
Menjalani segala rutinitas yang monoton sebagai wanita menikah, apakah nanti akan terasa melelahkan, seakan berjalan lurus dijalan yang tak berujung tanpa hambatan lelah, penat, tak berjiwa, terabaikan.
"huffss..!!!" desah Nara
itu hanya pikiranku saja. pikir Nara
Saat ini angan Nara melanglang buana sambil menatap gedung gedung pencakar langit, dan kemacetan jalan dibawah, dari balik kaca kantornya, bibir merah yang penuh terlihat sangat menggemaskan menghirup kopi disore hari. mata cokelat beningnya yang indah, dimanjakan pemandangan matahari terbenam yang menentramkan jiwa.
Entah kenapa, Nara sangat menikmati saat saat mentari akan kembali ke peraduannya. setiap hari Nara melihat warna yang berbeda dari tiap sudut ruangan kantornya.
"hhmm.. benar! setiap kali aku berpindah tempat warnanya berbeda tapi tetap indah" gumam Nara.
drrrrttt... drrrttt... drrrttt..
nara menatap ponselnya yang bergetar
CEO L
tulisan diposel.
Nara tersenyum
"hallo
"hallo selamat sore Bu Nara! untuk info fitting gaun pengantin sesuai permintaan ibu, jadinya weekend ini jam 10am. bu?"
"ok, trimakasih"
"iya sama sama bu sampai jumpa nanti waktunya ya bu Nara..selamat sore. ..hi....hi...hi..hi... serius amat say!"
"ha..ha..ha. aku ikut arus aja kok Liv, eh nanti selesai fitting ke cafe biasa ya, trus kita belanja yuk..!"
ajak Nara
"siap bos, hamba siap antar jaga selama gratis.tenkyu sebelumnya ibu bos! he..he..he. oh ya si meycan besok pulang indo ajak juga ya...biar traktiran gue dobel aseeekkkk."
Canda Livi bersemangat, Livi dan Meycan adalah sahabat karib Nara sejak kecil, saat ini livi CEO L entertaiment, dan Meychan jadi model yang sudah go internasional, jadi jarang ada di indo.
hahh memey pulang..!!
wah.. bakalan rame Liv, aku kangen banget sama memey"
sadar suara di seberang sana diam Nara tersenyum jahil
"Iya..lah... Liv abis kamu ribut banget, sampe sakit kuping gue kalo ketemuan"
Nara membekap mulutnya menahan tawa
" weekend gua dirumah aja..."
teriak Livi
"mata gue juga sakit tiap liat elo tau..."
Livi nggak mau kalah.
"loh.. kenapa??"
Nara bingung.
"abis kamu cuantiikkk buangeeettt ha..ha..ha."
mereka tertawa bersama walau lewat ponsel
"ok dehh,.. see you weekend yaa ibu bossss"
balas Nara
"siiyyaapp ibu cuuaannnttik" balas Livi centil.
"eh.tungguu.. tunggu dulu Ra..!!"
"hampir lupa gue.." Livi setengah panik jangan jangan Nara langsung menutup ponsel seperti biasanya.
"ada apa say, kaget gue kenapa? lu nggak kenapa kenapa kan? " Nara jadi khawatir.
"gue tadi ketemu clay"
deg..Nara terdiam nafasnya langsung sesak jantungnya berdetak kencang tak teratur, badannya lemas nyaris jatuh, hingga Nara harus berpegangan di meja kerjanya dengan kedua tangan. akibatnya ponsel Nara jatuh ke lantai.
bruk..
"hallo..hallo..hallo.. Nara.. Nara. kamu nggak apa apa??"
duhh... gimana nih... Nara...!!!
suara Livi yang khawatir terdengar diseberang sana.
Nara menghela nafas panjang, dan memungut ponselnya, yang jatuh.sambil berusaha setenang mungkin menjawab Sahabatnya yang panik.
"hallo Liv!"
"Ra kamu nggak apa apa?"
"Iya Liv, gua baik baik aja.see you soon ya !!"
tuut...tuut...tuutt
telpon terputus .
Nara masih menggigil, dengan keringat dingin yang mulai jatuh. nafasnya sesak menahan perasaannya, tapi tak dapat terbendung, Nara mulai terisak." bagaimana mungkin seseorang yang selalu menghantui pikirannya selama lebih dari satu dekade, yang menghilang tanpa kabar tiba tiba muncul entah dari mana datangnya!
Saat ini, Nara benar benar merasa hampa dan tak punya muka untuk bertemu dengan clay.
teringat janji Nara waktu itu
"kamu masih ingat malam qta di pantai waktu itu hmm??"
tanya clay dengan tatapan maut, yang bisa mencairkan kutub utara.
