
Nara meremas selimut dan mendesah sambil menggeliat pelan, sehingga harus ditenangkan oleh Ken
"Ken aku tak tahan lagi kumohon Ken pleasee......"
Ken yang sudah tak tahan dengan gairahnya dengan cepat Naik siap menindih Nara tiba tiba...
duaarrrr......
suara gemuruh yang menggelegar membuat Nara terkejut dan berteriak histeris, refleks Nara mendorong Ken hingga terjatuh dari ranjang, karena kesakitan Ken berdiri dari lantai ingin memarahi Nara yang sudah mendorongnya jatuh.
tapi Ken sangat terkejut melihat Nara yang tertidur pulas dengan pakaian yang masih melekat ditubuhnya. ken melihat dirinya, yang juga masih berpakaian lengkap, tapi si macho saat ini memang sangat tegang, membuat Ken sadar.
"aahhh.. benar benar sial ternyata hanya mimpi"
Ken melihat jam dinding mewah yang tergantung di dinding kamarnya, menunjukkan pukul dua dini hari. artinya, baru dua jam Ken terlelap. Ken kembali naik ke ranjang berusaha untuk kembali tidur, dengan maksud untuk meneruskan mimpinya, tapi tidak bisa, hanya berguling ke kiri dan kekanan ditempat tidurnya, hingga Ken memutuskan melakukan push up, untuk menenangkan si macho, tapi mimpi tadi selalu terbayang dipikiran Ken membuat si macho tak bisa tidur. akhirnya, Ken masuk kedalam kamar mandi, dan melepaskan hasratnya . keluar dengan lesu dari dalam kamar mandi, Ken lansung naik ke atas ranjang, masuk kedalam selimut, dan kembali mendekap Nara.
"ahh.. betapa tersiksanya aku, kalau harus tidur berdua denganmu, aku harus mendekapmu, dan si macho tersiksa, atau aku tidak memelukmu, dan tubuhku tersika terkena hantaman tangan dan kakimu, lagi pula hujan badai ini kapan mereda, aiissshh.."
Ken bersungut pelan. badaipun mereda, dan Ken yang belum bisa tidur, memutuskan untuk pindah dan tidur di sofa, dan langsung terlelap, karena sudah sangat mengantuk, tapi hari ken benar benar sial, karena setelah terlelap Ken kembali bermimpi, dalam mimpinya ken tersesat di hutan yang penuh dengan tumbuhan monster hidup, dan Ken menjadi mainan mereka, di lempar kesana kemari hingga tubuhnya sangat kesakitan. dan mulai mengigau, dan keringat dingin mulai mengucur di dahinya. tiba tiba ken merasakan tubuhnya berguncang.
"Ken....bangun, Ken....kamu kenapa, Ken..."
Nara memegang kedua bahu Ken, dan mengguncang tubuhnya.
"wah....ototnya...ehm tubuhnya bagus bangeeettt......"
Nara menelan air liurnya.
"ken bangun...."
ken membuka matanya dan memeluk Nara. yang sedang duduk disofa disamping Ken
"Nara tolong aku.."
"Ken.... kamu mimpi buruk ya???"
Ken mengangguk, Nara memeluk Ken, sambil menepuk nepuk pundak ken lembut untuk menenangkan pria tampan, yang kelihatan sangat elegan tapi ternyata sisi kekanak kanakannya sangat manja.
"Ken...tidak apa apa itu hanya mimpi, tapi kenapa kamu tidur di sofa?"
"ehmm aku tidak bisa tidur disampingmu Nara"
"kenapa?"
"Nara... aku ini pria normal, aku takut tidak bisa menahan diri didekatmu"
"kenapa, biasa sajalah Ken, di kota asalku, jika liburan kami berkumpul di rumah Nenek, aku dan para sepupuku laki laki berebut tidur disamping Nenek, jadi kami semua tidur bersama, atau jika aku dan sahabat sahabatku pergi berkemah, kami tidur dalam satu tenda, baik itu lelaki atau perempuan, eitss.. tapi tidak ada yang pacaran loh..."
