
*Kehampaan tak hanya tercipta karena penderitaan, kesedihan, penghianatan, dan keputusasaan.
tapi
kehampaan juga bisa tercipta,karena seseorang, kebahagiaan, dan cinta .
*Narabella*
Khayl tau, Nara bukannya tak mencintainya, tetapi mungkin Nara masih trauma,karena apa yang telah dialaminya di masa lalu, yang merasa sangat sangat disakiti karena cinta.
Khayl teringat lima tahun yang lalu,
saat perjalanan bisnis ke India, dari New Delhi menuju agra benar benar melelahkan, sudah hampir tiga jam belum juga tiba diperusahaan yang akan di akusisi perusahaan Khayl AXL.co. belum lagi perjalanan dengan pesawat jet pribadi kail yang memakan waktu hampir 8 jam membuat khayl benar benar gerah. komisaris perusahaan AXL.co Perusahaan raksasa yang bergerak di bidang investasi dan migas memang seringkali melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara di belahan bumi. sehingga jet pribadi khayl di design senyaman dan semewah mungkin. dilengkapi dengan 2 kamar tidur mewah yang sangat nyaman, bar, sofa rancangan perancang ternama, ruang kerja yang diisi dengan peralatan komputer tercanggih dan tingkat keamanan yang tinggi, karena, berisi rahasia perusahaan. bahkan aroma citrus didalam pesawat yang adalah wangi kesukaan khayl, selalu tercium disetiap sudut pesawat.
"Hobs, kau pesan Hotel dimana,? selesai tanda tangan kesepakatan aku ingin mandi! baru kita ketempat meeting.!"
"mungkin tidak akan sempat jika harus ke hotel dulu sebelum meetingTuan."
"kenapa? apa jadwal saya hari ini?"
"Selesai penandatanganan kesepakatan mengakusisi perusahaan Vtech di Agra, masih ada waktu 5 jam, sebelum meeting dengan para direktur perusahaan Vtech jam 7 malam di hotel The Oberoi Amarvilas Agra. dan saya reservasi Hotel presidensial suit di Taj Palace New Delhi. perjalanan dari Agra ke New Delhi kira kira 5 jam, sehingga kita tidak akan mungkin keHotel dulu sebelum meeting.
Lapor asisten pribadi Khayl yang sangat dipercayainya dalam segala urusan, baik urusan Pribadi ataupun Bisnis.
"Kenapa kamu pesan hotel jauh dari tempat tujuan kita Hobs? bagaimana saya bisa istirahat"
seru Khayl ketus.
"Maafkan saya Tuan Muda, karena setiap kunjungan bisnis ke india Tuan selalu menginap di Taj Palace, maka saya reservasi di sana."
"iya, Hobs karena urusan saya di New Delhi makanya nginap di sana, sekarang urusan saya di Agra, carikan Hotel DiSini."
"baik Tuan Muda, Maafkan saya Tuan Muda!"
ahirnya tiba juga di perusahaan Vtech. setelah menyelesaikan segala urusan dan penanda tanganan kesepakatan, Khayl kembali ke hotel yang baru saja dipesan Hobsson, asisten Khayl.
"hmm.. bagus juga tempat ini hobs!"
seru Khayl
"iya Tuan Muda, The Oberoi Amarvilas salah satu hotel terbaik di Agra dan meeting dengan para direktur Vtech nanti malam diadakan di Hotel Ini. jika Tuan muda ingin jalan jalan Taj Mahal sangat dekat, bahkan dari balkon Hotel pemandangan Taj Mahal sangat indah. karena merupakan simbol cinta suami terhadap istri tercintanya"
"iya, iya... Cinta jaman dulu ada! dan jaman sekarang beda Hobs, Cinta itu tidak nyata, hanya ilusi
setelah membersihkan diri dan istirahat sebentar, Khayl ingin mencari udara segar dengan penampilan seadanya, tak mengurangi ketampanan Khayl yang hanya mengenakan celana pendek hitam, T Shirt slim fit, yang mempertontonkan dada bidang, tubuh kekar, perut bak roti sobek, yang menjadi idaman setiap wanita. kaca mata hitam yang menambah pesona pria tampan yang sedang mencari udara segar menghilangkan kepenatan setelah seharian melakukan perjalanan panjang dan Pekerjaan yang terselesaikan dengan baik.
drrtt...drrrttt...ddrrtt...
