KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
18. Kehilanganmu...


__ADS_3

senyum tanda bahagia, menghias wajah tampan Ken, tapi di palingkan wajahnya, agar Nara tidak melihat seringai bahagia yang terpancar jelas diwajahnya. karena selama ini Ken sangat pintar menunjukkan wajah dan tingkah yang angkuh, tapi semua itu tak mampu dilakukannya didepan Nara.


"ayo masuk ke dalam mobil Ken, kamu malu maluin"


Ken tetap berdiri dan bersandar di samping mobil mewahnya, sambil nemeluk dada dengan gaya yang angkuh, membuatnya terlihat semakin tampan.


"kamu tidak tau arti aku berdiri disini dan berbicara denganmu Nara, itu menandakan kau adalah milikku, tak ada seorangpun yang akan berani mengganggumu mulai saat ini. lihat saja nanti"


Akhirnya Nara mengalah dan masuk ke dalam kampus, disambut Riska dan kawan kawan.


"Nara ayo kita berteman"


"apa maksud kamu Riska?"


"Nanti malam ada pesta di rumah Emil kamu mau ikut?"


"iya Nara kamu ikut kami ya, wah baju kamu bagus banget hari ini"


sambung Angela, sambil menggandeng lengan Nara saat Nara berjalan masuk kedalam kelas.


kemunculan Ken dikampus Nara, membuat seisi kampus heboh, bahkan para Dosen.


"Nara, apa benar kamu tinggal dirumah Ken?"


tanya Riska.


"kamu siapa sebenarnya?"


"aku bekerja sebagai salah satu pelayan dirumah Tuan Ken"


"benarkah? tapi kami melihat Ken membukakan pintu mobil untukmu, dan lagi kamu duduk dibelakang, dan Kendra seperti menjadi supir kamu"


deg.....


"oh..itu...aku kebetulan menumpang dan tidak berani duduk didepan. Tuan Muda tidak mengijinkan siapapun duduk disampingnya"


"oh begitu"


"iya"


"jadi kamu hanya seorang pelayan"


Nara mengangguk.


"Bagaimana Tuan Muda kamu dirumah, apa rumahnya besar? apa pelayannya banyak? apa dia punya pacar?"


"wah... aku tidak tau, rumahnya sangat besar,


dan aku tidak pernah bertemu dengan Tuan Muda di rumahnya"


"terus, kenapa bisa semobil?"


"kebetulan saja"


Nara langsung menjadi populer di kampus


"wah... jadi pelayan saja bisa dicari semua orang apa lagi jadi pacar, astaga hebat sekali kamu Ken"


jam kuliah Nara hari ini cukup padat, selesai mata kuliah terakhir jam empat sore membuat Nara benar benar capek, Nara berjalan ke halte Bis yang biasa ditumpanginya.


"ah.. aku lupa, aku sudah diusir dari kos, dan aku tidak tau bis nomor berapa yang menuju kerumah Ken, mau naik taksi aku juga tidak tau alamat rumah Ken, lagipula aku tidak punya uang untuk ongkos taksi, aku harus kemana sekarang"


"Riska lihat bukankah itu Nara?"


"iya"


"kamu tadi lihat si Ken didepan kampus kan?"


apakah dia mencari gadis kampung itu"


Riska dan Angela melewati Nara yang sedang menunggu bis di halte.


"hemmm... betul juga"


"bukankah katanya dia bekerja dirumah Ken"


kedua gadis itu saling berpandangan dan


ccciiiiiiittttt.....


Riska mendadak mengerem mobilnya, membuat Angela kaget.


"astaga Ris gue belum pengen mati, gue belum punya keturunan tau"


kedua gadis itu saling berpandangan lalu tertawa


"apa kamu berpikir sepertiku??"


tanya Riska pada Angela

__ADS_1


"iya benar wah... kamu pintar Ris ayo let's go"


kata Angela dengan semangat perjuangan.


tiitt...tiittt..tiiitttt...


suara panjang klakson mobil menyadarkan lamunan Nara di halte bis


"Nara....kamu mau pulang? "


Nara mengangguk sedih


"ayo... kuantarkan kamu pulang"


Nara menggeleng sedih, karena penasaran Riska dan Angela turun dari mobil dan mendekati Nara.


"Nara ada apa? "


"kamu kenapa? ayo kuantar dengan mobilku"


"masalahnya..."


