu kamarnya, maka dari itu dia langsung berlari menuju kamar mandi. Sungguh dia takut jika Kinara akan masuk dan melihat apa yang sedang dia lakukan bersama dengan Kiara, bisa bahaya.
Padahal, sebentar lagi miliknya itu akan muntah-muntah karena akan mendapatkan pelepasannya. Namun, karena mendapatkan gangguan, hal itu tidak bisa terjadi.
Kini Keanu sedang duduk di atas closet tertutup seraya memandangi miliknya yang sudah tertidur dengan begitu pulas, karena begitu kaget miliknya itu langsung melemas dalam seketika.
"Ya ampun bukannya muntah-muntah karena keenakan tapi malah lemes kayak gini," ucap Keanu seraya memandang miliknya dengan lesu.
Dia merutuki perbuatannya yang langsung pergi dan berlari ke kamar mandi, padahal bisa saja dia menyelesaikan terlebih dahulu aktivitasnya. Karena memang miliknya tinggal sebentar lagi akan keluar, lebih tepatnya akan mengeluarkan ****** ***** yang sudah siap meledak.
"Haish! Seharusnya tadi aku membiarkan Kia menunggu sebentar karena memang hanya tinggal sebentar lagi," ucap Keanu seraya mengelusi miliknya itu.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Tidak bisa dijadikan beras kembali, itu artinya Keanu tidak bisa mengulang apa yang sudah terjadi. Pada akhirnya pria itu memutuskan untuk segera mandi saja.
Dia mengguyur tubuhnya menggunakan air hangat, setelah selesai dia memakai bathrobe dan keluar dari dalam kamar mandi. Saat keluar dari dalam kamar mandi, dia menatap Kinara dengan tatapan rasa kesal.
Walaupun memang bibirnya masih bisa tersenyum karena apa yang terjadi bukan kesalahan Kinara sebenarnya, tapi kesalahannya sendiri yang terlalu panik.
Berbeda dengan Kinara, gadis kecil itu nampak tertawa cekikikan ketika melihat ayahnya yang keluar dari dalam kamar mandi. Keanu sampai mengernyitkan dahinya melihat respon dari putrinya saat menatap dirinya.
"Kamu kenapa, Kia?" tanya Keanu.
Kiara langsung menggelengkan kepalanya seraya menggenggam tangan putri cantiknya, Kinara yang paham akhirnya menghentikan tawanya dan berkata.
"Tidak apa-apa, Dad. Maaf karena Kia sudah masuk ke dalam kamar Daddy, padahal seharusnya Kia tidur sendirian agar Daddy dan juga Bunda bisa membuat bayi," jawab Kinara.
Keanu dan Kiara langsung saling pandang mendengar apa yang dikatakan oleh Kinara, tidak lama kemudian mereka pun teringat akan ucapan Kinar beberapa waktu lalu.
"Sudahlah, Sayang. Tidak usah membicarakan hal itu lagi, sebentar lagi waktu subuh akan tiba. Lebih baik kita segera bersiap untuk shalat subuh, setelah itu kita harus beristirahat," ujar Keanu.
Mereka baru saja tiba setelah mengalami perjalanan yang sangat lama, sepertinya beristirahat adalah hal yang tepat. Karena nantinya mereka akan mulai berkegiatan di kota Paris tersebut.
"Kia sudah lama beristirahat di pesawat, Kia ngga mau bobo." Kinara menggelengkan kepalanya.
Selama berada di pesawat Kinara memang lebih banyak tidur, anak itu terlihat mengantuk terus pada saat di dalam pesawat.
"Eh? Kia harus beristirahat, karena selepas maghrib Daddy akan mengajak kalian menuju Menara Eiffel," ujar Keanu pada akhirnya.
Ya, Keanu sengaja berencana untuk pergi ke Menara Eiffel saat sore hari menjelang malam. Karena banyak orang berkata jika melihat menara Eiffel di malam hari lebih menarik dan lebih indah.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Keanu, Kinara terlihat melompat-lompat kegirangan. Gadis kecil itu terlihat begitu senang sekali mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Thank you, Daddy!" ujar Kina seraya memeluk ayahnya itu.
Keanu benar-benar merasa bahagia ketika melihat kebahagiaan di wajah putrinya, karena tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain melihat senyuman kebahagiaan dari orang-orang terkasih yang ada di dekatnya.
"Sama-sama, Sayang!" jawab Keanu seraya membalas pelukan dari putrinya.
"Sekarang, tolong antarkan dia ke kamar." Kinara melerai pelukannya lalu mengecup pipi Keanu.
"Siap, Sayang," jawab Keanu.
Keanu langsung mengantarkan Kinara menuju kamarnya, tentunya dia menghampiri kedua pelayan yang ternyata masih setia berada di dalam kamar Kinara.
