KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
16. Semakin Dekat


__ADS_3

***Sebaik dan setulus apapun seseorang,


pasti mempunyai sisi gelap dalam hidup.


Sepolos dan selugu apapun seseorang,


pasti punya hasrat dang gairah yang bagaikan Bom waktu, berdetak, menunggu untuk meledak.*


*Narabella****


Nara kesal tapi tingkahnya, membuat Ken terangsang. Ken memegang kedua tangan Nara, menyatukannya diatas kepala Nara yang tersandar di dinding kamar, dan ken menyandarkan paha kekarnya diantara kedua kaki Nara.


karena Nara berusaha menghimpitkan kakinya, maka bagian inti Nara tersandar di paha kekar laki laki tampan di depannya, dan Nara terkejut merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya, Ken menunduk, mendekatkan wajahnya ke wajah Nara, sangat dekat sampai nafas kedua insan itu terasa di wajah mereka masing masing. Nara berusaha mengendalikan dirinya, dan membuang muka, hingga Ken hampir saja mencium dinding.


"aiish.. sial, ayo cepat kita jalan, kalau kamu tunggu sebentar lagi aku tak akan bisa lagi menahan diri."


bisik Ken ditelinga Nara, yang merasakan nafas Ken mulai bergairah.


"kalau begitu ayo jalan"


Nara menggenggam tangan Ken dan berjalan cepat memimpin, sedangkan Ken ikut saja. tiba tiba Nara berhenti.


"Paduka silahkan anda didepan, hamba akan mengikuti dari belakang"


Nara berakting seperti di film kerajaan, membungkuk memberi hormat dan mempersilahkan Tuannya lewat. membuat Ken terkekeh dengan tingkahnya.


"ahhh. bilang saja kalau kamu lupa jalan keluarnya.... mengaku saja kalau takut tersesat"


"ooh tentu tidak Paduka yang terhormat, hamba tidak lupa tapi hamba memang tidak tau, sebab tadi malam sudah gelap, dan hamba tidak memperhatikan Jalan, he he he..."


"ada ada saja gadis ini, baiklah silahkan ikut saya Tuan Putri."


mereka terus berjalan sambil tertawa renyah bagaikan sepasang kekasih, yang sedang dimabuk cinta.


"kamu mau ke mana Nara?"


"ayo kita ke taman hiburan, aku sudah lama ingin kesana, tapi karcis masuknya mahal"


"siap Tuan Putri, ayo ke taman hiburan"


"trus kamu ke taman hiburan pakai jas?"


"memang kenapa?"


"tidak, tidak, tidak, ayo ganti baju"


Nara masuk ke kamar ganti Ken, dan melihat pakaian yang tertata rapi bagaikan toko, setelan jas digantung sederet, rapi Nara mencari pakaian kasual yang memiliki banyak pilihan. Nara memilih kaos putih dan blue jeans, biru muda, dan topi putih buat Ken. tanpa malu Ken berganti pakaian didepan Nara, dengan harapan Nara akan salah tingkah melihat tubuh indah Ken, tapi diluar dugaan, Nara malah terbelalak menatap tajam tubuh Ken, dan mendekat. meletakkan jemarinya di dada bidang Ken, turun ke perut.


"wah... ini tubuh kok bisa jadi seperti ini, wah benar benar ini apa Ken, keras banget, wah dada kamu sedikit lagi mirip punyaku"


sambil memegang kedua gunung kembarnya membuat Ken benar benar salah tingkah.


"ah..sial gadis ini, mulai lagi polosnya, jadi aku yang salah tingkah, ah mana si macho mulai nakal lagi, ah benar benar gunung kembar yang menggairahkan"


Ken menelan liurnya, melihat Nara memegang dan meremas kedua gunung kembarnya.


"ah.. besaran punya aku Ken"


"ya jelas dong kamu kan perempuan, memangnya aku terlihat seperti perempuan apa?"


ujar Ken kesal


"he..he.."


Nara terkekeh.


"itu namanya otot Nara, ooo...tot....mengerti"


"ho..oh.."


Nara mengangguk sambil tersenyum membuat Ken makin salah tingkah

__ADS_1


"tidak semua pria punya tubuh seperti ini tau."


