
**menyayangimu
aku hanya butuh dirimu untuk kusayangi, tanpa kau harus peduli atau balik menyayangiku, kau tak perlu mengenalku, cukup kau hidup dan baik baik saja.
mickhayl Axelsen****
khayl masuk kantor Nara tanpa suara dengan sebuket tulip merah, ingin mengejutkan Nara saat khayl masuk keruangannya, kursi nara menghadap belakang ke arah kaca kantornya. khayl pelan pelan melangkah, ketika dia melihat Nara duduk dengan melipat kedua tangan di dada dengan wajah sedikit mendongak ke langit langit ruangannya, dengan mata terpejam, dan air mata menetes membasahi wajahnya, maka khayl memutuskan untuk tidak mengganggu Nara yang sedang menangis dalam diam.
keluar dari ruangan Nara, Khayl bertemu Angel sekertaris Nara
"mbak Angel, kalau sudah selesai pekerjaannya, tolong kasih tau bu Nara, aku tunggu di lobby ya.."
"iya Tuan muda"
sahut angel sambil sedikit membungkukkan badannya.
Apa yang membuatmu sedih sayangku, kau tidak boleh bersedih, akan kulakukan apapun untukmu, agar kau tak akan pernah bersedih Nara. aku akan menghapus masa lalumu, dan menjadi masa depanmu Naraku sayang!
khayl bergumam dalam hati, khayl menekan tombol lift khusus presdir, dan menunggu untuk turun ke lobby.
tingg....
lift terbuka, khayl masuk sambil mencium buket bunga tulip merah yang sengaja dipilih khayl karena memiliki arti seperti perasaannya Cinta Abadi
Khayl menunggu Nara sambil menerima laporan pekerjaan dari para asisten yang ada dibeberapa Negara, baik tentang perusaahannya, ataupun tentang investasinya. biasanya ada asisten kepercayaan khayl yang mengurus semuanya, tapi kalau lagi senggang seperti saat ini, khayl sering mengecek langsung, dan minta data datanya dikirim lewat surel yang dan dicek di laptopnya. ya satu satunya kekurangn khayl, dia selalu membawa tas Kemanapun dia pergi, tergantung situasi. bisa tas jinjing ataupun ransel. karena khayl selalu membawa laptopnya, untuk memeriksa laporan pekerjan, atau jika butuh mengadakan vidio confrece dadakan, dan banyak kebutuhan pekerjaan perusahaan dikontrol lewat laptop. selagi menerima laporan ataupun mengecek surrel, mata khayl selalu melihat ke arah lift, jika terdengar pintu lift terbuka. sampai ahirnya yang ditunggu menampakkan diri.
betapa bahagianya khayl menatap orang yang paling dirindukannya sejak dari membuka mata, sampai menutup mata beristirahat di malam hari. bahkan dalam tidurpun Nara sering muncul dalam mimpinya.
Setelah valet datang mobil Nara duluan dibelakangnya mobil khayl.
"sayangku, gimana dong laper banget nih!!!"
khayl memang manja banget, tapi jangan salah dia lebih memanjakan Nara.
"khayl, temanku barusan mudik dia bawa oleh oleh kesukaanku. kita pulang makan dirumah aja ya! rumah aku kan dekat, pesan online aja biar pas nyampe bareng sama makanannya. tapi kalo masih bisa ditahan aku masakin ya!!"
khayl tertawa senang, karena memang, Khayl paling suka masakan Nara, asin ataupun hambar.
"ok, pulang aja masakin ya”
sampai di rumah Nara disambut asistennya sekaligus sepupunya yang baru selesai studi S2 di NYU menunggu di depan pintu, biaya kuliah 100% ditanggung Nara. jadi setelah pulang ke indo, mudik seminggu, dan mulai besok, akan segera bekerja di kantor Nara.
"kak, kirain Tuan ke poland nggak jadi ya??"
bisik Sira tapi didengar khayl.
"panggil kak Khayl aja ya Sira"
"baik kak Khayl."
setelah mengantarkan Nara dan Khayl masuk, Sira membawa tas kerja Nara keruang kerjanya.
"kak, kalo sudah nggak ada yang bisa dibantu Sira pulang dulu"
"loh ini kan udah malam kenapa nggak nginap sama kak Nara aja? "
tanya Khayl karena rumah sira 3 jam perjalanan jauhnya
"iya sih nginap tapi beda rumah. he.. he. Sira pulang ke rumah belakang aja kok, tuh!!"
sambil menunjukkan rumah mungil di samping kolam ikan hias yang kelihatan dari dapur rumah utama.
