KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
28. Bye


__ADS_3

Ken... Ken.... Good morning... "


Ken malah semakin erat mendekap Nara dan terkejut merasakan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benangpun.


"ehmmm tidurlah sebentar lagi"


"aahh... aku lapar"


"aku juga tapi lapar kamu"


Nara tersenyum menatap wajah tampan didepannya, Ken perlahan membuka matanya, dan mengecup kening Nara. hidung dan mengecup bibir Nara dan pagi itupun dimulai dengan berolah raga pagi yang super hot. hingga Nara kembali terlelap karena kelelahan dengan ulah Ken. dengan wajah ceria karena bahagia ken bangkit dari ranjang dan memencet interkom.


"Betsy bawakan sarapan kesini... "


"baik Tuan Muda"


tapi Ken berbalik kembali memencet interkom.


"Betsi tidak usah"


Ken memakai jubah mandi dan turun ke bawah, memanggang roti mengoles selai, lengkap dengan telur ceplok, dan orange jus dan memotong Cake Red velvet, dan beberapa irisan buah segar menaruhnya dalam baki dan membawanya ke atas disertai tatapan takjub Betsy atas tingkah Tuan Mudanya yang menyiapkan semuanya sambil bersenandung dan senyum senyum sendiri.


"morning ....sayang.... ayo sarapan"


Nara mengerjapkan matanya melihat Ken yang sedang membawa sarapan.


"ayo.. sarapan dulu, ini spesial buatan Kenda Mahendra untuk seseorang yang sangat spesial di muka Bumi ini"


Nara duduk, menguncir rambutnya dan bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi dengan keadaan polos membuat Ken menelan salivanya.


"Nara apa kamu mau lagi, kamu sengaja ya"


Nara hanya tersenyum menggoda bahkan berjalan bak model di catwalk. Ken mengejar untuk menyusulnya tapi dengan cepat Nara masuk dan mengunci pintu kamar mandi sambil cekikikan, mendengar ken yang uring uringan. keluar kamar mandi Nara merasa segar bugar setelah membersihkan diri, Ken terlihat menopang dagunya dengan kedua tangan dengan wajah cemberut yang sangat imut menurut pandangan Nara, tak tahan melihatnya Nara langsung meremas pipi ken dan menggoyang wajah tampannya.


"iiihhh..... yang lagi ngambek... kenapa ngambek imut deh... seperti anak kecil, kok ngambek sih sayang"


"hah... gak denger ulang dong... "


"nggak, dunia dalam berita hanya sekali gak ada siaran ulang he.. he.. he... "


"please... Aku pengen dengar ayo dong"


"aah... apaan siiihh... "


"sayang... sayang.. sekali aja ini sarapan buatanku loh, ingin melayani Tuan Putri tapi keburu masuk kamar mandi sih.... ayo dong sayang.... sekali...aja plesee... ya... ya... "


tapi jangan pernah ngambek lagi ya sayaaaaaang... "


"yes... yes... yes... terima kasih Naraku sayang"


deg........


Nara teringat khayl yang sering memanggilnya seperti itu. tapi pikirannya teralihkan melihat pemandangan diluar jendela saat Nara hendak beranjak ke balkon Ken menahannya.


"astaga.... pemandangannya bagus banget..... "


"eeiitss sarapan dulu, nanti juga bisa sepuasnya menikmati pemandangan hari ini ok! "


"ok"


selesai sarapan dan membersihkan diri, Ken dengan riang turun kebawah sambil memegang erat tangan Nara seakan tak ingin berpisah, Betsy yang melihatnya tersenyum bahagia dengan pemandangan tawa Ken yang sangat langka


"tidak sia sia rencana Buttler Jang memberikan obat perangsang untuk Gadis itu, ternyata dia benar benar obat yang sangat manjur buat Tuan Muda, tapi... bagaimana jika Gadis itu sampai tahu perbuatan Buttler Jang? apakah dia akan membenci Tuan Muda..? apa yang akan terjadi jika dia meninggalkan Tuan Muda? ahh... semoga saja tidak pernah ketahuan"


Betsy agak khawatir mengingat rencananya Buttler Jang dan Barney,


melihat betapa bahagianya Tuan Muda yang diasuhnya sejak kecil, bahkan Betsy sudah menganggap Ken seperti anaknya sendiri.


