KEMEWAHAN WANITA

KEMEWAHAN WANITA
27 Hanya butuh Kamu


__ADS_3

alunan musik yang melankolis membawa kedua sejoli terhanyut dalam suasana romantis terlihat sangat mesra di sertai tatapan iri para wanita Cantik yang sedang menatap dengan tatapan sinis walaupun ada juga yang tidak perduli. bahkan para Pria banyak yang menatap kagum terpesona pada kesempurnaan kecantikan Nara. setelah satu lagu selesai Ken mengulurkan tangannya yang disambut Nara, setelah tiba di bibir pantai, Ken menggendong Nara dan menaikkan Nara ke perahu karet yang sedang menunggu ditepi pantai. membawa mereka mendekati kapal pesiar mewah yang tadinya terlihat agak jauh dari tepi pantai. diatas kapal mereka menikmati wine sambil melihat gemerlap lampu di pulau tempat ken mengadakan pesta sampai akhirnya lampu lampu itu menghilang dari pandangan.


"ken kita mau kemana? kapan kita pulang aku harus ketemu dosen pembimbing skripsi"


"katanya kamu ingin ke Kota melihat pemandangan"


"iya tapi aku harus pulang"


"baiklah besok pagi kita pulang tapi malam ini kamu ikut aku ya"


"hmm"


Nara mengangguk


"ayo kita masuk kedalam"


Nara membaringkan diri di sofa putih yang sangt nyaman, dan Ken menyelimuti kaki Nara dan duduk disampingnya sambil membelai rambut panjang indah Wanita yang amat sangat disayanginya


tak lama kemudian Nara merasa pipinya dikecup lembut seseorang. saat membuka matanya tampak wajah tampan Ken dihiasi senyum menawan menatapnya.


"kamu sudah bangun? ayo kita sudah sampai"


"Maaf ya Aku ketiduran"


"Nara kenapa minta maaf? jangan pernah minta maaf untuk hal yang bukan suatu kesalahan. apalagi saat kamu menjadi Nyonya Kendra, perintahmu adalah mutlak, jangan pernah mau direndahkan orang lain"


"Ken jangan seperti itu, hidup itu harus rendah hati, kita harus ingat darimana kita berasal dari debu tanah, Ken lagipula jika ada yang merendahkan kita toh tidak sakit, tubuh kita tetap utuh tidak tergores"


"ia tapi hatinya sakit kan"


"perbiasakanlah membalas kejahatan dengan kebaikan karena saat orang yang berbuat jahat pada kita datang meminta tolong, itu artinya mereka meletakkan harga diri mereka ditelapak kaki kita Ken, dan itu adalah hal yang lebih menyakitkan daripada kita membalas mereka. "


"Nara kamu memang wanita hebat"


"biasa ajalah Ken"


saat turun di dermaga ada mobil yang sudah menunggu. Nara melayangkan pandang ke sana kemari dan yang terlihat hanya hutan dan terlihat cahaya lampu di puncak bukit.


"Ken kita dimana? ada apa diatas sana terlihat ada cahaya dari sini"


Ken hanya tersenyum dan saat supir hendak membukakan pintu mobil Ken memberi isyarat agar nanti Tuannya yang membukakan pintu untuk Nara.


"hmm ayo naik nanti juga kamu tau ok"


Nara mengangguk dan menurut. sepanjang jalan ke puncak bukit, Nara terpesona karena sepanjang jalan dipagari lampu jalan dan lampu hias yang sangat indah di kiri kanan jalan pepohonan yang tertata rapi terlihat dalam remangnya malam. Ken merangkul bahu Nara karena melihatnya kedinginan, karena mereka keluar rumah disiang yang hangat hingga mereka tidak memakai pakaian hangat.


"kamu kedinginan ya, sebentar lagi sampai"


sambil mengusap usap lengan Nara. saat mereka sampai digerbang Nara terperangah melihat bangunan megah yang berdinding kaca dengan arsitektur moderen, sangat berbeda dengan rumah Ken di Pulau yang ditempati Ayahnya yang bernuansa pedesaan. tak lama kemudian mereka turun di depan pintu dengan disambut para pelayan dan kepala urusan rumah tangga di tempat itu, yang merupakan orang kepercayaan Ayahnya.


"Selamat malam Tuan Muda"


sambil membungkuk hormat.


"hallo apa kabar betsy... betsy ayo bangun, apa kau tak ingin melihatku? "


Ken mendekati wanita paruh baya itu dan menegakkannya yang tak kunjung menegakkan tubuhnya dan terus membungkuk.