"hmm..."


Nara tak berpaling dan terus menatap tubuh Ken dengan tatapan kagum.


"ayo sana berbalik, aku mau ganti celana"


"nggak mau, aku mau lihat kamu ganti baju"


"kamu sudah gila ya, nggak malu apa?"


Ken yang berencana membuat Nara salah tingkah, kini kena batunya sendiri.


"sudah ganti baju saja, aku nggak masalah kok, aku juga biasa lihat ayah dan ibu ganti baju"


"sialan, memangnya aku bapakmu? sana berbalik"


"nggak mau"


Nara ngotot. Ken yang masih bertelanjang dada dengan cepat mendekati Nara dan ******* bibir yang sepanjang hari ini selalu ada dipikirannya.


Plakkk....


tamparan keras Nara mendarat di Pipi Ken


"apa apaan kamu Ken..."


"kalau kamu tidak keluar dari sini, maka yang terjadi akan lebih dari ini"


Ken menyeringai membuat Nara dengan cepat berbalik, dan keluar dari kamar ganti Ken sambil memeluk dada dan mendengus kesal.


"ah....astaga...hah....hohh.."


Ken terduduk bersandar di pintu kamar gantinya, dengan tangan kiri menopang tubuhnya dan tangan kanan memegang dadanya, kaki kirinya lurus dilantai sedangkan kaki kanan terlipat, dengan mulut menganga, dan mata terbelalak, dengan nafas tersengal sengal.


"benar benar membuatku jantungku hampir copot, astaga.... bisa bisa aku menelanmu utuh Nara, berani sekali kamu menyiksaku dengan kepolosanmu"


"Ken... aku mau naik itu"


Nara menunjuk satu wahana, yang membuat Ken semakin mual, sehabis naik wahana yang cukup mengocok perut. tapi demi Nara, Ken yang takut ketinggian, mengikuti kemana pun Nara pergi.


"aku ingin dicium pacarku diatas sana."


"ayo naik"


Ken yang gemetar ketakutan, menutup mata dan memeluk Nara.


"Ken kalau kamu takut ketinggian, kenapa ikut naik?? harusnya kamu tunggu dibawah saja"


"apakah sudah dipaling atas?"


"belum, masih ditengah"


"katakan padaku kalau sudah tiba di puncak"


"kita tiba di puncak Ken, lihat indahnya..."


Ken menangkup wajah Nara, dan ******* bibir Sexy yang pasrah, bahkan membalas sensasi ******* bibir Ken, keduanya saling mengulum dengan penuh gairah. bahkan tangan Ken memegang pinggang Nara dan menarik tubuh sexy itu agar menempel ke tubuhnya. tangan yang memegang pipi mulus gadis itu, membelai lembut dan turun ke leher dan menyusupkan jemarinya ke rambut belakang leher Nara, membuat gadis polos yang baru pertama kali merasakan ciuman panas seperti ini ikut terangsang, hingga tangan Ken yang mulai menjalar turun dari pinggang ke antara kedua paha.


"kumohon biarkan aku terus seperti ini Nara, kumohon jangan larang aku"


aksi Ken dibiarkan saja oleh Nara, bahkan, Nara melingkarkan kedua tangannya keleher Ken tangan Ken makin masuk Kedalam belahan paha, dan sampai ke daerah intim, yang dibelai Ken lembut. Nara terlena dan menikmati perasaan yang sangat baru bagi gadis itu.


"oh...rasanya tubuhku kepanasan, nafasku mulai tak beraturan, jantungku seperti sehabis lari seratus kilometer, seperti inikah rasanya terangsang? ternyata benar benar tak tertahankan, rasanya ingin meledak, Nara kamu harus sadar"


tiba tiba Nara teringat janjinya dengan Clay,


bahwa apapun juga yang terjadi Nara akan selalu menjaga kesuciannya untuk Clay, karena apabila Nara sampai jatuh, mereka tidak akan bertemu lagi, artinya mereka putus. sehingga dulu sebelum berangkat kuliah ke ibu kota, Nara bernazar.


