KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
23 Diajak Ke Pulau Pribadi


__ADS_3

ken diam menatap Nara sekilas sambil tersenyum, mengecup tangan Nara, lalu kembali fokus menatap aspal, dan melaju kencang dengan mobinya, membuat Nara terdiam dan bertanya tanya dalam hati.


"apakah ada hal buruk terjadi, kenapa Ken terlihat sangat tegang"


"Ken.."


"ya..."


"terima kasih sudah membelaku"


"itu sudah tugasku...."


Sambil kembali mengecup punggung tangan Nara yang dipegangnya erat.


"tapi..."


"tapi kenapa?"


Ken menatap Nara sekilas


"lain kali jangan salah paham ya... selidiki dulu baik baik"


"iya... maaf.."


ken mengucapkan kata maaf, sambil kembali mengecup punggung tangan Nara.


"mungkin aku terlalu mencintaimu, sehingga aku bisa bertindak tanpa berpikir panjang, padahal biasanya, aku orang yang sangat teliti. hanya kamu yang bisa membuat kehidupan Kendra Mahendra yang suram menjadi berwarna Nara"


diciuminya punggung tangan Nara, sambil tersenyum penuh arti menegaskan kalau pria tampan ini selalu ingin dekat dengan wanita yang disisinya. seakan tak ingin terpisah dari gadis itu, sesampainya di gerbang, pintu pagar sudah terbuka, Ken melajukan mobilnya, dijalan pribadi miliknya. tak berapa lama Ken tiba didepan rumahnya, dan terlihat para pengawal yang lebih dari dua puluh orang berdiri didepan rumah. Ken membukakan pintu untuk Nara, yang turun dengan tatapan penuh selidik kearah Ken, mengikuti genggaman tangan Ken yang tampak tegang. pengawal membukakan gerbang rumah, sambil membungkuk hormat. Ken dan Nara masuk ke dalam. Ken berhenti memerintahkan untuk menutup pintu. ketika pintunya tertutup dibelakang Nara, Ken dengan tidak sabar menyerang Nara, membuat Nara sangat terkejut namun juga sangat menyukai permainan Ken. Nara tersandar di pintu, ciuman dan belaian berubah semakin panas. ditengah ciuman, *******, tangan yang mulai saling melucuti, sambil sesekali meremas dan membelai tempat tempat paling sensitif, membuat situasi semakin membara.


"ah...ternyata ini yang membuatmu menyeretku pulang hari ini Ken. dasar ... tapi aku juga menginginkanmu"


Nara yang sudah merasakan kehangatan tubuh lelaki, kini juga menikmati hal itu. toh dia sudah jatuh, Ken yang sangat lihai memuaskan gadisnya membuat Nara juga berusaha memuaskan sambil menikmati kehangatan Ken.


"ah. .Ken nanti ada yang lihat"


Ken menikmati kedua gunung kembar sambil membuat kiss mark, tangannya menyusuri setiap lekuk tubuh indah yang kini polos tanpa sehelai kain yang menutupi.Nara mendorong Ken hingga tertidur di sofa, lalu perlahan jemari lentiknya menyusuri tubuh Pria itu dari bawah, membuat Ken mengerang dengan lenguhan yang sedap terdengar ditelinga gadis yang sedang menikmati perbuatannya.


"ahh... Nara kamu mulai nakal"


"kamu tidak menyukainya Ken?"


"oooohh.... jangan berhenti sayangku"


kedua insan yang terlena melakukan hal terliar dalam kehidupan mereka sejak dari depan pintu, di ruang tamu, dan berakhir di ranjang Nara. Ken benar benar menikmati hari ini. tanpa terasa hampir tiga jam mereka bergulat dengan nafsu, membuat hari berlalu tanpa terasa. Nara tertidur di dalam pelukan erat Ken yang tak ingin jauh dari gadis yang sangat pintar membuat Ken terdiam dan tak bisa membantah, bagaikan sapi yang di cocor hidungnya. hari demi hari berlalu tanpa terasa, setiap kali Ken memulai pembicaraan tentang pernikahan, Nara selalu mengalihkan pembicaraan. hingga suatu sore


"Nara, ayo ikut aku"


"kemana?"


"ikut saja"


sampai di bandara, mereka naik Jet pribadi Ken ke sebuah pulau. yang dikelilingi pantai setibanya di bandara kecil yang sepi, sudah ada mobil menunggu mereka. masih terkesima dengan gaya hidup Ken, karena naik pesawat pun Nara baru sekali saat datang untuk kuliah di ibu kota, Nara tak pernah menyangka bisa naik pesawat pribadi.