"iya, Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?"
jawab hobsson
"saya ingin ke Taj Mahal!"
"baik Tuan Muda saya siapkan Mobil"
"tidak usah, kita jalan saja. saya tunggu di lobi"
tidak berapa lama hobsson tiba dilobi dengan setelan jas dan dasi seperti biasanya, bila bersama dengan Khayl.
"Hobs, kita sedang santai kenapa kamu selalu memakai setelan? ha. ha. ha."
"saya sudah terbiasa Tuan"
jawab Hobsson tanpa ekspresi, sesampainya mereka ke Taj Mahal, walaupun Mikhayl seorang Pria namun dia terpesona dengan kemegahan dan arsitektur bangunan, yang menurut Khayl sangat megah dan luar biasa untuk ukuran Makam. tamannya sangat luas dan indah. air mancur dan kolam memanjang didepan.
"Tuan muda, Taj mahal adalah bangunan bersejarah India dibangun selama 22 Tahun, dengan lebih dari 20.000 pekerja dan ribuan Gajah, apakah Tuan Muda tahu istri Tercinta Kaisar Shah Jahan meninggal karena melahirkan anaknya yang ke 14? dan juga Taj Mahal dibangun sebagai tanda Cinta yang besar sang Kaisar kepada istri persianya Mumtaz Mahal?
dan sedihnya lagi Tuan Muda di akhir akhir hidupnya sang kaisar hanya bisa menatap Taj Mahal Dari kejauhan dari celah kecil di benteng agra yang adalah penjaranya"
"kok bisa? diakan Kaisar!”
"waktu Shah Jahan mulai sakit sakitan, anak anaknya memperebutkan Tahta, sang kaisar berpihak pada yang kalah, nah anaknya yang menang kemenjarakan ayahnya sampai akhir hidupnya.”
"hmm..tragis juga, kalau menurut saya Cinta dan kasih sayang itu harus dicurahkan semasa hidup, biar terasa dan dinikmati, kalau sudah meninggal kan nggak bisa dirasakan dan dinikmati hobs, percuma"
"pastilah semasa hidup istrinya selalu dilimpahi kasih sayang,"
hobsson dan Khayl masih berbincang didepan Taj Mahal, tiba tiba Khayl menatap seorang Wanita cantik bergaun merah panjang, berkulit putih, rambut panjang tergerai ditiup angin, saat angin bertiup gaun merah menyala, dengan belahan dada rendah, ikut tertiup angin. menunjukkan lekuk tubuh indah, membuat mata Khayl terpana, untuk pertama kali dalam hidupnya. Khayl yang merupakan seorang pemilik perusahaan Multinasional, selalu dikelilingi dan diperebutkan oleh wanita wanita cantik, aktris dan supermodel bahkan antri untuk menjadi bintang iklan perusahaan perusahaan Khayl.
Setelah selesai berkeliling, sore mulai menjadi malam
"Tuan, kita harus segera kembali, dan bersiap siap untuk meeting!"
"baik kita kembali sekarang."
melewati kolam panjang didepan Taj Mahal, Khayl terkejut melihat wanita bergaun merah yang masih berdiri ditempatnya di ujung kolam panjang didepan Taj Mahal, tak bergeming dengan tatapan sendu ke arah Taj Mahal, seakan keehilangan dan merindukan sesuatu,
tiba tiba Khayl mulai melangkahkan kaki kearah wanita yang membuatnya berdebar.
"Tuan Muda, jalan keluarnya bukan kearah sana, tapi lewat sini. Tuan harus bergegas nanti terlambat!"
"baik Hobs!"
sahut Khayl kecewa, dan menghentikan langkahnya yang sudah mengarah kepada wanita bergaun Merah. sepanjang perjalanan kembali ke hotel pikiran Khayl dipenuhi pertanyaan tentang wanita bergaun merah. Khayl penasaran tidak jelas melihat wajahnya.
