KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
2.Kejutan


__ADS_3

***entah kapan, dimana, bagaimana, aku ingin menjadi bayangan dirimu, dan saat bayang itu hilang, pastilah kau dalam pelukanku.


Claymore***.


Clay menunggu makan malam dengan tidak sabar, dan kembali duduk di taman belakang, agar bisa memperhatikan Nara dari kejauhan. entah kenapa menatap Nara menjadi kegemaran Clay saat ini, karena membuat Clay merasa bahagia, meskipun dari kejauhan. Clay berusaha keras menahan dirinya untuk mendekati Nara


belum waktunya.....


Pikir Clay


Kembali senyum terlihat diwajah dingin Clay melihat Sepupunya bercanda dengan seseorang yang mulai mengisi pikirannya di sofa sambil nonton TV.


indahnya pemandangan saat ini. apakah bisa bercanda bersamanya seperti itu?? apakah mungkin ada kata selalu bersama? apakah ada hal yang bisa mempertahankan kebersamaan? apakah mungkin menyayangi seseorang yang bahkan tidak kukenal? apakah cinta itu ada? tapi kenapa mama, papa berpisah?.


pikiran Clay dipenuhi pertanyaan pertanyaan yang tak terjawab.


Hari ke empat


Teman Clay hari ini main ke rumah, jadi hari ini ramai kedengaran, ada yang asik nyanyi sambil main gitar, ada yang lagi serum main game di depan TV,


"Nara... buruan!! udah jam 11 bisa bisa telat nih "


"iya..iya.."


Nara keluar kamar, dengan jaket jeans hitam, dalaman tank top putih, celana pendek hitam, sneakers merah. sedangkan meycan mengenakan dres lobek pendek warna hijau muda motif bunga Petunia, dengan topi lebar.karena hari ini pengambilan gambar di pantai, meycan lebih semangat dari biasanya. mereka sama sama turun dari tangga sambil Nara menguncir rambut indahnya. suasana yang riuh tiba tiba senyap.Nara merinding karena merasa bahwa suasananya menjadi aneh. ketika Nara menatap ke bawah Dia melihat teman-teman Clay menjadi beku terdiam dan pandangan mereka mereka mengarah kearah Nara dan Meycan. tiba-tiba Nara berpikir Apakah ada yang salah dengan dirinya, Tetapi setelah dia meraba dirinya dari kepala perutnya kakinya dia melihat tidak ada yang salah.


kemudian mereka pergi dan berlalu Setelah Nara dan meycan pergi, teman-temannya langsung menyerbu Clay.


"Kok kamu nggak bilang sepupu kamu cantik banget"


ujar rio


yang lain mulai bertanya


"siapa namanya clay?"


"dari mana asalnya?"


"kok lu nggak bilang sepupu lu cantik banget"


"yang tomboy sipa namanya?? cantik banget dia"


"iya kakinya kayak mulus"


"bibirnya sexy, pasti enak dicium"


dengan tenang Clay menjawab


"sudah jangan ambil pusing mereka itu kakak kelas"


padahal dalam hatinya Clay sangat kesal, saat teman temannya membicarakan kecantikan nara.


Kemudian teman-teman clay terus memburu clay dan terus mencecar clay dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Nara dan meycan.


bosan dengan pertanyaan-pertanyaan temannya dia masuk ke kamarnya.mereka mengikuti.


kemanapun, Clay diikuti teman-temannya dengan pertanyaan-pertanyaan dan kekaguman terhadap kedua gadis yang baru saja berlalu dari hadapan mereka. hidungnya mancung banget lah,cantik banget lah,Bodinya kayak gitar Spanyol lah, sampai Clay mulai nggak suka saat Nara dibicarakan.


"nggak kebayang deh gue kalo punya pacar kayak gitu"


kata temen Clay


"pulang jam berapa mereka"


tanya yang satu lagi, tapi Clay tak menggubrisnya.


hari itu mereka main main, makan makan, sampai sore tiba sebentar lagi Nara dan Meycan pulang, Clay menyuruh teman temannya pulang.


