
"Cinta bisa membuat
segala kekurangan menjadi hal yang paling dirindukan,
segala keburukan menjadi hal yang paling dibanggakan, dan
segala kelebihan menjadi hal yang biasa"
**** Author 😁😄😄
hei memangnya kamu siapa, kenapa kamu disini?? apa kamu tidak tau ini Party kalangan atas untuk menyambut calon nyonya Ken, trus kenapa kamu disini??"
Ken geram atas perkataan temannya itu dan mengisyaratkan agar musik berhenti sejenak.
"Karena dialah calon nyonya yang ingin kuperkenalkan pada kalian"
suasana menjadi hening dan beberapa tangan para gadis mmembekap mulut mereka dengan mata terbelalak lalu....
"ha.. ha... ha... ha... "
"ha.. ha.. ha... "
"ha... ha.. "
serentak mereka tertawa bersama sama dan Ken juga ikut tertawa.
Rio merangkul Ken menjauhkannya dari Nara.
"Wah... Bro ternyata kamu pintar bercanda juga ya....lihat... semua Gadis Cantik dan kaya di tempat ini tergila gila denganmu. tinggal pilih Bro."
beberapa wanita Cantik dengan pakaian sexy mendekati Ken dengan gaya yang centil
"Ken Honey... itu pelayan baru kamu ya "
"ketemu pelayan dimana? aku juga butuh Ken. dari agen mana? "
"Ken pelayan kamu kenapa disini"
Nara yang mendengar percakapan mereka tertunduk malu dengan perasaan terhina dan rasa percaya diri yang bisa selalu melekat dalam dirinya, tiba tiba menguap entah kemana. Nara menggigil. dan sangat ingin pergi dari sana. ingin lari tapi sayang dia tidak tau jalan untuk kembali ke rumah.
"ya Tuhan..... aku benar benar ingin menghilang dari sini, aku benar benar tidak cocok berada ditengah tengah sekumpulan anak manja yang tidak tau betapa sulitnya menghemat uang jatah bulanan untuk bertahan hidup sambil kuliah. mereka tidak tau bagaimana rasanya kesulitan hidup, saat membutuhkan ransel untuk kuliah tapi tidak punya uang untuk membelinya sehingga harus ditambal sana sini. mereka tidak tau cara ngejar bus dan berdesak desakan dengan keringat bercucuran karena harus lari dan kepanasan. mereka tidak tau rasanya kelaparan, makan nasi bungkus satu porsi dibagi untuk makan siang dan malam dan hanya sarapan air putih biar hemat. ah..... anak anak orang kaya seperti itu, hanya menikmati milik orang tua untuk tujuh turunan nggak bakalan habis."
Para Gadis yang mendekati Ken bertanya sambil melirik dengan tatapan sangat tidak suka kepada Nara.
dengan senyum sinis Ken menatap mereka dan memanggil Nara.
"Sayangku... kesini sebentar"
deg......
Nara terkejut mendengar panggilan sayang Ken. tapi seperti terhipnotis Nara hanya menurut dan mendekat pada Ken yang mengulurkan tangannya kepada Nara. saat Nara sudah dekat Ken berjalan menyambut Nara dan merangkul bahu Nara dengan erat walaupun Nara tertunduk malu tapi bisa melihat senyum menawan diwajah Pria tampan yang sedang merangkulnya.
"Teman teman perkenalkan Narabella calon istri saya, jadi tolong hargai dia seperti kalian menghargai saya. karena secara resmi saya sudah melamarnya tadi siang"
"haaaahhhh... "
kompak suara terkejut terdengar dari teman teman kelas atas Ken yang hadir saat itu.
"tapi saya di tolak"
"haaaaahhhhh....... "
Kembali serentak suara terkejut terdengar menggema di hening malam karena musik dijeda sementara.
"tapi aku akan terus berusaha mendapatkan hatinya, Aku berjanji akan selalu membahagiakannya, karena Aku yakin dialah alasanku bernafas saat ini, dialah kebahagiaanku dan menjadi tujuan hidupku. segala galanya bagiku. tolong bantu Aku meyakinkannya ya.. Guys"
Ken menatap Nara yang matanya berkaca kaca mendengar ketulusan Ken di depan teman temannya yang juga super kaya. setelah Ken selesai bicara musik kembali berbunyi. Ken menuntun Nara untuk duduk. Nara mengikuti Ken dengan diam di ikuti tatapan tidak senang dari semua orang yang ada disana. bahkan tidak sedikit yang menatap sinis. Ken menarik kursi ke belakang dan mempersilahkan Nara duduk didalam sebuah gasebo bulat beratap jerami khusus untuk mereka berdua. tak lama kemudian dua orang pelayan dan seorang Chef datang membawa makanan, membuat mata Nara berbinar karena hari sudah malam dan memang rasa lapar mulai melanda perut Nara.