"hmm" Nara mengangguk dalam pelukan Clay. sambil tertunduk malu
"jaga dirimu baik baik Naraku sayang!!!"
deg......sayaanggg ??? Nara seakan terbang kelangit tingkat ketujuh. karena selama ini, sudah hampir setahun mereka menjadi sepasang kekasih, tak pernah sekalipun Nara dipanggil sayang.jantung nara tiba tiba mulai berdetak tak karuan, sambil senyum senyum sendiri dalam diam.
Entah kenapa Nara yang sebenarnya tomboy yang tidak punya rok selain rok sekolah, karena memang hobby pakai celana pendek, atau celana jeans dan kaos oblong.
kalau lagi sama teman temannya, cerewetnya minta ampun. tapi klau sudah di hadapan Clay, seorang Nara seakan terhipnotis menjadi putri malu.
"kamu milikku kan Nara??"
"selamanya milikmu Clay!"
__ADS_1
Jawab Nara, yang mulai penasaran karena merasa Clay aneh hari ini
"aku juga"
jawab Clay pelan, terlihat sedih. sambil lebih mengeratkan tangannya di pinggang Nara.
"maksudnya Clay???" Nara semakin bingung
"Aku juga selamanya milikmu Naraku sayaaangg!!"
Ucap Clay lirih, hampir tak terdengar.sambil menyandarkan dagunya di bahu Nara.
tin..tin...tin..
"Clay...ayo cepat naik Mama di mobil belakang bentar lagi nongol ayo cepat..!!!"
tiba tiba Clay memegang wajah Nara dengan kedua tangannya dan
cup..cup..cup...
Nara terbelalak tubuhnya mengigil, seakan membeku, dalam dua dunia. dunia sadar dan tidak karena jiwanya masih melayang ciuman pertamanya tanpa persiapan, dan perasaan bahagia karena sudah hampir setahun berlalu, dan Nara selalu penasaran ingin dicium. malah terkadang gemas ingin mencium duluan. tapi jiwa gengsi Nara lebih besar dari jiwa mesum.
Saat tersadar, mobil yang membawa clay pergi, telah menghilang dalam kegelapan malam. Nara meraba wajahnya,
"kok basah .??? hujan ya"
Nara menengadahkan tangannya
"nggak hujan kok"
. Iseng karena penasaran Nara mengecap air dari ujung jarinya.
"kok asin??? apa Clay nangis ya??? ahh apa mungkin??"
Walaupun Nara lebih tua setahun dari Clay, tapi dari sikap, cara berpikir,dan tingkah laku Clay sangat mandiri. karena
orang tua Clay bercerai, papanya tinggal bersama wanita lain walaupun mereka belum resmi menikah, begitu pula Mamanya yang sudah menikah sirih dengan salah seorang pejabat di luar daerah, sehingga Clay tinggal hanya bersama supir dan pembantu dirumahnya yang sangat besar, bila hanya ditinggali tiga orang saja. walaupun terkadang papanya atau omanya menginap dirumahnya tapi itupun sangat jarang.
keadaan keluarga yang bisa dibilang berantakan, membuat Clay dewasa sebelum waktunya.
Di jok belakang mobil, Clay bersandar dengan wajah menengadah ke kap mobil dengan badan lemas dan kedua tangan terkulai di kursi, dengan tatapan kosong. dan sesekali cairan hagat menetes dari sudut mata seorang Clay, memiliki wajah tampan degan sorot mata yang tajam bagai mata elang, yang seakan menembus raga orang yang ditatapnya. juga memiliki senyum maut yang jarang ditemukan diwajah pria tampan,dengan garis wajah bak patung pahatan, kecuali saat bersama Gadis yang sangat Disayanginya, Clay bisa selalu tersenyum, bahkan tertawa segar hanya bersama Nara.
Ya, Nara, Gadis yang super duper cantik, lucu, dan sangat cuek.
Clay teringat saat bibinya datang mengantarkan sepupunya untuk ikut audisi iklan salah satu snack yang digemari anak muda. dan harus nginap di rumah Clay selama liburan, meycan sepupunya minta ijin oma untuk mengajak sahabatnya, untuk menemani meycan, sebab mama meycan tidak bisa menemani karena harus kerja. oma pun mengijinkan.
Pertama Kali Nara ke rumah Clay, Nara masuk bersama meycan, tanpa memperhatikan Clay. bahkan bisa dibilang, mengacuhkan.
Clay pun tak perduli sambil duduk di sofa beludru warna merah, nonton pertandingan sepak bola
"hai Clay,! ini sahabatku Nara dia ku ajak temenin aku selama aku disini ya, barusan ku jemput .!!! oh ya..mama udah ijin sama oma kok."
Lapor meycan, Nara yang masih melongo melihat rumah besar yang indah, tertata rapi, bersih berilau.
