
"Nara...kamu gadis ajaib, kamu bisa membuat aku melakukan hal hal yang belum pernah aku lakukan."
"hemm...hidup itu singkat Ken, jadi lakukan apapun yang kau bisa, cobalah segala hal positif dalam hidup, jangan takut mencoba, sekalipun gagal, setidaknya kita sudah berusaha"
"aku akan melakukan apapun yang kubisa untuk mendapatkanmu Nara, aku akan mencoba segala hal untuk mendapatkanmu, dan aku tak akan gagal. Kendra Mahendra tak pernah gagal mendapatkan apa yang dia inginkan."
pikiran Ken melayang jauh
sinar matahari pagi menyinari wajah tampan Ken sehingga wajahnya terasa panas. saat Ken membuka matanya, terlihat wajah cantik Nara yang masih tertidur disampingnya, ken menghadap kearah Nara, sambil tangannya menopang wajahnya dan menatap Nara
"aku belum pernah merasakan perasaan ini, tapi aku ingin setiap kali membuka mataku, inilah hal pertama yang kulihat, wajah gadis ini.Nara!"
Ken membelai rambut Nara membuat Nara menggeliat dan terbangun.
"hoooaammm....ahh...kok bisa ketiduran diluar, aishhh... badanku jadi sakit semua.."
"selamat pagi Nara.."
"astaga....kenapa kamu masih disini?
"astaga....kenapa ya? mungkin aku ketiduran sama kayak kamu, ketiduran diluar sini"
"hatsyiiim...."
"nah tuh kan bisa pilek kalau masuk angin"
Nara melihat jam ditangannya yang menunjukkan pukul tujuh pagi, biasanya jam enam pagi Nara sudah menunggu bis di halte.
"hatsyiim...astaga aku terlambat kuliah"
Nara melompat bangun masuk kekamar lima belas menit kemudian buru buru keluar kamar dan menguncinya.
"kenapa kamu masih disini?? nanti kamu dicariin Bos kamu gimana???
"Bosku jam segini belum bangun, tenang aja, ayo kuantar ke kampus"
"emang boleh?"
"boleh sekali"
Narapun langsung meraih tangan Ken dan sambil setengah berlari menuruni tangga
"ayo buruan aku telat"
sesampainya dimobil, Nara dan Ken terkejut melihat penghuni kost bahkan ibu kost sedang bergantian berfoto di mobol Ken.
"maaf ya foto fotonya ditunda dulu aku telat ke kampus"
"hemm...kami permisi dulu"
setelah Nara dan Ken pergi
"bu, keren ya mobilnya itu pacar Nara atau bukan ya???
"nggak tau, dia itu barusan jemput Nara apa nginap disini???"
"semalam aku lembur bu, pas pulang tengah malam, itu mobil memang sudah parkir disini"
"wah... Nara berani bawa pacarnya nginap?"
wajah Ibu kost jadi merah menahan marah.
Karena naik mobil pribadi, dan tidak perlu berputar seperti rute bis, Nara tidak terlambat sampai dikampus.
"makasih ya Ken, aku masuk dulu"
"sama sama, kamu selesai kuliah jam berapa? jam satu siang, kenapa?"
"aku jemput ya, bye"
"Ta..."
belum selesai bicara, Ken sudah berlalu dengn cepat.
"pi.... "
Nara masuk kelas, dan menjelang selesai kam mata kuliah, Nara sangat lapar karena tidak sarapan. setelah selesai Nara bergegas keluar untuk pulang, tapi dicegat Riska and the gank.
"hai Nara... kamu mau kemana?"
"mau pulang, emang mau kemana lagi?"
"Nara, apa hubunganmu dengan Kendra?"
"aku nggak punya hubungan apa apa kok, dia itu temanku"
"jangan bohong kamu"
"aku nggak bohong, kami hanya teman"
"masa sih si Kendra mau temenan sama kamu, gadis yang lebih kaya dan lebih cantik dari kamu saja ditolaknya, kamu pelacurnya kan???"
sambil menunjuk dahi Nara dengan jarinya
tapi Nara berusaha mengelak.
"apaan kamu Riska, aku kan sudah bilang dia hanya teman"
"nggak mungkin, dasar penggoda, awas kamu kalau berani dekat dekat sama Ken"
ancam Riska
"memang kenapa kalau dekat sama saya?"
tiba tiba Ken muncul entah dari mana, dan menantang Riska, Nara langsung menggandeng tangan Ken sambil berbisik.
