
"*Cinta adalah rasa mengingini seseorang dengan berlebihan, hingga terkadang menjadi menyakitkan jika hanya berlaku untuk satu orang saja.
tapi akan sangat membahagiakan jika rasa itu berlaku untuk kedua belah pihak"
*Kendra Mahendra**
jangan terlalu memanjakanku, nanti aku terbiasa"
"ya tentu kamu harus terbiasa"
"tidak boleh, nanti aku tidak bisa melepaskanmu"
"apa maksudmu Nara????"
Ken terkejut mendengar kata kata yang keluar dari mulut wanita yang sangat disayanginya.
"bukan apa apa Ken"
"Nara apa kau berencana meninggalkanku?"
"mana mungkin, lagian siapa yang mau dengan barang bekas kamu"
"apa kamu tau, setiap hari betapa khawatirnya aku kalau kalau kamu diambil orang"
"ada ada saja kamu Ken, kalau kamu banyak yang antri, malah mungkin suatu saat kamu bosan dan meninggalkanku, atau mungkin, Ayahmu tidak suka padaku, atau mungkin kamu sudah dijodohkan dengan seseorang yang pantas untukmu, atau mungkin..."
"hentikan Nara... kumohon hentikan...."
"Ken, aku.....sudahlah, dimana kamar mandinya, aku ingin membersihkan diri"
itu pintu ke kamar ganti, didalamnya ada pintu geser ke kamar mandinya.
"aku tidak punya pakaian Ken"
"Buttler jang sudah menyiapkan segala kebutuhanmu, pelayan sudah membawanya naik tadi, ada dalam koper di ruang ganti.
"jadi kamu sudah merencanakannya?"
Ken hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.
Nara beranjak bangun dari ranjang masuk kebalik pintu. tak lama kemudian terdengar suara dari balik pintu.
"apa apaan ini....."
Ken bergegas masuk mendapati Nara sedang mengacak acak koper.
"kenapa Nara, ada apa???"
"coba lihat Ken semuanya hanya baju tidur transparan, gaunnya hanya satu, masa kan aku harus dirumah terus!"
"mungkin Buttler Jang mengira kita datang berbulan madu, ha..ha..ha... Buttler Jang benar benar pintar"
Ken bertepuk tangan dengan wajah bahagia
"enak saja, memangnya kita sudah menikah?"
"sebentar lagi Nara, sebentar lagi kamu selesai kuliah kan, itu janjimu padaku, tapi kalau mau sekarang juga kita menikah?"
"Ken kenapa kamar mendinya tidak ada pintu?, trus kaca semua lagi semua yang diluar kelihatan, bagai mana caranya aku mandi, mana banyak para pekerja dibawah"
"tenang saja kamu bisa melihat mereka, tapi mereka tidak bisa melihatmu, sama seperti kaca di dalam kamar"
"benarkah?"
Nara kembalimengalihkan pembicaraan Ken tentang pernikahan.
"kamu mau aku mandikan, ayo mandi berdua"
ujar ken dengan senyum nakal. Nara berdiri memegang pundak Ken dari belakang dan mendorong Ken perlahan keluar dari kamar ganti dan Nara kembali masuk kedalam, dan terdengar
klik.....
Nara mengunci pintu dari dalam. selesai mandi Nara mengeringkan rambutnya dengan hair dryer yang tersedia di dalam kamar mandi, mengenakan gaun satu satunya yang di sediakan Buttler Jang, gaun indah berwarna peach dengan corak dedaunan hijau pastel, dan bunga merah, yang sangat menonjolkan kecantikan Nara. Ken menatap Kagum saat Nara keluar dari balik pintu.
"kamu sangat cantik hari ini Nara, tidak.. tidak.
kamu selalu cantik dimataku"
"astaga.. kamu makin pintar menggombal ya Ken"
"aku serius Nara, aku tidak bohong"
"kiya...iya.. aku percaya, hari ini kita mau kemana?"
"kita jalan jalan naik kuda ya"
"tidak mau, aku takut"
"tidak apa apa, kamu naik denganku saja, aku akan mengajarimu"
"tidak mau, aku tidak punya pakaian untuk berkuda, rasanya gaun ini tidak cocok buat naik kuda"
__ADS_1
"kalau aku jadi kudanya, kamu mau naik? sebentaaaar saja, mau ya..... kumohon"
"tidak bisa, kita jalan jalan dulu, kan kita hanya sebentar disini, mandi sana"
Ken yang memohon penuh harap, tertunduk lesu, dan berjalan dengan sungkan ke dalam kamar mandi. Ken keluar dengan perasaan segar dari dalam kamar ganti, dengan celana penderk Navi, kaos putih, topi warna senada dengan celana dan kaca mata hitam tergantung di dada, menambah ketampanan pria yang sedang dimabuk cinta.
