KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
5. Mungkinkah


__ADS_3

"Mungkin saat ini kau tidak mencintaiku,


Mungkin suatu saat nanti!


Mungkin aku lebih bahagia saat ini


saat kau membutuhkanku!


mungkin suatu saat kau akan membutuhkanku, karena kau mencintaiku!"


*Mikhayl Axlssen*


Khayl tersenyum nakal.membuat Nara salah tingkah mengingat kejadian di balon udara tadi. Nara pun berusaha menahan diri karena menahan hasratnya yang sudah beberapa lama tidak tersalurkan, semenjak dia melarikan diri dari seseorang yang dianggapnya akan menjadi pendamping untuk menghabiskan sisa hidupnya, karena saat kebersamaan mereka Nara merasa dilimpahi kasih sayang berlimpah yang tak Terlukiskan, Nara berdiri termenung dibalkon depan kamar hotel.


"shawn oh shawn kau sungguh luar biasa"


gumam Nara lirih dan air mata menetes tanpa terasa dipipi mulusnya.


Khayl keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk dari pinggang kebawah, memamerkan tubuh yang bisa membuat wanita menangis, dada bidang yang kekar, dengan perut bak roti sobek, melengkapi wajah tampan yang terpahat indah di wajah ramah dan tampak tak berdosa, menambah kesempurnaan seorang Billionaire Muda, yang menjadi rebutan para wanita kelas atas di salah satu Negara dengan biaya hidup tertinggi, dimana Dia tinggal. tangan kanannya memegang pengering rambut dan tangan Kirinya memegang handuk kecil


"Nara.. tolong aku, bagaimana caranya menggu....! loh... kemana dia???"


Sambil melihat kesana kemari hingga pandangan Khayl tertuju kearah balkon, Khayl perlahan mendekati Nara, dan terhenti mendengar Sebuah nama yang membuat hati Khayl terpukul.


Shawn, seorang rekan bisnis Khayl yang terkenal gemar gonta ganti wanita. selain mewarisi Bisnis Raksasa yang menjadikannya Konglomerat di Negaranya, dia juga memiliki wajah tampan, tubuh atletis, dengan tatapan yang bisa meluluhkan hati wanita manapun juga. dengan mata beningnya yang dihiasi bulu mata lentik, hidung mancung, bibir sexy yang sangat jarang dimiliki kaum Adam, menghasilkan senyuman maut yang dihiasi dua lesung pipi, menambah kesempurnaan Pria tampan berkulit keemasan bila terkena sinar matahari. seorang cassanova yang terkenal tak akan bisa jatuh cinta.


Khayl terkenang masa Sekolah menengah. saat Ibunya pindah ke Indonesia saat hampir bercerai dengan Ayahnya. hingga Khayl harus sekolah selama setahun di Indonesia sebelum melanjutkan Kuliah di Swiss. pertama kali Khayl bertemu Nara disupermarket dekat perumahan elit tempat Khayl tinggal. Nara sangat cantik membuat Khayl terpana dan jantungnya mulai berdebar lebih cepat dari biasanya.Khayl tak bisa berpaling dari Gadis yang membawa sebuah keranjang yang berisi camilan. khayl berjalan di ujung lorong mengikuti ke rak manapun Nara berjalan, tanpa disadari Gadis itu. ahirnya Khayl memberanikan diri mendekat dan Menyapa.


"hai....saya Khayl, apa kamu juga tinggal didekat sini?"


sapa Khayl sambil mengulurkan tangannya mengajak berkenalan Nara menatap acuh tak acuh namun dengan sopan membalas uluran tangn Khayl


"hai juga..saya Nara, ya saya tinggal diperumahan sebelah"


"wah kebetulan saya juga, saya barusan pindah kemari, jadi belum terlalu mengenal lingkungan disini, apakah kamu selesai dari sini kamu langsung pulang? mungkin kita bisa pulang bersama!"


"maaf ya... aku mau kerumah teman"


"oh.. sayang sekali"


"maaf maksudnya?"


"oh eh maksud saya...ehm.. maksunya sayang sekali aku pikir akan punya teman dalam perjalanan pulang, karena saya masih baru disini takutnya salah jalan!"


"oh.. begitu, jangan takut nanti kan tinggal tanya satpam, tinggal bilang alamatnya."