Nara lebih banyak diam dan ikut naik mobil, dalam perjalanan Nara membuka jendela mobil dan mengeluarkan satu tangannya merasakan angin, yang menerpa wajahnya. rambutnya tertiup angin terlihat sangat cantik, dengan kaca mata hitam melindungi mata indahnya, dari silaunya sinar mentari pagi segala kelelahan selama hampir delapan belas jam di pesawat.


"Nara kalau ada mobil masukkan tanganmu kedalam mobil"


"tapi jalan ini sangat sepi, tidak pernah bertemu mobil ataupun bangunan. apakah tempat ini milikmu?"


Ken hanya tersenyum. tak lama kemudian mereka tiba disebuah peternakan yang sangat luas, dikelilingi hutan, kebun jagung dan gandum, disebelah kiri terlihat perkebunan anggur yang sangat luas sejauh mata memandang. dengan banyak bangunan, terlihat para pekerja yang sibuk mengurus binatang binatang peliharaan. mata Nara kesana kemari, melihat keindahan alam yang sangat segar. sambil berjalan mengikuti Ken, menuju bangunan utama yang terbuat dari kayu utuh.


"Ken binatang apa saja yang ada disini?"


"eeemm ... aku juga kurang tau, tapi yang pasti ada sapi, kuda, burung unta, dan pokoknya banyak, ayo kita masuk dulu"


"wah... tanaman buah buahannya banyak, apa saja yang ada disini?"


"anggur, itu ladang anggur sebelahnya ada jagung dan gandum, di belakang rumah banyak pohon apel dan jeruk, kamu lihat rumah kaca disana itu teman stroberi disampingnya kamu lihat tanaman itu, namanya buah plum"


"plum, aku belum pernah dengar"

__ADS_1


Ken tertawa renyah dengan kepolosan Nara.


"ini sedang tidak musim plum berbuah, nanti kita beli di toko saja kalau pulang"


"janji"


"ha..ha..ha... janji"


saat Ken tertawa, pelayan di rumah itu yang kebetulan keluar rumah menatap Ken takjub.


"Tuan Muda...?


Ken berbalik dengan senyum lebar dan melihat orang yang memanggilnya. yang sudah membuka tangannya selebar mungkin, berjalan ke arah Ken. dan memeluknya.


"Tuan Muda... kamu tertawa.ha..ha..ha.."


"hallo barney, mana Ayah"


"Tuan Mahendra ada urusan mendadak ke luar negeri, baru berangkat tadi pagi, kenapa tidak telefon dulu sebelum kemari"


"aku ingin memberi kejutan pada Ayah"


"hmmm apakah ini kejutannya?"


Barney, pengurus rumah tangga yang membesarkan Ken setelah ditinggal ibunya, dan ditengah kesibukan ayahnya yang sangat jarang berada di rumah, bagaikan Ayah kedua buat Ken. menatap Nara dengan tatapan hangat. lalu beralih memeluk Nara.


"apa kabar Nona Narabella, terima kasih banyak Nona, saya banyak mendengar tentang Nona dari Buttler Jang"


"apa kabar juga Tuan. terima kasih untuk apa?"


"untuk segalanya Nona, Tuan Muda bisa tertawa seperti ini, hanyalah mimpi bagi kami. tapi berkat Nona bisa menjadi kenyataan."


Nara mengernyit bingung menatap Ken yang hanya tersenyum dan merangkul bahu Nara, dan mengajaknya masuk ke dalam rumah yang tampak biasa saja dari luar, tapi begitu masuk kedalam, suasana hangat dan kemewahan langsung terasa. beberapa set sofa kulit besar di atas karpet bulu, dan hiasan dinding dari hasil buruan leluhur Ken. lukisan lukisan yang tak ternilai dan lemari kaca berisi bermacam macam senapan berburu, barang barang pajangan dari seluruh dunia, lampu lampu gantung kristal di langit langit, benar benar menambah kemewahan ruangan dengan kosep terbuka yang luas, dengan langit langit tinggi, terus kebelakang ada bar disamping kiri yang memajang bermacam macam minuman mahal di rak kaca, diterangi lampu lampu yang tertata rapi, ruang makan dan dapur yang dihiasi kitchen set dari kayu yang terlihat sangat mewah, dengan meja meja marmer yang sangat indah. diatas ruang makan terlihat ruangan yang dipenuhi buku buku yang sangat banyak.


"hmm... mungkin itu ruang kerja Ayahnya, wah...bukunya sangat banyak"


"Ken ini rumahmu?"


"wah Ken dimana mana ada rumahmu ya?"


"hmmm mungkin dibeberapa Negara, Ayahku tidak suka tinggal dihotel jika ada urusan bisnis."