"Nara ini Clay sepupuku"
βhaai.."
Tanpa menatap Clay Nara begumam, sambil terus mengagumi rumah itu. padahal sepupu memey kan Cowok! wah keren juga tuh cowok , punya rumah seapik ini .
pikir Nara
"serah lo aja"
"yuk kekamar capek mau istirahat."
Meycan langsung menyambar tangan sahabatnya, dan berbalik melangkah ke kamarnya. karena penasaran di cuekin, Clay menoleh, menatap belakang kedua gadis yang melangkah pergi.
Deg.. woww pemandangan indah, celana pendek putih, kaos hitam, sneakers putih, rambut di kuncir asal membuat kaki jenjang Nara, terlihat lebih indah."woww..belakangnya indah banget!!! Clay terpana, sosok laki laki yang memang tidak percaya akan Cinta, ataupun hubungan kasih sayang, karena selama ini hanya biasa dikagumi, tak pernah mengagumi sosok yang berjenis kelamin perempuan, karena dia sangat terluka saat mamanya meninggalkan mereka demi hidup bergelimang harta, yah walaupun saat ini Clay juga menikmati harta mamanya.
Karena penasaran, sepertinya baru sekarang ada debaran yang aneh yang menggelitikdi dada .
"hey...!!
Panggil Clay tiba tiba. serentak kedua Gadis itu menoleh, dan terjadilah keajaiban, Clay terdiam menatap Nara, jantung Clay berdetak kencang, lidahnya menjadi kelu, wajahnya merah padam, karena di tatap Nara dengan mata bening dan indahnya. Clay tenggelam dalam beningnya tatapan kedua bola mata itu. "ah terasa nyaman" tak bisa Bergerak, Clay membeku salah tingkah
" gak jadi"
langsung beranjak dari sofa dan berjalan ke kamarnya
"Aneh...yuk Nara!!! biarin aja tu anak sok cool."
Beberapa hari berlalu, dan Nara selalu setia menemani meycan casting, dan juga untuk mempersiapkan kebutuhannya syuting, karena meycan diterima jadi salah satu bintang iklan. lucunya Nara juga ditawari ikut syuting, tapi Nara menolak karena nggak bisa akting.
Tanpa terasa seminggu berlalu sangat cepat dan sangat jarang mereka ketemu Clay. karena jika mereka berdua pulang kerumah sehabis Meycan syuting, Clay akan langsung masuk ke kamarnya, atau pergi bersama teman temannya. atau kalaupun ada teman teman Clay pasti ada dirumah, begitu kami tiba mereka langsung diusir Clay, bahkan Clay tidak pernah mau makan bersama kami berdua. padahal bi wati mengatakan sudah beberapa hari ini Clay suka memasak sop,
"tadi pagi den Clay buat kue pie susu keju tuh, di toples"
tunjuk bi wati.
" enak banget non, ada banyak loh!! yang lain dikulkas..dicoba deh.. buatan bibi kalah enak loh..!!!
"Ah.. masa si bi?? dia kan cowok!!
ini dia yang buat?? terus sop yang enak banget itu juga Clay yang masak???"
"bener non dia belajar dua hari dua malam bikin pie susu keju non, kalo sop den Clay mah jagonya!! sejak bibi mulai tinggal disini 3 tahun lalu, pas bibi mau cuti lebaran aden minta diajari"
Nara berjalan kemeja makan membuka toples dan mengambil pai susu keju yang menggiurkan langsung sekali suapan.
"Mmm..Mmm..Mm mm"
Mulut Nara penuh sekali, tapi terus mengunyah. dan Nara benar benar menikmati Kuenya.
"Mmmm...wuaahh enak banget bi kayak buatan chef ya bi"
"bener non"
Bi wati juga ikut makan menikmati kuenya
"bi wati juga hebat dong bikin kue ini.! pastinya bi wati yang ajarin kan???"
"nggak lo non"
"trus siapa dong??
"telpon"
"ih... bibi!! becanda deh,! masa diajarin telpon ha..ha..ha.."
"diajarin mamanya lewat telpon maksud bibi non"
"Ooohhhh... ngomong dong ha ha ha..."
__ADS_1
Nara tertawa renyah. saking serunya ngobrol sama bi wati, meycan ikut gabung.
"apaan sih.? kok rame banget berdua"
Nara langsung menyumpal mulut meycan dengan pie susu keju yang memang, adalah kesukaan mereka berdua.
"Mmm..Mmm..Mmm..."
"wahh kayak belahan jiwa non berdua makan pie susu keju ekspresinya sama"
ujar bi wati takjub.
βenak banget kan???β
Sambil mengangguk senang bahkan setengah berjingkrak seperti orang jalan ditempat sambil lompat lompat.