"astaga... bagus banget..... rasanya ingin tinggal disini"


"mau disini apa di Pulau Ayah.... "


"jangan meledek ya... Aku kan hanya bilang rasanya... tapi mana mungkin"


"kenapa tidak mungkin? toh semuanya akan menjadi milikmu, karena Aku tidak butuh semua ini,"


"memangnya apa lagi yang Kamu butuhkan, Kamu sudah punya segalanya, semua yang di impikan manusia di Dunia ini sudah Kamu miliki, wajah tampan, kekayaan, kekuasaan, dasar Manusia yang tak pernah puas, apalagi yang kurang? "


"Kamu Nara, aku hanya ingin memilikimu, dan Kamu bisa memiliki aku dan semua milikku, Aku hanya butuh Kamu disisiku selamanya, dan menua bersamamu"


"Ken kalau memang jodoh ke ujung Dunia pun pasti bisa bertemu kembali, tapi kalau tidak, akan ada saja rintangan yang memisahkan"


"kenapa Kamu bicara seperti itu Nara? apa kau berencana meninggalkan aku"


"bukan begitu, itu kan hanya perumpamaan ayo kita mau ke mana?«


"kamu mau tinggal sehari lagi atau mau pulang"


"ayo pulang Ken... aku sedang mempersiapkan skripsi, toh pulau ini milikmu, tidak akan kemana mana, nanti selesai wisuda kita bisa kemanapun yang Kau inginkan"


"benarkah...janji ya.... "


"siap Tuan Muda"


merekapun berkendara ke dermaga tempat kapal ken tertambat dan kembali ke pulau Ayah untuk pulang, karena landasan pesawat hanya ada di pulau Ayah. di pulau ini hanya ada landasan helikopter.


Nara duduk membaca majalah di atas Pesawat pribadi yang mengantarkan mereka pulang. Nara menoleh ke jendela dan terlihat langit biru yang cerah dengan dihiasi sedikit awan putih bersih sehingga terlihat sangat indah berkilau. pikiran Nara menerawang teringat dulu saat masih kecil, Nara mual jika naik mobil, apalagi naik Pesawat, mungkin bisa pingsan, oleh sebab itu maka transportasi Nara diwaktu kecil, adalah kapal laut, itupun juga mual jika ada ombak. lagi pula tiket pesawat terbang jauh lebih mahal dari tiket kapal laut, dan keluarga Nara juga keluarga sederhana yang tidak berkelebihan namun juga tidak berkekurangan. Nara tersenyum mengingat masa lalunya.

__ADS_1


"Nara, lagi mikirin apa? kok senyum senyum sendiri"


"hanya ingat masa kecil dulu"


jawab nara sambil tersenyum, Ken tersenyum dengan wajah penasaran dan kembali bertanya


"apakah yang kau pikirkan? apa kau bahagia? "


"yup.. aku sangat bahagia, walaupun tidak pernah naik pesawat karena waktu kecil naik mobil saja mual apalagi naik pesawat, bisa pingsan aku hehehe... "


"Oh ya... "


"ia benar, lagi pula tiket pesawat mahaaall enakan naik kapal laut bisa jalan2 nongkrong di cafetaria, bahkan ada bioskopnya. wahh jadi ingat ternyata sudah lama nggak pernah nonton ke bioskop"


"aku punya studio dirumah seperti bioskop mini kalau kamu mau nonton"


"aaahhh... nggak seru, asiknya kan suasananya, astagaa... jangan bilang kalau kendra mahendra belum pernah nonton bioskop"


"Nara..... kamu kan tau kalau aku tidak suka berbaur dengan orang2 yang tidak aku kenal"


"ahhh alasan Tuan mmuda tidak masuk akal he he he.... nanti setelah pulang kita nonton ya berdua"


"bagaimana bisa berdua kalau di bioskop kursinya saja banyak, pasti orangnya banyak nggak mau"


"ayolah kan kita nggak kenal mereka anggaplah dunia milik berdua"


Nara tertawa melihat tingkah Ken, mereka berdua bercakap cakap Ken menjadi pendengar yang baik hingga akhirnya Nara tertidur, Ken menyelimuti Nara dan mulai berkutat dengan pekerjaannya.