"oh gitu"
khayl pun mengangguk anggukan kepalanya.
"oh ya kak, tadi asistennya kak Livi datang bawa kotak kue, ada dalam kulkas."
"Sira permisi ya"
sambil memberi isyarat pada para pelayan untuk ikut keluar bersama Sira.
Nara membuka kulkas mengambil kotak kue langsung di makan dan tertawa
"khayl, kamu mau cobain?”
khayl yang sedang duduk disofa beranjak ke dapur menuju Nara yang mengacungkan pie susu keju kesukaannya.
__ADS_1
"apa itu? sampe kelihatan bahagia banget kesayanganku ini! Aaa..."
Nara menyuapi khayl.
"Mm.Mmm... enak, bisa jadi kesukaanku juga nih." sambil terus nambah dari kotak kue.
"kita makan spaghetti aglio olio seafood, atau nasi goreng? ada juga makanan yang disiapin pelayan, tinggal dipanasin, mau yang mana??"
"spaghetti aglio olio"
Nara membuka kulkas, diambilnya semua bahan, diletakkan di meja dapur. Nara memakai celemek dan merebus 2 panci air sambil menunggu air mendidih, Nara mencuci kerang hijau udang dan cumi.
Kemudian Nara mencincang Kasar bawang putih. setelah mendidih air untuk spaghetti dibumbui garam. setelah al dante ditambah olive oil sedikit lalu ditiriskan. setelah seafod selesai direbus ditiriskan, Nara menumis bawang putih, saat memasukkan bumbu yang lain, khayl datang memeluk Nara dari belakang dengan manja.
"harum banget sayangku, masih lama ya??"
sambil memeluk Nara dari belakang khayl mulai menciumi Nara, mulai dari pipi, leher beralih ke tengkuk, nara pun merinding, memang kelemahan Nara jika dicium di tengkuk atau dipunggung dan Khayl sangat mengerti akan hal itu
"bentar ya sayang sabar, kalau kamu terus seperti ini, nanti kita nggak bisa makan.!"
Khayl memang sudah lapar, karena begitu turun dari jet pribadinya langsung kekantor Nara. Khayl pun membebaskan Nara dari pelukannya. membantu nara mengeluarkan orange jus dari kulkas dan dituang dalam dua gelas. membuka botol wine, dan menyalakan lilin yang selalu ada di atas meja makan.
Nara datang membawa dua piring makanan mereka. ketika akan duduk, Khayl menahan pinggang ramping tunangannya dan membuka celemek, yang masih dipakai Nara.
"trima kasih makanannya sayang"
sambil mengecup dahi orang yang sangat dicintainya, Khayl menarik kursi dan mempersilahkan Nara duduk.
Nara menikmati makanannya sambil menatap Khayl, dengan senyum mesra sesekali terhias diwajahnya.
selesai makan, Nara menyendok es krim matcha kedalam mangkok.
"kamu mau Khayl??"
"iya mau"
"maunya rasa apa?"
"ada rasa apa aja?"
"stroberry deh"
Nara menyendokkan semangkok es krim stroberry dengan sendok khusus es krim, dan mengantarkannya kepada Khayl, yang duduk di lantai didepan sofa, sambil nonton TV dan mereka berdua makan es krim, sambil terkadang tertawa terbahak bahak, karena acara yang ditonton, film komedi romantis. Khayl memegang lutut Nara. dan tangannya mulai merayap masuk kedalam rok Nara
"Khayl, aku masih makan loh,!"
sambil mengangkat mangkok, yang memang masih ada sedikit es krim yang mulai mencair. dan berusaha menghentikan Ulah Khayl.
"aku capek, belum mandi" tambah Nara.
Khayl tak peduli, dan tangannya terus bermain dengan lembut, sampai ke tempat empuk, dengan jarinya yang mulai memberikan kenikmatan. seakan inti bumi bergelora, membuat Nara menggeliat. tangan yang satu mengambil sendok dari dalam mangkok dan menyuap es krim Nara sampai tak bersisa. mengulum lembut bibir Nara, mengistirahatkan tangannya, mengangkat Nara dalam pelukannya dengan Mudah, karena otot otot dalam tubuh Khayl, terbentuk indah, dan terlatih dengan olah raga yang teratur, bahkan Khayl sering membawa Nara, ke berbagai belahan Dunia, untuk memuaskan hasratnya akan olah raga extreme. walaupun Nara hanya menjadi penonton.pria tampan berwajah indo, dengan mata bulat mempesona, dihiasi bulu mata lentik, dan alis tebal, mempertegas hidung mancung, dan bibir sexy, dengan gigi putih yang berbaris rapi, jika tawa renyah menghiasi wajah tampan, yang seakan tak berdosa.menonjolkan rahang yang bagaikan, terpahat indah diwajahnya yang maskulin, membuat setiap wanita terpana dan terpesona. bahkan kaum adam sering terpana, entah karena iri, ataupun karena mengagumi.