Selesai membersihkan diri, Khayl merasa segar kembai tiba tiba bel pintu kamar Khayl berbunyi, dan Khayl membukakan pintu
"masuklah hobs"
"Tuan muda, semua sudah siap para direktur sudah menunggu di ruang meeting."
"baiklah Hobs, ayo"
"Tuan selesai meeting, Tuan ingin makan malam dihotel, atau ingin makan di luar?"
"aku makan direstoran hotel ini saja hobs, tempatnya bagus, dengan Pemandangan malam yang indah."
__ADS_1
"baiklah Tuan"
selesai meeting Khayl duduk direstoran membaca menu sambil menimbang apakah menu barat atau india yang akan menjadi santapannya malam ini.tiba tiba sekelebat bayangan wanita bergaun merah berjalan keluar melalui pintu restoran, masih dengan gaun yang sama, Khayl sekilas melihat wajahnya. dengan cepat Khayl berdiri, melepas buku menu, membuat pelayan yang menunggu pesanan Khayl heran, karena Khayl berlalu begitu saja tanpa satu katapun.
Dengan cepat Khayl melangkah mengikuti wanita itu tapi entah kemana wanita bergaun merah itu menghilang entah kemana. Khayl pun semakin penasaran, karena sepertinya pernah mengenal wanita itu tapi entah kapan dan dimana. selama waktu urusan bisnis di India Khayl tak bisa melupakan sosok wanita bergaun merah.
selesai urusan bisnis di India, Khayl berangkat ke Turki untuk meresmikan kantor cabang AXL.co yang bergerak dibidang investasi, Perhotelan, distribusi ekspor impor. urusan Khayl di Turki hanya sebentar.
"Hobss sebelum Pulang ke Norwegia, kita ke Cappadocia."
"apa anda ingin mencoba balon udara disana Tuan Muda?"
"hmm.. great idea, ide bagus hobs"
"apa Tuan Muda mau naik pesawat komersil, naik Jet, atau mingkin ingin naik Bus? he. he..he.."
"kalau naik Bus memangnya berapa lama dari Istambul ke Cappadocia"
"kurang lebih 10 jam Tuan Muda"
"kalau begitu kamu Naik Bus, saya mau coba naik pesawat penumpang"
Khayl tersenyum usil menatap Hobsson yang biasanya berwajah datar, kini raut wajahnya sangat khawatir.
"Tuan Muda maafkan saya bercanda soal Bus"
"tidak masalah Hobs, tapi saya tidak bercanda kau naik Bus aku naik pesawat penumpang besok. ok! ha.ha.ha.."
Khayl sangat senang bisa mengerjai Hobsson.
didalam pesawat Khayl berusaha beristirahat dengan memejamkan mata berusaha untuk tidur, karena semalam Khayl tidak bisa tidur karena selalu membayangkan wanita bergaun merah. dan saat ini pun, Khayl tidak bisa memejamkan matanya karena perempuan itu selalu saja terbayang.
sesampainya di Cappadocia Khayl dijemput salah satu karyawan Anak Cabang Perusahaan Khayl di Turki yang sudah duluan ke Cappadocia bersama 2 bodyguard khusus untuk menyambut dan menjadi Pemandu Bos besar mereka. Khayl kemanapun juga selalu dikawal paling kurang 4 orang bodyguard, walaupun tidak kelihatan karena para bodyguard biasanya berbaur dengan orang orang disekitar karena Khayl tidak ingin menjadi sorotan publik
biasanya bila ingin terbang dengan balon udara akan dijadwalkan, dan terkadang bisa ditunda jika cuaca buruk. tapi tidak untuk Khayl yang baru saja membeli hotel berbintang,lengkap dengan perusahaan balon udara.
Udara dini hari sangat dingin sehingga Khayl mengenakan pakaian hangat lengkap, sangat elegan menambah ketampanan orang yang mengenakannya. menunjukkan bahwa Khayl bukan orang sembarangan, dari airport mereka langsung ke Goreme mampir dihotel untuk minum kopi dan sarapan, lalu lanjut ketempat dimana balon udara akan diterbangkan. sesampainya disana ada beberapa balon udara yang sedang dipanaskan agar mengembang.