"kok pulang sih, kita kan nungguin sodara lo pulang,! nggak mau ah"


"udah sana pulang gua capek mau istirahat."


"Bro ini masih sore loh, biasanya juga kalo liburan kami nginap, iya kan guys."


"iya ni Clay" jawab mereka serempak kayak dikomando.


"udah besok besok kalian boleh nginap tapi jangan sekarang"


karena sudah tau tabiat Clay mereka kompak beranjak untuk pulang.tiba tiba terdengar suara merdu saat pintu terbuka.


"kami pulaaang..."


kompak semua tatapan temannya menatap clay


"oooh, ternyata kami diusir karena ini ya.."


ucap rio,sambil mengangguk anggukan wajahnya dan tangannya terlipat didada, sambil mengalihkan pandangannya bergantian, kearah nara dan Clay.


"ternyata si bos lagi jatuh cin..Mmpgh"


Clay langsung membekapnya sambil menyeret Max temannya kearah pintu. sambil menginstruksikan dengan isyarat pada yang lain mengikuti keluar. merekapun ikut keluar sambil meledek Clay, dengan berbisik dan tertawa.


"he..he..he..selamat berjuang bro"


" ho.ho..ada bau cinta pertama disiniii"


"waaah..keajaiban datang juga"


"ck..ck..ck..keren bro"


saat mereka keluar dan Clay menutup pintu terdengar teriakan dari luar


"Gunung es mencaiiiiirr.. ha..ha..ha.."


serentak suara tawa terdengar


"jangan ragu bro jatuh cinta nggak dosa"


kembali terdangar suara tawa yang kompak, membuat wajah Clay Panas, dan jantungnya berdetak kencang, Clay dengan cepat melesat ke kamarnya, merebahkan diri di ranjang dengan kaki menyentuh lantai, dan tangan menyilang dibelakang kepala.


hmmm benarkah jatuh cinta? apakah begini rasanya? memang rasanya kalo nggak meliat Nara, rasanya nggak tenang walaupun hanya curi curi pandang, atau menatap dari kejauhan sudah cukup membahagiakan, ingin sekali menggantikan meycan saat menggelyut manja sama Nara,atau saat sedang bercanda, bahkan kemana mana berdua. apakah seperti ini rasa ingin memiliki?? kenapa juga saat makan bukannya menikmati makanan, malahan membayangkan wajah Nara yang bahagia menikmati makanan kesukaannya. ah benar sudah berapa malam ini gua susah tidur membayangkan gimana cara tidur Nara ya?? apa dia ngorok? apa dia ileran? apa tidurnya nyaman??


wah...ternyata mandi pun gua ngebayangin Nara. isshh ..!


Clay membuang pikiran buruknya.


*H**ari ke lima*


Saat sedang makan malam seperti biasa, Nara merasa ada yang memperhatikan. Nara mengangkat wajahnya dan tatapannya bertemu tatapan Clay. deg... jantung nara mulai berdetak kencang, Nara berusaha menguasai dirinya tersenyum manis kearah Clay. deg.. Jantung nara semakin cepat saat Clay balas tersenyum dan terus menatap Nara.


Hari ke enam

__ADS_1


"Hari ini syuting selesai, ahirnya... kita bisa jalan jalan"


"mey, kamu maunya kemana??"


"kepantai Ra...iya ke pantai"


"loh, kan barusan syuting di pantai mey!?"


"iya sih... tapi pantainya bagus banget, aku pengen main main, nongkrong di cafe tepi pantai, kemaren kan gak bisa!


selesai syuting semua langsung pulang."


"iya juga ya..ok deh besok pagi kita tur"


Clay tanpa sengaja mendengarkan percakapan mereka


mereka mau ke pantai berdua aja, wah bahaya ..


pikir Clay


Hari ke tujuh.