"kalau aku tidak bisa menjaga diri, aku tidak akan punya anak"

__ADS_1


"Clay hentikan"


Ken terkejut mendengar ucapan Nara.


"siapa Clay"


wajah Ken merah padam menahan marah


"kumohon nara jangan buat aku membencimu, jangan buat aku menghancurkanmu, kupikir kau gadis polos yang membutuhkanku, bahkan aku tau kau baru pertama kali dicium seperti ini, apakah kau pura pura polos? apakah kau hanya salah satu gadis munafik yang mendekatiku?"


"hahh....apa?"


"katakan siapa Clay"


"waduhh... kalau aku bilang Clay pacarku trus aku diusir malam ini aku harus kemana??"


"ehm...maksud kamu apa Ken, kamu salah dengar saja"


"tidak aku tidak salah dengar, pendengaranku sangat baik setiap bulan aku cek-up ke dokter, cepat katakan siapa dia"


Ken semakin emosi, Nara terlolong karena wahana yang mereka naiki berhenti.


"Ken kita harus turun"


setelah turun, Nara dengan cepat berjalan pergi tapi Ken mencekalnya.


"ah.. tanganku sakit Ken lepaskan"


"tidak, jawab aku dulu"


Nara yang tersulut emosi karena Ken memegang erat tangannya berteriak sambil melepaskan tangannya.


"dia pacarku, ya Clay pacarku"


"Clay maafkan aku, walaupun sudah lama aku tidak mendengar kabarmu, aku akan tetap menunggumu, aku selamanya milikmu Clay"


Pikir Nara dalam hatinya. Ken terdiam dan Nara berlalu, Ken mengikuti dari belakang dengan sangat emosi, dia menendang apapun juga yang ada di hadapannya.


"sial...dasar...."


dalam amarahnya ken tetap tak ingin meninggalkan Nara, karena Ken tau Nara buta arah, dan dia tidak akan menemukan jalan keluar dari taman bermain ini, apalagi jalan ke parkiran mobil.


***


disisi lain, para bodyguard melarang semua satpam yang hendak menegur Ken untuk mendekati Tuan Muda, yang adalah pemilik taman bermain ini.


ya Ken kemana mana pasti diiringi sekumpulan pengawal yang membaur dan tak kelihatan, karena Ken tidak suka jika melihat pengawalnya memakai setelan yang seragam mengikutinya.


"Nara...ayo pulang aku capek berkeliling"


"iya...ini dari tadi juga aku mau pulang"


balas Nara kesal. walupun sedang marah Ken mendekati Nara dan menggenggam jemari lentiknya Ken tau Nara buta arah tidak tau jalan pulang, tapi karena kesal gengsi untuk bertanya pada Ken.


"kalau mau pulang jalannya lewat sini, bukan berputar putar kesana kemari, ayo"


"ya ayo.. "


Nara mengikuti ken dengan cemberut, tapi Ken berusaha menahan amarahnya. dalam mobil mereka berdua diam,


pikiran Nara melayang


..."aduhh gimana nih kalau Ken ngusir aku....mau nginap dimana nih, lagian belom tanggal dapat kiriman lagi... gimana nih, kalau seperti ini jadi ngeri bisa bisa perasaanku terbagi lagi, mana tadi dicium akunya mau aja lagi... iiihhh kok bisa nih otak nggak pake mikir sihh.....apa aku ngerasa berhutang sama Ken atau rasa suka ya?? "...


tak lama kemudian Nara tertidur karena kelelahan bermain di taman hiburan. Ken sesekali menatap dan membelai Nara.


"kamu benar benar cantik Nara, aku benar benar tak ingin menyakitimu"


setibanya dirumah, ken tidak membangunkan Nara, tapi menggendongnya dan membawanya naik ke atas kedalam kamarnya, membaringkan Nara di ranjang dan menyelimutinya. Buttler Jang sangat senang melihat pemandangan ini. karena selama di luar para pengawal selalu memberi kabar lewat telefon genggam.


"ternyata Tuan Muda punya hati yang lembut, gadis ini sungguh hebat, mampu menaklukkan monster jahat yang ada dalam diri Tuan Muda"

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2