"wah...... Ken kamu sangat tampan hari ini!"
Ken terkejut dengan kata kata gadis cantik bermata indah yang sedang menatapnya dengan senyum merekah. Ken menatap Nara
"apakah kamu tau Nara, baru sekali ini kamu memujiku"
"sudah pernah lah Ken apa kamu lupa?"
"kapan?"
"waktu kamu ganti baju waktu itu! aku kan bilang badan kamu bagus banget, lupa ya...?"
"he..he..betul juga? apa kamu tau Nara!"
"apa itu Ken?"
"waktu itu, aku setengah mati menahan diri untuk tidak menciummu, entah kenapa, kamu satu satunya wanita yang bisa membuatku berdebar"
"maaf Ken, tapi aku tidak!"
Nara berusaha tersenyum menanggapi kata kata pria tampan yang sedang dimabuk cinta kepadanya. angan Nara menerawang
*****
Empat tahun yang lalu.
Suatu senja di bulan Juni, kala itu Nara sedang mengepak pakaian bersama Bundanya, karena besok akan berangkat je Ibu Kota untuk melanjutkan studi, dan tinggal bersama Kakaknya.
"Nara..."
"iya Bunda..."
"kamu balajar yang rajin disana ya....di rumah kamu harus bantu apa yang bisa dibantu, jadi anak perempuan harus bisa pekerjaan rumah, jangan malas. kamu harus mandiri"
"pastilah... Bunda"
"kamu harus sekolah yang tinggi, biar bisa sukses dan tidak di pandang remeh sama orang, Ayah sama Bunda akan berusaha agar kamu bisa kuliah di tempat yang bagus, kamu harus sekolah yang tinggi, Ayah sama Bunda tidak punya apa apa untuk ditinggalkan buat kalian, harta bisa habis, benda bisa dijual atau dicuri, tapi Ilmu bisa buat kalian hidup."
"iya Bunda akan Nara ingat"
"jaga diri kamu baik baik Nak, harga diri bagi seorang perempuan adalah harta yang paling berharga, sekali jatuh....tidak ada kata kembali
"baik Bunda, Nara akan jaga diri baik baik"
****
Mata Nara berkaca kaca teringat orang orang yang disayanginya.
"Nara, kamu kenapa? apa kamu sakit?"
Nara tersadar dari lamunannya.
"hah...oh.. ehm..kenapa? aku tidak apa apa kok"
"tadi kamu melamun"
Nara hanya tersenyum
"ayo turun... aku lapar"
ucap Ken manja sambil memegang perutnya. lalu mengulurkan tangannya ke arah Nara, yang disambut gadis itu dengan meraih tangan Ken dan mengikutinya.
"jangan lupa bawa kaca mata dan topimu"
"oh.. iya, memangnya kita makan dimana?"
Nara meraih topi anyaman lebar dan kaca mata hitam, yang tergeletak diatas ranjang.
"ikut saja"
"bukannya kita makan di ruang makan yang ada di bawah, kenapa harus pakai topi dan kaca mata hitam segala?"
"kejutan"
Nara mengikuti Ken turun kebawah. bukannya keruang makan, tapi Ken berjalan ke arah pintu depan. dan diluar terlihat mobil Dartz prombron, terparkir cantik didepan rumah.
"wah...mobilnya keren banget, ini mobil apa ya? baru sekarang aku melihatnya, berapa harganya ya..?"
Nara terpana, Ken menuntun Nara ke mobil dan membukakan pintu. dan membantu Nara naik, karena mobilnya agak tinggi. mereka berkendara ke puncak bukit. cuaca hangat dcerah di bulan agustus musim yang
"astaga Ken...... waahhh.....indahnyaaa.... pemandangan ini seperti di Negeri dongeng"
Nara terperangah terlihat sangat bahagia dan berlari ke sana kemari, melihat hamparan rumput hijau di puncak bukit, dengan pemandangan laut dan pantai, serta pulau pulau sekitar yang terlihat di kejauhan, perkebunan, podok pondok para pekerja, rumah tempat tinggal Ken, dan pegunungan pegunungan yang indah terlihat dari puncak bukit. belum habis rasa terpesona akan keindahan alam seakan berada dalam dunia mimpi, Nara melihat sebuah meja dengan taplak putih, yang ditata rapi di kelilingi bunga bunga dan hiasan berbentuk hati sangat indah. kini tatapan Nara terpaku pada sebuah piano di samping meja. membuatnya bertanya tanya bagaimana bisa ada piano di tempat ini.