Nara dan meycan pagi ini sudah siap dengan dandanan maut topi lebar anyaman, skechers navy, hotpants merah untuk Nara dan orange untuk meycan, atasan shoulder off putih. saat keduanya turun hendak keluar Clay menyambut dengan senyum


"ayo, jalan pak roni udah siap di depan.!"


keduanya berpandangan heran


"maksud lo apa Clay??


tanya meycan


"kalian mau ke pantai kan??" sekalian bareng aja"


"kamu mau ikut kami??"


tanya meycan


"nggak, yang ada elo tuh numpang sama gua, kebetulan gua mau ke pantai juga sama teman teman gua, sekarang ini yang lain mungkin udah nunggu duluan disana."


"oh...asik dong tamba rame ..iya nggak Ra??


"iya"


ahirnya Meycan dan Nara berbaur dengan claymore,dan sahabat sahabatnya yang lucu dan gokil. mereka bermain


istana pasir, kejar kejaran, siram siraman, dan banyak lagi. Clay hanya duduk bersandar dibawah pohon bakau dengan mata terpejam sambil memainkan gitarnya.


Nara yang kecapean Mendekati Clay dan menjauhi keramaian dan keasikan mereka bermain voli pantai.


"boleh gabung nggak?"


tanya Nara sambil tersenyum.


Clay hanya mengangguk sambil terus memainkan gitarnya sambil bersenandung lirih nyaris tak terdengar dengan mata tetap terpejam.


Nara duduk di depan Clay sambil memeluk lututnya dan menatap Clay sambil tersenyum sangat manis menikmati dentingan lagu Honestly akustik (by harem scarem) Nara menyandarkan kepalanya di lengannya dan tertidur. saat Clay membuka matanya, jantungnya bedetak kencang menatap Nara.


ingin rasanya kupeluk kau Nara, ingin rasanya menjadi tangan itu, tempat kau bersandar. saat ini benar benar telah kupastikan aku menyukaimu sangat menyukaimu, sejak saat pertama bertemu bahkan sebelum aku melihat wajahmu. karena jantungku berdebar pertama kali bahkan saat hanya melihat belakangmu. hal yang kupikir mustahil, terjadi. kaulah keajaiban dalam hidupku, yang selalu ada dipikiranku dalam setiap aktivitasku. entah apa yang harus aku lakukan, aku takut mengungkapkan padamu, karena aku takut di tolak, aku terlalu menginginkanmu, meskipun hanya sebagai bayangmu yang selalu ada bersamamu walaupun tak bisa terlalu dekat denganmu karena jika aku tak ada mungkin aku sedang mendekapmu, atau aku telah kehilnganmu. kata yang sangat menakutkan bagiku saat ini 'kehilanganmu'


Clay bergumul dengan batinnya saat Nara mulai terjatuh karena telah terlelap. dengan sigap Clay berpindah duduk di samping nara, sambil membelakanginya. sehingga Nara dengan cantik bersandar di punggung lebar Clay. langsung Clay memetik gitar karena takut Nara terbangun dan mendengar detak jantung Clay yang bergemuruh hebat. Clay pun bersenandung pelan hampir tak terdengar. Melihat dua sejoli itu, teman temannya mula bersiul kencang pada claymore dan tertawa tawa memperhatikan keduanya sambil meneruskan permainan mereka.


Nara terbangun dan menyadari ketiduran dipunggung Clay. karena malu Nara berdiam diri pura pura masih tertidur, sambil menikmati punggung, alunan gitar, dan senadung Clay. yang membuat Nara senyum senyum sendiri.


"hmmm.. kenapa?" sambil mengucek matanya menengadah ke arah Meycan yang berdiri didepan Nara.


belum selesai Meycan bicara, Clay berdiri


"yuk makan di cafe sana!"


sambil menunjuk salah satu cafe yang memang terkenal di pantai ini.