"iya benar"


"ok aku jalan duluan ya bye..."


Nara pun berlalu, meninggalkan Khayl yang masih terpana menatap kepergian Nara, dengan jantung yang berdebar kencang, yang baru pertama kali terjadi dalam hidupnya. setelah tersadar, Khayl cepat cepat membayar es krim yang dibelinya, dan dengan cepat menuju mobil yang disiapkan ibunya untuk mengantar Khayl yang masih baru dengan segala sesuatu di kota yang merupakan tempat kelahiran ibunya, namun ini pertama kalinya Khayl menginjakkan kaki di kota itu sehingga Kemanapun Khayl ingin pergi, ada sopir yang siap mengantarkannya.


"Pak Bagas, ikuti mobil yang akan dinaiki Gadis cantik berkaos putih dan celana pendek hitam itu"


"baik Tuan Muda"


"Khayl... Pak Bagas, Khayl... panggil Saya Khayl!"


"Baiklah Tuan Khayl"


"Khayl saja Pak Bagas jangan pakai Tuan"


"waduh Bapak tidak berani Tuan Muda, nanti bisa dipecat sama nyonya besar! kasian anak anak bapak masih kecil, nanti dikasih makan apa Tuan"


"ya udah terserah"


sahut Khayl ketus, sebenarnya Khayl tidak puas dengan jawabanan Sopirnya tapi, Khayl juga tak bisa memaksa karena merasa kasihan pada Pak Bagas, karena Khayl sangat memahami tabiat Ibunya.


"Tuan Gadis itu naik angkot, mau diikuti"


"ya iyalah..kan saya sudah bilang! ayo cepat.... nanti ketinggalan ayo!"


"siap Tuan Muda"


Nara turun tak jauh dari supermarket disebuah rumah yang belakangan diketahui Khayl sebagai rumah adik kelas sekaligus pacar Nara. Namun Khayl tidak memperdulikannya karena sudah terlanjur jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Gadis yang pertama kali ditemuinya disupermarket. sejak saat itu Khayl selalu mencari cara untuk bisa dekat dengan Nara, bahkan menjadi tempat curhat Gadis yang sangat disukainya tersebut. walau kadang sangat menyakitkan Mendengarkan Nara membicarakan betapa dia menyukai Clay, atau betapa Clay sangat baik, Clay sangat perhatian, Clay sangat penyayang dan masih banyak lagi kata kata sanjungan yang sangat menyakiti hati Khayl. namun Kahyl hanya bisa tersenyum dan menjadi pendengar yang baik, karena dia lebih takut kehilangan Nara, atau Nara tak mau menemuinya lagi.


Hingga suatu senja yang indah dengan langit jingga kemerahan yang hendak menghantarkan sang mentari untuk beristirahat berganti rembulan,Khayl dan Nara berjalan di jalan yang dipagari pohon rindang dikiri kanan jalan menuju taman di kompleks perumahan mewah dimana mereka tinggal, karena rumah bibi Nara dekat dengan rumah Khayl.


"Khayl"


sambil bergelayut manja dilengan Khayl hal yang sangat disukai Khayl.


"hemm"


"beliin es krim ya!!"


"nggak boleh"


"ya..aaa..aa beliin dong"

__ADS_1


Nara merengek manja


"nggak boleeh, kalo udah nggak pilek baru boleh ok, aku janji beliin sebanyak kamu mau, tapi sekarang jangan dulu ya..!suara kamu aja masih serak"


bujuk Khayl


"Mmm janji???"


"iya Naraku sayaaaaang"


"thank you cintaaaa"


sambil tertawa bahagia karena Nara tau Khayl tak akan mungkin bohong.


nama panggiln kedua sahabat karib ini bak sepasang kekasih. dan tanpa Nara sadari Khayl sangat bahagia mendengar kata panggilan Gadis pujaan hatinya itu. namun Khayl menutupi perasaannya dengan mengacak rambut Nara dengan kedua tangannya, kemudian melarikan diri, yang pasti akan membuat gadis itu mengejarnya untuk membalas atau menjewer terkadang mencubit hingga Khayl meringis.