"sudahlah tidak apa apa ayo"


"masalahnya aku tidak tau alamatnya"


"loh kamu kan kerja disana, trus bagaimana kamu kesana"


"diantar K... supir"


"astaga.. Nara... trus kamu pulangnya gimana dong"


"entahlah"


"kamu telefon ke rumah saja pakai telefon genggam milikku ini"


"aku tidak tau nomor telefon rumahnya"


"astaga.........kalau begitu kamu ikut ke rumah aku saja, mungkin besok kamu dicariin ke kampus"


"tidak usah, nanti aku buat kamu sibuk Riska"


"Nara, kamu tidak tau, hanya untuk mendekati Ken, aku bisa melakukan apa saja, dasar gadis kampung, sok lugu, atau **** betulan"


"nggak ngerepotin kok, ayo"


"aduh..bagaimana ini, kalau aku tidak ikut Riska, aku tidak punya tempat untuk pulang, kenapa aku bisa sebodoh ini ya? harusnya aku menanyakan alamat rumah Ken. semoga besok Ken mencariku ke kampus. mana buku buku kuliah aku dirumahnya lagi"


"ayo ikut aku Nara"


Narapun ikut dengan mereka, setelah menurunkan Angela di rumahnya, yang memang searah dengan rumah Riska, tak lama kemudian mereka tiba di rumah mewah yang dijaga satpam, setelah melihat siapa yang datang pintu pagar dibuka, dan mobil mewah Riska melaju ke dalam pekarangan luas dengan taman indah didepan rumah.


"waahh... Riska rumah kamu bagus banget"


Nara turun dari mobil sambil mengagumi rumah mewah milik Riska


"ah biasa aja kok, gedean mana sama rumah Ken?"


"rumah Ken sudah bukan rumah lagi Riska, tapi seperti istana, lebih besar dari hotel, aku saja sering kesasar dalam rumah, bahkan nggak bisa keluar sendiri. bisa hilang dirumah itu, tapi agak serem juga, mungkin karena terlalu besar"


"hmm... semua teman teman aku yang super kaya, selalu memuji betapa besar dan mewahnya rumah aku, kalau seperti cerita kamu, aku nggak bisa bayangin rumah Ken itu seperti apa?"


"iya Riska, yang aku ingat dari pagar depan, masih ada sekilo jarak kerumahnya, juga dikelilingi hutan pinus, trus ada tempat mendarat helikopter, ada danau di samping rumah, dan pelayan dirumahnya ada banyak, belum lagi pengawal, belum lagi tukang kebun, pokoknya banyak orang bekerja disana. karena ruangannya sangat banyak, aku bahkan tidak tau semua pintu dirumahnya apakah kamar semua seperti hotel atau apa?"


"wah pasti megah sekali"


"iya benar"


"ayo masuk"


Nara mengikuti Riska ke kamarnya.


"aku mandi dulu ya, mau siap siap ke pesta Emil. kamu juga ikut kan?"


"Riska aku tidak terbiasa ke pesta, aku boleh tunggu kamu disini saja?"


"loh nggak bisa dong, masa kamu aku tinggal sendiri, sudah ikut aja kan sama aku"


"tapi, apa boleh pakai baju ini?"


"sudah, kalau masalah pakaian kamu tinggal pilih"


Riska membuka pintu ke ruang gantinya yang besar berisi pakaian, tas, sepatu, dan bermacam macam aksesoris. khas ruang ganti orang kaya.


selesai Nara membersihkan diri, Riska sedang berdandan.


***


dirumah Kendra

__ADS_1


"Buttler Jang, apa Nona Nara sudah pulang??


"maaf Tuan muda, tapi supir yang saya kirim mengatakan bahwa kampus sudah kosong karena hari sudah malam, tapi Nona Nara tidak kelihatan"


"apa kamu mengirimkan supir yang tadi"


"tentu saja bukan Tuan, bukankah Tuan Muda tidak menyukai supir yang tadi?"


"terus pengawal yang ikut Nona Nara dimana"


"maaf Tuan, bukankah tadi Tuan yang mengantarkan Nona, pengawal tidak sempat ikut"


"astaga... Nara buta arah, dia pasti tidak tau jalan kembali kerumah ini, dia juga tidak punya tempat untuk pulang"


"Buttler Jang sekarang juga pecat pengawal yang ditugaskan mengawal Nona, dan supir yang menjemput Nona Nara, dan cari Nona Nara sampai ketemu, aku tidak mau tau... temukan dia sekaraaang..."


Ken bergegas keluar, masuk kedalam salah satu mobil, dan melaju kencang dengan mobilnya meninggalkan bekas ban mobil yang berdecit.


sesampainya dikampus Nara Ken parkir di depan gerbang yang sudah dikunci dan menatap tajam kedalam kampus dengan perasaan yang campur aduk.