"betsy apa kabar? kau tidak merindukanku hmm? ayo kesini"


Ken tersenyum lebar sambil merentangkan tangannya, membuat wanita Paruh baya itu tak mampu menahan isaknya dan memeluk Tuan Muda yang diasuhnya bagaikan anaknya sendiri sejak ditinggal Ibunya, namun sayang Tuan Mudanya selalu terlihat sedih walaupun segala keinginannya selalu terpenuhi, semenjak sang Tuan Muda pergi ke swiss untuk belajar Betsy tidak pernah lagi melihatnya, sehingga betsy tak bisa menahan tangis saat melihat senyum bahagia diwajah tampan yang sangat disayanginya.


"Tuan Muda..... Tuan Muda...... apa kamu sehat? syukurlah kamu terlihat bahagia, Tuan Muda Betsy sangat merindukanmu... Kenapa tidak memberi kabar hendak kesini? sudah lama Tuan Muda tidak datang kesini, Tuan muda Anda tersenyum? "


bahkan tawa renyah Ken membuat Betsy semakin terisak. Nara terharu melihat perempuan paruh baya itu dan majikan yang mengharukan.


"aku baik baik saja Betsy, lihat aku sehat kan semua berkat dia"

__ADS_1


Ken menatap Nara dan merangkul bahunya


"perkenalkan ini Narabella Wanita yang Aku Cintai"


"Tuan muda Anda terlihat bahagia, Tuan Muda Wanita ini benar benar keajaiban, Tuhan telah mendengar doaku agar Tuan bisa bahagia, ayo mari kita masuk Tuan Muda diluar dingin"


Nara benar benar tersentuh melihat bagaimana para pelayan masa kecil Ken sangat bahagia melihatnya tersenyum, semua ini menjadi tanda tanya besar bagi Nara.


sepanjang perjalanan dari ruang tamu menuju Kamar dilantai tiga Nara tak henti hentinya terpukau dengan isi Rumah yang sangat mewah dan tertata indah juga pemandangan dari balik dinding kaca yang membuat Nara hampir menabrak meja yang dihiasi Vas antik yang sangat besar. Ken tertawa melihat tingkah Nara yang tidak bisa menyembunyikan gaya kampungan seperti baru kali ini melihat barang barang seperti itu, karena hampir semua meja, sofa, perapian, bahkan hiasan rumah yang dilewatinya semuanya disentuh bahkan dielus dengan mulut yang tak henti hentinya mengatakan wow. bahkan Betsy tersenyum melirik tingkah Nara. setibanya di depan lift.


"astaga....."


"ada apa Nara ada yang salah? "


Ken memeriksa tubuh Nara. tapi ditepisnya karena malu dilihat Betsy


"nggak apa apa"


"trus kenapa astaga.... l


Ken meniru gaya nara yang menutup mulutnya.


"ia astaga mau ke kamar saja pakai lift segala, ck.. ck.. ck... seberapa kaya kamu Ken! aku jadi merinding, punya banyak mobil mewah, rumah mewah, pesawat pribadi, pulau pribadi, aku tidak akan terkejut kalau kamu punya Hotel"


"ia Tuan muda punya jaringan Hotel di beberapa Benua dan bukan Pulau pribadi tapi Pulau Pulau pribadi Tuan punya banyak dan lagi.... "


"hussh... Betsy cukup ! itu milik Ayah, dan juga untuk bisnis"


Betsy pun diam sambil tersenyum simpul memperhatikan tingkah Nara. belum selesai Nara terpukau pintu lift terbuka dan terlihat sebuah pintu besar terbuat dari kayu dengan gagang pintu tarikan yang berkilau. dua orang pelayan membukakan Pintu Betsy masuk dan memerintahkan pelayan untuk membawa masuk koper Nara.


"Tuan Muda jika memberi kabar kedatangan Tuan dan Nona tidak perlu repot membawa koper, Saya akan menyiapkan segala kebutuhan Nona, karena Pakaian dan kebutuhan Tuan Muda selalu tersedia disini"


"tidak masalah kok Betsy"


"baiklah Tuan saya permisi"


"astaga Ken indah.... sungguh indah, bagaikan dinegeri dongeng. melihat pantai pulau dan kerlap kerlip di kota apakah itu spanyol? "


"hmmm itu Ibiza ya kita memang di Negara Spanyol, apa kau ingin kesana, kita bisa berjemur tanpa busana di pantai Ibiza, atau ke Club malam, kota yang tak pernah tidur, kita bisa mabuk mabukan tak ada hukum yang melarangnya"


Canda Ken membuat Nara mencubit lengannya.