"kamu kook tau gua laper"


"guys.. ayooo."


sambil memainkan tangannya kayak main band mengisyaratkan teman temannya untuk makan, dan menunjuk cafe yang dimaksud.


teman temannya langsung menghambur menuju cafe


Selesai makan mereka membuat api unggun sambil bernyanyi mengelilingi api unggun dan saat ini rio yang memetik guitar.


"Mey, lu pulangnya kapan?


tanya Clay


"besok mungkin dijemput, mama kalau nggak besok ya lusa, kenapa?? udah bosan liat gua? mau ngusir niiihh!!!he..he..he.."


"nggak kok, pengen tanya aja!"


tiba tiba Meycan mencondongkan tubuhnya kesamping Clay, dan bebisik.


"nggak rela Nara gue bawa????"


goda Meycan.deg.....Clay terkejut dengan gurauan Meycan yang benar benar mengena di hati.


"enak aja lo Mey"


Clay berdalih


Tiba tiba Clay bangkit dari duduknya berbalik keluar dari lingkaran sambil memegang tangan Nara, sehingga mau tidak mau Nara ikut dengan Clay menjauh dari mereka yang sedang menikmati api unggun.


Meycan yang melihat kelakuan Clay hanya senyum senyum penuh arti.


setelah agak jauh Nara bertanya sambil melepaskan tangannya.


"ada apa Clay"


"kamu tinggal dimana??"


"oh.. aku tinggal di rockefeller hill"


"hmm .. sama siapa?"


"sama bibi dan pamanku serta anak anaknya"


"orang tua kamu dimana"


"mereka kerja di kota yang sama dimana Meycan tinggal"


"ayo gabung lagi tuh lagi rame!" ajak Nara tanpa peduli pada Clay beranjak hendak kembali

__ADS_1


"nanti kalau meycan sudah pulang, kamu boleh main main kerumah, dan aku juga akan main main ketempatmu."


Bagi Nara kata kata itu seperti perintah bukan permintaan. tapi Nara mengacuhkan perkataan Clay bagai angin lalu dan kembali bergabung bersama meycan dan kawan kawan.


"Ra.. tau nggak, idola kamu si Dave, temannya sepupu kamu yang gantengnya selangit?"


" astagaaa.. mey segitunya ...!! emang kenapa?"


"Ayahnya pindah tugas ke sini. katanya mereka udah siap siap pindah kesini. nah si dave bakal pindah sekolah juga ke sekolah kamu, itu yang gue dengar sebelum kesini!"


"astagaaa....serius lo"


mereka melanjutkan cerita mereka, tanpa sadar, Clay yang ikut mendengarkan ,berusaha keras untuk tidak terganggu. tapi tiba tiba Clay berdiri.


"ayo pulang"


"yaaaahhhh......"


kompak, kayak paduan suara


"kan masih rame, bentar lagi kenapa buru buru sih???"


bujuk meycan, tapi Clay sudah berjalan kearah mobil


Hari ke delapan


Hari ini tante Rani mamanya Meycan, datang menjemput meycan.


"sudah siap semuanya Meycan??"


"sudah ma! Nara juga sudah siap!"


"kalau begitu, kita anterin Nara baru langsung pulang ya!"


"Clay, Tante pulang dulu ya! makasih udah jagain Meycan sama Nara! kamu baik baik disni ya!


Clay tersenyum


"iya, makasih Tan, Nara biar Clay aja yang anterin, kan deket dari sini, biar tante jalannya nggak muter, soalnya bentar lagi jam macet!"


"nggak usah! nanti ngerepotin Clay!"


"nggak apa apa ko Tan, Clay memang mau ke toko musik, kebetulan searah rumah Nara di rockfeller hill kan??"


"iya, Tante nggak apa apa kok, Nara pulang naik taksi Juga boleh! tempat tinggal Nara deket dari sini!"


"nggak boleh pulang sendiri, nanti Tante anterin ayo!"


"ya udah biar Nara bareng claymore aja"


"ok deh, Clay anterin nara ya!"