Khayl membawa tubuh Nara ke arah dapur,mendekatkan tangan Nara yang masih memegang mangkok ke atas meja marmer,dan berkata dengan lembut.
"lepaskan mangkuknya sayangku"
Nara meletakkan mangkuk ke atas meja dapur yang dipesan khusus terbuat dari marmer statuario, selaras dengan lantai rumah. Khayl kemudian terus melangkah, menaiki tangga, kearah Kamar mereka. rumah Nara saat ini adalah hadiah ulang tahun dari Khayl, Tiga tahun yang lalu, setelah Khayl melamar Nara. Rumah ini didesain khusus sesuai keinginan Nara dan pembangunannya, menghabiskan waktu dua tahun. sehingga belum setahun Nara tinggal dirumah ini.
Dan Khayl sebenarnya menetap di Norwegia. tapi karena jatuh cinta dengan Nara, hingga dia hijrah ke Indo. dan saat ini Khayl lebih bahagia karena tinggal menghitung hari ahirnya dia bisa sah, resmi menikah dengan Nara. dan bisa benar benar tinggal serumah dengan Nara. saat ini Khayl tinggal dirumah yang berbeda.
Meskipun mereka sering menghabiskan akhir pekan bersama, dan berlibur bersama bak bulan madu, tapi tujuh kali Khayl melamar Nara di tujuh Negara yang berbeda dan tujuh kali pula Khayl di tolak. tapi keuntungan seorang pebisnis sukses ternyata, pantang menyerah, tetap Berusaha, untuk mendapatkan apa yang diinginkan, dan ahirnya sukses
segala macam cara dan trik telah digunakan Nara untuk menolak Khayl . dengan cara halus, kasar, jahat, baik, menyedihkan, memalukan, menakutkan, tapi Khayl tak goyah dan gentar, ahirnya membuat Nara goyah dengan pendiriannya, dan menerima khayl dengan terpaksa. Khayl mendorong pintu kamar dengan belakang tubuhnya.
"udah, sampe sini aja, turunin aku dong!!kamu pulang ya!! sudah makin malam.”
"aku, nginap boleh ya sayaang...!!"
"aku capek khayl, aku mau mandi trus istirahat,. eehh... kamu mau kemana??"
Khayl tidak berhenti dalam kamar tapi terus ke arah kamar mandi mendorong pintu dengan belakang bahunya, memencet tombol remote, menyalakan LED Rain Shower Multi fungsi yang besar banget, dengan harga puluhan juta yang dipesan khusus dari Jerman. membawa Nara masuk, ke dalam shower, dan menurunkannya.sambil tersenyum.
"hhahh...apa apaan Nih, nanti kamu basah !! sambil keluar berjalan kearah remote dan mematikan shower.
Khayl tersenyum nakal, mengangkat bahu, dan menatap dirinnya, seakan menegaskan kepada Nara.
"lihat sayangku, memang sudah basah kan!!!"
__ADS_1
Khayl keluar dari shower berjalan kearah Nara yang duduk di sofa, sambil melepaskan jasnya yang setengah basah, dan melemparkannya ke sofa disamping Nara. melonggarkan dasinya, dan mulai membuka kancing kemejanya yang dengan cepat tergeletak di lantai. mengunci Nara disofa menyusupkan jari jarinya ke antara jemari Nara yang indah, menundukkan wajahnya , mencium dan mengulum lembut, bibir penuh yang sangat dirindukannya. dengan lembut, ciuman itu turun ke leher, membuat nafas kedua insan itu semakin memburu, seakan sedang dikejar ditengah hutan tropis, dengan pendakian yang tak berujung.
"Aaahh... apaan sih"
Nara mendesah tertahan, membuat, jantung Khayl semakin berdetak cepat, dan merasakan hasratnya tak tertahankan lagi, dengan kedua tangan mereka saling terpaut diatas kepala mereka, dan Posisi Nara tertidur di sofa dengan kakinya masih menyentuh lantai. diatasnya terdengar nafas Khayl yang makin memburu, Nara bahkan dapat mendengar debaran jantung mereka berdua yang sudah tak beraturan, Khayl mulai tak terkendali, saat Nara mendesah tertahan, menggeliat, dengan kemeja yang mulai melekat di tubuh molek itu, karena setengah basah, dan berusaha melepaskan diri.
