Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Pertengkaran


__ADS_3

Kaesang memandang remeh ke arah Kayesa, dia benar-benar tidak menyangka jika wanita yang selama ini dipacarinya, wanita yang selama ini dipujanya, wanita yang selama ini dia bangga-banggakan ternyata adalah wanita bayaran.


Selama ini Kaesang menyangka jika Kayesa adalah wanita baik-baik, wanita terhormat dan wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Namun, pada kenyataannya dia hanya mendapatkan ampasnya saja.


Padahal, dulu saat mereka pertama kali bercinta Kayesa masih perawan, Kaesang jadi berpikir jika wanita itu pasti sudah melakukan operasi keperawanan agar terasa seperti perawan pada saat awal mereka melakukannya.


Ah! Sungguh Kaesang menyesal karena sudah membela wanita itu mati-matian, dia lebih rela menyingkirkan Kiara kala itu. Padahal, Kiara adalah wanita baik dan juga terhormat.


Walaupun Kiara terlihat culun, polos dan juga berpenampilan tidak menarik kala itu, tetapi Kiara mampu menjaga kehormatannya dengan baik.


"Jangan diam saja Kaesang, jelaskan kepadaku apa maksud dari ucapan kamu itu?!" tuntut Kayesa.


Kaesang memutarkan bola matanya dengan malas, karena seharusnya wanita itu paham dengan apa yang dimaksud oleh dirinya. Kini Kayesa malah bersikap seperti seorang wanita suci yang marah ketika dia menghinanya.


"Kamu adalah seorang wanita bayaran, wanita selingkuhan dan wanita pemuas. tentu saja aku harus segera pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatanku, aku takut terkena penyakit kelaminn karena kemarin kita sudah bercinta dengan kamu."


Kaesang berbicara tanpa filter, dia benar-benar sudah marah kepada wanita itu. Dia merasa kesal dan juga merasa sudah dibohongi oleh orang yang benar-benar dia percaya.


Dulu dia selalu mengabulkan apa pun keinginan dari Kayesa, berapa pun uang yang diminta oleh wanita itu selalu dia berikan. Akan tetapi, nyatanya wanita itu tidak setia kepada dirinya.


Wanita itu ternyata memiliki lelaki yang banyak di dalam hidupnya, tidak hanya cukup dirinya saja. Karena sepertinya wanita itu memang memiliki gairah seksualitas yang tinggi, dia membutuhkan belaian dari banyak pria.


"Sialan kamu, Kaesang! Walaupun aku sering melakukan hubungan intim dengan banyak pria, tetapi aku adalah wanita yang bersih. Aku selalu memeriksakan kesehatanku secara rutin," sangkal Kayesa.


"Oh! Seperti itu, tapi tetap saja aku merasa jijik dan merasa harus memeriksakan kesehatanku. Aku takut terkena virus mematikan dari tubuh kotormu itu!" ujar Kaesang.


Mata Kayesa langsung membulat dengan sempurna, napasnya terlihat tersenggal. Kedua tangannya bahkan terlihat terkepal dengan begitu sempurna, Kayesa benar-benar tidak bisa menahan amarahnya lagi.

__ADS_1


Karena begitu marah Kayesa langsung memukuli dada Kaesang dengan membabi buta, pria itu sampai meringis kesakitan. Karena merasa tidak tahan dengan kelakuan dari Kayesa, akhirnya Kaesang mendorong tubuh Kayesa dengan penuh amarah.


Brugh!


Kayesa langsung jatuh terduduk di atas lantai yang dingin, karena Kaesang mendorong wanita itu dengan sangat kuat. Kayesa tentunya langsung menata pria itu dengan penuh amarah.


"Sialan kamu Kaesang! Pergi saja kamu sana, lagian kamu sudah jatuh miskin. Tidak akan ada wanita yang mau kepada kamu, seharusnya kamu bersyukur karena aku masih mau memungut kamu, dasar pria tidak punya otak!" teriak Kayesa.