"wah...bukunya banyak sekali...Ken boleh aku ke atas?"


jari telunjuk Nara mengarah ke ruangan yang terlihat dipenuhi buku dari bawah. Ken mengangguk dan berjalan ke bar, menuang dua gelas wine, dan mengikuti Nara ke atas.


"astaga..... bukunya banyak sekali aaa.."


Nara membekap mulutnya dengan jemari lentik, menahan teriakan yang hendak keluar dari mulutnya yang masih menganga kagum melihat ruangan berbentuk setengah lingkaran dipenuhi buku sampai ke batas plafon, hingga jika ingin mengambil buku di rak teratas harus menggunakan tangga yang bisa digeser dari ujung ke ujung. meja kerja ditengah ruangan dari kayu hitam, dengan tempat duduk ukir bak milik para raja, memberikan kesan maskulin di ruangan yang seluruhnya terbuat dari kayu.


"wah... Ken ini pasti ruang kerja Ayahmu kan?"


"bukan"


Ken meletakkan gelas wine dimeja, menarik laci meja, dan rak buku yang ada ditengah ruangan bergeser terbuka. membuat Nara lebih terperangah, matanya melihat kamar yang indah dengan dinding kaca menghadap ke taman belakang yang dihiasi danau indah yang tertata rapi dengan beberapa ekor angsa berenang diatasnya. pemandangan bak lukisan yang tak pernah Nara bayangkan. Nara berlari dan merebahkan diri di kasur yang nyaman dan empuk.


"ahh.... nyaman....aku ingin mandi, tapi aku lebih ingin tidur"


Nara berbaring telentang sambil memejamkan matanya, diatas ranjang kayu ukir yang sangat besar, dengan tiang tiang yang digantungi kelambu sangat indah, terdapat sepasang kursi bulu macan di samping meja yang menghadap taman, juga satu set sofa putih, yang menghadap TV ukuran besar.yang baru pertama kali dilihat Nara. meja kerja disudut ruangan dekat sebuah pintu yang entah menuju kemana.dan seluruh dinding kamar selain kaca yang menghadap ketaman, sisanya dilapisi cermin sampai ke langit langit.


"Nara kita sarapan dulu"


"aku kenyang tadi makan di pesawat sebelum turun"


"tapi aku lapar"


"tadi ku ajak sarapan kamu terus saja tidur"


"kamu sih tidak mau tidur denganku di pesawat, kan perjalanannya lama"


"aku juga tertidur, memangnya perjalanan hampir dua puluh jam, bisa tahan tidak tidur"

__ADS_1


"kamu lebih betah ngobrol sama pramugari dan pilot daripada denganku, aku kesal"


Nara tersenyum dan menatap Ken yang cemberut dengan gaya manja.


"ohhh... ceritanya Tuan Muda cemburu ya...?"


"ya iya lah...."


"Ken tapi kita sekarang dimana?"


"ibiza"


"astaga... spanyol?"


"iya.."


"tapi kok hanya ada pantai dan hutan"


"kita di pulau, kamu mau ke kota?"


"tidak aku harus kuliah, berapa lama kita disini?"


"kalau mau selamanya juga bisa"


"hah...aku harus kuliah Ken sebentar lagi ujian skripsi"


"kalau mau besok kita pulang, lagian kamu kan bisa menyelesaikannya di sini"


"yah....lebih banyak waktu dipesawat dong, tapi aku kan harus konsultasi dengan Dosen pembimbing"


"kamu kan bisa telefon saja, kita tunggu ayah pulang ya..."


"kalau lama bisa bisa aku ....."


"sekarang kan sabtu, kita pulang senin ya?"


Nara dilema ingin menikmati waktu di tempat yang indah, dan ingin segera pulang mempersiapkan ujiannya.


"terserah....anda Tuan Muda"


"Nara...."


"iya Tuan"


"jangan bercanda terus, aku lapar......., hari sudah siang"


"aku lelah....."


"kamu mau makan apa, biar kusurur Chef memasakannya untukmu, Chef Ayahku sangat hebat, semua masakannya sangat lezat"


Nara menggumam lirih


"terserah kamu Ken, aku makan apa saja yang penting ada, biasa juga makan mi instan di kos kosan he..he..."


"baiklah aku minta menu spesial saja"


"Ken..."


"iya sayang..."


"jangan terlalu memanjakanku, nanti aku terbiasa"


"ya tentu kamu harus terbiasa"


"tidak boleh, nanti aku tidak bisa melepaskanmu"


"apa maksudmu Nara????"


Ken terkejut mendengar kata kata yang keluar dari mulut wanita yang sangat disayanginya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2