
**ketika menginginkan sesuatu, harus ada usaha dan kerja keras yang dilakukan.
ketika hati ingin memiliki, selalu ada jalan yang bisa ditempuh.
**Kendra Mahendra**
Dipesta Emil, mata elang seorang playboy yang terkenal sangat lihai menggoda gadis manapun yang diinginkannya.Riska berjalan kearah sang playboy, Brandon pria blasteran italy, yang terkenal sering gonta ganti pasangan, menyeringai senang saat berbicara dengan Riska sambil melirik Nara dari kejauhan.
Nara berdiri di meja yang dipenuhi bermacam macam makanan. dan piringnya dipenuhi kue, dan makanan, Nara sedang menikmati makanannya sambil berdiri disebelah meja, ketika suara berat menyapa dari belakangnya.
"hai, ternyata kamu juga menyukai makanan disini"
Nara menoleh sambil tersenyum dan pria itu langsung mengulurkan tangannya.
"saya Brandon, kamu?? "
"Narabella"
"cantik seperti namamu Bella"
"terima kasih, Brandon, teman temanku biasa memanggilku Nara"
"sepertinya kamu sangat suka makanan manis, pantas saja kamu terlihat sangat manis. bolehkah aku memanggilmu Bella?"
"tentu saja"
"hmm..sepertinya kamu sudah mencicipi semua kue yang ada di meja ini, bolehkah kamu yang memberikan rekomendasi kue mana yang terenak? aku ingin mencicipinya"
"hmm semuanya enak sih, tapi hmm... coba yang ini deh red velvetnya enak banget"
Brandon mengambil sepotong kue yang ditunjuk Nara dan mereka berbincang sambil menikmati kue masing masing, sambil sesekali tertawa seakan mereka adalah teman lama. kepiawaian Barndon dalam menggoda wanita memang sudah tidak diragukan lagi. saat pelayan yang membawa nampan berisi minuman lewat, Brandon mengambil dua gelas dan memberikan satu untuk Nara.
"terima kasih Brandon"
"ceeers"
"ceers"
mereka minum sambil terus berbicang, dan Riska memperhatikan dengan senyum senang dari kejauhan. tiba tiba musik terhenti, dan suasana menjadi hening, saat dua helai pintu Rumah mewah itu terbuka, dan enam belas orang pengawal berbaris masuk kedalam dibelakang juga pengawal dengan jumlah yang sama, mengikuti sang Bos yang terlihat sangat angkuh. ketika mereka mengenali siapa yang datang suasana semakin tegang.
"Brandon ada apa ini, kok musiknya berhenti, suasananya hening dan tegang banget?"
"ayo kita pergi dari sini"
"kemana?"
"keluar, ketaman belakang"
"tapi aku bilang ke Riska dulu ya, nanti aku ditinggal gimana"
"nggak bakalan, Riska itu ratu pesta, dia selalu pulang subuh kalau ke pesta"
"tapi.."
"ayo, aku bosan dengan hingar bingar disini"
Nara mengikuti Brandon ke taman belakang, karena dia juga bosan berada di dalam.
"Brandon, aku juga tidak terbiasa dengan suasana seperti ini"
"jangan bilang kalau kamu pertama kali ke pesta seperti ini"
"iya aku baru pertama kali. biasanya ke pesta yang biasa, seperti acara pernikahan, tapi kalau pesta orang orang kaya, belum pernah, oh ya sekali ke pesta Riska di Cloud Cafe"
mereka berbincang di taman belakang sambil menyicip minuman digelas yang ada di tangan masing masing.
"oh ya... kamu juga ada disana?"
"iya, tapi hanya sebentar"
"kenapa, ada insiden"
"insiden apa?"
"ada...lah..pokoknya, sudah lewat nggak masalah"
__ADS_1
"jangan bilang....kalau kamu gadis berbaju merah yang menampar salah satu anggota Club TM, karena hanya itu insiden yang terjadi disana"
"iya....."
"wah.... aku sangat salut padamu Bella"
Brandon menunduk dengan gaya khas menghormati Ratu. Nara tertawa bersama Brandon, sambil minum minunan di gelas yang dipegangnya, mereka terbawa suasana dan tertawa bercanda bersama, sang playboy yang sangat lihai dalam memainkan perannya, mulai tenggelam dalam permainannya sendiri.