"Nara.. Nara... bangun sayang kita sudah sampai"


Nara membuka mata menatap ken dan melirik keluar jendela


"ohh kita sudah sampai Ken"


sambil membuka sabuk pengaman yang tak pernah dilepaskan semenjak berangkat tadi. nara melihat keluar jendela dan hari sudah mulai malam Nara pun bergegas mengikuti Ken yang langsung meraih tangan nara dalam genggamannya. itulah kebiasaan Ken yang selalu menggenggam tangan Nara di manapun sehingga membuat Nara merasa nyaman dan aman.


"hati hati melangkah"


"aduhh Ken aku bukan anak kecil masak lima anak tangga saja nggak bisa jalan sendiri"


ken hanya tersenyum sambil terus memegang tangan Nara, seperti seorang Ibu yang menggenggam tangan anak kecil karena takut jatuh.


"selamat datang Tuan muda, silahkan naik"


setelah turun dari pesawat pribadi Ken dan Nara sudah ditunggu mobil dan supir sudah membukakan pintu Ken mempersilahkan Nara masuk ke mobil sambil menahan kepala Nara dan ikut masuk setelah itu. supir menutup pintu dan berlari ke arah kemudi lalu merekapun dengan tenang mengarah pulang kerumah Ken. Ken menarik Nara agar bersandar dibahunya dan merekapun berbincang sambil sesekali Ken membelai rambut Nara.


"Nara kita makan malam mampir di restoran ya, kamu mau makan apa?"


"kita makan dirumah saja ken aku capek ingin berendam dan istirahat"


"baiklah ratuku kata katamu adalah perintah bagi hamba apakah yang ingin dimakan ratuku malam hari ini? "


"he.. he.. serius sayang mau makan apa biar aku telpon butler jang"


"apa aja yang penting vegetarian food"


"siap laksanakan, tapi apa kamu vegetarian sekarang Nara? "


dahi Ken mengernyit sambil manatap heran ke arah wanita disampingnya, karena dia tau nara sangat doyan makan, bahkan makan apa saja tanpa pilih pilih.


"nggak kok cuma pengen jadi kelinci aja malam ini"


"hahh... "


"he.. he.. he... becanda ah.. kok serius amat Ken"


Ken tertawa sambil mengacak rambut Nara


Ken menelpon Butler jang agar menyuruh koki menyiapkan makanan, agar saat mereka tiba makanan sudah siap.


setibanya di rumah Nara langsung masuk ke kamarnya dan membersihkan diri, begitu pula dengan Ken


tok.. tok.. tok... Ken mengetuk pintu kamar Nara, tapi tidak ada sahutan hingga Ken masuk tapi kamar dalam keadaan rapi dan kosong, Ken membuka pintu kamar mandi dan melihat Nara yang tertidur pulas dalam bak mandi. Ken membangunkan Nara dengan lembut.


"Nara... Nara... , ayo bangun sayang ganti baju nanti masuk angin. kita dinner dulu baru kamu tidur ok, ayo"


"hah.. aku ketiduran he.. he.. aku ganti baju dulu kamu duluan aja ke ruang makan ya Ken... "


"aku tunggu kamu aja nanti kita turun sama sama"


"aahhh kamu duluan aja, aku cuman sebentar kok ayo sana.... "


"ia.. ia.. tuan putri tidur di bak mandi jangan pake dorong segala dong"


"ihhh ayo buruan turun... aku juga lapar tau"


"ok ok ini udah mau leluar"


"jangan lupa tutup kembali pintunya ya Tuan muda"


teriak nara dari dalam kamar ganti, karena lapar Nara buru buru mengeringkan rambut hanya dengan handuk memakai baju tidur dan turun dengan rambut basah yang disisir asal.