Ken menelfon Buttler jang


"Buttler Jang cari Nara kerumah semua teman kampusnya, kalau perlu kerumah Dosen, tanyakan apa mereka melihatnya, sekarang juga"


Riska dan Angela yang hendak pulang dari Mall lewat didepan Kampus. dan melihat Ken yang sangat tampan, bersandar dimobilnya, menatap tajam ke dalam kampus sambil menelefon seseorang.


****


kembali ke rumah Riska


Riska terbayang wajah tampan Ken saat dia dan Angela melewatinya, dan tersenyum sendiri.


"aku akan mencari alamat rumah Ken, dan berkunjung ke sana, dengan alasan mengantarkan pelayan yang kabur. dan kamu Nara pasti akan dipecat"


"Nara itu pakaian buat kamu dan high heels hitam buat kamu, aku pakai yang merah ayo cepat ganti baju"


Nara menatap dress ketat hitam mini dengan belahan dada rendah, tergeletak diatas ranjang, dan menatap Riska dengan dress merah tanpa lengan yang sangat sexy, walaupun bodynya tak sesempurna Nara, tapi, dengan sangat percaya diri Riska memamerkan kaki jenjangnya, dan kulit putih mulus, yang menandakan gadis ini selalu rajin untuk perawatan.


"Riska, aku nggak bisa pakai baju seperti ini"


"kenapa??"


Riska menoleh menatap Nara dalam balutan dress ketat yang melekat erat di tubuhnya, dengan rambut terurai membuat Riska terbelalak.


"astaga Nara tubuh kamu benar banar sempurna, kamu sangat cantik"


"aku malu rasanya tidak percaya diri pakai baju ini, aku bukan orang kaya Riska"


"Nara, kamu harus percaya diri, aku saja iri dengan tubuh kamu yang sempurna, kamu harusnya bangga, pasti semua gadis di pesta bakalan iri dengan kecantikan kamu"


"wah... cantik begini, bisa bisa Kendra jatuh hati padamu Nara, walaupun kamu hanya gadis kampung. hmm..kesempatan, aku akan mendandanimu, agar terlihat cantik, dan kamu dapat teman kencan, kalau punya pacar, kamu pasti tidak akan tertarik pada Ken"


"ayo duduk disini"


Riska mendandani Nara dengan make up natural yang menonjolkan kecantikan Nara, sehingga Nara terlihat bak Dewi sangat cantik.


"selesai ayo kita berangkat"


"tapi..."


Nara menatap dirinya di cermin, dan kagum dengan dirinya sendiri.


"wah.. aku baru sadar ternyata aku benar benar cantik, tapi apakah aku pantas berdandan seperti orang kaya"


"ayo kita berangkat sekarang, ayo sudah cantik kok, jangan pernah merasa rendah diri menjadi wanita cantik itu anugerah.


Riska tersenyum senang membayangkan Ken menjadi miliknya.


sesampainya di rumah Emil, Angela sudah menunggu. saat memasuki ruangan, semua mata tertuju pada Nara yang terlihat sangat cantik, super sexy dan super hot, dengan tbuh yang sangat indah membuat para kaum hawa menatap iri, dan kaum Adam salah fokus.


"hai Riska, Nara ayo gabung"


teriak Angela ditengah hingar bingar musik dan lantunan lagu dari penyanyi kenamaan yang disewa oleh Emil, yang merubah rumah mewahnya menjadi tempat konser.


****


di sisi lain


para pengawal Ken sibuk mengunjungi rumah teman teman kampus Nara, untuk mencari keberadaan gadis itu. sedangkan Ken sudah berada didalam mobil, sambil memejamkan mata dan bersandar di sandaran mobil.


"Nara...kamu dimana?? apakah begini rasanya kehilanganmu, baru sekarang aku merasakan rasa seperti ini. hatiku nyeri, Rasanya ada yang kosong, rasanya menyakitkan. aku benar benar menginginkanmu. tidak bisa... aku tidak bisa kehilanganmu saat ini kuputuskan, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu disisiku, maafkan aku Nara, tapi aku benar benar tak bisa kehilanganmu."


"Nara... dimana kamu"


****


dipesta Emil, mata elang seorang playboy yang terkenal sangat lihai menggoda gadis manapun yang diinginkannya.Riska berjalan kearah sang playboy, Brandon pria blasteran italy, yang terkenal sering gonta ganti pasangan, menyeringai senang saat berbicara dengan Riska sambil melirik Nara dari kejauhan.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2