saking akrabnya hingga Khayl menjadi tempat curhat Nara yang membuat Khayl sangat bahagia, kalau dihitung Nara lebih banyak menghabiskan waktu bersama Khayl daripada bersama pacarnya, karena Nara dan Clay pacaran sembunyi sembunyi. itu semua karena orang tua Clay tidak merestui hubungan mereka karena Nara datang dari keluarga yang sederhana. dan kebetulan mereka berasal dari daerah yang sama, dan walaupun berasal dari keluarga yang sederhana, namun karena cantik dan pintar maka banyak orang yang sirik, bahkan suka menjelek jelekkan Nara dan keluarganya. dan karena orang tua Clay jarang mudik maka mereka hanya percaya saja walaupun dibohongi oleh mereka yang iri dan benci kepada Nara ataupun Orang Tuanya. Khayl berkali kali menasehati Nara untuk memikirkan kembali hubungannya agar tidak berakhir dengan tersakiti.


"Khayl...!"


"yaa......!


"kita duduk disana ya!"


"ok, ayo"


sambil memegang tangan Nara mereka setengah berlari, mangarah ke kursi taman yang ditunjuk Nara.


"kamu tunggu disini sebentar ya"


"jangan lama ya"


"siap Tuan Putri"


Khayl pun berlalu mengarah ke tempat kuliner yang menyediakan aneka cemilan kue kering , kue basah, aneka jus, dan minuman hangat.


Di taman kompleks perumahan mewah ini disediakan tempat khusus untuk berjualan makanan ringan, hingga selalu ramai dipagi dan sore hari. selain tempat untuk berolah raga, juga bisa untuk piknik. tak lama kemudian Khayl kembali membawa 2 hot chocolate, dan sekotak pie susu keju kesukaan Gadis pujaan hatinya.


"itu apa?"


Khayl mengacungkan kotak yang dibawanya kearah Nara.


"Aaaasseeekkk....tenkyuu Khayl"


"kesukaanmu kan?? ayo duduk nih abisin"


"wah...enak banget nih"


"Khayl acara kelulusannya kita makan makan dimana nih?"


"terserah kamu"


"kok terserah aku?"


"kita pesta kan?"


"iya"


"aseeekkk.... rame rame kan?"


"nggak mau"


"loh kenapa?"


"kita berdua aja ya Naraku sayang!"


"loh kenapa?"


"ada hal penting yang mau gua omongin"


"apa emang?"


"ada deh...surprise !"


"ahh Khayl aku kan paling nggak suka sama rahasia?"


"Hey hey liat sini dong... jangan ngambek sayangkuuu....nanti jelek"


"biarin"


"beneran mau tau sekarang???"


Nara mengangguk angguk senang dengan mata berbinar cerah dan senyum merekah


"bener gak bakalan nyesel?"


"iya bener, kamu mau bilang apa ayooo!"


"dengar baik baik"

__ADS_1


Khayl memegang kedua pundak Nara, menatapnya lembut dan tersenyum mesra


"Kamu tau aku sangat menyayangimu kan?"


"hemmmm"


"Mau ya jadi pacar aku!"


deg... jantung Nara berdebar, tangannya mulai basah dengan keringat dingin, kaget sekaligus bingung.


a kok aku jadi deg degan sih? kok aku jadi malu ya? kok pipiku panas banget sih! astaga... apa aku wajahku merah? kok bisa nih diri kaku begini sih? apa aku punya perasaan sama Khayl ya? aduuhh... becandanya kok bikin merinding sih? seribu satu pertanyaan tanpa jawaban silih berganti datang dibenak Nara


"Khayl kamu keterlaluan becandanya ya....mau gua jitak"


"ha...ha...ha...ampun deh sayangku jangan dijitak dong dicium nih"


sambil menyodorkan pipinya kedepan wajah Nara yang disambut sentilan Nara di dahi Khayl.


"waduuuhhh ampun Tuan Putri he..he..he.."


"kamu tuh kalo becanda jangan kelewatan ya!


udah tau gua punya pacar, iihhh"


"udah dong jangan marah lagi ya, tapi serius memang ada hal penting yang ingin aku katakan"


"ya udah bilang aja sekarang kan gampang"


"tidak bisa, nanti aja selesai acara kelulusan aku jemput jam 5 sore. ingat dua hari lagi dan untuk sekarang sayonara!"


"hey.. mau kemana jangan pergiii...!!!!"