"kamu pasti lapar kan? "
"wah... kamu tau aja perutku nggak bisa diajak kompromi kalau lagi kosong"
__ADS_1
Senyum mengembang di wajah Nara yang terlihat galau karena kata kata para sahabat Ken.
"Maaf ya..."
"untuk apa? "
"karena menempatkanmu di situasi seperti ini, padahal aku ingin hal ini menjadi kejutan untukmu"
"ya... ini benar benar kejutan"
"jangan hiraukan mereka Nara, Aku tidak ingin kamu bersedih"
"kenapa harus sedih? toh aperkataan mereka ada benarnya, aku cocoknya jadi pelayan bukan Nyonya he..he... "
Nara berusaha mencairkan suasana melihat ketegangan diwajah Ken.
"jangan marah ya.... "
"kenapa harus marah? "
"aku hanya ingin mereka tau siapa kamu, supaya nanti kamu tidak terkejut bertemu mereka, dan juga agar mereka tidak berani mengganggumu"
"untuk apa mereka menggangguku"
"Nara aku hidup dalam Dunia persaingan Bisnis. dan baik Aku,ataupun Ayahku! pasti akan selalu ada yang ingin menjatuhkan. baik lewat pribadi kami ataupun melalui orang orang yang kami sayangi. itulah mengapa sejak Bisnis Ayahku semakin meluas maka selalu ada Bodyguard yang mengawalku. makanya Kamu juga harus dikawal apalagi sekarang saat mereka sudah mengenalmu maka para saingan Bisnis kami akan mulai memperhatikanmu"
"aduh Ken Duniamu terlihat menggiurkan dengan segala kemewahan. tapi ternyata juga menakutkan, dalam Duniaku hal yang paling menakutkan hanyalah mulut tetangga dan orang orang sekitar he.. he.. he... "
"kok mulut tetangga? memangnya kenapa? "
"ia... suka usil ikut campur urusan orang, suka ngarang cerita dengan berandai andai sekalian suka iri. mereka bisa membunuh dengan mulut mereka jika tidak tahan banting"
"wah parah juga mulut mereka ha.. ha.... ha... trus ada yang mati?
"nggak sih hanya pembunuhan karakter makanya aku ingin sekolah setinggi tingginya agar tidak dipandang sebelah mata saat aku pulang nanti"
"apakah itu alasan kamu menolakku? "
"trus yang lain apa? "
" jantungku tidak berdebar padamu Ken maafkan aku ya... Dunia kita juga terlampau berbeda kamu terlalu mewah untukku Ken"
"jangan berkata seperti itu apakah kamu tidak menyadari bahwa kau adalah harta yang paling berharga untukku?
"Ken kamu pasti bisa menemukan Wanita idaman yang pantas untuk mendampingimu, aku tidak ingin kamu menyesali keputusanmu hari ini"
"Nara di dalam duniaku mengambil keputusan tidaklah semudah membalik telapak tangan, tapi harus dipikirkan dengan seksama dengan menimbang segala konsekuensi yang akan dihadapi danbuntung ruginya. aku seorang pebisnis bukan playboy yang dengan mudahnya mengobral cinta"
"wah... mulai lagi deh... "
"ok.. ok.... baiklah kita makan dulu"
"hmm... ken kalau dari pandangan seorang playboy aku ini apa?"
"dari kacamata seorang playboy... aku menginginkanmu"
"kalau dar pandangan seorang pebisnis? "
"kamu adalah keuntungan yang sangat besar"
"kenapa? kok bisa? aku bahkan tak punya apa apa. malah hanya merugikan karena kamu sangat boros membelikanku Bermacam macam. trus alasannya aku menguntungkan apa? "
"hmmm rahasia he.. he.. he.. "
"aahh.. Ken kamu tau kan aku orang yang sangat tidak suka jika penasaran. ayolah... ayo... lah... Ken... Please...... "
Nara membuat wajah memohon dan merajuk sambil menggosok gosokan kedua telapak tangannya juga bibir dimajukan dan alisnya terangkat. yang membuat Ken sangat gemas melihatnya, hingga Ken mengatupkan kedua telapak tangannya di pipi Nara, membuat mulut Nara terlihat seperti Ikan Mas Koki.