"nggak usah diladeni Ken, memang ulah orang kaya tuh seperti itu, suka menyepelekan orang susah seperti kita."
Ken hanya mengikuti Nara, tapi sempat menatap tajam ke arah Riska dan teman temannya yang gemetar ketakutan, melihat Nara menyeret Ken, yang bagaikan sapi di cocor hidungnya, yang ikut kemanapun Nara menariknya.
"sudahlah Ken, tidak usah diladeni, makin diladeni mereka semakin jadi.mereka itu terlahir dengan sendok emas, hidup nggak ada susahnya, tapi kenapa kamu ada disini?"
"mau jemput kamu..."
kalau begitu kita makan dikantin dulu sebelum pulang ya, yuk.."
"ehhm... Nara"
Nara berbalik hingga rambutnya terkibas indah, dengan senyum merkah, membuat Ken terpana.
"ehmm.. eh...an...anu..."
"dahsyat kok bisa aku gelagapan didepan gadis ini, ah sial"
"gini.. Bos aku, dapat jatah makan siang di delux tapi dia nggak bisa kesana, kan sayang kuponnya mubasir, kita kesana aja yuk"
"ah.. jangan gila Ken, itu kan restoran termahal di kota ini, pesan tempat aja bisa berbulan bulan, betul kita bisa kesana?? yakin???"
"iya ayo..."
"Nara, sikap lugu kamu membuat aku gemas, bahkan, saat ini aku pertama kali merasakan ingin selalu dekat dengan seorang gadis. bahkan aku merindukanmu saat kau disampingku, dan aku tak bisa melihat wajahmu.
ingin selalu kugenggam tanganmu, agar aku yakin kau ada didekatku.
apakah ini Cinta"
Ken meraih tangan Nara, digenggamnya erat dan diiringnya Nara menuju mobil, diikuti tatapan cemburu puluhan pasang mata yang mengenali Kendra.
"huh...dasar pelacur awas aja lo"
"angela gimana nih... Ken nggak dengar waktu gue ngancam Nara kan??"
"dengar kali, elo nggak lihat tuh tatapan Ken yang penuh kebencian"
"astaga...bisa tamat perusahaan bokap gue, aduhh...gimana dong"
"rayu aja si Nara buat ngebujuk Ken"
__ADS_1
"ih..amit amit"
"kalau begitu silahkan bersiap bangkrut"
diparkiran kampus Ken membukakan pintu mobil buat Nara.
"wah... Ken mobilnya ganti lagi, woww keren"
"kan sudah kubilang, Bos punya mobil banyak, bahkan ada beberapa yang hanya satu satunya diNegara ini"
"ah masa sih.."
Nara tertawa ringan membuat Ken serasa ingin menciumnya. setibanya di restoran Ken menyerahkan kunci mobil kepada Valet, yang baru ada di tempat tempat mewah.
Ken mengisyaratkan Nara agar menggandengnya.
"selamat siang tuan Ken"
sapa penjaga pintu sambil membungkuk hormat dan membukakan pintu, Ken hanya mengangguk dingin. manajer restoran menunggu didalam menyapa sambil menunduk hormat, bahkan tidak berani menatap Ken.
"mari Tuan Ken, saya antar keruangan anda"
sang manajer mempersilahkan dengan hormat. Ken mengikuti sambil memegang erat tanga Nara. suasana yang membuat Nara penasaran.
"wah bukan main para pelayan, bahkan manajer restoran sangat hormat bahkan terlihat takut pada Ken, siapa kamu sebenarnya Ken?, tidak mungkin seorang supir diperlakukan seperti ini. bahkan mereka tidak komplain dengan pakaianku, disinai harus pakai dress, gaun, atau blazer, dilarang pakaian tidak rapi, sedangkan aku dan Ken hanya memakai jeans dan kaos. apalagi tempatnya VIP banget ruangan seluas ini hanya aku dan Ken?"
"kok diam kaget ya?? eh mulut ditutup, kok memganga begitu, nanti kemasukan lalat loh ha...ha..ha...."
Ken bercanda pad Nara yang benar benar takjub dengan ruangan itu.
