Kembalinya Gadis Cupu

Kembalinya Gadis Cupu
Melumpuhkan


__ADS_3

Kayesa tersenyum dengan penuh kebahagiaan, karena kini dia sudah menugaskan lima belas orang pengawal untuk membunuh Kiara. Kayesa merasa begitu yakin jika Kiara pasti akan mati dengan cepat.


Entah dengan cara apa Kayesa tidak peduli, walaupun semua pengawalnya itu mau memerkosa Kiara terlebih dahulu, Kayesa tidak peduli. Baginya, yang terpenting Kiara bisa secepatnya mati.


Kayesa langsung masuk ke dalam kamar pribadinya, dia langsung masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya yang dirasa kotor setelah bersentuhan dengan Kiara.


"Setelah mandi aku harap Kiara sudah mati, karena dengan seperti itu aku bisa langsung membuang mayatnya ke lautan lepas. Atau mungkin aku bisa membuang mayat Kiara ke pulau tidak berpenghuni," ujar Kayesa dengan senyum licik di bibirnya.


Kayesa berpikir akan lebih menyenangkan jika membuang mayat Kiara ke pulau yang tidak berpenghuni, di sana pasti banyak binatang buas yang bisa mencabik-cabik tubuh Kiara sampai tidak tersisa.


Kayesa tersenyum membayangkan kematian dari Kiara, begitupun dengan para pengawal yang kini berada di dalam gudang. Mereka nampak tersenyum dengan penuh arti saat melihat kemolekan tubuh Kiara.


"Wow! Wanita ini sangat cantik, bodinya juga aduhai. Wanita seperti ini pasti enak untuk dinikmati," ujar pengawal A seraya menatap dada Kiara yang nampak besar.


"Kamu benar, bokongnya juga sangat seksi. Pasti enak kalau ditusuk dari belakang." Pengawal B nampak menimpali.


Kiara langsung memutarkan bola matanya dengan malas, dikata Kiara itu sate apa. Bisa-bisanya dia akan ditusuk dari belakang, benar-benar omongan yang dirasa sangat absurd, menurut Kiara.


"Apanya juga pasti legit," ujar pengawal D seraya menatap milik Kiara.


"Kalian berisik, ayo kita perkosa dulu sebelum kita bunuh. Sayang barang bagus seperti ini kalau dilewatkan," ujar pengawal E.


"Hem! Kalian benar," jawab pengawal C seraya menghampiri Kiara.


Pria itu nampak mengulurkan tangannya untuk mengusap dada Kiara, tetapi dengan cepat Kiara menepis tangan pria itu.


"Berani kalian menyentuhku, kalian akan tahu akibatnya!" ancam Kiara dengan tatapan matanya yang begitu tajam.

__ADS_1


Bukannya merasa takut, lima belas orang pengawal yang ada di dalam ruangan tersebut malah tertawa dengan terbahak-bahak. Mereka menyangka jika apa yang dikatakan oleh Tiara adalah hal yang mustahil.


Kiara hanyalah seorang diri, rasanya tidak akan mungkin bisa menghadapi mereka yang jauh lebih banyak jumlahnya daripada Kiara.


"Jangan bercanda, Nona Cantik. Lebih baik sekarang anda buka saja bajunya, kita bersenang-senang." Pengawal D nampak menghampiri Kiara.


Pria itu bahkan terlihat menatap Kiara dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu pria itu nampak menjulurkan lidahnya dan menyapukannya pada bibir atas dan juga bawahnya.


Pria itu menatap Kiara dengan tatapan yang begitu lapar, bahkan dengan tidak tahu malunya pria itu mencolek bokong Kiara. Kiara nampak marah, dia bahkan langsung memicingkan matanya dan berkata.


"Anda sudah melakukan kesalahan yang begitu fatal, jangan salahkan saya jika anda akan menerima akibatnya." Kiara nampak tersenyum penuh arti, lalu dia menghampiri pengawal D.


Tanpa ragu Kiara langsung mematahkan tangan pria itu, sontak saja pria itu berteriak dengan begitu kencang karena merasakan kesakitan yang luar biasa.


Darah segar mengalir dari tangan pria itu, dia menjerit-jerit kesakitan. Para pengawal lainnya yang melihat akan hal itu merasa tidak percaya dengan yang dilakukan oleh Kiara.


Justru kini pengawal A malah menjerit kesakitan, kakinya seakan menendang tembok yang begitu kokoh. Namun, bukan tembok yang terbuat dari semen tiga gelindingan ya, guyz.


"Aku sudah bilang, jangan pernah menyentuhku. Jika kalian tetap nekat, jangan pernah salahkan aku."


Kiara tersenyum dengan begitu mengerikan, wajah wanita itu memang terlihat begitu cantik, tetapi aura yang keluar dari wajah wanita itu begitu mencekam.


"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Pengawal B.


Semua pengawal yang ada di sana nampak ketakutan, tetapi mereka tidak bisa pergi begitu saja karena sudah ditugaskan untuk membunuh Kiara.


"Wanita cantik yang pernah dibunuh oleh nona kalian, tetapi Tuhan begitu baik kepadaku, Tuhan tidak membiarkan aku mati begitu saja," jawab Kiara.

__ADS_1


"Jangan takut dengan ucapan dari wanita itu, ayo kita serang rame-rame. Pasti dia akan cepat mati," ujar Pengawal E.


Mereka berpikir jika mereka menyatukan kekuatan dan menyerang Kiara secara bersamaan, pasti Kiara akan mudah dilumpuhkan.


"Kamu benar, serang aku rame-rame. Aku menunggu," ujar Kiara seraya menggoyangkan dadanya.


Para pengawal itu langsung maju secara bersama-sama, mereka berusaha untuk melumpuhkan Kiara. Namun, dengan cepat Kiara melompat dan menendangi tubuh para pengawal tersebut.


Tubuh para pengawal itu langsung mental semua, ada yang mental ke tembok dan ada juga yang mental sampai ke langit-langit. Semua pengawal itu nampak begitu kesakitan, karena darah segar langsung mengalir dari bibir mereka.


"Haish! Aku kira kalian adalah orang-orang yang kuat, nyatanya kalian hanya sampah. Kalian berusaha untuk membunuhku, tetapi sepertinya kalian yang akan lenyap duluan."


Kiara melangkahkan kakinya menuju pintu gudang, lalu dia keluar dari gudang yang ternyata berada di belakang bangunan megah berbentuk Villa milik keluarga Kayesa.


"Sekarang, rasakan pembalasan dariku."


Kiara nampak memejamkan matanya, lalu dia memfokuskan pikirannya. Wanita itu bahkan berusaha untuk berkomunikasi dengan Kiki, tidak lama kemudian Kiara nampak memukul tembok gudang itu dengan seluruh kekuatannya.


Brugh!


Brak!


Gedubrak!


Bangunan itu nampak rubuh dalam waktu yang singkat, lima belas orang pengawal dari Kayesa nampak terkubur oleh reruntuhan gudang itu.


Runtuhnya gudang itu menghasilkan getaran yang begitu kuat, pulau pribadi itu bahkan terasa begoyang seperti adanya gempa bumi.

__ADS_1


"Jangan salahkan aku karena melakukannya hal ini, aku tidak akan melakukan hal ini jika kalian baik padaku."


__ADS_2