Kaesang benar-benar merasa terhina dengan apa yang dikatakan oleh Kayesa, tetapi rasanya berdebat dengan wanita itu pun tidak ada gunanya.


Bahkan, jika dia membunuh wanita itu, rasanya dia yang akan rugi. Pastinya dia akan masuk ke penjara dan membusuk di sana, dengan cepat dia mengontrol emosinya dan segera pergi dari sana.


Kaesang bahkan terlihat menghela napas berkali-kali untuk menenangkan emosinya, melihat kepergian dari Kaesang, Kayesa hanya tertawa getir seraya bangun dan masuk ke dalam apartemennya.


"Argh!" teriak Kayesa seraya membanting semua barang yang ada di sana.


"Sialan! Dasar bedebah sialan! Lihat saja Kiara, aku pasti akan berusaha untuk menghancurkan kamu kembali." Kayesa berbicara seraya membanting pas bunga yang ada di sana.


Para pelayan yang ada di sana tidak berani menghampiri Kayesa, mereka takut terluka karena ulah majikannya tersebut.


Di lain tempat.


Kiara dan juga Keanu memutuskan untuk segera pergi dari perusahaan tersebut, karena memang acara sudah berakhir. Mereka ingin segera beristirahat.


Sebelum pergi dari sana, Kiara tentunya menghancurkan flashdisk yang dia berikan kepada pria yang bertugas untuk memutar video pemotretan dirinya itu.


Hal ini dia lakukan karena takutnya nanti ada orang yang melaporkan dan akan meminta bukti tersebut, Kiara tidak mau. Jika memang akan ada yang melaporkan Kayesa ke polisi, biarkan pihak tersebut yang mencari bukti.

__ADS_1


"Kamu sangat hebat," puji Keanu seraya menuntun Kiara untuk duduk di depan meja rias.


"Terima kasih atas supportnya, semua bisa terjadi juga karena kamu selalu mendukung aku." Kiara tersenyum lalu menyentuh dagu Keanu yang terlihat berbulu tipis itu.


"Aih! Kok yang dipegang cuma dagunya aja, yang lain ngga?" tanya Keanu.


Kiara langsung terkekeh mendengar apa yang dikatakan oleh calon suaminya tersebut, karena Keanu terlihat mengharapkan Kiara akan melakukan hal yang lebih terhadap pria itu.


"Ngga ah, yang lain nanti aja kalau kita udah nikah. Kamu bobo gih, jangan lama-lama di sini. Nanti kamu pengen," ujar Kiara yang melihat Keanu sedang menunduk lalu menatap dadanya.


Kiara sangat paham jika Keanu adalah pria dewasa, pria itu bahkan merupakan seorang duda. Tentunya pria itu sudah lama tidak melakukannya dan pastinya ingin melakukannya kembali.


"Kamu benar, aku akan tidur. Kamu juga harus tidur, karena besok pagi kita akan ke makam Khalis." Keanu menunduk lalu mengecup kening Kiara.


Lusa adalah hari pernikahannya dengan Kiara, tentunya sebelum dia menikah, Keanu ingin memberitahukan hal bahagia tersebut kepada almarhumah istri pertamanya.


"Oke, mumpung hari libur," jawab Kiara karena besok adalah hari Sabtu.


"Hem! Nanti sebelum pergi kita ke tempat Kala dulu, kita jemput Kia," ujar Keanu lagi.


Kiara mengangguk setuju mendengar apa yang dikatakan oleh Keanu, karena seingatnya Kinara memang ingin pergi ke pusara terakhir ibunya untuk memperkenalkan dirinya sebagai calon ibu sambungnya.


"Ya, Sayang." Kiara bangun dan segera menuntun Keanu agar segera keluar dari dalam kamarnya.


"Selamat malam, Sayang." Keanu berlalu dari kamar Kiara menuju kamarnya.


"Selamat malam!" jawab Kiara seraya tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2