
***Cinta tak bisa memilih dari mana, kapan, untuk siapa, status, atau dari golongan soaial yang mana.
Cinta datang tiba tiba tanpa permisi.
dari mana Ken berlutut menyodorkan sebuah kotak yang terbuka, berisi cincin berlian yang sangat besar berwarna pink, membuat Nara semakin merasa bersalah karena perasaannya.
"Nara, aku tau kamu ragu padaku, tapi aku yakin kamulah tujuan hidupku, aku bukanlah orang yang sempurna, tapi kau adalah kesempurnaan dalam hidupku, kumohon temanilah aku selama sisa hidupku, tertawa dan menangislah denganku, bahagiamu adalah tugasku. aku akan bernafas hanya untukmu, aku akan berusaha membahagiakanmu dengan seluruh jiwa ragaku, jadilah kebajagiaanku, karena tanpamu aku tak bisa bernafas"
"Ken... a...a.. ku.....aku.... "
Nara membeku, tak mampu melanjutkan kalimat yang hendak dikatakannya. lidah Nara terasa kelu melihat ketulusan yang terpancar dari bola mata Pria didepannya yang benar benar sedang jatuh cinta dengan hebat terhadap dirinya. tapi Nara tak mampu membohongi Ken dan perasaannya sendiri.
"Ken. aku.. aku bukannya menolakmu"
"apakah itu berarti ya...???? "
tatapan ken berbinar penuh harap secercah harapan terpancar dari bening bola mata Ken, sambil terus mengacungkan kotak berisi cincin berlian bermata merah muda berkilau sebesar kacang Almond yang terlihat sangat mahal, entah bisa beli berapa rumah mewah dengan harga Cincin ini
Nara berlutut dihadapan Ken, memegang pundak pria yang sangat disayanginya itu.
"Ken aku bukan wanita yang pantas untukmu. kau terlalu jauh bagiku. aku terlalu serakah jika ingin memilikimu. kau pantas meandapatkan wanita yang lebih segala galanya dariku. Ken aku bukan siapa siapa sedangkan Kamu seorang Kendra Mahendra, apakah kau mengerti kita bagaikan Langit dan Bumi"
Mata Nara berkaca kaca dipenuhi air mata, karena tidak tega melihat wajah Ken yang memelas, dan seakan tak berjiwa mendengar kata kata yang keluar dari bibir Nara, karena Ken yang dulunya angkuh dan memandang wanita hanya dengan sebelah mata, kini sedang berlutut memohon dicintai oleh Wanita Pujaan hatinya.
"Nara... kumohooon... "
ucap Ken lirih dan air mata yang sedari tadi ditahan Nara akhirnya jatuh dipipi mulusnya.
"Ken maafkan aku... hatiku berdebar untuk orang lain. mengertilah"
Ken memalingkan wajahnya menahan geram, tapi berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri. tangannya terkulai lemas sambil berusaha memegang kotak berisi cincin berlian ditangan kanannya.
"Nara walau sesaat saja...sedetik saja..
aapkah kau pernah mencintaiku???? "
Nara tertuduk, tak mampu menatap mata Ken
"Nara tatap mataku hmm.. kumohon katakanlah dengan jujur. aku tak ingin dibohongi hanya untuk menjaga perasaanku"
"Ken kau tau...aku.. aku sangat menyayangimu"
"bukan itu pertanyaanku"
"aku tak ingin membohongimu, tapi hatiku tidak berdebar untukmu. maafkan aku"
"jangan... jangan minta maaf Nara. aku akan membuatmu belajar mencintaiku, aku akan menunggu, aku akan melakukan segalanya agar kau jatuh cinta padaku tunggu dan lihat. setidaknya Kau mencintaiku saat ini itu sudah cukup"
"tapi Ken....sayang saja tidak cukup. untuk saling memiliki butuh Cinta"
"iya Nara... tapi Cinta akan terasa hambar jika tanpa kasih sayang. untuk saat ini terima kasih sudah menyayangiku. itu sudah lebih dari cukup"
"tapi Ken....."
"sssttt.... simpanlah Cicin ini aku akan berusaha membuatmu mencintaiku. dan melupakan Cinta Pertamamu karena aku yang pertama memilikimu. saat Kamu sudah siap pakailah Cincin ini. saat itu aku tau kamu telah jatuh Cinta padaku"
"tapi Ken itu tidak mungkin"
"tak ada yang tak mungkin di Dunia ini Nara selama kau belum memakai Cincin pernikahan"
Ken berusaha menunjukkan senyum keceriaan, walaupun Nara tau itu hanya di paksakan. Ken meraih tangan Nara dan meletakkan kotak berisi Cincin yang sangat indah itu di telapak tangan Nara.
