
Setelah melihat Kiara tertidur dengan begitu pulas, Keanu nampak duduk tepat di samping istrinya seraya menyandarkan tubuhnya pada sandaran tempat tidur.
Dia menatap istrinya yang terlihat begitu kelelahan, lalu dia menolehkan wajahnya ke arah keempat bayinya yang terlihat tidur anteng di dalam box bayinya.
Semua putranya terlihat begitu tampan sekali, Keanu benar-benar bersyukur. Akan tetapi, ada satu hal yang membuat Keanu ingin tertawa. Karena Kiara ternyata sudah menyiapkan gelang untuk keempat putra mereka.
Hal itu Kiara lakukan karena takut salah mengenali anak-anak mereka, mana yang pertama dan mana yang kedua.
Kiara memakaikan putra mereka dengan gelang yang Kiara buat sendiri, gelang bertuliskan urutan anak mereka dari satu sampai keempat.
"Kalian adalah kebanggaan Daddy," ujar Keanu.
Setelah mengatakan hal itu, Keanu nampak tertidur. Karena dia juga merasa sangat lelah, dia juga merasa capek dan juga rasa ngantuk terasa mendera.
Pria itu juga ingin mengistirahatkan tubuhnya, karena walaupun besok dia tidak bekerja, tetap saja dia butuh waktu untuk beristirahat.
Tidak lama kemudian Keanu nampak tertidur dengan pulas, pria itu tertidur dengan posisi duduk dengan kedua tangannya yang dilipat di depan dada.
Beberapa saat kemudian.
Keanu merasa jika dirinya baru saja tertidur, tetapi dia malah mendengar suara celotehan bayi. Walaupun dia begitu mengantuk, Keanu mencoba untuk membuka matanya yang terasa begitu sepat.
Tentu saja hal itu dia lakukan karena takutnya keempat putranya terbangun dan merasa haus, dengan perlahan dia membuka matanya. Pandangan matanya terasa buram dan dengan cepat dia mengucek matanya.
Setelah mata Keanu terbuka dengan sempurna, dia mengerjapkan matanya dengan tidak percaya. Karena Keanu melihat keempat jagoannya tertidur di antara dirinya dan juga Kiara.
Bayi yang dilahirkan oleh Kiara itu, usianya belum ada satu hari. Tentu saja secara logika tidak mungkin keempat putra mereka tiba-tiba saja berpindah ke atas ranjang kalau tidak ada yang memangku mereka.
Namun, pada kenyataannya Kiara masih terlihat tertidur dengan begitu pulas. Keanu jadi bertanya-tanya di dalam hatinya, siapa yang memindahkan putranya ke atas tempat tidur.
__ADS_1
Karena tidak akan ada pelayan yang berani masuk ke dalam kamar tanpa izin darinya, jika ada pelayan masuk tentunya dia yang memanggilnya atau memang pelayan itu yang mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Bubu," ucap putra keduanya seraya menepuk-nepuk pipi Kiara yang terlelap.
"Astagfirullah!" teriak Keanu karena kaget.
Pria itu bahkan sampai terjungkal dari atas tempat tidur, bokong pria itu dengan indahnya berbenturan dengan lantai.
Keanu mengaduh kesakitan, keempat babynya langsung menoleh ke arah Keanu. Lalu, Kalandra, Kavindra, Kenzi dan juga Kenzo nampak tertawa.
"Yang! Bangun! Mereka bisa membuat aku jantungan," teriak Keanu.
Kiara yang sedang terlelap dalam tidurnya merasa terganggu dengan teriakan dari suaminya tersebut, wanita itu nampak menggeliatkan tubuhnya lalu berusaha untuk membuka matanya.
Kiara langsung tersenyum ketika dia melihat keempat putranya yang kini berada di sampingnya, makan tanpa ragu Kiara langsung mengecup pipi keempat putranya tersebut secara bergantian.
"Ya ampun! Gantengnya, Bunda. Pasti kalian haus, ya? Mau enen ya?" tanya Kiara seraya duduk dan bersiap untuk membuka kancing piyama tidur yang dia pakai.
Mendengar suara suaminya, Kiara menolehkan wajahnya ke arah suaminya tersebut. Lalu, dahi Kiara nampak mengerut dengan dalam.
"Kamu kenapa ada di bawah, Yang? Kenapa kamu duduk di lantai? Nanti dingin loh, sini, Yang!" ujar Kiara seraya melambaikan tangannya.
"Aku jatuh, Sayang. Bukan duduk di lantai," jawab Keanu seraya berusaha untuk bangun dan segera menghampiri istrinya.
"Kenapa bisa jatuh?" tanya Kiara dengan heran.
Setahunya selama dia menikah dengan Keanu, Kiara belum pernah menendang suaminya tanpa sadar. Jika tertidur, Kiara akan anteng di dalam pelukan suaminya.
"Ini karena mereka," jawab Keanu seraya duduk di tepian tempat tidur.
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan mereka?" tanya Kiara yang semakin merasa bingung.
Masalahnya keempat putranya belum lama dia lahirkan, tidak mungkin rasanya jika keempat putranya itu membuat onar.
"Ck! Kamu tahu, Sayang? Pas aku bangun mereka sudah ada di kasur, bagaimana coba caranya mereka untuk naik ke atas kasur?" tanya Keanu dengan bingung.
Satu detik, dua detik, tiga detik Kiara masih terdiam dengan dahinya yang terlihat mengerut dalam. Namun, tidak lama kemudian Kiara nampak tersenyum seraya menatap keempat putranya.
"Sepertinya mereka menuruni kekuatanku," ujar Kiara yang langsung memaku kedua putranya yang terlihat tidak sabar untuk meminum sumber makanannya.
Mereka nampak tidak sabar saat melihat Kiara yang membuka bra-nya, apalagi ketika melihat kedua dada Kiara yang nampak terekspos.
"Sepertinya begitu," ujar Keanu ketika melihat kedua putranya menyesap ujung dada Kiara dengan begitu kencang.
Di satu sisi Keanu merasa syok karena memiliki putra yang luar biasa seperti, tetapi di sisi lainnya dia juga merasa bahagia karena keempat putranya terlahir dengan sehat dan kuat.
Dia juga bahkan sangat bersyukur memiliki istri yang super kuat seperti Kiara, karena jika memiliki istri yang tidak memiliki kekuatan seperti Kiara, Keanu merasa jika wanita biasa tidak akan mampu menyusui keempat putranya sekaligus tanpa bantuan susu formula.
Di saat kedua putra Keanu sedang menyusu kepada ibunya, kedua putra Keanu yang lainnya nampak menunggu dengan sabar. Mereka nampak berceloteh seraya tersenyum kepada Kiara.
"Bubu!" ujar Keduanya seolah-olah sedang memanggil Kiara.
"Sabar ya, Sayang. Tunggu antrian," ujar Kiara seraya terkekeh.
Keanu ikut terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh istrinya, lalu dia mengusap pipi kedua putranya secara bergantian.
"Sabar ya, Nak. Kalian pasti dapet jatah. Masih mending bukan, karena kalian bisa menikmati dada besar Bunda kalian walaupun harus mengantri. Tidak seperti Daddy yang sepertinya harus libur selama dua tahun," ujar Keanu lesu.
Kiara langsung tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Keanu, karena suaminya itu terlihat sedang mencurahkan isi hatinya kepada kedua putranya.
__ADS_1
"Lebay!" ujar Kiara seraya menggelengkan kepalanya.