"wahhh...hebat keren, wahhh...pantas saja walaupun nggak rapi boleh masuk, ternyata ada ruang pribadi romantis dalam restoran ini. wahh....hebat Bos kamu Ken"
sambil mengacungkan jempol kepada ken dan tertawa lepas.
"silahkan duduk"
sambil menari kursi untuk Nara
"wahh.. genteleman banget kamu ken, aku merasa menjadi princess he..he"
Nara menatap Ken, yang membuat jantung Ken berdetak kencang.
"ehmm... kamu mau makan apa?"
"nasi goreng"
Ken Berbisik pada Nara
"sstt.. kalau ke restoran mewah lihat menu dulu dong, kalau mau nasi goreng, diwarung pinggir jalan juga bisa"
"iya ya.."
jawab Nara sambil berbisik pula
"kalau begitu aku mau makanan yang paling mahal deh, kamu yang pesan ya aku bingung makanannya pake bahasa perancis"
"ya udah tunjuk aja, aku juga baru pertama kali ke sini"
"nanti kalau asal tunjuk trus yang datang sambal sama es batu gimana? apa mau makan es batu di cocor sambal?"
mereka berdua tertawa ngakak, membuat pelayan yang menunggu pesanan bingung namun ikut tersenyum.
kemudian Ken menujukka pesanannya dibuku menu.
"baik tuan saya permisi"
sambil menunggu pesanan Nara dan Ken tertawa dan bercanda dengan lepas. seorang Ken yang biasanya angkuh dan dingin bak gunung es, sehingga sangat ditakuti, bisa bercanda dan tertawa seperti itu, bisa bisa jika dilihat orang yang mengenal Ken mereka bisa pingsan. setelah makanannya datang.
"wahh astaga.... cantik banget rasanya pengen aku bawa pulang trus dijadikan pajangan, ahhh sepertinya sayang kalau dimakan.. ahhh.. cantik banget..."
Nara mengatupkan kedua tangannya sambil mengagumi hidangan yan tertata indah dipiring cantik.
"ayo buruan makan, aturan Bos aku, kalau makanannya nggak abis harus bayar sendiri"
"emang sepiring ini harganya berapa??"
ken belum selesai bicara, Nara sudah mulai melahap makanannya.
"ini aku nggak suka kacang polong kamu aja yang makan ya, sayang mahal"
Ken terkejut dengan tingkah Nara.
"ayo makan"
"oh ya baik"
masih merasa terkejut, kembali nNara menyendok wortel dan baby bean dari piringnya,
"aku juga nggak suka wortel sama baby bean, kamu aja yang abisin ya sayang kalau nggak dimakan, mahaaall..."
Ken semakin bingung, karena terbiasa dengan makana yang benar benar fresh, bahkan ibunya selalu menyiapkan makanan organik, yang benar benar segar, karena kalau tidak pasti dibuang, dan Ken juga tidak terlalu menyukai wortel. si Tuan pemilih makanan tidak berkutik didepan Nara.
"ken.. brokolinya kok disisihkan?"
"aku tidak suka"
"kalau begitu buat aku saja"
Nara langsung menyendok brokoli dari piring Ken dan langsung berpindah tempat kepiringnya
"ini kentang juga diambil aku tidak suka kentang tumbuk."
"kenapa?"
"kelihatan menjijikkan"
"ha..ha..ha....sini buat ku"
Nara langsung menyuap ke dalam mulutnya
"mmm...enak banget tau"
mereka makan sambil bercanda dan berbagi makanan yang disukai, dan tidak disukai.
"ayo cepat makannya, aku sudah tidak sabar pengen lihat tampilan makanan penutupnya"
Ken pun mulai santai melahap makanannya, setelah melihat Nara tanpa risih, makan makanan yang tidak disukai dan disisihkan oleh Ken. setelah makanan penutup datang
"astagaaaa..es krimnya cantik bangeeeet.....kuenya juga pasti enak nih...yummi..."
"aku nggak suka rasa stroberi, kamu mau"
Ken sudah tak risih lagi berbagi makanan dengan Nara.
"iya aku tidak terlalu suka rasa coklat, kita tukeran aja ya"
"ok sip"
setelah mangkuk yang berisi makanan penutup kosong, Nara mengangkat dan memutar mutar sambil mengagumi keindahannya.