"paket apa saja yang ditawarkan Perusahaan Ekrem??"
Khayl penasaran dengan macam macam basket balon udara yang dilihatnya ada yang beberapa basket yang bisa muat 20 orang lebih, sampai basket yang hanya muat beberapa orang.
"Mulai paket standar sampai paket Deluxe biasanya ada 4 paket yang ditawarkan perusahaan balon udara Tuan Muda, lengkap dengan sarapan, sertifikat, dan perayaan saat mendarat"
jawab Ekrem salah satu karyawan Anak Cabang perusahaan AXL.co.
"Hmmm apa pilot balon udaranya berpengalaman?"
"iya Tuan Khayl, pilot pilot dalam perusahaan kita semuanya bersertifikat dan berpengalaman, pilot anda hari ini adalah yang terbaik di Perusahaan"
"kita lihat nanti"
"silahkan bersiap untuk naik kedalam basket Tuan Khayl, saya dan bodyguard Tuan akan naik balon udara yang satu lagi, dan nanti kami mengikuti Tuan Khayl."
"baiklah Akrem, berikan teropong saya"
Khayl menatap keindahan cappadocia dari atas
"hmm ..benar banar sangat indah seperti di negeri dongeng"
bebatuan yang tercipta karena keajaiban alam, bagaikan sengaja dibentuk dengan pahat oleh manusia, agar terlihat indah. namun semuanya itu adalah hasil karya alam, yang menegaskan keajaiban sang pencipta.rumah rumah yang terpahat di bebatuan, balon udara yang berwarna warni, dan keindahan matahari yang mulai muncul dengan warna yang sangat indah menambah keajaiban pemandangan.
suasana dari diatas balon udara membuat Khayl takjub melihat dari balik teropongnya, Khayl sudah pernah naik balon udara di beberapa Negara, tapi baru kali ini Dia benar benar takjub Khayl mengarahkan teropongnya ke arah balon udara lain yang berwarna warni, sambil mengamati raut wajah para penumpang balon udara yang takjub akan suguhan pemandangan alam Cappadocia yang bak Negeri Dongeng, dengan bebatuan berwarna warni bak terpahat indah di Bumi,dari atas balon udara. tiba tiba Khayl terkejut melihat seseorang diatas balon udara berwarna pelangi.
"hmm... aku kehilanganmu di India, dan aku menemukanmu di Turki"
"Maaf Tuan, ada apa?"
"ikuti balon udara berwarna pelangi itu"
"baik Tuan"
"Pilot jangan sampai kita kehilangan balon itu"
"tapi Tuan sepertinya mereka akan mendarat!"
"kalau begitu kita mendarat juga, lebih dekat lebih baik"
"baik Tuan"
Pilot terbaik diperusahaan, dan cuaca yang baik, membuatnya sangat teliti mendarat tepat disamping balon udara yang Diikuti Bosnya tersebut. setelah keranjang menyentuh tanah walaupun belum sepenuhnya mendarat secepat kilat khayl melompat, dan berlari kearah balon udara yang didalamnya ada. wanita yang dilihatnya didepan Taj Mahal India, yang selalu ada dipikiran Khayl. meskipun sekarang wanita itu mengenakan Celana Panjang coklat Tua, Boot selutut Coklat Muda, sweater rajut putih, mantel panjang Coklat muda senada dengan Boot yang dikenakannya, lengkap dengan syal berwarna senada dengan celana panjang yang dikenakan, untuk melindunginya dari cuaca dingin.
dengan nafas yang masih memburu, khayl dengan sabar menunggu wanita yang sangat dirindukannya turun dari keranjang balon udara yang berisi 16 orang itu. ahirnya wanita itu dibantu beberapa orang dan melompat turun dari keranjang balon udara, dan Khayl langsung menabraknya dengan pelukan yang sangat erat, membuat wanita itu sangat terkejut, dan berusaha melepaskan diri. karena merasa sesak.