"iihhh.... Kamu ini benar benar tidak bisa membuatku merahasiakan apapun"
"lalu apa untungnya"
__ADS_1
"Nara apa kamu tau di Dunia bisnis yang super sibuk, dengan banyak tekanan pekerjaan, sangat jarang punya waktu untuk bahagia, tertawa dan bercanda, apa kamu tau berapa banyak yang kukeluarkan untuk biaya psikiater selama ini?"
"sudahlah Ken aku bahkan tidak bisa membayangkan..... harga minuman alkohol yang bisa buat kamu sakit saja sampai ratusan juta, gimana harga kesehatan kamu wah... pasti selangit"
"dan apa kamu tau, selama bertahun tahun dirawat Aku bahkan tidak bisa tersenyum ataupun menangis. aku tidak bisa merasakan emosi apapun. yang aku bisa hanya menghancurkan lawan bisnis Keluarga kami, ataupun wanita manapun yang mencoba mendekatiku ataupun Ayahku. tapi kamu bahkan bisa membuatku tertawa bersedih dan khawatir. psikiater yang merawatku selama bertahun tahun menyarankan agar aku mencari tujuan hidupku agar aku bisa merasakan emosi. dan selama bertahun tahun aku tidak bisa menemukan apapun karena segala keinginanku selalu terpenuhi hingga aku tidak pernah khawatir akan apapun juga. tapi sekarang aku telah menemukan tujuan hidupku dan itu adalah Kamu"
mata Nara berkaca kaca mendengar pengakuan Ken
"Ken apa kamu tau saat ini aku benar benar merasa tersanjung! baru kali ini aku merasa sangat berarti untuk orang lain walaupun aku tidak punya apa apa. kalau terus seperti ini aku bisa jatuh Cinta sungguhan padamu. tapi apakah boleh??? lagi pula Wanita sepertiku sudah tidak pantas lagi untuk Pria lain, oh Ken kau membuatku bingung antara membencimu karena merenggut kesucianku atau mencintaimu karena ketulusanmu"
Nara termenung memikirkan kata kata Ken barusan.
"Nara kita makan dulu ngobrolnya nanti saja"
"loh... kan yang ngobrol Kamu"
"yang banyak tanya kan Kamu, aku sekedar menjawab"
"dasar pebisnis tidak pernah mau mengalah"
senyum manis mengembang di wajah Nara dan Ken. selesai makan Ken mengisyaratkan untuk mengganti musik dengan lagu romantis dan mengajak Nara berdansa
******
Tonight it’s very clear, as we’re both standing here,
there’s so many things I want to say
I will always love you, I will never leave you alone.
Sometimes I just forget, say things I might regret,
it breaks my heart to see you crying.
I don’t want to lose you,
I could never make it alone.
I am a man who would fight for your honor,
I’ll be the hero you’re dreaming of.
We’ll live forever, knowing together
that we did it all for the glory of love.
You keep me standing tall, you help me through it all,
I’m always strong when you’re beside me.
I have always needed you,
I could never make it alone.
I am a man who would fight for your honor,
I’ll be the hero you’re dreaming of.
We’ll live forever, knowing together
that we did it all for the glory of love.
****
alunan musik yang melankolis membawa kedua sejoli terhanyut dalam suasana romantis terlihat sangat mesra di sertai tatapan iri para wanita Cantik yang sedang menatap dengan tatapan sinis walaupun ada juga yang tidak perduli. bahkan para Pria banyak yang menatap kagum terpesona pada kesempurnaan kecantikan Nara. setelah satu lagu selesai Ken mengulurkan tangannya yang disambut Nara, setelah tiba di bibir pantai, Ken menggendong Nara dan menaikkan Nara ke perahu karet yang sedang menunggu ditepi pantai. membawa mereka mendekati kapal pesiar mewah yang tadinya terlihat agak jauh dari tepi pantai.
Bersambung.........
*****(Peter carera. Glory of Love)
Author:jangan lupa tinggalkan jejak ya
__ADS_1
😉😊😊😊