"astaga... apa kau gila! mau bugil di depan orang banyak, aku tidak senekad itu untuk mencobanya"


"kalaupun kau nekad karena tak ada yang mengenalmu tak akan pernah aku ijinkan mengerti"


ken mencubit manja hidung Nara


"kenapa? siapa tau aku berani"


ledek Nara


"o.. ho.. ho... tidak bisa..... "


sambil menggoyang goyangkan jari telunjuknya didepan wajah Nara.


"semua orang pasti akan menatapmu apalagi para Dokter Bedah Plastik"


"apa hubungannya dengan Dokter Bedah Plastik"


"karena mereka akan bertanya tanya siapa yang mengoperasi tubuhmu sehingga terlihat sesempurna ini"


"enak saja ini asli tahu bukan plastik dasar, memangnya aku punya uang buat operasi segala"


"ha.. ha.. ha... ia Aku tau sayangku... "


"dasar genit pastilah kamu sangat senang berjemur di pantai itu, kan bisa lihat pemandangan yang indah indah"

__ADS_1


"Wah... pemandangan indah disana hampir semuanya plastik ha.. ha.. ha... "


"mesum kamu"


"Nara.. "


"hmm... "


"aku ngantuk"


"sebntar lagi Ken ...aku ingin menikmati pemandangan malam ini sebentar ya"


"baiklah kita duduk dikursi gantung itu ya"


"ayo"


"tunggu sebentar"


ken masuk kedalam mengambil selimut dan memencet interkom.


"Betsy... "


"ya Tuan Muda apa yang bisa saya bantu? "


"bawakan irisan buah dan sebotol wine"


"baik Tuan"


saat dia keluar, Nara sudah duduk sambil mentap kejauhan. Ken melingkarkan selimut di bahu Nara dan berbaring menyandarkan kepalanya di pangkuan Nara dan menyelimuti dirinya sendiri. Nara membelai belai rambut Ken, itu merupakan salah satu hal yang sangat disukai Ken saat berbaring di pangkuan Nara, bagaikan seorang anak yang merindukan kasih sayang Ibunya. tak lama Betsy masuk bersama pelayan yang membawa meja dorong diisi piring dengan irisan buah, snack kacang kacangan, kentang, dan sosis goreng lengkap dengan wine dan gelasnya.


"terima kasih Betsy.. "


Ken tersenyum ke arah Betsy yang sedang menuang wine ke dalam gelas dengan anggun.


"terima kasih Betsy, harusnya tidak perlu repot, Ken juga bisa ambil buahnya sendiri, ia kan Ken?"


"e.. ehm... ia Betsy nanti aku saja, kamu tidak perlu repot"


Betsy bingung dengan jawaban Ken, karena barusan Tuan Muda sendiri yang menyuruhnya, saat betsi sadar dia hanya bisa menahan senyum melihat ulah Tuannya. Betsy berbalik dan tersenyum ceria.


"ah Tuan muda akhirnya kamu bisa mengalah, aku sangat bahagia, semoga kalian akan selalu bersama"


Nara menikmati angin malam yang beraroma segar karena benar benar merasa berada di alam bebas polusi di Pulau yang bahkan Nara tidak tau dimana letaknya di peta.


"Ken, kamu benar benar memanjakanku aku takut jika benar benar jatuh Cinta padamu, aku takut gagal lagi, betapa menakutkan menjadi Nyonya dari seseorang yang sangat berpengaruh seperti dirimu, kemana mana diikuti segerombolan pengawal, diikuti wartawan, salah sedikit jadi halaman depan surat kabar. betapa terkekangnya hidup di Duniamu Ken, bergelimang harta sampai sulit menghirup udara bebas, aku hanya ingin bahagia, berumah tangga dan hidup sederhana, tapi kini apakah itu mungkin"


Pikiran Nara melayang tanpa tujuan jelas apa


"Ken bangun dari pangkuan Nara menghabiskan wine dan berdiri tanpa basa basi menggendong Nara dan membawanya kedalam kamar.


"Ken aku bisa jalan sendiri"


"ayo kita istirahat besok pagi kita pulang, perjalanannya panjang"


Ken tersenyum nakal dan membaringkan Nara diranjang. malam itu pun berlalu tanpa terasa dengan ******* dan erangan yang membuat keduanya akhirnya terlelap di alam mimpi. Mentari pagi mulai menyinari jendela kamar saat Nara terbangun dalam dekapan Ken, seakan Ken takut jika harus kehilangn seseorang dalam dekapannya.


"Ken... Ken.... Good morning... "


Ken malah semakin erat mendekap Nara dan terkejut merasakan tubuh yang masih polos tanpa sehelai benangpun.


"ehmmm tidurlah sebentar lagi"


"aahh... aku lapar"


"aku juga tapi lapar kamu"


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2