"Ken....bagaimana bisa di tempat ini ada piano, bagaimana cara membawanya kesini?"
__ADS_1
Nara tak mampu menahan rasa penasaran, bagaimana sebuah piano yang berat bisa berakhir di puncak bukit yang tinggi.
Ken hanya tersenyum menggenggam tangan Nara, dan menuntunnya ke arah meja makan, disana sudah menunggu seorang Chef, bersama dua orang pelayan yang berseragam rapi. Nara melayangkan pandang kesekeliling sambil menikmati makanan mewah di tempat yang luar biasa indah itu. Ken sesekali menatap Nara geli, melihat betapa antusiasnya wanita pujaan hati di depannya menatap sekeliling.
selesai menikmati makan siang, Ken berjalan ke arah piano, membuat Nara menatapnya tanpa berkedip.
"Ken.....kamu bisa main piano?"
lebih terkejut lagi saat Ken mulai melantunkan sebuah lagu dengan suara yang sangat sempurna.
****
**what would i do without your smart mouth
drawing me in, and you kicking me out
got my head spinning, no kidding, i can't pin
you down
whats going on in that beautiful mind
i'm on your magical mistey ride
And i'm so dizzy, don't know what hit me, but i'll be alright
my heads on the water
but i'm breathing fine
you're crazy and i'm out of my mind
'cause all of me
Love all of you
Love your curves and all your edges
all your perfect imperfections
Give your all to me
i'll give my all to you
you're my end and my beginning
Even when i lose i'm winning
'cause i'll give you all, all of me
And you give me all, all of you
how many times do i have to tell you
even when you're crying you're beautiful too
the world is beating you down, i'm around
through every move
You're my downfall, you're my muse
My worst distractions, my rhythm and blues
i can't stop singing, i'ts ringing, i my head
for you
but i'm breathing fine
you're crazy and i'm breathing fine*
........................
Mata Nara berkaca kaca melihat ketulusan Ken dalam membawakan lagu baru dari penyanyi kenamaan kesukaanya. lirik yang begitu menyentuh hati, membuat beribu rasa berkecamuk di hati Nara yang sangat tersentuh dengan segala hal yang Ken lakukan selama ini, dan segala hal yang Ken siapkan hanya untuk makan siang bersama. segala usaha, waktu yang di habiskan untuk membuat siatuasi ini menjadi kenyataan membuat Nara menyadari betapa Ken sangat mencintainya, tak perduli dengan segala kekurangannya, atau asal usul keluarganya, jika disandingkan dengan Ayah Ken, yang sangat terkenal dalam dunia bisnis di berbagai penjuru Dunia. tanpa terasa air mata menetes dari mata coklat indah milik Nara, perasaan yang berkecamuk antara bahagia dan rasa bersalah, sebagai wanita saat ini Nara benar benar melambung tinggi, tapi hati kecilnya benar benar seperti diremas tak bisa bernafas, karena sampai saat ini, dari segala hal yang dilakukan Ken, tapi debaran jantung Nara hanya untuk Clay, walaupun Nara sangat sadar bahwa dia sudah tidak pantas lagi untuk bertemu Clay. setelah menyelesaikan lagu yang sangat menyentuh hati sang pujaan hati.
Ken berjalan ke arah Nara dengan senyum yang bisa membuat wanita manapun jatuh dalam pelukannya, lalu Ken berlutut menyodorkan sebuah kotak yang terbuka, berisi cincin berlian yang sangat besar berwarna pink, membuat Nara semakin merasa bersalah karena perasaannya.
"Nara, aku tau kamu ragu padaku, tapi aku yakin kamulah tujuan hidupku, aku bukanlah orang yang sempurna, tapi kau adalah kesempurnaan dalam hidupku,
Bersambung
by \( JHON LEGEND*\)
kakak kakak yang super cantik dan ganteng jangan lupa tinggalkan jejak ya....
pleaseee......
__ADS_1