Khayl malah mulai membuka kancing kemeja Nara dengan satu tangannya, sedangkan tangan yang lain memegang kedua tangan Nara diatas kepala mereka.
"Oohh.. hentikan!" aku belum mandi!" ucap Nara setelah tersadar, berusaha mengendalikan diri, karena mulai terbawa arus bersama Khayl.
Khayl bangkit, memencet tombol remote shower dengan mode hujan lebat,menggendong Nara dan masuk ke ruangan shower yang berdinding kaca menurunkan nara dibawah guyuran air bak hujan sambil melucuti pakaian mereka. Khayl berjalan menempel ketubuh Nara yang polos, Nara yang merasakan hasrat lelaki Khayl lalu berjalan mundur, dan tersandar di dinding kaca, ahirnya pasrah. Khayl memencet sabun cair beraroma citrus kesukaan Nara dan mulai membalurkannya keseluruhan tubuh Nara dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Khayl, biar aku sendiri aja memangnya aku anak kecil.!"
Khayl meletakkan jari telunjuknya kebibir Nara
"Ssstt.. aku ikhlas kok, sayangku kamu nikmati aja!"
dan ahirnya Nara terbawa arus menikmati setiap sentuhan lembut, mengantar tubuh dan jiwanya terasa melayang, dilimpahi kasih sayang seorang Billioner, yang terasa sangat tulus Bagi seorang Nara, yang awalnya bukan siapa siapa. yang bahkan merasa bahwa dirinya hina, dan tak layak untuk siapapun juga, setelah kebodohannya yang terlalu lugu, dan mempercayai kebaikan seseorang, yang ahirnya merenggut harga dirinya sebagai wanita. hal yang sangat penting hingga selalu dijaga dengan segenap jiwa raganya. karena memegang teguh janjinya pada Clay.
Nara yang mulai merasa bersalah karena sempat memikirkan orang lain berbalik membelakangi Khayl yang mulai kembali membangkitkan hasrat yang sempat sedikit mereda. Wanita didepannya memang sangat diinginkan khayl sehingga walaupun terlalu sering ditolak tak ada kata menyerah dalam kamus seorang khayl segala cara dilakukan dengan kekuatan uang dan Cinta, tapi Khayl tidak egois, dia berusaha agar Nara juga menginginknnya.
tangan kanan Khayl perlan turun,
menepuk belakang pinggul Nara seakan meminta ijin untuk brtindak lebih dalam, Khayl bermain dengan lihai, yang menghasilkan ******* dan geliat kebahagiaan dan kepuasan dari seseorang yang benar benar dia rela untuk menukar dunianya asalkan Nara bahagia.
"ahhh..." ******* terdengar tertahan
"iya kenapa sayangku..?"
"Ooouugghh..." ******* panjang , dengan tubuh bergetar hebat
"panggil namaku sayangkuu.."
"Khayl..."
"iya sayangku, aku disini!” panggil namaku"
"Ooohh Khayl..."
"kamu milikku kan sayangku, katakan kau milikku!"
"aku milikkmu Khayl"
"selamanya milikku Nara??
"selama lamanya Khayl"
keduanya tenggelam dalam hasrat yang butuh pelepasan. bagaikan samudra yang berkali kali dihantam gelombang, bagaikan badai yang menderu yang tak akan bisa berhenti sebelum mencapai puncak , bagaikan pusaran air yang menghisap semua yang ada di sekitarnya, sampai tak bersisa, dalam hasrat membara.
Khayl mengendong Nara keluar kedua insan itupun tenggelam semakin dalam sambil berusaha untuk saling mendominasi. apakah karena rasa terdalam yang saling menyayangi, ataukah karena kebutuhan. getaran hebat membawa kedua insan dalam gelora badai menjadi tenang, dalam diam, hening sesaat.
"Nara,!!"
"hmmm"
"apakah kau mencintaiku??"
tanya Khayl lirih dan penuh harap.
"hmm"
"jawab Nara? selama ini aku bertanya, kamu tidak pernah memberi jawaban!"
Khayl semakin lirih
"tindakan lebih nyata kan Khayl, apa belum cukup?"
Nara berkilah dengan halus
"iya benar naraku sayang, tapi sekali kali panggil aku sayang dong Nara please.."
"iya"
Khayl tau bahwa Nara bukannya tidak mencintainya, tetapi mungkin Nara masih trauma,karena apa yang telah dialaminya di masa lalu, yang merasa sangat sangat disakiti karena cinta.
*b**ersambung*..
__ADS_1