"Nara... masalahnya, si macho tidak mau tidur disampingmu, membuat aku sangat tersiksa"
"ya..mudah kan... tinggal disuruh tidur aja"
"tapi hanya kamu yang bisa membuat dia tidur"
"kalau begitu, jika ada badai lagi, dan kamu harus menemaniku tidur, aku akan membantu si macho agar tertidur"
"hah..benarkah..?"
"ehemmm"
Nara mengangguk tanpa mengerti apa yang dijanjikannya.
"ahh semoga nanti malam juga badai datang"
Ken menyeringai penuh arti.
"ayo siap siap selesai sarapan kita jalan"
"kemana?"
"terserah"
"terserah aku?"
"iya"
"asiiikkk..."
Ken bingung melihat tingkah Nara yang seperti anak kecil.
"tapi Ken..."
"kenapa"
Nara menatap dirinya, seakan mengatakan pada Ken untuk melihat tubuhnya, yang masih terbalut kemeja Ken.
"haruskah aku pinjam bajumu lagi?"
"ha... ha.. ha...,kalau kamu mau tidak keberatan sama sekali kok"
"ahhh Ken jangn bercanda, pakaianku kamu taruh di mana?"
"sudah kubuang"
"kenapa"
"jelek semua"
"kata siapa itu kan masih bagus"
"jelek, tidak cocok dengan lemari pakaian dirumah ini."
__ADS_1
"maafkan aku Nara, tapi aku ingin kamu benar benar melupakan masa lalu kamu, dan memulai yang baru bersamaku. aku tak ingin benda yang mengingatkanmu akan masa lalumu, ada didekatmu"
"trus.. aku pakai apa dong, ahaa...apa aku telanjang aja, kamu nggak malu nanti
he...he....he..."
Nara terkekeh usil
"nanti judul halaman utama koran besok pagi,*Tuan Kendra Mahendra yang terhormat, ternyata mesum sakti* ha..ha...ha..."
"Nara kamu...."
Nara berlari menuju kamarnya sambil tertawa menggoda Ken. tak lama kemudian Nara kembali dengan wajah sedih.
"kenapa kembali? ayo sana mandi"
"rencananya sih begitu, tapi masalahnya..."
"ada masalah apa?"
tanya Ken serius
"aku tidak tau jalan ke kamarku, terlalu banyak ruangan dan lorong dirumah ini, bahkan pintunya mirip semua, aku tak tau kamarku dimana"
gantian Ken yang tertawa
"ha..ha..ha... Nara kamu kan tinggal suruh pelayan untuk mengantar kamu ke kamar"
"tapi aku malu, mereka kan bukan pelayanku, tapi pelayanmu"
"buttler Jang....panggilkan pelayan khusus buat Nona muda dan suruh mereka menemani Nona muda siang dan malam"
"baik Tuan"
tak lama kemudian buttler Jang kembali dengan empat orang pelayan wanita.
"Tuan Muda, mereka berempat akan melayani Nona Muda, dan sesuai perintah Tuan Muda, semua kebutuhan Nona Muda sudah tertata rapi di ruang pakaian."
"asiikk aku bisa pakai pakaianku sendiri"
Nara berlari keluar kamar
"ayo tunggu apa lagi cepat ikuti Nona Muda, dia bahkan tidak tau jalan menuju kamarnya"
Ken tersenyum senang melihat tingkah Nara yang benar benar membuatnya bahagia. sedangkan Buttler Jang dari tadi terus memperhatikan ekspresi Ken, karena selama Buttler Jang merawat Kendra sejak kematian ibunya, dia tidak pernah tersenyum, apalagi tertawa, Kendra tumbuh sebagai Tuan Muda yang sangat menakutkan, karena Tuan Mahendra ayah Ken selalu sibuk dengan urusannya, sehingga, hanya memanjakan Ken dengan harta. dan selalu menyelesaikan setiap kenakalan Ken dengan uang, sehingga Ken tak pernah takut, atau tabu melakukan apa pun yang diinginkannya, apakah itu hal baik atau buruk.tidak sedikit perusahaan yang dibuat bangkrut oleh Ken hanya karena hal sepele, tapi ayahnya selalu menuruti keinginan Ken, sehingga Ken sangat ditakuti di kalangan pebisnis. dan para orang tua selalu mengingatkan anak mereka agar jangan mencari masalah dengan Ken.
pelayan yang ditugaskan melayani Nara mengantarkannya ke kamar.