"waahhh.. makanannya pasti enak"


"Nara kenapa rambutnya tidak dikeringkan, pengering rambut kamu rusak?? "


"nggak kok, cuma buru2 nanti dikeringin selesai makan, nih perut udah nyanyi dari tadi, minta di isi"

__ADS_1


"tapi nanti masuk angin sayang"


"udah nggak apa apa ayo makan lapeerr"


rengek Nara dengan wajah imut memelas membuat ken mengalah tanpa bisa berkata tidak. mereka bercakap ringan sambil menikmati makanan buatan chef yang melayani di rumah Ken.


"Ken tau nggak, makanan rumah kamu kebih enak dari makanan restoran mmm... enak banget"


"makan yang banyak kalau begitu"


"mm pasti"


"besok kuliah jam berapa"


"jam 10 sih tapi aku mau berangkat pagi, mau mampir di toko buku"


"mm ok nanti diantar supir"


"oh ia ken, bodyguarnya boleh jangan ngekor melulu, jaga jarak dong, masa nempel kayak perangko"


"memangnya nempel"


"ihhh serius nih Ken.. "


"mereka kan ada untuk keselamatan kamu Nara, aku takut ada kejadian buruk terjadi, kamu tau kan kalau aku punya banyak musuh!"


"ia... ia... tapi jaga jarak dong, lagian kan mereka udah berbaur di kampus"


rajuk Nara tidak mampu membuat Ken berkata tidak.


"ia ia Nanti aku kasih tau Butler Jang ok"


"thank you Ken"


wajah Nara berbinar


"oh ya besok aku mau mampir ke rumah kenalan mami selesai kuliah"


"kenapa"


"biasa urusan bulanan he.. he... "


"maksudnya...??? ada urusan apa? "


"tiap bulan aku dapat jatah kiriman dari mami lewat kenalannya ini, namanya tante tina"


"ohhh nanti kamu tidak usah lagi ngerepotin mami kamu, nanti aku kirim uang buat mereka"


"eiitsss... trus mau bilang apa?? mau bilang anaknya sudah tinggal serumah sama laki laki yang membiayai hidupnya gitu..... "


Nara menepuk jidatnya


"astaga bisa mati aku di hajar mami Ken"


"trus.. gimana dong"


"jangan sampe ketahuan sebelum selesai kuliah ok"


"mmm ok deh"


Ken mengangguk dengan lesu.


Besoknya seperti hari kuliah biasa, selesai kuliah Nara mampir kerumah tante tina, dengan berita yang mengejutkan


"hahhh apa maksudnya tante"


"ia tante juga tidak mengerti maksudnya, tante sudah berusaha mencarimu Nara, tante pergi ke tempat kosmu tapi kata mereka kamu pindah sudah hampir sebulan ini, untunglah kamu datang hari ini sekarang tante sudah mau ke pelabuhan."


"tapi tante saya harus kasi tau trman saya"


"terserah kamu, tapi nanti tidak keburu, tante mau panggil taxi, pelabuhan hanya 10 menit dari sini. ini tiketmu, terserah kamu mau pulang sesuai perintah mami kamu atau kamu mau tinggal"


Nara kebingungan dan mulai meneteskan air mata


"naik mobil sama Nara aja tante kita pergi sama2"


"jadi kamu ikut pulang atau tidak?"


"tapi Nara tidak bawa pakaian, bagaimana mau ganti baju di kapal? tapi kalau pulang dulu nanti nggak keburu"


"pakai baju tante saja kan kamu nanti balik lagi kesini, kuliah kamu kan belum selesai"


"baiklah Nara ikut pulang"


"ayo peluit kapalnya sudah bunyi sekali, tandanya sebentar lagi berangkat"


dengan lesu Nara memgikuti langkah tante Tina merekapun pergi ke pelabuhan.


setelah nara turun para bodyguard kebingungan saat tai Nara hendak pulang kampung


"pak supir tolong kasih tau Tuan Muda aku dipanggil mami pulang kampung tapi aku langsung balik lagi buat selesain kuliah"


"aduhh Nona muda aku bisa dipecat"


"udah......pak.... nggak apa apa, saya pamit ya"


saat kapal berangkat Nara menatap ke arah pelabuhan sambil meneteskan air mata dan kehabisan kata.

__ADS_1


*Bye Ken aku akan merindukanmu....


bersambung*


__ADS_2