"wahh... cantik sekali mangkoknya, andaikan bisa buat aku aja he..he.., terbuat dari emas asli kali ya??? bisa dibawa pulang nggak ya?"
setelah Ken meminta tagihannya dia berbisik pada pelayan, tapi tidak diperdulikan Nara yang sedang memandangi mangkok didepannya. saat mereka keluar restoran, sang manajer restoran, keluar sambil membawa kantong berisi bingkisan.
"maaf Tuan Muda, Nona ini ada bingkisan dari restoran untuk pelanggan VIP"
sang manajer restoran mengulurkan bingkisan dengan kedua tangannya sambil membungkuk hormat. Ken mengambilnya, sambil mengangguk penuh arti kepada sang manajer, karena tanpa sepengetahuan Nara Ken adalah pemilik restoran. Ken memberikan bingkisan itu pada Nara.
"wahh...apa isinya ya"
Nara menggoyang goyang bingkisannya
"nanti bukanya dimobil aja"
setelah Ken membukakan pintu, Nara masuk ke dalam mobil dengan tidak sabaran membuka bingkisan.
"astaga.... mangkoknya Ken, wahhh...keren"
__ADS_1
"itu punyaku kan"
muka Nara langsung bengong.
"Ken, buat aku aja ya... ya... kamu kan Cowok, kamu nggak butuh ini. mangkoknya buat aku aja ya.. pleasee... "
bujuk Nara memelas hampir menangis
"ha...ha...ha... ha.....hanya mangkok aja sampai segitunya... iya... iya... memang buat kamu kok"
tawa Ken pecah, sambil mengacak acak rambut Nara. teringat kembali di restoran saat Ken berbisik kepada pelayan.
"katakan pada manajer, tolong bungkus mangkok dessert, dan berikan sebagai hadiah untuk pelanggan VIP, katakan perintahku"
"baik Tuan"
kembali didalam mobil, Nara sangat senang seperti anak kecil diberi permen
"yes.. yes.. terima kasih ya Ken, kamu yang terbaik"
"hmmm... mangkok itu asli berlapis emas rancangan perancang ternama"
"ahh masa sih..? berapa harganya ini?"
"pokoknya dijaga, soal harganya kamu nggak usah Nanya"
"semahal apa? Ayolah Ken"
"harga duit deh"
"hem sejuta???"
"kali 35"
"hah.....tiga.. puluh..lima ju..taa...buseettt nggak mungkin, masa dikasih hadiah semahal itu, yang punya restoran sudah gila apa??"
"iya ya"
"aku memang sudah gila karena kamu Nara"
saking bahagianya, Nara tertidur sambil memeluk mangkok. dan Ken sangat berhati hati mengemudikan mobil agar Nara tidak terbangun, mengerem perlahan lahan. dan saat masuk ke jalan sempit yang ada polisi tidurnya Ken seakan ikut mengerem dengan badannya, agar Nara tidak terganggu. setelah sampai ditempat kost, Nara bingung banyak orang berkerumun diatas balkon depan kamarnya, dan diparkiran.
"ada apa ini kok pada ramai,?
"Nara yang sabar ya"
"kenapa?"
Nara bertanya tanya sambil terus berjalan Naik ke arah kamarnya. betapa terkejutnya Nara saat melihat barang barangnya ada diluar semua, bahkan pakaian dalam berserakan di lantai balkon.
"hah ada apa ini?"
"sekarang juga kamu pergi dari sini, tunggakan uang kost kamu satu bulan setengah harus dibayarkan sekarang juga"
"iya tapi kenapa tiba tiba"
"masih belum ngerti juga berani nanya, karena kamu membawa laki laki tidur bersama dikamarmu, kamu harus tau rumah ini bukan tempat maksiat."
kata ibu kos dengan penuh kemarahan.
Nara memunguti dan mengumpulkan pakaian dalam yang berserakan di lantai, dan air mata mulai menetes dipipinya.
"aku harus kemana saat ini? aku nggak punya kerabat dikota ini! mana sekarang akhir bulan, kiriman belum datang, aku harus kemana?
bayar kosnya pakai apa??"
Ken membantu memungut pakaian dalam Nara dan memasukannya kedalam kantong plastik. dengan geram,bahkan tubuhnya menggigil menahan marah. lalu dia memegang tangan Nara yang sedang mengumpulkan barangnya.