"Mmm mau lagi... mau lagi.. dong ..!!!!!
Nara kembali menyuapi sahabatnya, sambil tertawa melihat tingkah meycan yang terkadang manja. bi wati pun, ikut geleng geleng kepala sambil tertawa.
"Andaikan bisa makan yang kayak gini setiap hari ya mey!!!
betapa bahgianya kita berdua!! eh.. bertiga deh sama livi, ini juga kesukaannya kan??"
"ho.oh"
meycan mengangguk, karena mulutnya masih penuh
Dibalik pintu kamar, Clay tersenyum senang
yes dia menyukainya yess yess yess tidak sia sia walupun berkali kali gagal, dan berapa banyak adonan yang mubasir karena gagal produksi , tapi mendengar Nara bahagia, kok aku ikutan senang ya??
Clay masih bersandar dipintu kamarnya, menengadah kelangi langit kamarnya dengan mata tertutup, dan tangan kanan menahan dadanya yang berdegup kencang, yang baru pertama kali dia rasakan seumur hidupnya.
Clay senyum senyum sendiri, dengan tetap pada posisinya saat teringat bertemu Nara pertama kali,
hari pertama
Setelah clay masuk ke dalam kamar, dia langsung melangkah cepat ke ranjang dan melompat telungkup di ranjang,
argh...malunya...kok bisa gua frezze di depan temannya meycan sih..ahh apa gua sakit ya???
apa harus ke dokter ya..??
kok masih pengen liat wajah temannya meycan ya..??
kok jantung gua makin kencang aja??
kok tangan gua dingin ya!?
Clay berkata dalam hatinya. kemudian Clay berputar,berbaring dengan kaki masih di lantai, sambil meraba jantungnya yang masih berdebar. tiba tiba Clay mendengar suara dari kamar sebelah karena kebetulan jendela kearah balkon tidak di kunci.
"mey beli pie di toko langganan aku yuk!! kebetulan dekat dari sini, kita tinggal jalan aja"
"ayo.lets go..!!!"
memey dengan gaya khasnya jika sedang bersemangat.
Sampai dirumah, mereka duduk di sofa sambil ngemil aneka macam pie yang di jual satu paket dengan aneka rasa.
tok..tok..tok..
"Clay.. mau pie nih masih hangat..!!"
teriak meycan sambil mengetuk pintu kamar Clay
tak ada jawaban
"Ya udah kalau nggak mau!"
Tak lama kemudian Clay kembali terganggu karena mereka cekikikan berebut pie susu keju. kedengaran keduanya berlarian kasana kemari, bercanda memperebutkan pie susu keju yang terahir. ahirnya, mereka berdamai dengan membaginya setengah setengah.
Clay tertawa segar karena ulah sepupunya dan sahabatnya itu. Clay pun menyadari sudah lama dia tidak tersenyum seperti ini.
hari ke dua
Pagi ini, karena libur, Clay yang masih malas malasan berbaring diranjang, terbangun dikamarnya mendengar kicau Meycan dan Nara dimeja makan.
"Clay...ayo sarapan.."
"masih tidur ya..???"
"kami duluan ya!!!"
"mey..."
"hmmm"
"udah jangan diganggu ini kan liburan"
"yup, benar sekali Ra, ayo makan duluan."
" wahhh sopnya enak banget Mey!!!!...."
Nara makan dengan lahap
didalam kamar
hmm ternyata dia suka sop.
Clay tersenyum.
hari ke tiga
"si claymore mana sih kok nggak pernah keliatan bi???"
"gak tau lagi sibuk di dapur dari pagi tuh"
jawab bi wati
sore harinya sepulang syuting, kembali dua sahabat duduk didepan TV, sambil memperebutkan pie susu keju terahir. Clay yang duduk ditaman belakang tertawa segar melihat ulah sepupunya beserta sahabatnya itu dari kejauhan.tapi tak lama Clay mulai fokus memperhatikan Nara yang sering membuatnya tersenyum dan tertawa, bahkan bisa membuat jantung Clay berdebar, hanya dengan menatapnya.
Clay menunggu makan malam dengan tidak sabar, dan kembali duduk di taman belakang, agar bisa memperhatikan Nara dari kejauhan. entah kenapa menatap Nara menjadi kegemaran Clay saat ini, karena membuat Clay merasa bahagia, meskipun dari kejauhan. Clay berusaha keras menahan dirinya untuk mendekati Nara
belum waktunya.....
Pikir Clay
***BERSAMBUNG
mohon** jempolnya ya.kakak kakak yang baik hati dan tidak sombong...ππππ
mohon kritik dan saran yang membangun.π
__ADS_1
maaf kalo ada salah kata harap maklum masih baruππ¦π»*