"wahh.. ternyata kamar ini sangat besar dan mewah, wah bagaikan kamar di film kerajaan."
Nara berlari kearah balkon yang menghadap ke taman dan hutan pinus, kembali masuk kedalam dan memeriksa setiap pintu yang ada dikamarnya.
Nara meletakkan kembali sepatu yang dicobanya tadi. dan membuka pintu yang lain.
"astaga... banyak sekali pakaian dikamar ini, wah rupanya, kamar ini hanya khusus untuk pakaian, punya sipa semua ini? sampai lima tahun nggak habis kepake semua pakaian dalam kamar ini"
"semuanya milikmu Nara"
Nara terkejut mendengar suara Ken dari belakang.
"hah...apa? jangan bercanda kamu Ken"
"ia buttler Jang sibuk menyiapkan semua ini sejak kemarin. ada lagi ayo kesini"
Ken membuka pintu
"wuuuaaahhh...tasnya banyak sekali..."
nara berlari kecil masuk kedalam ruangan yang dipenuhi rak yang berisi tas tas bermerek"
"Ken ini sudah seperti pajangan di toko buat apa tas sebanyak ini"
"buat kamu"
"hah semua barang ini kamu dapatkan dalam semalam??"
"hmm iya, buttler Jang tinggal telefon tokonya, dan mereka mengirimkan sesuai pesanan. karena aku tidak begitu tau selera kamu, makanya aku pesan aja semua model sesuai ukuran kamu. tinggal pilih yang kamu suka, kalau tidak suka dibuang saja."
Nara masih tak percaya dengan apa yang didengar, dan dilihatnya.
"wah.. seberapa kaya kamu Ken, pantas saja Riska dan Angela yang sudah punya segalanya sepertinya, sangat tergila gila dengan Ken."
"ohh...."
"kok ooh.."
"ya terus... aku harus bilang apa??, saat ini aku bahkan tak bisa berpikir"
"ohh saja?"
"kalau begitu waaawww"
"waw??"
"ya mau kamu apa sih"
"ya terima kasih dong, itu aja kok susah banget"
"ya aku kan nggak minta"
"uhh... gadis satu ini"
__ADS_1
Ken gemas rasanya ingin menjitak dahi gadis didepannya, tapi Nara langsung mengangkat tangannya, dan menutup wajah dengan sikunya.
"aawww.... sakiiitttt"
"hahh... sakit? kena aja tidak, sakit apanya, sakit kena angin!"
Nara tertawa renyah dan berlari kearah kamar mandi sambil dikejar Ken, Nara langsung mengunci pintu dari dalam, hingga Ken hampir menabrak pintu.Ken tertawa senang sambil menggeleng gelengkan kepala, membuat Buttler jang yang selalu mengikuti Ken semakin bingung dengan sikap Ken yang tidak seperti biasanya.
"wajah Tuan Muda sepertinya terlihat bahagia, hal yang kupikir mustahil buat Tuan Muda, ternyata sangat mudah dilakukan oleh gadis ini. siapa dia sebenarnya?"
Buttler jang memutuskan untuk menyelidiki Asal usul Nara. karena saat ini dia sudah sangat menyukai gadis yang bisa membuat Tuannya tersenyum, bahkan tertawa.
selesai mandi Nara masuk ke dalam ruang ganti.
"Kendraaaaaa Mahendraaaaaa........"
Nara berteriak histeris membuat Ken yang kebetulan sudah didepan pintu kamar Nara berlari masuk dan hampir terjatuh karena menabrak kursi.
"Nona Muda dimana?"
Ken bertanya pada ke empat pelayan, yang berdiri ketakutan melihat Tuannya tiba tiba sudah berada didalam kamar, dengan ekspresi wajah ketakutan.ke empat pelayan tersebut dengan kompak tanpa suara menunjuk ke arah pintu ruang ganti. Ken langsung berlari masuk dan memeluk Nara yang langsung meronta.
"kamu tidak apa apa Nara"
"ahh.. lepaskan aku Ken"
karena meronta handuk yang melilit tubuh Nara terjatuh membuat Ken gagal fokus dan Nara kembali berteriak histeris. sambil menutup dada dan bagian intimnya dengan tangan.