"hmm... gadis ini tidak hanya cantik, tapi juga sangat pintar dan menarik"
"Brandon apa maksud kamu salut? Club TM??"
"Club TM sebutan untuk para Tuan Muda, mereka adalah pewaris dari kerajaan bisnis orang Tua mereka yang tersebar di seluruh dunia, dan kamu satu satunya wanita yang berani menampar salah satu dari mereka. kalau gadis lain, mereka bahkan rela melakukan apa saja untuk anggota Club TM, apalagi untuk ketuanya yang angkuh dan arogan si Ken, selain tampan, keluarganya sangat berkuasa."
"bukankah semua yang ada disini juga anak anak konglomerat?"
"itu berbeda Bella, konglomerat lokal dan internasional jelas berbeda. bahkan ada juga yang ada disini yang hanya ingin mencari pasangan kaya"
"ah.... aku tidak mengerti dengan pikiran kalian yang terlahir dengan sendok emas, lebih baik seperti aku, hidup apa adanya, bisa kuliah saja, sudah syukur"
"kamu sangat cantik Bella, kamu bisa menggaet pria kaya untuk mempermudah hidup kamy, banyak gadis cantik yang ada disini, memanfaatkan kecantikan mereka untuk mempermudah hidup mereka"
"iya sih cantik kan nggak dosa, hanya orang munafik yang nggak suka uang, hidup tuh butuh makan, makan butuh uang kan! tapi buat aku sekolah setinggi tingginya, dan bekerja keras, sukses pasti datang, kata Ayahku hanya orang malas yang nggak bisa makan, dan hanya orang sombong yang nggak bisa sukses"
"tapi kan kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit, easy going aja lah"
"Brandon dalam hidup bahagia adalah hal yang terpenting, apalah gunanya kita bekerja dengan gaji selangit jika perasaan kita tidak nyaman, tapi bila kita bekerja dengan bahagia, walaupun gaji secukupnya kita akan merasa bersyukur, betul nggak"
Brandon mulai benar benar tertarik dengan gadis didepannya. mereka terus berbincang, tentang kehidupan dan masa depan.
****
Didalam rumah Ken melayangkan pandangannya kesekeliling rumah, namun tidak menemukan orang yang dicarinya, hingga tatapan matanya terhenti saat memandang Riska, yang sedang duduk bersama teman temannya. Riska yang merasa sedang ditatap, membalas tatapan Ken dengan senyum yang sangat manis. Ken berjalan ke arah Riska yang bangkit berjalan mendekat untuk menyambut laki laki tampan dengan tatapan dingin itu.
"dimana dia?"
"dia siapa"
"jangan pura pura kamu, cepat katakan dimana dia"
"jangan buat aku marah ya"
"apa yang kamu cari pelayan kamu"
"pelayan??
Ken berbisik ditelinga Riska
"jika kamu tidak ingin melihat berita utama perusahaan Papa kamu bangkrut menghiasi halaman depan koran besok pagi, katakan dimana dia"
"Nara...! pelayanmu yang kamu cari? kenapa, apa dia kabur, dan mencuri barang berhargamu??"
"dia bukan pelayanku mengerti"
"tapi dia sendiri yang mengatakannya"
"dimana dia?"
"cari saja disekitar sini, mungkin sedang berusaha untuk menggaet pria kaya disini, untuk memperbaiki hidup"
Ken geram dan mengepalkan kedua tangannya, dengan anggukan dan kerlingan memberi isyarat kepada para pengawalnya untuk menyebar mencari Nara.
berusaha menahan marah, Ken berjalan keluar dari dalam ruangan pesta, yang sudah mulai kembali riuh dengan hingar bingar musik yang menggema.
****
ditaman belakang.