"ambil saja buku buku kuliah mu, dan barang yang sangat penting"
"tapi??"
"tak ada tapi tapian, ambil saja bukumu, dan hapus air matamu"
"tuh liat kan memang benar mereka pacaran, dasar mesum, belum Nikah sudah berani tidur bersama"
Ken semakin tidak tahan, kemudian memegang pundak Nara yang sedang mengumpulkan barang barangnya yang berserakan.
"ayo pergi dari sini, Nanti kusuruh anak buahku datang mengambil barangmu, dan nanti kau pilah ditempat barumu"
Nara yang lemas karena shock, berdiri perlahan, mengambil kantong plastik berisi pakaian dalam dan berjalan pelan digandeng Kendra.
"hey.. bayar dulu uang kosnya"
teriak ibu kosnya galak
"rasanya ingin kubakar habis tempat ini, dan ku kirim ibu kos kamu ke antartika, biar dia bisa ngamuk sama beruang kutub"
Ken tidak mampu lagi menahan diri.
"Nara berapa uang kos kamu sebulan"
"empat ratus ribu"
setelah Nara masuk kedalam mobil, Ken pergi berbicara dengan orang yang naik mobil SUV, yang selalu mengikutinya kemanapun Ken pergi, walau terkadang menjaga jarak, tapi ketiga mobil itu selalu menjadi iring iringan Ken, yang ternyata berisi lima belas orang bodyguard. Ken kembali ke mobilnya. setelah berlalu dengan hanya satu mobil yang mengikuti, para bodyguard dengan setelan hitam, menerobos masuk menghamburkan uang enam ratus ribu ke udara, dari atas balkon kamar Nara, hingga berserakan dan sang ibu kos kebingungan memungutnya.
"ahh tolong tolong dipunguti ya"
tapi semua yang sedang menonton kericuhan yang terjadi langsung pergi, dan para bodyguard mulai mengumpulkan barang barang Nara, dan mengantarkannya ke tempat Ken.
satpam didepan gerbang itu membukakan pintu gerbang yang sangat besar sambil memberi hormat pada Ken. dan mobil terus melaju dijalan pribadi yang dipagari hutan pinus di kiri kanan jalan. sampai di depan rumah megah yang tersembunyi ditengah hutan membuat Nara takjub.
"waaahhh.. kita dimana Ken, ini hotel, apa istana?"
"rumah"
"rumah??? wah ini sih kastil, bukan...bukan..., ini istana,
"tempat ini punya Bos kamu ya??"
"punya Bosku di sebelah hutan ini, yang ini milikku"
"ahh.. Ken bercandanya jangan keterlaluan dong.."
kemudia para pelayan yang berbaris rapi menyambut mereka memberi salam
"selamat datang tuan Ken"
kepala pelayan datang dan hendak mengambil kantong plastik dari tangan Nara yang berisi pakaian dalam.
"biar saya bawakan Nona"
"tidak usah, saya bisa sendiri"
Nara memeluk kantong plastik berisi pakaian pribadinya.
"aku tidak bercanda Nara"
ken mengacak rambut Nara
"kamu si..siapa, siapa kamu Ken???"
Nara mulai takut.
"jangan takut ayo masuk, kuantar ke kamar kamu, sekarang ini aku akan menjadi bapak kos kamu yang baru, karena sejak saat ini kamu tinggal disini"
"hahh... tapi gimana caranya aku ke kampus dari sini ke gerbang depan aja lebih sekilo jaraknya, gimana ke halte bis"
"sudah gampang.. nanti diantar supir, kalau bisa nyetir, bawa aja mobil! tinggal pilih tuh di garasi ada banyak mau yang mana?"
"kamu siapa sebenarnya,? kamu sehat kan? kamu orang nggak butuh organ tubuhku kan? kamu nggak bakalan jual tubuhku kan? "
"hmmmm....."
tangan kiri Ken terlipat memeluk dada,menjadi tumpuan siku tangan kanannya yang memegang dagunya, sambil memperhatikan Nara dari atas kepala sampai keujung kaki, dengan sambil mengernyit menandakan sang Tuan Muda sangat serius, membuat Nara semakin ketakutan.
"hemmm..."
__ADS_1
Bersambuuuung.......