"aaa....aaaa kamu dasar Mesum"
Ken mengambil handuk yang terjatuh lalu melemparkannya pada tubuh Nara, dan memalingkan wajahnya.
"kamu tuh yang mesum, sudah tau ada laki laki disini, eh.. malah telanjang"
sambil tersenyum Nakal, Ken berusaha menenangkan debaran jantungnya dengan menggoda Nara. Ken menelan liurnya teringat mimpinya semalam, dan melihat tubuh Nara saat ini, membuatnya kembali menegang, Ken berjalan keluar dari ruang ganti diikuti Nara
"kamu...."
"iya ada apa kenapa sampai teriak teriak segala sih??"
Nara mengangkat kedua tangannya yang memegang pakaian dalam G-String
"apa ini gimana pakainya satu tali Begini"
"itu namanya pakaian dalam G-string untuk wanita"
"apa apaan pakaian dalam seperti ini"
Ken menatap ke empat pelayan yang tersenyum geli melihat tingkah Nara. membuat Ken malu
"keluar kalian tunggulah di depan pintu"
"ya sudah kalau kamu tidak suka, ganti yang lain saja, kan ada banyak"
"iiihh apaan ini aku saja belum pernah liat pakaian dalam seperti ini"
ucap nara polos bahkan tidak malu memegang pakaian dalam dengan ujung jarinya di depan Ken, membuat sang Tuan muda tergelak karena tingkah Nara yang polos yang seakan menganggap Ken adalah sahabat wanita atau mungkin Ibunya, karena tanpa malu bicara tentang pakaian dalam bahkan menunjukkannya pada Ken.
"pakai saja, itu kan memang pakaian dalam wanita, kalau nggak mau nggak usah pake aja"
"enak aja"
Nara kesal tapi merasa lucu melihat Ken yang tidak bisa berhenti terkekeh melihat tingkah Nara yang begitu polos bahkan tidak berpikir bahwa yang ada di depannya adalah seorang pria normal. membuat Ken gemas dengan ulah gadis cantik yang entah terlalu lugu atau terlalu buta akan bahaya didunia.
"iya ken, tapi pakaian dalamnya seperti ini semua, punya aku yang lama mana??"
"tapi kalau pakai yang model bedini kan makin sexy, coba deh mau aku pakaikan???"
"enak aja.."
"sudah ayo cepat ganti baju sana, nanti masuk angin"
Nara pun ganti baju, dress putih berbunga sangat cantik. tapi jalannya seperti kikuk membuat Ken penasaran.
"kamu kenapa"
"satu, aku tidak terbiasa memakai dress. kedua, aku risih dengan pakaian dalam seperti ini geli"
"nikmati saja, lama kelamaan pasti terbiasa"
"iih... nikmati apaan"
"ayo jalan kalau sudah selesai"
"ok sip.. ayo lets go... ohh ia Ken hampir lupa si macho itu siapa sih?? teman kamu ya?? atau hewan piaraan??sering nginap sini juga??
Ken menatap nara bingung karena dikiranya Nara paham maksud Ken semalam akhirnya ken tertawa sambil menggelengkan kepala
"astagaaa... Nara kamu memang terlalu polos atau sok polos entahlah"
"maksudnya...???? iiihh ditanya malah balik nanya diluar konsep lagi!! "
Nara kesal tapi tingkahnya, membuat Ken gemas . Ken memegang kedua tangan Nara, menyatukannya diatas kepala Nara yang tersandar di dinding kamar, dan ken menyandarkan paha kekarnya diantara kedua kaki Nara.
karena Nara berusaha menghimpitkan kakinya, maka bagian intim Nara tersandar di paha kekar laki laki tampan di depannya, dan Nara terkejut merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya, Ken menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Nara, sangat dekat sampai nafas kedua insan itu terasa di wajah mereka masing masing. Nara berusaha mengendalikan dirinya, dan membuang muka, hingga Ken hampir saja mencium dinding.
"aiish.. sial, ayo cepat kita jalan, kalau kamu tunggu sebentar lagi aku tak akan bisa lagi menahan diri."
bisik Ken ditelinga Nara, yang merasakan nafas Ken mulai bergairah.
Bersambung..
__ADS_1