Sebenarnya kedua pelayan itu merasa tidak enak hati kepada Keanu, karena mereka merasa tidak becus untuk mengurusi Kinara. Namun, mereka berdua tidak bisa mencegah kepergian Kinara untuk masuk ke dalam kamar majikannya tersebut.
"Tolong jaga Kia dengan baik," ujar Keanu.
"Ya, Tuan. Maaf karena--"
"Tidak apa," jawab Keanu.
Setelah mengatakan hal itu, Keanu nampak mengelus puncak kepala putrinya tersebut dengan penuh kasih. Lalu, pria itu nampak berkata.
"Yes, Daddy!" jawab Kinara.
"Good!" ujar Keanu.
Setelah itu Keanu nampak keluar dari dalam kamar Kinara, lalu pria itu segera masuk ke dalam kamarnya dan mengajak istrinya untuk melakukan kewajibannya terhadap Sang Khalik.
Selepas shalat subuh, keduanya nampak kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Kiara memeluk Keanu dengan posesif, Keanu sampai terkekeh dibuatnya.
"Mau lanjut yang tadi ngga?" tanya Kiara seraya mengecupi leher suamimya.
"Ngga usah, Yang. Kamu istirahat aja, aku juga lelah." Keanu menunduk lalu mengecup bibir istrinya.
"Beneran ngga mau? Aku udah siap banget loh," ujar Kiara seraya menarik lembut tangan Keanu dan memasukkannya ke dalam bajunya.
"Ya ampun!" ujar Keanu kala tangannya menyentuh beda kenyal favoritnya.
__ADS_1
"Ayo, Yang. Sekali aja, biar aku pules bobonya," pinta Kiara.
Kiara merasa begitu lelah dan ingin beristirahat, tetapi matanya tidak bisa terpejam karena masih menginginkan milik suaminya.
"Nanti lagi, Yang. Aku ngantuk banget ini," ujar Keanu yang langsung menguap setelah mengatakan hal itu.
Kiara sangat paham jika suaminya itu pasti sangat kelelahan, tetapi dia benar-benar merasa menginginkan suamimya.
"Baiklah, kalau kamu lelah biar aku yang goyang." Kiara langsung bangun dan menurunkan celana yang dipakai oleh suaminya.
"Mau ngapain, Yang? Aku sa--"
Keanu tidak bisa meneruskan ucapanmu, Keanu yang awalnya ingin melayangkan protesnya malah mengerang penuh nikmat karena kini Kiara mulai menyesap milik suaminya.
Wanita itu melakukannya dengan penuh hasrat, tidak lama kemudian Keanu melihat Kiara yang sudah melepaskan semua kain yang melekat di tubuhnya.
Lalu, Kiara mulai memasukkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik istrinya. Keanu hanya bisa pasrah menerima suguhan kenikmatan dari Istrinya itu.
Apalagi di saat Kiara mulai menggoyangkan pinggulnya, Keanu yang awalnya mengatakan tidak mau malah langsung menggapai dada istrinya dan langsung menyesap ujung dada istrinya secara bergantian.
Sontak saja hal itu membuat Kiara mempercepat goyangannya, bibir wanita itu tidak hentinya meracau dan meneriaki nama Keanu.
"Terima kasih," ucap Kiara seraya turun dari tubuh Keanu, karena dia sudah mendapatkan pelepasannya.
"Eh? Tunggu dulu, Yang. Aku belum selesai," ucap Keanu seraya menarik lembut tangan Istrinya.
"Tadi kan' kamu bilangnya ngga mau, kamu ngantuk. Jadi, mending kamu tidur aja." Kiara langsung merebahkan tubuhnya seraya memunggungi suaminya.
Keanu nampak frustasi melihat kelakuan dari Istrinya, di saat mereka melakukan percintaan panas untuk yang pertama kalinya, Keanu belum mendapatkan pelepasannya.
Rasanya benar-benar sangat tidak enak, lalu apa jadinya jika untuk yang kedua kalinya dia harus kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pelepasannya. Bisa-bisa dia akan uring-uringan seharian.
"Yang!" protes Keanu.
"Lakukan saja sendiri," ujar Kiara.
"Ck!"
Terdengar decakan kekesalan dari bibir Keanu, tidak lama kemudian pria itu nampak bangun dan tanpa aba-aba langsung memasukkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Aduh, Yang!" pekik Kiara ketika tiba-tiba saja Keanu menggoyangkan pinggulnya dengan cepat dan menghentak milik Kiara dengan dalam.
"Rasakan pembalasan dariku, Yang!" ujar Keanu seraya memilin ujung dada istrinya tanpa menghentikan goyangannya.