"si..si..a.pa yaa..??"
"Nara.... ahirnya aku menemukanmu!"
sambil melonggarkan pelukan tanpa melepaskan Nara.
"Mikhayl Axlsen...astagaaa.. Khayl"
Nara terkejut bertemu seseorang dari masa lalunya
"apa kabar Nara..? lama tak jumpa! aku sangat merindukanmu!, kemana saja kau selama ini??
"lepaskan aku Khayl...pertanyaannya harus kujawab darimana dulu, satu satu dong!!
"tidak mau, aku sangat merindukanmu, aku tak menyangka bisa bertemu lagi, aku tak ingin melepasmu lagi Narabella"
"Khayl, pertama kabarku lumayan, aku juga terkejut kita bisa ketemu lagi disini, dan aku tidak menghilang, aku pulang kerumah Orang Tuaku"
"ayo ikut aku"
Khayl meraih tangan Nara dan segera mengarah ke balon udara milik Khayl.
"Khayl mau kemana??"
__ADS_1
"terbanglah bersamaku"
sambil terus berjalan, sesampainya ke tempat balon udaranya
"ayo kita naik lagi Pilot ketempat kita seharusnya mendarat"
Khayl mengangkat Nara kedalam keranjang dibantu sang pilot. setelah Khayl naik merekapun mulai naik ke udara. Nara benar benar menikmati pemandangan menakjubkan, serasa tak akan pernah puas seberapa kalipun mengulang pengalaman yang menurut nara sangat ajaib. Nara berdiri dan menyaksikan pemandangan dengan lebih leluasa karena keranjang balon udara hanya berisi mereka bertiga termasuk sang Pilot.
Nara berdiri berpegangan pada keranjang menikmati pemandangan dan angin yang menerpa wajahnya, Khayl mendekatkan teropong kedepan mata Nara
"coba lihat pakai ini lebih indah"
"Terima kasih Khayl"
setelah nara memegang teropongnya Khayl berdiri memeluk Nara dari belakang sambil menyandarkan dagunya di bahu kanan Nara hingga pipi mereka bersentuhan, membuat Nara merasa risih namun terhanyut dengan suasana dan pemandangan menakjubkan yang sedang memanjakan matanya saat ini
"Nara"
"hemm"
"Naraku sayang"
"Khayl apa maksudmu??"
Nara berbalik menghadap Khayl, dengan tangan Khayl yang masih melingkar erat dipinggang Nara, seakan tak ingin terpisahkan.
"maafkan aku Nara! tapi sudah sangat lama aku ingin mengatakannya"
ucap Khayl dengan menatap mata indah wanita yang sangat dirindukannya selama ini
"aku sangat menyayangimu, aku menginginkanmu lebih dari apapun, aku sangat sangat saangaaat.. Mencintaimu"
"tapi Khayl...! darimana kamu tau aku masih sendiri"
Nara terdengar gugup dan bingung
"aku tau kau masih sendiri karena tak ada cincin dijari manismu"
"tapi...?"
"Sssstt..."
jari telunjuk Khayl menyentuh bibir sexy yang sangat ingin dilumatnya bahkan saat ini Khayl sedang berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri, karena entah kenapa dadanya berdebar hebat, hasratnya bergelora bahkan hanya dengan menatap wanita didepannya dari kejauhan. apalagi saat ini seperti mimpi wanita ini benar benar ada dihadapannya. khayl memegang bahu Nara membalikkat tubuh Nara menghadap ke depan
"nikmati saja hal hal indah dihadapanmu saat ini, kita bicara nanti saja didarat."
Khayl kembali memeluk Nara dari belakang, dan kembali bersandar dibahu wanita cantik bertubuh indah dan padat.
"kumohon Nara, biarkan aku seperti ini"
Khayl mendekap erat Nara sampa Pilot besuara
"Tuan sebentar lagi kita akan mendarat"
"hmm ok!"