"Ken aku tidak bisa menerimanya, ini terlalu mewah untukku"
"aku membelinya untukmu, jika kamu tidak suka buang saja lemparkan ke laut"
walaupu Nara berusaha menolakanya tapi karwna Ken memaksa dan Nara tak ingin lagi berdebat maka Nara memasukkan kotak itu kedalam tas.
__ADS_1
"ayo kita jalan jalan"
mereka naik mobil menyusuri jalan sepanjang tebing pegunungan menikmati pemandangan yang luar biasa indah. Nara tak henti hentinya terperangah oleh keindahan bukit bukit dan perkebunan yang bak dalam lukisan. saat mereka melewati perkebunan anggur, Ken beehenti dan memetik beberapa tangkai anggur untuk diberikan kepada Nara. para pekerja melihat Tuan Muda yang sangat jarang berkunjung, bahkan sangat Angkuh terkesan Arogan menunduk hormat saat berpapasan dengan Ken. senyum lebar yang terlihat diwajah Ken membuat mereka menggunjingkan betapa hebat gadis yang bersama dengannya saat ini. bisa membuat Tuan Muda mereka kembali ceria.
"wah... Ken tempat ini terasa sangat Damai. pantas saja Ayahmu betah tinggal disini"
"benarkah?? "
"ya.. tentu...aku bahkan ingin tinggal di tempat seperti ini"
ucap Nara polos
"apa kau lupa Nara jika kita menikah kau akan menjadi Nyonya Mahendra dan menjadi pemilik tempat ini"
Nara yang sedang asik mengunyah anggur tersedak membuat Ken panik ketakutan. Ken menepuk nepuk punggung Nara dan segera menyodorkan seborol air mineral.
"apa kamu tidak apa apa??? "
"uhuk.. uhuk... uhuk... ah... a.. ku.. uhuk... tidak apa apa... Ken... uhuk.. uhuk... "
Ken terus mengusap punggung Nara sampai akhirnya gadis itu tersenyum menatap Ken
"aku sudah tidak apa apa.. ayo lanjutkan jalannya"
"benarkah kamu sudah baikan?"
tanya Ken cemas
"iya sungguh... "
"baiklah..."
saat mulai melanjutkan perjalanan Ken berkata
"apakah kau tersedak karena kata kataku barusan"
"ehmm tidak juga"
"wahhh seberapa kaya Ayah kamu Ken! beli pulau kayak beli kacang aja. entah berapa besar jarak yang terbentang antara kita. bahkan untuk mencintaimu aku tak pantas."
Nara berkata kata dalam hati sambil melamun menatap pemandangan indah yang tak terlukiskan dengan kata kata. Hingga Nara terkejut saat Ken memegang tangannya.
"apa yang kamu pikirkan Nara? apakah kamu memikirkan aku?"
senyum menawan menghiasi wajah tampan Ken sambil fokus menatap jalan dan sesekali mengerling menatap wajah cantik disampingnya. walaupun Nara berusaha menutupi kegelisahannya dengan senyum, tapi Ken sudah sangat memahami Nara sehingga bisa melohat kegelisahan dalam diri Nara.
"sudahlah.. nikmati saja hari ini"
mereka menikmati perjalanan berdua menyusuri bukit turun ke perkebunan hingga tak terasa hari berlalu dan matahari senja mulai terlihat mereka tiba di tepi pantai menikmati mentari jingga yang mulai turun ke peraduan. mereka berjalan menyusuri pantai sambil bergandengan tangan, sambil sesekali kejar kejaran sambil tertawa lepas hingga Ken akhirnya bisa menangkap dan mengangkat Nara dalam pelukannya sambil berputar putar hingga mereka berdua terhempas berbaring diatas pasir putih karena kelelahan.
"apa Kamu lelah? "
Nara menggelengkan kepala sambil tersenyum dan menatap Ken yang memegang erat tangannya seakan akan takut kehilangan.