"Brandon kalau seperti katamu Riska bisa pulang subuh kalau sedang berpesta, aku harus nunggu dong"
"aku juga biasanyatidak suka berlama lama di pesta seperti ini, tapi untuk saat ini ada pengecualian, makanya aku akan menemanimu sampai kapanpun"
"terima kasih brandon"
"tidak Narabella, aku yang berterima kasih, karena malam ini, setelah kau menghabiskan. minumanmu kau akan jadi milikku"
__ADS_1
Nara menunduk, dan rambut panjang indahnya tertiup angin sepoi sepoi, hingga menutupi wajahnya. Brandon yang sangat terpesona dengan kecantikan Nara, menyelipkan rambut indah itu kebelakang telinga Nara, terlihat sangat mesra.
"Bella, bagaimana kamu bisa tinggal dengan Riska?"
"wah ceritanya panjang, entah mengapa beberapa hari terakhir ini aku sangat sial.lagipula aku tidak tinggal bersama riska, aku hanya menumpang untuk malam ini"
"ceritakan, aku akan menjadi pendengar yang baik, lagipula kita punya banyak waktu"
"hmmm...mulai dari mana ya?...oh ya..mulai insiden pesta Hari Ulang Tahunnya Riska, aku kebetulan ditolong seorang Tuan Muda, ......."
Nara menceritakan bagaimana dia diusir dari kosan, sampai lupa jalan pulang karena tidak tau alamat, hingga bertemu Riska dan berakhir di pesta dan berkenalan dengan Brandon.
"itu sih bukan sial namanya, tapi beruntung, ada saja orang yang membantu kamu"
"iya juga ya..."
"ayo habiskan minumanmu ceerrsss..."
"ceeerrss"
sambil mengangkat gelas Brandon bertanya.
"siapa Tuan Muda yang menolong kamu Bella?"
"Kendra Mahendra"
setelah menyebutkan sebuah nama, Nara langsung meneguk minumannya yang tinggal sedikit, dan dengan cepat Brandon merampas gelas yang ada dimulut Nara hingga terjatuh.
"jangan diminum....."
praaaang.......
pecahan gelas berserakan di jalan taman yang beralaskan batu alam, wajah Brandon benar benar pucat pasi mendengar nama yang disebutkan Nara, sedangkan dari kejauhan mata elang yang sangat tajam, menatap Nara dan Brandon dengan sangat berapi api. dan dengan langkah cepat berjalan kearah mereka, saat gelas pecah berbunyi, pria itu mulai berlari.
"Bella, kamu tidak apa apa?"
tanya Brandon ketakutan
"aku tidak apa apa hanya sedikit pusing"
Nara sempoyongan, membuat brandon hendak memapahnya saat terdengar suara.
"jangan sentuh dia dengan tangan kotormu"
Brandon langsung mengangkat tangannya dan berbalik ke arah suara seorang pria yang berlari cepat ke arah Nara yang sempoyongan, dan jatuh dalam pelukan pria itu, yang tak lain adalah Kendra Mahendra.
sambil memeluk Nara yang mulai meracau, Kendra bertanya dengan sangat marah.
"apa yang kau berikan padanya, cepat jawab"
"aku tidak memberikan apa apa, bukan aku, maafkan aku, aku tidak tau kalau dia adalah gadismu"
"lalu siapa?...jawab...."
Ken bertanya dengan nada tinggi
"Riska..."
"lihat saja kalian berdua"
"Ken sungguh bukan aku, aku tidak tau apa apa"
Nara dengan gaya mabuk memeluk dan mencium Ken.
"oh....kamu datang Ken....he..he... kenalkan teman Baruku.. Brandon sang palyboy... benarkan Brandon....he..he...Ken kenapa malam ini kamu terlihat tampan..."
sambil mencubit kedua pipi Ken dan menggoyang wajah Ken, membuat Brandon terpana
"astaga cari mati kau Narabella, berani sekali kau menyentuh monster ini"
selama ini tak ada satu wanita pun yang berani menyentuh Ken, bahkan pelayan wanita. karena ada rumor setiap kali ada wanita yang menyentuhnya pasti keluarganya bangkrut, atau mereka menghilang.
"maafkan dia Ken, mungkin dia mabuk, aku tidak tau apa yang dimasukkan Riska kedalam minumannya"
Brandon makin terkejut melihat Ken memapah Nara dan menatapnya penuh amarah sambil berjalan pergi. diiringi para pengawalnya.
__ADS_1
Bersambung..........