"Clay, anterin Nara dengan selamat sentosa sampai ketempat tujuan ya"


ancam Meycan, sambil menata Clay dengan tatapan tajam khas Meycan kalau lagi serius banget.


"siap bos.."


jawab Clay, sambil tergelak entah karena melihat ulah Meycan, atau karena bahagia bisa mengantarkan Nara pulang. sambil menyodorkan kotak yang berisi pie susu keju buatannya.


"nih buat cemilan dijalan!"


"wah makasih Clay your the best!"


sambil mengacungkan jempol


"trus kotak yang lebih besar Itu isinya apa??"


"sama kok!"


"sini tuker,! gua mau yang itu, kan isinya lebih banyak"


"udah itu aja udah banyak, ini buat Nara"


karena mendengar buat Nara, Meycan nggak protes lagi.


setelah sampai di tempat bibinya, Nara turun dari mobil Clay membantu menurunkan kotak kue dan ransel Nara.


"makasih ya Clay! udah ngerepotin kamu!"


"nggak kok! nanti sore ikut gue ya"


"mau kemana?"


tok.tok..tok..


Nara tersadar matahari jingga telah berganti rembulan rupanya Nara terlalu lama bergulat dengan kenangannya, yang entah indah ataukah menyakitkan.


"masuk"


"bu, mau lembur lagi?? ada pak khayl menunggu dilobby."


ucap sekertarisnya sopan


"nggak, ini sudah mau pulang."


ketika melihat Nara di lobby, khayl langsung berdiri berjalan ke arah Nara menyambut dengan tangan terbuka dan senyum lebar dan terlihat sangat bahagia


"hallo Naraku sayang.. "


sambil memeluk Nara dan mencium keningnya.


Awalnya Nara risih dengan sikap Khayl dan sering menegur Khayl agar tidak menciumnya didepan karyawan Nara, memang khayl tumbuh besar diluar negeri, hingga Khayl tak perduli dengan tatapan iri orang orang yang menatap mereka. karena dia sangat mencintai Nara. bahkan terkadang, tak hanya kening, tapi khayl mencium bibir Nara. sampai ahirnya Nara pasrah walaupun terkadang masih sedikit risih. karena khayl sering mengumbar kemesraan di tempat umum. mereka bergandengan tangan keluar dari lobby, sambil menunggu valet yang mengambil mobil, khayl merayu Nara


"Naraku sayang, kita pulang naik mobilku ya, nanti kita dinner direstoran marmalade, kesayanganmu ini kelaparan menunggu 2 jam"


"hah...kamu menunggu 2 jam??? kenapa nggak masuk aja kekantor aku!"


Nara terbelalak heran khayl menunggunya, karena biasanya khayl langsung masuk kekantor Nara, karena seluruh karyawan Nara sudah tau siapa khayl. Dia adalah salah satu dari 9 orang yang bisa Masuk ruangan Nara dengan bebas, selain ayah, ibu, kakak tertua bersama kakak ipar pertama, kakak kedua bersama kakak ipar kedua, livi, meycan, dan khayl.


"sebenarnya aku keruangan kamu pengen kasih kejutan, eh yang ada kesayanganmu ini yang terkejut"


"Kenapa???”


"kamu terlihat sedang istirahat dengan tenang di kursi kantor, jadi aku pesan ke Angel kalau kamu bangun kasih tau aku menunggumu sayangku"


"kenapa nggak bangunin aja"


flash back


khayl masuk kantor Nara tanpa suara dengan sebuket besar bunga tulip merah, ingin mengejutkan Nara tapi saat khayl masuk keruangannya, kursi nara menghadap belakang ke arah kaca kantornya. khayl pelan pelan melangkah, ketika dia melihat Nara duduk dengan melipat kedua tangan di dada dengan wajah sedikit mendongak ke langit langit ruangannya, dan air mata menetes membasahi wajahnya, maka khayl memutuskan untuk tidak mengganggu Nara yang sedang menangis dalam diam.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2