"tidak Ken aku sangat bahagia"
"kebahagiaanmu adalah tugasku Nara"
Ken berbaring menyamping menghadap Nara sambil tangan yang satu menopang kepalanya, dan tangan yang lain membelai rambut Nara sambil memainkannya. Ken mengecup lembut kening Nara, berpindah ke pipi, hidung dan bibirnya.
"terima kasih sayangku"
"untuk apa? "
"karena sudah menyayangiku"
sejuta rasa bersalah berkecamuk di hati Nara yang hanya diam dan memejamkan matanya.
__ADS_1
"maafkan aku yang tak bisa mencintaimu ken, aku benar benar minta maaf"
"ayo bangun kita jalan"
"tapi hari mulai gelap kita mau kemana?"
"ikut saja tutup matamu, percaya padaku"
"ayo kita pulang hari mulai malan Ken! "
"tidak masalah hari ini kita tidak pulang kerumah"
"kenapa? trus kita tidur dimana? "
"kamu lihat nanti pasti kamu suka"
Narapun menuruti perintah Ken tanpa membantah. Ken berjalan perlahan menuntun Nara melewati dinding tebing terlihat lampu kerlap kerlip dan kursi kursi yang tertata rapi di atapi langit, bintang, dan lampu hias yang belum terpasang. dipojok terlihat sebuah bar yang lengkap dengan dua orang Bartender. disamping bar DJ sudah siap untuk memainkan musik. dan kapal pesiar yang tertambat di dekat pantai dipenuhi lampu hias yang indah tapi belum terpasang. . dan teman teman Ken yang tak sabar menanti kedatangan mereka berdua. saat ken membuka mata Nara teriakan
"Surprise"
dan hentakan musik DJ juga lampu lampu hias yang langsung menyala terlihat indah. belum habis rasa terkejut Nara terdengar suara klakson dari kapal pesiar dan ketika Nara menoleh lampu lampu yang tadinya padam kini terang benderang.
Nara tak bisa berkata kata hanya bisa menikmati suasana sambil sesekali menatap Ken dengan takjub. satu tangan membekap mulutnya, yang satu lagi ada dalam genggaman Ken.
"ada satu kejutan lagi"
"apa lagi Ken"
"ayo kita hitung sama sama satu.... dua..... tiga..... "
tiba tiba kembang api yang sangat indah mulai pecah di udara dari kapal pesiar yang tertambat tidak jauh dari tepi pantai. Nara terpukau dan takjub melihat keindahan suasana pesta kembang api. yang seakan tak ada habisnya.
"kenapa kau menangis Nara?apa ada yang salah"
"tidak ada yang salah Ken! aku menangis karena bahagia"
"apa kau suka"
"aku sangat suka Ken. hari ini adalah hari yang paling bahagia dalam hidupku"
"apa yang salah denganku, kenapa hatiku tak tergerak dengan segala kebaikan yang kau lakukan untukku Ken, apakah aku harus mencoba untuk menerima segala ketulusanmu? haruskah aku belajar mencintaimu?? apakah aku pantas untukmu?? ahh.. Nara kamu berhayal terlalu melangit. kamu harus kembali ke Bumi.
Perasaan bahagia yang dinikmatinya hari ini, dipenuhi kegelisahan yang merongrong hatinya bagaikan kue lapis antara bahagia dan perasaan bersalah saling tumpang tindih dibenak Nara.
Setelah pesta kembang api usai, mereka bergabung dengan sahabat sahabat Ken yang asik berpesta dengan diiringi DJ dan bermacam macam merek anggur dan minuman yang tersedia di Bar.
"hei Bro ayo gabung, kami belum mengucapkan selamat, akhirnya pria Gunung Es meleleh juga"
teriak temannya dari kejauhan sambil berjalan mendekat.
"haahh... kamu...!!!! "
"kamu... "
keduanya sama sama terkejut
"kamu si baju merah di pesta Emil????
wahhh... Bro nggak salah orang????
"lalu kamu si Pria Mabuk yang super duper rese waktu itu!!!! "
"hei memangnya kamu siapa, kenapa kamu disini?? apa kamu tidak tau ini Party kalangan atas untuk menyambut calon nyonya Ken, trus kenapa kamu disini??"
Ken geram atas perkataan temannya itu dan mengisyaratkan agar musik berhenti sejenak.
"Karena dialah calon nyonya yang ingin kuperkenalkan pada kalian"
__ADS_1
suasana menjadi hening dan beberapa tangan para gadis mmembekap mulut mereka dengan mata terbelalak lalu....
Bersambung........