"Nara kita akan mendarat, tolong lihat aku"
Nara berbalik, menatap mata Khayl dengan tatapan yang menghanyutkan, hingga Khayl benar benar tenggelam didalamnya tanpa sadar Khayl membelai kepala nara, dan tangannya memegang kepala Nara untuk lebih ditengadahkan kearah wajahnya dan ******* bibir indah yang menghasilkan lonjakan detak jantung dan gelora luar biasa didalam tubuhnya, karena merasakan gairah wanita dalam dekapannya yang memberikan respon balik dengan memeluk Pinggang Khayl dan membalas ******* bibir Khayl, membuat tegang isi celana Khayl, membuat tangan Khayl mulai turun ke pinggang, pinggul, bahkan meremas bagian belakang pinggul Nara, dan membuatnya sedikit menggeliat karena terkejut. saat tangan Khayl masuk kedalam pakaian Nara, dan mulai naik ke perut menuju kedua Gunung kembar yang tadinya tersandar didada Khayl,khayl terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"Tuan bersiap mendarat"
entah karena Pilot yang bersuara atau karena membayangkan Nara yang tidak memakai Bra.
setelah turun mereka disuguhi beberapa pilihan wine terbaik sesuai selera Khayl. tanpa melepaskan tangan Nara mereka duduk berdampingan menikmati wine dan makanan ringan sebelum Khayl kembali ke Hotel.
"Khayl kumohon lepaskan tanganku, aku tak bakalan kemana mana kok!"
"tidak mau, aku ingin seperti ini selamanya kau selalu disampingku"
"tapi..."
Nara tak dapat melanjutkan ucapannya karena Khayl kembali ******* bibir Nara dengan sangat lembut.
"kamu ikut aku sekarang kita sarapan aku lapar"
"tapi Khayl, aku harus kembali ke hotel, pulang nanti malam, visa yang aku urus hanya sampai hari ini!”
"kamu nginap di mana?
"di Cave Hotel"
"baiklah, berikan kunci kamarnya"
walaupun bingung Nara memberikan kunci kamar Hotelnya.
"ok, Akrem..ambilkan barang nona nara di Cave Hotel, ini kuncinya, dan uruskan visa online buat Nona Nara"
"baik Tuan"
Akrem pun berlalu, tak lama berkendaraan merekapun sampai ke sebuah resort mewah dan Khayl disambut bak Raja karen dia pemilik baru resort mewah tersebut. Nara yang tidak tahu hal tersebut semakin bingung dengan cara mereka memperlakukan Khayl dan dirinya yang tangannya tidak pernah lepas dari genggaman Khayl. selesai sarapan mereka diantar kekamar yang sangat mewah.
"apa rencanamu hari ini Naraku sayang?"
"sebenarnya rencanaku hari, ini selesai naik balon udara aku ingin istirahat sebentar sebelum kembali ke Turki, membeli oleh oleh di pasar tertutup di Turki, malamnya pulang ke Indo."
"hmm... rencana berubah, kamu tidak pulang hari ini. visa sudah di urus anak buahku, kamu sudah kemana saja selama di Sini?
"aku hanya bertujuan naik balon udara, jadi sampai di Turki aku langsung terbang kesini, aku cek in untuk 3 hari karena cuaca tidak baik selama 2 hari jadi baru hari ini bisa terbang."
"baiklah hari ini kita istirahat sebentar nanti sore kita jalan jalan. sekarang mandilah dahulu, atau kamu mau kita mandi bersama?"
Khayl tersenyum nakal.membuat Nara salah tingkah mengingat kejadian di balon udara tadi. Nara pun berusaha menahan diri karena menahan hasratnya yang sudah beberapa lama tidak tersalurkan, semenjak dia melarikan diri dari seseorang yang dianggapnya akan menjadi pendamping untuk menghabiskan sisa hidupnya, karena disaat kebersamaan mereka, Nara merasa dilimpahi kasih sayang berlimpah, yang tak terlukiskan denga kata kata, tapi kenyataan sangat menyakitkan. saat khayl sedang mandi Nara berdiri termenung dibalkon depan kamar hotel.
"shawn oh shawn kau sungguh luar biasa"
gumam Nara lirih dan air mata menetes tanpa terasa dipipi mulusnya.
__ADS_1
bersambung.......