"bye bye sayangku see you!"


sambil terus berjalan meninggalkan Nara yang masih bingung.


wah ...ada apa dengan jantungku? sadarlah Nara, Clay aja yang kekayaannya nggak ada apa apanya dibandingkan Khayl tapi Orang Tuanya tidak merestui, apalagi keluarganya Khayl, Mommienya aja dari kepala sampai kaki semuanya branded, mobilnya aja jangankan dikota ini, diNegara ini saja masih bisa dihitung dengan jari. pajak mobilnya aja bisa beli mobil baru, ck ck ck sadar Nara sadar Nak kamu tuh orang susah nggak pantaas Khayl tuh di langit aku hidup dibumi Paling bawah he..he..


dalam perjalanan pulang kerumah bibinya pikiran Nara melambung lalu jatuh ahirnya kembali ke bumi. setelah sampai Nara terkejut


"Bunda....kapan tibanya? kok nggak kasih tau kan Nara bisa jemput"


"emang Bunda anak kecil apa, besok kan penerimaan hasil kenaikan kelas. selesai penerimaan hasil kita pulang ya!"


"baik Bunda"


"Livi sama Meycan sangat merindukan kamu"


"Nara juga kangen sama mereka Bunda"


"ya udah sana ganti baju trus makan dulu"


"Nara udah kenyang Bunda tadi makan ayam goreng. Nara mau mandi gerah"


"ya udah mandi sana"


selesai Mandi Nara istirahat dikamar sampai tertidur. sedangkan sang Bunda lanjut ngobrol sama adiknya, bibi Nara.


Nara bangun dan ijin keluar sama Bunda dan Bibinya, Nara kerumah Khayl tapi tidak seperti biasanya hanya ada satpam didepan rumah.


"selamat sore Pak Satpam"


"Sore Nona Nara, Tuan Muda tidak ada di rumah Nona"


Satpam rumah Khayl sudah sangat mengenal Nara


"oh gitu.. Khayl ke mana Pak?"


"Nyonya besar dan Tuan Muda dijemput Tuan besar kembali ke Norwegia, tadi Tuan muda sampai diseret bodyguard karena nggak mau ikut pulang"


deg.... Nara kelu terdiam terasa mau jatuh seakan seluruh tulang di tubuhnya copot


"Nona baik baik saja?"


"iya pak saya baik baik saja saya permisi ya pak"


Nara berbalik dan berlari sekuat tenaga dengan air mata yang mengalir deras dipipinya


Khayl kamu tega pergi tanpa pamit aku benci kamu aku benci benciii...Nara tak bisa menghentikan airmata yang terus mengalir deras dipipinya. Nara berhenti dipingir jalan karena kelelahan berlari dan berjongkok memeluk kedua kakinya dan menundukkan kepalanya bersandar dilututnya sambil terisak pilu.


Khayl aku menyayangimu, andai aku bisa jujur tentang perasaanku. sebenarnya aku mulai bingung tentang perasaanku Khayl. sejak awal aku tau kau menyukaiku, maafkan aku yang memanfaatkan perasaanmu padaku Khayl, maafkan aku yang tidak bisa membalas perasaanmu, maafkan aku yang sering menyakiti perasaanmu, setidaknya ucapkanlan selamat tinggal jika ingin pergi, agar aku bisa bersiap kehilangan sahabat tempat aku bersandar.


Nara terus terisak dibawah pohon dipinggir jalan kompleks perumahan tak jauh dari rumah Khayl, karena seluruh tubuhnya masih lemas karena terkejut. setelah kekuatannya mulai pulih Nara berjalan pelan kembali kerumah bibinya, dan langsung mengunci diri dalam kamar.


besoknya setelah selesai penerimaan hasil kenaikan kelas Nara pamit kepada bibi dan pamannya dan mudik bersama bundanya.


sesampainya dirumah, Nara disambut Meycan dan Livi memuatnya sangat senang, meskipun sangat kelelahan setelah tiga jam naik Bus yang berisi segala macam penumpang dan barang bawaan para pemudik yang membuat Bus penuh sesak, bahkan ada yang bawa ayam hidup, bumbu dapur, dan banyak lagi, yang baunya membuat Nara mual sepanjang perjalanan.


"Naraaaaaaa....."

__ADS_1


teriak kedua sahabatnya kompak mereka bertigapun berpelukan senang sambil melompat lompat karena kegirangan.


Bersambung............


__ADS_2